Pengalaman melahap tanjakan pegunungan dengan ertiga

image

Saat pulang dari pemandian air panas ciater balik menuju Jakarta (Bekasi tepatnya), SF memutuskan untuk mampir dulu ke yogurt cisangkuy, di kota Bandung. SF mengaktifkan 2 perangkat GPS. Satu garmin bawaan ertiga, satu lagi waze di android untuk memonitor kemacetan. Karena garmin menganjurkan rute yang banyak melewati kemacetan (info dari waze), SF memilih rute yang disarankan waze. Kali ini SF sedikit dipermainkan oleh waze (aplikasi gps android).

image

Ternyata rutenya melewati gunung yang lumayan terjal dengan jalan yang sangat sempit. Bahkan beberapa melewati perkampungan yang tidak bisa dilewati 2 mobil berpapasan. Banyak tanjakan curam disertai dengan tikungan tajam, ada juga tanjakan curam yang cukup panjang bikin dag dig dug…. maklum ingat kata marketing pabrikan sebelah mobil FWD ga kuat nanjak. Kontur jalan banyak yang terkelupas aspalnya juga bikin dag dig dug…

image

image

Nyatanya semua tanjakan curam mampu dilahap ertiga dengan sangat mulus. Bahkan ertiga SF dengan mudah menempel avanza yang sebelumnya ga terlihat. Menurut ipar SF yang sebelumnya pernah bawa innova ke bromo (Jawa timur) tanjakan suka nagara(pagerwangi)- dago giri, Bandung ini sedikit lebih curam.

image

image

Gigi 1 dan 2 ertiga cukup handal melahap tanjakan, saat berakselerasi di awal tanjakan dengan kontur jalan berpasir hendaknya tidak langsung menghentak, namun pelan saja, saat mendapatkan grip yang baik baru pedal gas ditambah perlahan.

Sepertinya pihak marketing pabrikan sebelah kudu cari bahan black campaign lain untuk menjatuhkan pamor mobil berpenggerak roda depan.
Ini sedikit cuplikan videonya

Saat menanjak mobil ditumpangi 3 dewasa, 2 anak, serta barang bawaan penuh di baris ketiga, AC double blower menyala. Terlihat divideo mobil tidak mengalami perlambatan / loss power

Bukti keganasan layang-layang pada pengendara motor

Saat usia SD ingat betul SF dilarang bermain layang-layang di jalan. Alasannya ada tetangga masuk rumah sakit karena terjerat benang layangan aduan yang tajam. Meski sudah memakai helm fullface tidak menjamin benang layangan tak melukai pengendara motor. Tetangga SF tersebut terkena benang layangan yang melintang tepat dibagian leher. Karena kagetnya tetangga SF terjatuh lumayan parah dan harus dilarikan kerumah sakit. Selain terluka karena terjatuh dari motor leher tetanggabSF ini tersayat bagian lehernya…. untung ga sampai mengenai pembuluh darah. Continue reading “Bukti keganasan layang-layang pada pengendara motor”