dealer

All posts tagged dealer

Classy men use two pedal? Yakinnnnn…. ?
Silahkan sih pake matic… secara SF juga sebenernya sempet tertarik juga mobil matic… tapi belum jodoh huntingnya… :mrgreen:

Tak ada salahnya SF berbagi kasus yang dialami rekan SF pengguna toyota rush matic 2011 yang saat ini KMnya mendekati 80rb KM.
Mobil maticnya tiba tiba tidak dapat melaju saat dipintu toll… terang saja kudu diderek. Mesin sih hidup namun posisi transmisi Netral alias tidak bisa masuk gigi.
Saat bengkel resmi menyodori parts yang akan diganti, rekan SF langsung shock….!
Gimana tidak…. total biaya menyentuh 29 juta!

image

Yang bikin rekan SF ga terima… penyebab rusaknya transmisi matic adalah telatnya ganti oli maticnya…! Rekan SF servis rutin ke dealer resmi….  di KM 40 rb rekan SF sempat nanya ke mekaniknya.. kenapa oli maticnya ga di ganti sekalian… jawab si mekanik nanti saja di servis 80rb km… sekarang keburu jebol dah transmisinya sesaat sebelum menyentuh 80rb km.
Rekan SF saat ini sedang bikin pengaduan ke dealer resmi… karena salah satu penyebab rusaknya transmisi adalah telatnya ganti oli transmisi, yang dianggap mekanik belum perlu di 40rb km.  Copy pengaduannya sudah SF pegang tapi belum boleh di share oleh rekan SF, karena nunggu itikad baik dealer resmi..
Tunggu saja kelanjutannya

Entah karena karena ada promo murah yang bikin grab bike dan gojek laris manis atau karena rute yang SF mau kurang favorit (maklum planet Bekasi :mrgreen: ) .  3 orderan SF (2 dari gojek,  1 dari grab bike)  statusnya gagal semua…  Padahal pada aplikasi GPS terlihat beberapa member gojek maupun grab bike. Ketiga orderan SF tersebut terjadi di tanggal Sabtu 8 Agustus 2015 sekitar jam 13.00 an.
Orderan pertama dari gojek untuk pengambilan paket berupa STNK dari yamaha Diponegoro,  tambun,  Bekasi dengan tujuan rumah SF di harapan indah berstatus finding driver hingga beberapa saat sampai dinyatakan gagal. 

image

Continue Reading

Kedatangan Nmax di kediaman SF diterima langsung oleh Bundafaiz karena saat itu SF berada dikantor. Sepulang kerja SF baru bisa bertemu langsung dengan Nmax.
Bagaimana kesan pertamanya?

Takjub…… karena Nmax ini berhasil melewati ekspektasi SF.

image

Semula SF mengira kesan maxi skutik akan susah didapat pada motor seharga 23.750.000 (otr Bekasi). Namun menyaksikan langsung dari dekat Nmax,  kesan maxi skuter langsung dapet.  Begitupula ketika SF mencoba ergonominya…  Bahkan SF dapat feel seolah riding motor yang lebih besar dari tiger. 

image

Yang bikin Nmax serasa kokoh disamping area kemudi yang lapang adalah sangat lebarnya jok motor ini…  Ninja dan tiger pun terlihat lebih kurus disandingkan dengan Nmax.  SF yakin saat diparkiran motor akan terlihat jelas Nmax bukan skutik pada umumnya untuk kelas 100-150cc lokal,  maxinya dapet….!

