Kecepatan tinggi antara motor dan mobil, jelas lebih ngeri motor

 

image

Pengalaman sebelumnya SF pernah riding si bolot pada kecepatan 140 kpj dan ini masih jauh dari kecepatan maksimal yang bisa dicapai N250. Sedangkan waktu naik taruna kemaren bisa nembus 150 kpj dimana kecepatan ini rasanya dah mentok. Trus apa bedanya saat 2 jenis kendaraan ini dipakai di kecepatan tinggi?
Riding motor kecepatan segini jelas butuh nyali lebih sebabnya
– Pengemudi langsung terpapar angin, semakin kencang motor semakin kencang terpaan anginnya. Lah kalau dimobil mau lari 10 kpj atau 300 kpj kalau pakai AC ya sama saja hembusan anginnya.
– Bobot ringan pada motor bikin motor ga stabil untuk jalan bergelombang… perubahan kontur jalan lebih dirasakan langsung oleh pengemudi
– Faktor psikologis. tentunya saat naik motor kecepatan tinggi rider tersadar hanya ada pakaian dan helm saja yang memisahkan tubuh rider dari maut. Ban juga cuma 2 serasa daya cengkeram lebih terbatas . Sedangkan dimobil  pengemudi lebih nyaman.. jok empuk, sekeliling mobil dilindungi rangka. Belum lagi mobil masa kini nabrak di kecepatan 200kpj saja pengemudinya masih selamat karena adanya fitur airbag… makin merasa aman ngebut sejadinya… apalagi kalau masih bocah 200 kpj masih berani bermanuver membahayakan…

image

– Satu lagi… kecepatan tinggi di mobil bisa dilakukan di jalan tol yang bebas hambatan… ga ada orang menyeberang, jalan lurus jarak panjang dan kondisi aspal relatif lebih mulus.. lah kalau dimotor? Dilakukan di jalan raya yang sangat riskan penyeberang jalan dan jalanan rusak

Jadi kalau ditarik kesimpulan rider motor lebih bernyali dibanding pengekudi mobil 🙂

Posted from WordPress for Android