Kecepatan rata-rata mobil buat turing kok rasanya lebih kenceng dibanding motor ya?

Pengalaman beberapa kali turing lintas provinsi menggunakan mobil maupun motor, SF ingin berbagi opini bahwa kecepatan rata-rata naik mobil bisa jadi lebih kencang dibanding motor. Beberapa hal yang jadi penyebabnya.
image

Untuk motor perlu upaya yang lebih berat memacu motor dalam kecepatan tinggi dalam jangka waktu lama. Resiko juga lebih besar ditanggung oleh pengendara motor. Kemampuan pengereman, perlunya menjaga keseimbangan, beban perpindahan berat saat pengereman yang ditanggung pengemudi, semakin kencangnya terpaan angin yang menghantam tubuh hingga kurang stabilnya pandangan karena helm terhantam angin dikecepatan tinggi bikin pengendara motor mikir dua kali memacu motornya pada kecepatan tinggi pada saat turing. Kecepatan 80-90 mungkin dianggap pas saat turing luar kota diatas itu sepertinya terlalu melelahkan. Tidak halnya dengan mobil …saat jalanan kosong kecepatan segitu rasanya nanggung.
image

Pas balik dari Surabaya ke Jakarta pakai taruna beberapa waktu lalu kebetulan laju mobil SF sedikit pelan karena deretan mobil tertahan truk yang mengangkut beban berat, tiba-tiba wusss disalip vixion yang sepertinya terburu- buru. Beberapa saat lolos dari truk tersebut SF memacu taruna dengan kecepatan sedang. Beberapa saat kemudian SF melihat vixion yang menyalip mobil SF beberapa waktu sebelumnya. Pada kecepatan 100-110 di spedometer taruna vixion itupun tersalip. Saat itu rider vixion terlihat agak ngoyo… postur tubuhnya terlihat menahan terpaan angin , jaketnya yang ga press bodi terlihat terombang ambing oleh angin. Sedangkan SF kecepatan 100-110kpj masih nyantai, anak2 di jok belakang masih bercengkrama dengan ibundanya. Pada beberapa kesempatan dengan kondisi jalanan kosong dan aspal mulus SF bisa memacu mobil SF dikecepatan 120 dengan tenangnya. Padahal mobil termasuk mobil lawas yang termasuk jangkung, kalau mobil baru ya lebih nyaman lagi mestinya.

image
Edisi khilaf khusus tol cukup sekali ini.... ga brani lagi

Sebenernya SF pernah juga memacu tiger beberapa detik pada kecepatan 120kpj saat turing dengan bunda faiz… deru motor rasanya seperti teriak-teriak kaya orang diperkosa 🙂 , angin menerpa ga karuan, motor terasa terombang ambing , itu yang bikin nyali langsung ciut.
Kecepatan motor aktualnya memang bisa sama bahkan melebihi mobil. Namun sangat beresiko dan sangat melelahkan memacu motor dalam kecepatan tinggi dalam waktu lama. SF jelasnya ga sanggup melahap rute Jakarta -Surabaya dengan motor dalam waktu 16.5jam nonstop seperti yang SF lakukan beberapa waktu lalu bersama taruna.

Posted from WordPress for Android

Kok banyak yang pengen tahu soal taruna ya? sharing kelemahan dan kelebihannya setelah 10 bulan pemakaian

Dalam 310 hari setelah artikel ditayangkan ( Cek artikel ini : http://smartf41z.com/2013/03/18/menjawab-kegalauan-kenapa-akhirnya-saya-milih-taruna-dibanding-lainnya/)   ada 16.000  pengunjung terjaring. Cukup lumayan juga angka ini untuk ukuran blog motor seperti Sf ini. Nah… Setelah pemakaian hampir 1 tahun (3X PP Jakarta Surabaya) SF share kekurangan dan kelebiha mobil ini dari sudut pandang pemotor Continue reading “Kok banyak yang pengen tahu soal taruna ya? sharing kelemahan dan kelebihannya setelah 10 bulan pemakaian”

Road trip dadakan taruna biru Bekasi – Surabaya, cable ties jadi penyelamat perjalanan

image

Sebenernya road trip ini direncanakan Seminggu lagi. Tapi karena ada berita duka , Nenek tercinta Bundafaiz meninggal dunia di Sumenep. Akhirnya SF memutuskan berangkat segera setelah menerima kabar duka itu. Kondisi taruna telah bener-bener siap setelah turun mesin beberapa waktu lalu. Ring seher baru sehingga kompresi penuh, kampas kopling baru, ganti engine mounting, injektor telah dibersihkan dan di kalibrasi ulang.Beberapa penyakit taruna yang pernah terjadi turing lebaran kemaren telah diperbaiki seperti oli rembes dan masalah panas mesin. Ini juga yang bikin SF gagal meminang PCX (selain inden yang panjang).