image

Untuk kenyamanan,  jujur saja meski shock belakang cukup keras,  namun Nmax menjadi motor yang paling nyaman yang SF miliki.  Posisi kaki yang bisa kita tempatkan dimanapun,  termasuk posisi duduk sebebas kita plus stang baplang dengan posisi agak mundur serasa kisa sedang naik motor cruiser.  Tiger yang sudah SF modif turing harus mengalah dengan kenyamanan yang ditawarkan Nmax.  Apalagi kalau dibandingkan dengan Ninja 250.
Yang bikin agak kaget..  Kegambotan Nmax hanya bersifat visual saja…  Meski faktanya berat Nmax 127kg setara dengan tiger lawas yang 125kg namun ketika dipakai riding  kemudi Nmax terasa sangat ringan. 
Ground clearance Nmax yang tidak setinggi tiger,  stang baplang dipadu velg lebar 13″ bikin motor stabil namun tetap lincah… Buat miring-miring cukup PD kok…
Yang terakhir adalah soal performa..  Jelas tak bisa menyamai tiger atau Ninja 250 milik SF…  Namun performanya sudah lebih dari cukup baik perkotaan maupun turing.   
SF rasa bagi pengguna sport yang ingin beralih ke Nmax sebagai kendaraan harian adalah suatu keputusan yang jitu.  Desain cakep,  kenyamanan dapet,  dan performa cukup mumpungi (kata IWB sih performa setara byson) bikin pengguna spot melupakan tunggangan lamanya…
good job Yamaha!  Sukses bikin motor dengan value for money terbaik diantara semua motor yang beredar di Indonesia.

Nb : Sekedar bantu dealer yamaha yang menurut SF sangat OK dan ramah pelayanannya
Untuk inden motor Yamaha dapat kontak langsung ke Mbak Nia (Plasa Motor Bekasi)  di Nomor Hp 0822-1314-7997 pin Bb 21F2702A
pengalaman SF duduk manis tanpa perlu ketemu saja motor sudah dianter kerumah kumplit dengan kelengkapan (bonusnya). 

Saat berhenti berharap tiba-tiba ada kabar dari seorang sales y*#*ha (nama dealer lupa, ketemu saat dealer nyebar brosur dan pasang tenda mini di sebelah islamic centre koja beberapa minggu lalu) mengabarkan jika ada N#*x ready tapi kudu kredit ga bisa cash. Spontan SF langsung telpon sales ini.
Dalam percakapan diketahui jika motor ready di akhir bulan (jiahhhh ini namanya ga ready… nunggu 1 bulan coy). image

Melalui telpon SF pun tanya skema DP tertinggi sapa tau bunganya ga gedhe2 amat. Salesnya bilang DP 10jt cicilan 2119rb (ato 2109rb SF ya…agak kurang denger karena sedang rame di supermarket jelasnya 2 juta sekian)
Setelah itu SF tutup telpon dan menghitung cicilan…. 2,1jt× 11 sekitar 23jt plus dp 10jt jadi total harga motor 33jt! Ini  belum ngasih komisi untuk si sales…
Sales udah dapat komisi dari leasing, dapat gaji dari dealer, dapat juga komisi dari konsumen…
Punya produk bagus tapi kalau marketingnya kaya gini mah bubrah…
Konsumen punya duit cash kok disuruh bayar bunga kredit….

Sudahlah saya mutung…..dah ga minat motornya…. duitnya mau saya investasikan saja
Ntar aja kalau ada yang non ABS dan sudah ready stock….
Beberapa hari lalu seorang calon pembeli N#*x yang kebetulan pengunjung SF juga dipermainkan oleh dealer …
image

penjualan nasional secara langsung mungkin ga ngefek karena yang dipersulit cuma produk baru yag kebetulan premium class…. tapi jangka panjangnya itu loh.. konsumen jadi males melirik lagi…. coba kalau merk sebelah keluarin juga produk saingan tapi dengan marketing dan distribusi yang baik. Bisa jadi jauh lebih laris… cuma sayang saja produk sebelah masih cbu dengan selisih harga jauh banget
image

Konsumen yang sabar dan jujur nunggu antrian eh diserobot konsumen baru yang bisa upping price … ada konsumen cancel pesanan ga jatuh ke antrian selanjutnya malah ditawarkan kemana-mana dengan harapan sales dapat komisi…..
Au ahhh…

