cakram

All posts tagged cakram

Sabtu seminggu lalu agak kesusu nganter Faiz sekolah, jadinya sering bejek rem lewati poldur yang bertebaran.

Saat balik kerumah tiba tiba timbul suara “srek srek srek… ” dari roda depan. Sudah feeling kalau kampas rem depan habis… agak kuatir juga jika piringan dah kemakan oleh plat dasar kampas rem. Langsung saja SF mampir ke bengkel pertama yang SF temui. Setelah dicek ternyata bener kampas dah sangat tipis, tapi belum sampai habis. 

Jadi… bunyi gesekan logam itu darimana asalnya… ?
Ternyata ada tonjolan pada kampas rem  yang berfungsi memberi peringatan jika kampas dah tipis, tonjolan ini terletak di samping area kampas. Saat kampas dah menipis tonjolan ini akan tergesek oleh piringan. Timbul bunyi yang berfungsi sebagai warning alarm kepada pengemudi…


Jadi… Kalau dah denger suara gesekan dari perangkat rem, segera cek kampas rem anda… jangan dicuekin kalau ga ingin piringan cakram terkikis.

Sangat jarang sekali SF menggunakan gembok pengaman untuk Ninja atau Nmax saat diparkiran kantor… alasannya males ngolong pake nunduk atau jongkok. Belum lagi kalau posisi gembok yang awalnya bebas jadi terhalang motor lain, atau posisi motor bergeser.
Nah griplock ini solusi praktisnya

image

Continue Reading

image

Ga pernah SF kepikiran ganti selang rem atau kampas rem racing, dll untuk meningkatkan kepakeman rem. Terutama untuk rem depan yang paling berperan penting. Berdasarkan pengalaman SF cara mudah untuk meningkatkan pengereman bagian roda depan adalah mengganti piringan yang lebih lebar. Selain mendongkrak tampilan daya pengereman juga meningkat drastis.  Sebelumnya SF sudah sangat lama pakai metode memperbesar piringan cakram ini pada tiger . Karena terbukti ampuh SF terapkan juga pada Ninja 250… hasilnya ngerem cukup memakai 2 ruas jari. Untuk ngerem mendadak pun masih nututi. Klo ada budget lebih bisalah ditambah selang rem racing.. Continue Reading

image

Beberapa waktu lalu SF pernah menulis mengenai kampas rem yang habisnya ga rata. SF kira dudukan cakram yang ga lurus hingga akhirnya diganjel. Beberapa minggu kemudian penyakit kembali menyerang. Kali ini lebih parah …satu sisi kampas habis total tapi satu sisinya utuh…! SF putuskan untuk bongkar total kaliper rem. Akhirnya ketemu juga penyakitnya…!
Continue Reading

image

Entah hal ini terjadi hanya pada tunggangan SF atau juga pada yang lain. Dua motor tunggangan SF menganut dual disc brake, yang pertama honda tiger dan kawasaki ninja 250. Untuk honda tiger telah modif piringan cakram depan lebar bagian depan dan sudah dipasang cakram belakang. Penggantian kampas rem belakang teramat sangat sering, 3-4 kali ganti kampas belakang sedangkan kampas rem depan baru sekali. Pada ninja juga demikian, kampas belakang sudah ganti sekali sekitar 2000an km sedangkan yang depan masih sangat tebal. Saat itu kondisi piranti pengereman ninja masih standar (belum upgrade cakram depan lebar).
Awalnya SF pikir penyebab kampas rem belakang lebih cepat habis karena modif cakram belakang pada tiger tidak sempurna,karena terlihat saat penggantian kampas rem bagian kampas yang kemakan ga rata/miring, kondisi piringan cakram depan tiger juga diganti lebih lebar. Tapi ternyata pada ninja yang pengeremannya standar kampas belakang juga lebih cepat habis. Berarti ada hal lain yang menyebabkan demikian. Secara nyata beban yang diderita rem belakang berarti lebih dibanding rem depan.
1.  Dengan kata lain penggunaan rem belakang lebih sering dibagian depan. Hal ini karena rute harian SF menembus kemacetan. Di kondisi macet,rem belakang lebih banyak digunakan karena ga banyak mempengaruhi handling motor, handle motor tetap ringan dibelokkan untuk mencari celah diantara mobil atau menghindari jalan ga rata. Rem depan  digunakan saat kecepatan terlalu tinggi, perlu diperhatikan saat pengereman depan tentunya motor susah bermanuver, lah bobot motor dan pengendara berpindah kedepan, jika dipaksa manufer selain resiko selip, posisi shock depan naik-turun seiring penggunaan rem depan bikin menyusahkan pengendalian. Pada prakteknya mungkin rem depan-belakang di gunakan berbarengan namun saat menghadapi kemacetan dan menjaga keseimbangan rem depan lebih cepat dilepas dibanding belakang.
Tentunya berbeda saat berkendara normal. Rem depan lebih dominan penggunaannya. Apalagi yang rutenya jarang macet.
Logikanya semakin tinggi kecepatan motor lebih dominan penggunaan rem depan untuk mengurangi laju… lihat contoh kasus motogp/superbike. Waktu ngerem ekstreem bahkan ban belakang sering ga nempel aspal :-).
2.Atau habisnya kampas rem belakang disebabkan hal lain seperti misal besarnya piringan depan lebih besar dibanding belakang.
3. Ataukah Riding style yang bikin kampas belakang lebih cepat habis.
image

