classic

All posts tagged classic

Angin segar berhembus sekali lagi dari yamaha… sayang bukan disini… majalah youngmachine bocorin planing yamaha untuk mengeluarkan versi retro dari MT25/R25 … 

Renderan MT25 versi retro oleh young machine


Di Indonesia modif retro lagi digandrungi. Owner ninja yang harganya puluhan juta saja rela mengeluarkan tambahan puluhan juta lagi untuk mengcustom ninjanya jadi motor retro. Tiger,scorpio,thunder ga lepas jadi korban mutilasi untuk diretrokan.


Matic retro dah ada scoopy, fino, lets. Di sport ada kawasaki estrela 250 yang sayang harganya nggilani. Lebih mahal dibanding Ninja 250… ini yang bikin heran… motor 1 silinder , dengan parts yang ga sekomplex ninja 250 namun harganya jauh lebih tinggi. Motor retro lebih kuat pada desainnya , gaya minimalis namun cantik dilihat menjadi kekuatannya.

Penekanan ongkos produksi tentunya lebih bisa dilakukan pada motor retro … empat jempol jika ada pabrikan yang merealisasikan. Mari berharap saja  bukan hanya yamaha yang nongolin sport retro… basisnya pakai motor domestik saja biar murah… masalah desain orang Indonesia kreatif kok….

Review fisik sudah SF bahas sebelumnya… cukup memuaskan!
(Baca disini ). Kali ini SF review helm tersebut untuk harian.

image

Dari segi bobot helm ini tergolong biasa/normal… kalau bagi SF yang tiap hari pake snail modular double visor, snail 622 ini ya tergolong ringan :mrgreen: Continue Reading

image

Klo ini modern apa jadul hayu... ?

Bahas motor sport lagi ya…Dulunya knalpot bermodel terompet (cek GL series), terus berlanjut ke knalpot model telo alias tabung, selanjutnya motor modern mulai menyesuaikan desain knalpot… bukan lagi bentuk monoton tabung dengan lubang keluaran ditengah. Namun sekarang dah bermacam bentuk moncongnya bahkan bentuk knalpotnya sendiri ada yang mengotak dan lonjong. Continue Reading

image

Motor ini dibagi dalam 3 jenis mesin 4 tak, 125 cc, 200 cc dan 225 cc. Awal kemunculan di tahun 87 (seri 200cc) dan dipasarkan di Jepang, Amerika dan Australia. Selanjutnya 1998 keluarlah seri 125 cc (mulai merambah Eropa) dan di 2001 keluar seri 225 cc (hanya dijual di jepang). TW series yang dikenal dengan “beach bike” ini menuai sukses di berbagai belahan dunia, di Jepang banyak yang memakai TW 200 sebagai basis modifikasi scrambel, came racer bahkan chopper. Sedangkan di Eropa khususnya Prancis seri TW 125 menjadi best seller karena keandalannya, kesimpelannya dan karakternya. Semua lapisan usia menyukainya
image
Spec TW 200
Engine Type Single-Cylinder  4-Stroke SOHC 196cc
Compression Ratio 9.5:1
Starter Electric
Transmission Type Manual 5 speed
Front Tire (Full Spec) 130/80 PR18 Rear Tire (Full Spec) 180/80 PR14
Front Brake Type Hydraulic Disc Rear Brake Type Drum
Wheelbase (in/mm) 52.2 / 1325.9 Fuel Capacity (gal/l) 1.8 / 6.8
Untuk versi upgrade TW 225 dibekali dengan mesin 223 cc 6 speed. (Jangan2 mesinnya sama dengan Scorpio??? ).
Untuk TW125 cari sendiri deh specnya, males bahas kekecilan buat Indo soalnya :mrgreen:

Eksotisme motor ini khususnya versi TW200 dan 225 adalah pada modelnya semi enduro retro-classic dan ukuran ban yang super duper lebar 130/80-18 untuk depan dan 180/80-14 belakang, ini yang bikin motor ini asyik dikendarai dalam kondisi apapun. Jika di berbagai Negara cukup sukses dan mempunyai fans yang cukup banyak bagaimana jika di jual Di Indonesia???
image
Salute dah jika Yamaha masukkan motor ini!!! Pasar masih luas, pesaingnya juga belum ada, apalagi motor ini sangat cocok dengan kondisi alam Indonesia. Dijawa musuhnya aspal bopeng, diluar Jawa cocok juga buat perkebunan dan daerah pertambangan. So… what do you waiting for ! ?