Barusan SF cross check by phone ke dealer Pelita Motor Bekasi (pusat) mengenai proses inden motor Nmax. Menurut ibu Tri (yang nampaknya decision maker pada dealer tsb) hingga tanggal 14 Februari telah ada 11 penginden pada seluruh dealer pelita (2 dealer di Bekasi dan 2 dealer di Jakarta ) .  Sedangkan dalam 1 bulan jatah kiriman Nmax dari Yamaha untuk dealer sebanyak 4-6 unit. Jadi indener kudu rela bersabar 2 hingga 3 bulan. Apalagi jika jatah warna yang didrop yamaha tak sesuai urutan indener, kudu sabar lagi. Continue Reading

Alasan SF mengandalkan Tiger lawas untuk tunggangan sehari-hari tentu bukan alasan emosional semata… benar memang nilai historis tiger Silver keluaran 2004 milik SF tak ternilai harganya, namun bukan berarti haram untuk ditukar 🙂 sempat ngobrol dengan pengguna pulsar 180 saat beberapa tahun lalu saat komunitas tiger tempat SF bernaung kopdar bareng pengguna pulsar Surabaya dengan bangganya user pulsar 180 mengelu-elukan kehebatan motor mereka. Tetap SF ga kepikir sama sekali melego tiger kesayangan. Saat baca di blog-blog bagaimana pengguna pulsar membanggakan betapa valuablenya kendaraan mereka tetap SF tak berniat mencobanya… mengapa?
Pertimbangan membeli motor bagi SF cukup komplek dan sebagian besar kekomplekan itu dijamin pabrikan besar/ Jepun… Sebut saja jaminan aftersales, tersebarnya jaringan servis resmi, going concern perusahaan lebih terjamin, serta ga kalah pentingnya harga jual motor juga relatif lebih stabil. Masa beli motor kok mikir dijual lagi….? eh bukan gitu bro… pada suatu titik katakanlah usia semakin tua, prioritas pilihan roda dua akan berbeda. bukan lagi gaya-gayaan, kebut-kebutan namun lebih ke kenyamanan dan fungsional (ngomongin kendaraan operasional loh ya, bukan kendaraan hobi), usia pekerja “senior” tentunya ga ingin kendaraan tua yang banyak masalah. makanya perlu refreshment kendaraan… saat itulah kendaraan lama dijual ganti baru (ada juga yang nyimpen motor lama untuk koleksi) . Pulsar pada awal kemunculannya SF anggap belum cukup kuat menggoyahkan iman SF karena alasan emosional (SF kerja 3 tahun di perusahaan India terbesar didunia), serta alasan going concern motor, mulai terbukti sekarang cek saja artikelnya mas bons http://2brk.wordpress.com/2013/03/19/adu-cepat-p-220-vs-sorpio-3-ternyata-di-lapangan-p-220-jauh-lebih-cepat/

statement yang menarik dari profesor motuba ini :

Ya, banyak faktor disinyalir yang menjadi sebab keterpurukan harga Rondo P 220 ini. Motornya sih memang jozz gan, manteb, irit enak dikendarai dan cepat larinya serta awet, namun banyak sisi yang membuat konsumen tidak puas seperti layanan bengkel yang susah diakses, inden part yang panjang, kelangkaan part, dan harga naik part, serta kebijakan internal Bajaj yang kadang membuat ketar-ketir para empunya P 220.

