depan

All posts tagged depan

follow url SF beli sepaket ban zeneos milano depan belakang dah beberapa waktu lalu . mumpung ada promo dari salah satu toko online. Zeneos yang SF beli ukurannya setingkat diatas ban standar Nmax. depan jadi 120/70 belakang 140/70 . Sempat mau ambil yang 150/70 buat belakang, tapi ga jadi…. Bunda pasti ngomel karena makin jinjit… beresiko juga kalau dipake nyonya bonceng 2 bocah Continue Reading

free soft viagra sample Sebenernya bukan menurunkan shock (wong batang shocknya malah naik 🙂 ) , yang bener tuh menurunkan posisi segitiga komstir …. tapi sudahlah (artikel ini dibikin dalam kondisi admin ngelu… :mrgreen: ). Menurunkan shock disatu sisi memang merubah tampilan motor sport makin gagah… kelihatan kepala motor makin nunduk berwibawa. Sektor belakang juga terdongkrak karena kemiringan motor berubah… pantat makin terlihat nungging *ehhh…
Tapi tanpa disadari menurunkan shock depan juga berakibat lain. Antara lain :
-handling makin lincah, beda dengan kondisi standar yang tinggi dimana motor lebih terasa berayun saat bermanuver
-distribusi bobot berubah. Roda depan mendapatkan grip lebih baik, sedangkan belakang sedikit berkurang.
-karena bobot motor bergeser kedepan, handling jadi lebih berat.
-shock terasa makin keras dan jarak main shock berkurang.
-motor makin bergaya sporty alias rider makin nunduk. Bikin lebih pegel pastinya.

http://whenwaterwaseverywhere.com/?x=viagra-without-prescription Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menurunkan shock depan
-perhatikan jarak main shock depan…. pastikan spakbor tidak membentur segitiga bawah atau plat nomor saat memendek maksimum… spakbor riskan pecah pastinya.
-memendekkan shock ekstrem, harus disertai pengerasan shock depan (jelas makin tak nyaman bro). Perhatikan jalur slang dan perkabelan… perbaiki jalur slang (rem, kopling) agar tidak tertekuk. Begitu juga kabel kelistrikan. Pastikan tidak terjepit.  Saran SF sih memendekkan shock jangan terlalu banyak… handling rusak dan ga nyaman bro
-coba mainkan setir mentok kekanan kekiri apakah terhalang sesuatu.
-pastikan penurunan shock kanan kiri benar2 imbang… karena sangat menentukan kestabilan.
-memendekkan shock=rider makin nunduk. Agar tidak nunduk kasih saja raiser stang (kalau bisa besi jangan diral) tujuan memendekkan motor didapat tanpa rider harus pegel.
-terlalu banyak menurunkan shock depan bikin standar samping tak berfungsi. Atau masih berfungsi namun motor terlalu tegak jadi rawan ambruk saat tersenggol.

http://whenwaterwaseverywhere.com/?x=viagra-100mg-england Continue Reading

see Pasca ganti kaki-kaki Tiger, shock depan diposisikan tinggi oleh   mekaniknya… Padahal biasanya shock depan ini sedikit SF turunin agar kaki bisa menapak sempurna. Maklum shock belakang sudah ditinggikan (pake shock TVS) ditambah lagi ban gambot 140/60 yang bikin motor makin tinggi.

follow link image

http://awakeninginlove.com/?x=before-then-buy-viagra-pills-canadian-drugstore Continue Reading

get link image

http://consistentcare.org/?x=canada-drug-store-viagra Ini dialami oleh SF… N250 2010 milik SF sudah mengalami oli shock depan bocor. Padahal KM baru 10rb… Ini motor improotttt loh…

get female viagra image

follow site Continue Reading

http://seekoffshore.com/?x=viagra-sales Beberapa kali SF melihat penampakan byson yang nyala lampunya seperti kepala robot bila dilihat dari depan. Ternyata penampilan seperti itu karena lampu depan ditempel stiker…. lumayan bikin pangling juga ya…
Setelah SF googling banyak juga yang memakai cara ini untuk merubah muka motornya…

go here image

Cheap generic clomid online Namun perlu SF ingatkan…. semakin banyak area batok lampu yang ditutup stiker makin membatasi area pancaran lampu…. perlu pertimbangkan juga antara fungsional dan fashion….  berikut beberapa penampakan lampu depan berstiker yang SF dapat dari hasil googling

image

image

image

image

Ilustrasi dari kaskus

Beberapa hari lalu bunda bercerita melihat penampakan ertiga keren menggunakan tambahan bemper depan (tanduk maksudnya) . Karena dulu taruna SF memakai tanduk juga (bawaan mobil, bukan dari besi) SF pikir bakal bagus juga… tapi setelah tak pikir ertiga penampakannya cenderung ke sedan, kok agak janggal dipaksa pakai variasi kekar ala SUV.
image

Googling dulu ah soal tanduk depan….

