catalyc converter

All posts tagged catalyc converter

Penggantian header ertiga dari 4-1 menjadi 4-2-1 benar-benar mengeluarkan potensi terpendam ertiga…  Buntuti innova atau melewati terios yang lagi kesusu di tol anyer sangat mudah…  Soal konsumsi bbm juga sangat irit..  Bisa 1:20km/liter dengan cacatan mid:avg  bahan bakar pertamax saat kondisi lancar di tol, dan menjadi 1:18,8 km/liter saat gatel tes performa dan macet keluar tol anyer. 

image

Continue Reading

image

Header asli ertiga 4-1

Langsung terasa bedanya….!  Penggunaan header 4-2-1 buat ertiga menggantikan header ertiga bawaan 4-1 dengan catalyc converter bikin power mobil lebih keluar duluan…  Hal ini juga diamini ipar SF (yang justru jam terbang pake ertiga lebih tinggi dibanding SF) “wah kalau kaya gini tanjakan curam dengan kondisi penumpang penuh ga bakal jiper” katanya.  Perbedaan karakter terutama sekali terasa si rpm bawah (sebelum 4rb rpm).  Pedal gas cukup sedikit di tekan sudah cukup untuk bikin mobil melaju. Sangat bisa diandalkan untuk nyalip angkot yang seenaknya ngetem.  Sepertinya peak power dan torsi bergeser pada RPM lebih rendah.  

image

Aftermarket 4-2-1

Continue Reading

image

SF bersama bewok punggawa stanlee motomuffler

Produsen knalpot lokal langganan SF ini memang yahuud…. kali ini stanlee mencoba bredel knalpot freeflow Ninja 250 milik SF untuk diubah menjadi sistem sekat dengan penambahan Catalyc converter …
SF awalnya mengembalikan silincer milik si Bolot kepada Stanlee dengan tujuan utama untuk mereduksi suaranya agar lebih kalem… apakah knalpot replika gsx tersebut berisik….? sebenarnya kagak sih tapi SF pengen merubah karakter suara plus mempertahankan suara agar ga berubah seumur hidup :).. stay calm alias tetep kalem 🙂 .

image

Continue Reading

Pemberlakuan Regulasi EURO menyangkut batas polusi kendaraan bermotor di Indonesia pada mulanya mengakibatkan perubahan populasi motor… hampir semua motor 2 tak tak diproduksi lagi. Satu-satunya yang bertahan hanyalah ninja 150 series. efeknya bukan hanya itu power motor sport rata-rata ikutan tersunat terlebih saat pemberlakuan EURO2. Beberapa motor mengalami penyunatan tenaga sebut saja Scorpio, Tiger dan Satria FU150. Bebek sedikit tertolong karena dibenamkan duluan tehnologi injeksi, Si Vixion sport yang duluan pakai injeksi juga terbukt ga ikutan tersunat tenaganya malah naik.

Euro2 membatasi pembakaran yang menghasilkan oksida nitrogen (NOx) sebesar 0,3 g/km, emisi hidrokarbon (HC) 1,2 g/km untuk motor di bawah 150 cc dan 1 g/km untuk motor diatas 150 cc serta karbon monoksida (CO) sebesar 5,5 g/km.

Sementara dengan standar Euro3 setiap motor hanya memproduksi Nox sebesar 0,15 g/km dengan produksi CO sebesar 2,0 g/km dan HC sebesar 0,8 g/km di motor dibawah 150 cc serta 0,3 g/km di motor bermesin diatas 150 cc. sumber : http://ardianacong.wordpress.com/2012/04/28/indonesiareadytoeuro3/

pada motor karbu, pemberlakuan EURO2 bisa disiasati dengan penggunaan knalpot ber catalyc converter, penerapan dengan technologi Secondary Air Supply System dan sejenisnya (penyebutan mungkin berbeda-beda tiap pabrikan) yang cara kerjanya kira-kira dengan penyemprotan oksigen di saluran hasil pembakaran :), cara lain dengan penyesuaian ulang parts karburator (skep, pilot jet, main jet, dll) yang diprioritaskan bukan untuk power namun cenderung ke efisiensi dan hasil pembakaran yang lebih bersih. Disinyalir inilah yang bikin tenaga motor tersunat. Menuju EURO3 motor karburator tentunya lebih susah lagi dikilik agar memenuhi regulasi. Solusinya ya pakai injeksi yang menjamin pencampuran bahan bakar dan udara lebih sempurna sehingga menghasilkan hasil pembakaran yang lebih bagus. Karena pembakaran lebih sempurna ini motor akan tambah irit dan power motor bertambah.

jadi ga perlu kuatir EURO3 bikin power motor bakal tersunat.
yang perlu dikhawatirkan ternyata bukan soal itu namun efek lain. seperti kemungkinan dipaksanya konsumen menggunakan bahan bakar yang mendukung EURO3, kemungkinan diskontinyu-nya beberapa motor seperti Ninja 2 tak, Satria FU150, honda tiger, thunder dan bisa jadi Scorpio ( eh tapi klo mau scorpio bisa disulap jadi Fazer 250 🙂 ), serta makin meranaya bengkel umum yang ga sanggup beli alat setting / diagnosa motor injeksi.