Sesuatu yang kebeli kenapa harus disesali, dijalani sajah… selama motor masih enak dikendarai dan ga bermasalah ya pake saja terus. jika didera rasa kuatir berlebihan misalkan ragu aftersalesnya bakal dianaktirikan bila bergabung dengan KMI, kuatir harga parts melambung jika dipegang KMI,kuatir motor dijual lagi ga laku atau makin ngedrop harganya, kuatir belasan tahun lagi ga ada partsnya… ya monggo dilego sekarang daripada berkendara ga tenang.
wpid-1360896714-picsay.jpg

SF pemakai tiger ga nyesel miara motor ini. Meski dikata SOHC boros, lemot, bermasalah, rantai kemrosak,mesin jadul,tangki bocor,bodi miring,selip kopling,kamrat kendor tetep saja dipiara lah wong tenang/ ga kuatir karena masih gampang cari partsnya di toko sebelah juga ada 🙂 klo sudah mulai langka partsnya ya disimpen buat kenang-kenangan, atau kalau terpaksa banget ya dijual nantinya.
mungkin sama dengan perasaan pengguna pulsar, bedanya tiger dengan pulsar ya beda kelemahannya …. 🙂 selama masih bisa ditangani ya ditangani… toh Bajaj roda tiga puluhan tahun usianya juga masih beredar. masalah parts ga tersedia? apa sih yang ga bisa diakali orang Indonesia ? 🙂
menurut SF ya daripada dijual sayang dan ga cukup beli motor baru ya dipakai dulu… kecuali ya yang SF sebut diatas… perasaan ga tenang 🙂 toh kekuatiran belum terbukti

image

Sambil nunggu antrian dokter, iseng-iseng baca koran kompas yang disediakan di ruang tunggu. Mata langsung tertuju pada penampakan kolom iklan Aprilia RS4!!! image Dalam benak SF bertanya masa moge dibanderol 73 jt!!! Setelah googling lebih lanjut ternyata mungkin yang dimaksud dikolom iklan itu Aprilia RS4 125 cc. Versi bonsai RS4R yang dipersenjatai mesin 125cc, DOHC bertenaga 16Hp.

image

image

image

Motor ini merupakan regenerasi RS125 yang dulunya dibekali mesin 2 tak bertenaga 35 hp. Untuk memenuhi regulasi motor untuk pemula serta memenuhi standar EUR 3 , mesin akhirnya diganti 4 tak dengan tenaga tak sampe separuhnya. Untuk lebih detail silahkan simak screenshoot berikut :

image

Di Eropa saingan Aprilia RS4 dibanderol seharga Eur 3999. Rivalnya yakni Yamaha YZF R125 Seharga EUR4249, Honda CBR125 seharga EUR 3270. Motor 125cc eksotis dibanderol 73 juta! Any comment ?

image

Beberapa waktu lalu SF menemani rekan sejawat ke dealer honda untuk meminang motor baru. Baru keinget sekarang mengenai toolskit matic injeksinya honda (yang SF tau spacy Fi dan vario 125) yang cuma obeng sama kunci busi doang.  Dulu saat beli tiger lumayan kumplit ada kunci set 10+12, tang, kunci 14, obeng 2 mata, kunci pas roda, dan kunci busi. Toolskit Ninja 250 lebih kumplit lagi sudah ada kunci L 3 ukuran, dan kunci setelan shockbreaker. Pokoknya ready to hit the road!! 
Saat SF konfirmasi ke sales honda bilangnya “Motor matic injeksi sudah bebas perawatan jadi ga perlu toolskit terlalu banyak…” mau saya bantah tapi kasihan mbaknya ga ngerti tehnical motor.. mbok yo ngaku saja… biar untungnya makin banyak :mrgreen: .
Iseng-iseng googling nemu forum dikaskus dan ternyata…. standar toolkit bawaan beda-beda. Ada yang 1set berisi kunci 8+12,10+15,obeng,dan kunci busi. Sedangkan pemilik spacy lain dapet kunci 10+12, obeng, tang, kunci busi.
image