Malah nyasar ke forum ertiga….

image

Katanya bikin airbag ga berfungsi semestinya…

Trus menyasarkan diri juga ke blog seorang sobat :mrgreen:

http://kobayogas.com/2014/07/30/mengenal-teknologi-crumple-zone-pada-kendaraan/

Entah apakah ertiga SF dan kendaraan lain sudah menerapkan crumple zone pada produknya.. jika sudah , pemasangan tanduk depan ini sepertinya bakal merusak fungsi crumple zone itu sendiri. (IMHO,CMIIW)

Gimana menurut sedulur?

image

Ilustrasi dari google

Ban ring 18 dipadu ban kurus saat ini dianggap kurang modern. Alhasil banyak motor sport lawas berganti velg  lebar 17″ . Namun perubahan tersebut efeknya seperti mengganti gir belakang lebih besar. Tarikan maknyuss tapi nafas cepat habis jadinya cepat minta pindah gigi. Kalau sudah seperti ini motor hanya enak di jalan macet… saat jalan lowong mesin terasa lebih menggerung. Tiger SF misalnya untuk mencapai kecepatan 80kpj mesin teriak sekitar 5200rpm.
Continue Reading

image
Beberapa kali SF bahas soal CBR 150 repsol edition milik rekan SF. Yang perlu di highlight yakni modif yang jika di terapkan pada motor sport lain akan menambah gengsi,prestige maupun kebanggaan pemiliknya… namun jika diterapkan pada CBR lawas malah akan dikira downgrade. Modif apakah itu…? beberapa komentator pasti tau jawabnya…. Continue Reading

image

Sebenernya sudah lama ini pengen SF share , berhubung baru sekarang sempet mendokumentasikannya jadi ya segera dibikin artikelnya. Bagi pemilik Ninja /CBR mungkin yang pernah ganti ban dah ngerti cara ini, tapi tak ada salahnya bikin artikel ini siapa tahu berguna bagi yang lain.
Continue Reading

image

Entah hal ini terjadi hanya pada tunggangan SF atau juga pada yang lain. Dua motor tunggangan SF menganut dual disc brake, yang pertama honda tiger dan kawasaki ninja 250. Untuk honda tiger telah modif piringan cakram depan lebar bagian depan dan sudah dipasang cakram belakang. Penggantian kampas rem belakang teramat sangat sering, 3-4 kali ganti kampas belakang sedangkan kampas rem depan baru sekali. Pada ninja juga demikian, kampas belakang sudah ganti sekali sekitar 2000an km sedangkan yang depan masih sangat tebal. Saat itu kondisi piranti pengereman ninja masih standar (belum upgrade cakram depan lebar).
Awalnya SF pikir penyebab kampas rem belakang lebih cepat habis karena modif cakram belakang pada tiger tidak sempurna,karena terlihat saat penggantian kampas rem bagian kampas yang kemakan ga rata/miring, kondisi piringan cakram depan tiger juga diganti lebih lebar. Tapi ternyata pada ninja yang pengeremannya standar kampas belakang juga lebih cepat habis. Berarti ada hal lain yang menyebabkan demikian. Secara nyata beban yang diderita rem belakang berarti lebih dibanding rem depan.
1.  Dengan kata lain penggunaan rem belakang lebih sering dibagian depan. Hal ini karena rute harian SF menembus kemacetan. Di kondisi macet,rem belakang lebih banyak digunakan karena ga banyak mempengaruhi handling motor, handle motor tetap ringan dibelokkan untuk mencari celah diantara mobil atau menghindari jalan ga rata. Rem depan  digunakan saat kecepatan terlalu tinggi, perlu diperhatikan saat pengereman depan tentunya motor susah bermanuver, lah bobot motor dan pengendara berpindah kedepan, jika dipaksa manufer selain resiko selip, posisi shock depan naik-turun seiring penggunaan rem depan bikin menyusahkan pengendalian. Pada prakteknya mungkin rem depan-belakang di gunakan berbarengan namun saat menghadapi kemacetan dan menjaga keseimbangan rem depan lebih cepat dilepas dibanding belakang.
Tentunya berbeda saat berkendara normal. Rem depan lebih dominan penggunaannya. Apalagi yang rutenya jarang macet.
Logikanya semakin tinggi kecepatan motor lebih dominan penggunaan rem depan untuk mengurangi laju… lihat contoh kasus motogp/superbike. Waktu ngerem ekstreem bahkan ban belakang sering ga nempel aspal :-).
2.Atau habisnya kampas rem belakang disebabkan hal lain seperti misal besarnya piringan depan lebih besar dibanding belakang.
3. Ataukah Riding style yang bikin kampas belakang lebih cepat habis.
image

Monggo share pendapat dan pengalamannya, apakah yang rutenya lowong/jarang macet juga sama kasusnya atau malah terbalik. Alias kampas depan lebih duluan habis dibanding belakang?

NB: kampas rem depan- belakang tiger dan Ninja 250 milik SF tipenya sama-sama (kaliper 2 piston)