bus

All posts tagged bus

Salah satu bangjo (abang ijo alias trafic light) di raden inten memang bikin BT bisa 5 menit lamanya…
Kemaren saat nyampai situ dari jauh SF melihat lampu nyala ijo.. tumben nih batin SF. Otomatis SF agak mempercepat laju Nmax. Begitu mendekat ternyata kecele… lampu yang SF kira nyala lampu trafic light ternyata lampu truk yang terpasang dibagian atas box

image

Continue Reading

Pengendara motor di Jakarta memang punya nyali luar biasa… sayang nyali kali ini bukan dalam hal positif… nyali melawan aturan… semakin banyak temen semakin berani ngelawan aturan.
Saat macet sering kita lihat pengendara motor nekat masuk jalur berlawanan , padahal ada pembatas jalan
image

Continue Reading

image

Ada pengalaman satu lagi yang bikin jantungan saat turing balik dari Jember ke Surabaya dengan seorang rekan beberapa tahun lalu, saat itu tunggangan SF adalah sebuah GL max boreup 160 cc saat riding kecepatan sedang dibelakang bus, tiba-tiba bus depan berhenti mendadak. SF ragu-ragu untuk ikut berhenti dibelakang bus atau malah ambil manuver kekanan untuk menyalip bus tersebut. Yang terjadi malah SF sempet mengerem tapi juga ambil manuver kekanan untuk menyalip bus tersebut, ga disangka ada bus dari belakang berniat menyalip dengan kecepatan tinggi juga, kepalang tanggung langsung SF kurangi gigi , menyentak si gL dan main separuh kopling agar akselerasi spontan didapat , , bus dibelakang tampak mengerem dan membunyikan klakson beberapa kali…., tipisssss……alhamdulillah SF dan rekan lolos dari kejadian itu. Dasar bengal… tetap saja SF muda ngebut sampai Surabaya. :mrgreen: sekarang bayangin hal itu ngeri juga jadinya. Hal yang bisa dipelajari yakni jangan sampai salah perhitungan dijalanan, jika masih ada space cukup dan sempat memastikan arah depan dan belakang bebas ambil manuver untuk menyalip, tapi jika sekiranya ragu mending ikut berhenti sampai memastikan kondisi aman.

image

Ilutrasi dari google

Keraguan dijalanan juga sering bikin kecelakaan, terutama saat dipersimpangan, saat dua kendaraan bertemu dipersimpangan kadang ragu antara terus (berharap kendaraan lawan ngalah) atau kita yang ngalah membiarkan kendaraan lawan lewat duluan. Jika terjadi miss komunikasi jadi dua-duanya ngalah atau malah dua-duanya tancap gas, akibatnya dubrakkkk…. !!!!! Aturan sebenarnya kendaraan lurus dijalur utama harus diutamakan, namun banyaknya orang yang kesusu (keburu) jadi ga menghiraukan aturan lagi. Makin hari makin sedikit orang yang mo ngalah, yang salah pun kadang nyolotnya lebih kenceng. Jakarta oh….. Jakarta….

image

Geli sekaligus prihatin mendengar cerita rekan saya ini. Awalnya curhat karena terjatuh karena kena pembatas busway. Tapi akhirnya SF tau kebenarannya dari rekan ane yang lain, kalau doi jatuh karena menghindari polisi di ujung jalur busway. Kronologisnya seperti ini. Kira2 jam 9-10 pagi doi melewati jalan Yos Sudarso. Karena macet doi nekat masuk jalur busway dengan ninjanya. Tiba- tiba saat riding lumayan kencang diujung jalur doi melihat seorang polisi sedang memelototinya. Akibatnya doi mengurangi kecepatan dan bermaksud keluar jalur busway, tapi apesnya doi ga bisa mengendalikan ninjanya dan terjatuh tepat saat melindas pembatas jalus busway. Kerusakan sih ga seberapa, namun pastinya doi malu banget sama pengendara sekitar ( terutama sama polisinya… 🙂 polisinya ikut geli juga kali ya 😆  ) hmm… masih untung hanya cedera ringan. Ga bisa bayangkan kalo dibelakangnya ada truk trailer ( yang biasanya jam segitu banyak bersliweran) bisa fatal akibatnya…. ( maaf foto ga bisa ditampilin, demi privasi beliau ). Beberapakali SF saksikan kejadian seperti ini di lampu merah PGC, bedanya begitu penerobos tau ada polisi didepan langsung balik arah. Nah kalo dibelakangnya ada bus trans gimana!?

Saat lebaran rasanya kurang afdol kalau tidak berkumpul dengan keluarga tercinta. Bagi yang kerjanya diluar kota mau tak mau harus mudik kedaerah asal. Hari terakhir sebelum puasa kemaren SF sempatkan ngobrol dengan penjual nasi uduk didepan kantor.” Lebaran pulang Bu?”, “Wajib itu Pak” dengan logat Madura yang kental.

Lalu dia pun mulai bercerita pengalamannya. Setiap Lebaran dia dan keluarganya biasanya mudik ke Madura naik bus, begitupun kali ini. Meski berdesakan dan menempuh ratusan km ritual ini tetap rutin dilakukan tiap lebaran. Ternyata dibalik itu, biaya untuk mudik adalah tabungan yang dia kumpulkan selama setahun!  Jadi benar- benar saat lebaran semua kembali ke titik nol, baik dosa-dosanya (Insyaallah jika ibadahnya diterima) dan begitu pula materinya. Alhamdulillah kita lebih beruntung dibanding keluarga itu dan sudah sewajibnya kita tak melupakan orang- orang yang kurang beruntung. Bulan Ramadhan ingat Zakat Yaa…