Nb: informasi disadur dari berbagai sumber

image

image

Ngiler banget saat baca artikel luar soal motor retro clasic... perpaduan karya seni jaman dulu dipadukan tehnologi sekarang bener-bener menghasilkan sebuah masterpiece. Diluar sono lagi tren moge classic yang dihidupkan kembali. image
Honda misalnya dengan CB1100F, ducati dengan GT 1000, kawasaki dengan  W800, merk lain seperti triumph, royal enfield, motoguzzi pun punya jagoannya. Sayang… kastanya terlalu tinggi untuk dinikmati biker Indonesia. Sebenernya banyak juga pecinta motor klasik di Indonesia. Lihat saja modifikasinya, mulai dari motor lawas yang diperbarui (umumnya kawasaki binter, honda CB/CG dll), bahkan sampai motor baru seperti ninja, Scorpio dan tiger rela dirombak total untuk jadi motor retro clasic. image
Tak dipungkiri SF pun seneng melihat motor klasik (lawas) yang terlihat kinclong terawat. Tapi bagi empunya butuh pengorbanan yang tak sedikit. meski berbasis motor lawas, tapi sangat susah cari partsnya, trus mesinnya juga sudah dimakan usia, kaki2 yang peyot, dan kendala lainnya. Meski berhasil diregenerasi, tentunya masih ada resikonya.
image

Bolehlah kita berharap pabrikan Jepang masuk ke segmen sport retro classic. Pilih motor legendaris puluhan tahun silam, contek bodinya,  kasih mesin terkini dengan injeksi, dan tingkatkan keamanannya dengan upgrade kaki-kaki serta pengereman…. jadi deh… ( easy for me to say, he3… ) Matic retro bisa laris manis (scoopy, fino), kalau sport retro gimana ya?
image

image

Aura motor classic memang tak lekang oleh waktu. Terbukti saat ini motor dan mobil klasik masih banyak peminatnya. Motor baru retro classic pun juga menjadi tren. Nah saat pasang kopling set 6 per tiger beberapa hari lalu, bengkel langganan SF kedatangan satu pengendara motor C-70 yang mencari parts untuk motornya. Tapi doi nampaknya ga menemukan yang dia cari dan langsung cabut. Beruntung SF masih sempet nyolong fotonya . 🙂 honda C70 ini terlihat rapi kinclong dan terawat. Sekilas melihat blok mesinnya sudah memakai bloknya honda grand atau supra. Footstep boncenger memakai diral/aluminium. Lihat kaki depannya cakram pun menempel manis! Keranjang didepan serta spion bundar berlapis chrome menguatkan sisi klasik motor ini.

image

Saat pemiliknya cabut dari bengkel terdengar motor dinyalakan menggunakan electric stater. Hmm… disinyalir mesin sudah pake jeroannya honda grand/supra, termasuk transmisinya sudah 4 speed. Menurut pendapat salah seorang rekan pengguna motor klasik, merupakan suatu kepuasan tersendiri riding motor klasik yang terlihat terawat, ga malu harus jejer dengan motor baru. Bahkan merasa bangga telah berhasil membangun motor tuanya menjadi muda kembali. Apalagi larinya juga ga memalukan ( bahkan bisa lebih kenceng dari motor baru 🙂 ) Restorasi motor tua perlu upaya ekstra dibandingkan modifikasi motor baru. Kendala utamanya yakni susah mencari parts originalnya, bahkan seringkali sampai hunting ke pelosok daerah. Respect the classic broww!

image

Saat dinas luar, ada penampakan honda scoopy yang sudah dimodifikasi menggunakan beragam asesori bolt-on yang tersebar diseluruh bodi motor. Warna asesori didominasi merah, kontras dengan warna motor yang cenderung soft putih dan hitam. Menurut SF tabrakan warna ini sedikit menenggelamkan aura klasik pada scoopy dan malah memunculkan aura modern. Selera modif memang ga bisa disamakan antara seorang dengan yang lain. Toh pake duit sendiri-sendiri :mrgreen:  Yang penting rider puas sama motornya. 🙂
Sampai sekarang SF dan bunda masih begitu tertariknya dengan scoopy meski sudah jadi motor pasaran. Tinggal pasang jok custom dengan warna soft dan nuansa klasik, tambah pemanis tas kulit dibelakang, windshield gedhe didepan, sektor kaki tambah list putih pada ban, pasti tambah mantab buat Bundafaiz  😆

image