image
Lah apesnya temenku yang beli spacy Fi di dealer Jl. Raya Plumpang , Semper cuma dapet kunci busi dan obeng. Pertanyaannya apakah kebijakan toolkit masing-masing dealer beda? Apakah toolkit spacy karbu dan injeksi beda? Trus gimana pabrikan sebelah ? Minta tulung jawab ya…  😀
Rekan saya yang baru beli spacy Fi udah mo naik pitam nih curiga dealernya menyunat toolkit. Tapi kalo emang spacy baru cuma dikasih obeng sama kunci busi doang yahhh mo gimana lagi… 🙂

image

Kaya sinetron saja berlanjut terus…. 😆  awalnya pengen Vario 125 trus batal gara-gara ngorok, milihlah spacy karbu… eh versi karbu sudah diskontinyu, Galau milih Vario 125 lagi. Saat mau deal … ehh … barangnya ga ada, harus inden 1- 2 bulan sementara  motor tunggangan sehari-hari sudah terjual! Ditengah kegalauan itu sobat SF ini berusaha telp dealer lain… sama juga vario 125 kudu inden sebulan lebih!!! Nah karena ga mau nunggu lama akhirnya sobat SF ini memutuskan meminang Spacy FI.  (Yess… masukan SF serta komen pengunjung mengena juga :mrgreen: )
Kemaren waktu istirahat siang langsung nyulik SF buat nganter ke dealer Honda di Plumpang sambil ngiming-ngimingi tongseng kambing :P. Sampai Dealer proses tawar menawar langsung terjadi. Akhirnya dari pricelist seharga 12.900rb dapet diskon 200rb ! Lumayan 🙂 …  setelah pelunasan terjadi motor segera di cek fisik, pasang aki dan langsung dinaikkan ke mobil box untuk dikirim.
image

image
Lamanya inden ternyata sangat mempengaruhi keputusan pembeli untuk meminang motor. Untung saja masih mau beli motor semerk beda tipe, kalau pindah kelain hati kan rugi pabrikannya.

image

Udah beberapa bulan SF tunda terus untuk perbaikan suzuki spin milik Bunda Faiz. Setelah sempat accident beberapa parts spin mengalami kerusakan. Diantaranya sein pecah, spion patah dan yang paling parah tameng depan pecah, vasiasi windshield juga udah ga berbentuk. Saat didealer beberapa bulan lalu parts yang ada cuma sein doang. Lainnya barang habis. Akhirnya SF tunda memperbaiki motor Bundafaiz ini.
Bagian mesin pun ga kalah parah. Masa lari mentok cuma 70 kpjan!? Naik tanjakan juga ga kuat.
Nah Sabtu kemaren SF sempatkan waktu untuk rekondisi suzuki spin ini sebelum partsnya pada ilang dari pasaran, maklum spin udah diskontinyu. Rencana parts yang rencana SF ganti meliputi roller dan per cvt ( karena beltnya masih baru), dan tebeng depan. Seperti biasanya mampir ke bengkel resmi dan barang yang tersedia cuma roller seharga 150 rb. Lainnya kosong! Udah ane kira bakal kaya gini lagi.
Akhirnya  SF bergegas ke otista. Makelar langsung menyambut. Cari apa mas? Tameng bang warna item. SF lalu ditawari seharga 250rb. WT*!!! Didealer cuma 148 rban, langsung tak tinggal ngloyor deh meski abangnya bilang boleh ditawar. Satu persatu deretan toko di otista SF samperin (belasan toko), saat hampir nyerah dapat juga barangnya. Setelah tawar menawar tameng depan seharga 160 rb berpindah tangan. Next per cvt dapat seharga 25 rb dan windshield variasi warna smoke seharga 105rb.
Untuk pemasangan ane mampir ke bengkel umum langganan. Sekalian servis total. Nah kejadian menggelikan terjadi saat mekanik membongkar tutup mesin. Ada tempe mendoan nangkring diatas blok mesin. He3….
image
selama ini jadi rumah tikus rupanya. 😆 untung ga ada kabel yang diisengi. Setelah selesai diservis, motor ngacir lagi dan bodipun terlihat ga malu-maluin untuk bagi motor seusianya

image