Continue reading “Road trip dadakan taruna biru Bekasi – Surabaya, cable ties jadi penyelamat perjalanan”

Ga biasa dengan mobil rendah, tarunapun gagal ditukar

image

Beberapa Minggu terakhir serangan racun dari 2 rekan kerja begitu sering dilancarkan. Mereka meracuni SF untuk ganti mobil taruna yang baru beberapa bulan SF beli dengan Grand Livina. Dengan budget tambahan sekitar 20jt sepertinya SF bisa menukarkan Taruna FGX 2003 (dijual di Surabaya) dengan Grand Livina 2007 bekas di Jakarta. Namun niatan tersebut gagal total setelah SF coba GL 1.8 a/t  milik salah seorang rekan yang meracuni SF. Saat duduk di belakang pengemudi SF kudu membiasakan diri beberapa saat. Awalnya SF merasa nyaman dan sreg dengan mobil ini.. sempet tersirat dalam benak “wah jadi ganti mobil dah ” . Power delivery lebih smooth dibanding taruna, interior dan eksterior lebih mewah, serta kabin lebih hening. Sayang yang SF coba bukan versi manual jadi susah bandingkan dengan taruna. Mengenai kenyamanan suspensi SF merasa memang lebih nyaman bantingan livina dibanding taruna. Empuknya sih ga banyak beda namun rebound dan gejala bodyroll taruna saat dipakai menikung lebih terasa.
Sekitar setengah jam lebih mengendarai livina Grand Livina, SF mulai merasa ada yang kurang “klik” dengan mobil ini. Salah satunya SF kurang suka dengan transmisi otomatis, susah memprediksi puncak performa (akselerasi) mobil. Kemungkinan penyebab lainnya yaitu kabin terasa lebih sempit. Satu hal lagi yang bikin kurang nyaman,  SF merasa sedikit “pusing” alias kena gejala mabuk darat dengan mobil ini. Entah apa karena posisi duduk lebih rendah ,atau mungkin karena adaptasi saja atau bisa juga masalah rute yang didominasi truk-truk kontainer…. susah menjelaskan dah mengenai ini…
SF pikir hanya SF saja yang mengalami ini… Eh ternyata kedua mertua SF juga kurang nyaman dengan mobil rendah seperti sedan.  Namun setelah sering keluar bareng temen pakai Grand Livina ,SF tetap merasa kurang “klik” baik sebagai penumpang maupun pengemudi. Masih merasa pusing dan ga nyaman dalam posisi lebih rendah dibanding dengan mayoritas kendaraan dijalan.
Setelah beberapa minggu SF mempertimbangkan berbagai variabel dengan Bundafaiz, seperti jarangnya pemakaian mobil, kondisi di sekitar tempat tinggal yang sering banjir, serta kebutuhan akan kabin yang lebih lapang akhirnya SF putuskan untuk membatalkan meminang Grand Livina… meskipun dari hati kecil SF sempet menginginkan mobil ini , tapi kalau kurang sreg ya gimana lagi. Rekan-rekan tetap saja menyayangkan keputusan SF mempertahankan taruna.
Di berbagai forum SF baca banyak yang menyarankan grand livina dibanding teriosh/rush dan mobil sejenis. Tapi SF sendiri memahami alasannya… prioritas dalam memilih tunggangan masing-masing orang berbeda. Ada yang mengincar kenyamanan, keiritan, kecepatan ada juga yang mempertimbangkan fleksibilitas, kemudahan sukucadang,kelegaan kabin, dan kemampuan mobil dalam melahap berbagai medan.

image

Sebelum memutuskan beli mobil ,kalau bisa coba dulu. Ga ada salahnya rental atau minta testride.  Rasakan feelnya… kalau sudah klik ya sikat saja…. bisa jadi suatu saat nanti SF jadi tertarik ke Grand Livina manual. Sementara ini ndak dulu dah masih merasa cukup atas kelebihan yang ditawarkan taruna tua… Toh dari pengalaman mudik lebaran kemaren, SF sangat puas dengan Taruna.
Kurang cocoknya SF dengan mobil rendah bisa jadi karena pengalaman masa lalu. Mobil bokap dulu suzuki carry, VW Vombi dan terakhir Panther. Mobil mertua juga dari daihatsu Zebra ganti Innova. Nah sekarang mobil SF sendiri daihatsu Taruna…

Nyala lampu rem ga beres, coba cek kabel massa

Sudah kebiasaan sebelum jalan jauh SF cek kesiapan kendaraan. Salah satunya cek nyala lampu-lampu. Kali ini ketahuan kalau lampu rem kiri atas taruna bermasalah. Saat lampu senja ga aktif, kemudian ngerem, lampu rem menyala normal. Keanehan terjadi saat lampu senja diaktifkan. Lampu senja belakang atas memang nyala, namun begitu direm seharusnya lampu rem belakang tambah terang, eh ini malah mati sebelah. SF coba tuker dengan bohlam lain,keanehan ga sembuh. Berarti kemungkinan masalah ada di perkabelan.
Continue reading “Nyala lampu rem ga beres, coba cek kabel massa”