Monggo share pendapat dan pengalamannya, apakah yang rutenya lowong/jarang macet juga sama kasusnya atau malah terbalik. Alias kampas depan lebih duluan habis dibanding belakang?

NB: kampas rem depan- belakang tiger dan Ninja 250 milik SF tipenya sama-sama (kaliper 2 piston)

Ini yang bikin keringetan saat proses penggantian kampas. Kadang karena kotor, piston pada kaliper susah didorong masuk, jadinya susah masang kampas baru yang masih tebel. Dicukit-cukit pakai obeng tetep ga bergerak. Nah saat penggantian gir Sinnob beberapa saat lalu sekalian SF ganti kampas belakang yang sudah tipis. Montir menggunakan teknik yang baru SF ketahui… menggunakan baut dan gir depan bekas! Check this out 🙂
image

Baut yang diputar searah jarum jam langsung mendorong permukaan piston (setelah diganjel kampas bekas)… tanpa tenaga ekstra pistonpun terdorong masuk. Monggo dijajal…..


Konstruksi mesin dan Rangka Z250 yang sama dengan New Ninja 250 Fi, bikin pengusaha assesoris makin mringis. Gimana tidak beberapa variasi N250fi juga bisa dipakai Z250. Sebut saja velg lebar, Cakram lebar,Arm, Ban, knalpot, single seat,hingga produk aftermarket peningkat performa. diantara variasi diatas Produk yang paling banyak diburu SF rasa adalah Knalpot!

dengan parts inilah Suara merdu mesin 2 silinder makin tereksploitasi, jadi membedakan dengan motor sport mainstream di Indonesia dengan engine 1 silindernya :mrgreen:. Efeknya Z250 ga bakal dikira Tiger modifan 😆

image

Sudah menjadi pakem bagi SF untuk mengupdate sektor kaki termasuk pengereman. Ninja 250 yang dari sononya sudah menganut double disk brake terasa kurang pakem rem depannya. Piringan cakram orinya pun lengser berganti PSM yang ukurannya lebih lebar. Sedangkan honda tiger selain piringan depan juga sudah ganti lebar merk PSM roda belakang juga sudah modif cakram belakang. Alhasil resiko nubruk dapat dikurangi. Namun ada saja kejadian yang tak terduga seperti kemaren. Seperti biasa honda tiger menemani aktivitas sehari-hari, saat itu SF tepat berada dibelakang matic dan honda tiger ( diantara mobil), tiba2 mobil didepan ngerem mendadak, simatic lolos dengan memasuki celah mobil yang sempit sedangkan tiger didepan ane ngerem mendadak,  Anepun berusaha mengikuti perlambatannya dengan mengerem mendadak, selisih sepersekian detik terasa box motor ane ditabrak dari belakang. Ane sih cuma ngrasa sentakkan dikit. Tapi nahas motor (megapro) yang nabrak ane jatuh kesebelah kiri dan sempat disenggol mobil dari belakang. Ane pun cuma bisa geleng2 kepala. Apes nih, bisa lolos ga nabrak motor depan tapi malah diseruduk dari belakang. Untung box Kappa ane cukup kokoh, nambah baret dikit ga masalah. Lah wong baretnya udah rata. He3….