Yuk berbagi kondisi jalur mudik 2013

sumber : www.republika.co.id

Yang mudik… yang mudik… 🙂
Insya Allah jika ga ada halangan hari ini SF berangkat mudik ke Surabaya. berangkat dari Harapan Indah, Bekasi sekitar jam 9 pagi , karena harus menyelesaikan urusan dikantor dulu.
Rencana ke Surabaya akan menempuh jalur utara (Pantura), Saat lebaran lanjut ke Sumenep. Balik ke Bekasi (setelah lebaran) lewat jalur tengah, niatan mampir Jogja dulu. Continue reading “Yuk berbagi kondisi jalur mudik 2013”

Blogger motor malah pelit buat motor tapi tidak buat mobil

Beberapa kejadian yang menimpa SF karena ga ada pilihan lain… mobil rewel seketika itu kudu dibenahi kalau tidak mobil  ga bisa dipakai… atau kalau menunda-nunda bakal mogok dijalan bikin makin runyam dan keluar lebih banyak biaya.

SF sendiri saat memutuskan ganti knalpot si bolot butuh beberapa periode agar terlaksana, Tiger waktu minta ganti kamprat juga ditunda-tunda pokoke motor masih bisa nggelinding meski berisik… apalagi aki mati bisa 2 bulan baru ganti karena motor masih bisa dipakai pake kick stater…

Beda cerita kalau mobil… sewaktu terjebak di kemacetan Aki tiba-tiba ngedrop, voltmeter menunjukkan angka 9 Volt… Tape mobil mati, klakson ga bunyi ….Ndilalah pas didepan ada shop N drive tanpa pikir panjang mobil langsung dibelokkan… duit 500 rb lebih  melayang untuk beli aki baru…. saat itu ga ada pilihan lain… lah didalem mobil ada mertua SF dan 2 balita… mau ga mau aki diganti seketika. wpid-capture_225.png

Soal pasang variasi …misalnya… Saat Si Faiz dan Bunda pengen pasang TV mobil (alasannya biar Faiz ga rewel dijalan) langsung dituruti. Bener juga yang dulunya Faiz selalu merengek minta pulang kalau pas jalan macet… sekarang minta ganti-ganti film di TVnya :)… Padahal budgetnya melebihi Speedo Koso buat ninja 250… Pertimbangannya jelas… beli koso cuma keinginan egois  (yang nikmati saya doang, itupun ninja tergolong jarang dipakai)), sedangkan kalau beli entertain mobil bisa menghibur seluruh keluarga… Apalagi buat mudik nanti pasti car entertain ini bakal banyak manfaatnya.

Sementara ini kebutuhan mobil ini yang bikin SF stop kegilaan modif motor…  hanya yang urgent  didahulukan….

Pilih mobil pertimbangkan juga medan yang sering dilalui

image
Ilustrasi dari seputarharapanindah.com

Kejadiannya berlangsung seminggu lalu ketika Bekasi diguyur hujan lebat yang cukup lama. Akibatnya jalan akses ke dutabumi-Harapan Indah banjir. Apesnya Kerabat SF (pengasuh www.seputarharapanindah.com) beserta keluarganya yang tengah asyik didalam Giant supermarket ga sadar kalau banjir menggenang akses masuk rumahnya. Pulang dari Giant supermarket kerabat SF ga berani nerobos banjir menggunakan mobil carens miliknya. Continue reading “Pilih mobil pertimbangkan juga medan yang sering dilalui”

You can go faster but I can go anywhere

image

Mesem SF baca stiker ini di kaca belakang mobil Jeep… You can go faster but I can go anywhere artinya kamu bisa melaju lebih cepat tapi aku bisa pergi kemanapun. Sebagai sesama pengguna SUV (njawil mas Bons) tentunya SF mengamini hal ini, bahkan langsung mempraktekkan di salah satu ruas jalan yang ancur. SF memang baru pindah di harapan indah jadi ga hafal kondisi jalan. Saat akan melewati kubangan di salah satu ruas jalan menuju pusat onderdil Harapan Indah nampak kendaraan didepan berusaha menghindari genangan ini. Dengan PDnya SF ajak si Tarubiru sedikit main air… begitu menjejakkan roda ke genangan air langsung bless masuk agak dalem… ga sampai setengah lingkar roda namun tergolong cukup dalam. Mobilpun bergoyang ga karuan karena dasar kubangan ini nampaknya ancur ga rata (bukan mobil bergoyang ditempat sepi loh ya). Ga disangka sedan di belakang ikutan… terang saja langsung masuk jebakan betmen itu. Dari spion SF intip genangan air menyentuh bibir bemper depan sedan mungil tersebut… he3… mobil-mobil dibelakangnya jelas ga mengikuti kami dan memilih memakan jalur berlawanan demi menghindari jebakan betmen ini nampaknya mereka hapal rute ini 🙂 Ini enaknya mobil SUV yang groundclearancenya tinggi PD melibas jalan ga rata, banjir dan tanjakan meski ga selincah dan sekencang sedan 🙂

You can go faster but I can go anywhere

Stiker diatas nampaknya cocok ditempel ke motor adventure ya 🙂