dilarang

All posts tagged dilarang

image

Kondisi lalu lintas  di perempatan bawah flyover jatinegara memang selalu ruwet… lampu merah/persimpangan sudah padat, ditambah perlintasan kereta, angkot ngetem dan penyempitan jalan karena ada jalur busway bikin tambah ruwet.

Continue Reading

Setelah parkir motor dan bergegas ke kantor, seorang rekan menegur SF dengan sindiran… “blogger otomotif kok pake sandal” sambil mesem.
Namanya bukan blogger kalau ga bisa ngeles…. “praktis Pak, sayang sepatu kalau hujan”He3…
Oke lah SF ngelesnya di artikel ini saja… klo ga salah dulu pernah SF bikinkan artikelnya juga….
SF orangnya sih praktis…. bukan soal anda taat aturan atau tidak… namun lebih peduli apakah yang dilakukan pengguna jalan merugikan orang lain? Karena itu SF agak kritis dengan spion lipat, kaca mika putih, dan semacamnya… SF sih anggap pemotor ga pake helm, pake sandal, ga pake celana dalam 😆 adalah tindakan yang resikonya monggo ditanggung dhewe.

image

Enter a caption


Untuk masalah sandal yang SF pakai (ga tiap hari sih… kadang juga pake sepatu) , SF rasa ga ada aturan yang melarang hal tersebut….  menurut SF, sandal lebih praktis dipakai, tahan segala cuaca, dan murah diganti jika rusak… di rute kemacetan plus motor yang bobotnya berat, alas sandal sangat cepat termakan aspal karena sering menahan motor yang lajunya merayap. Kan lebih murah ganti sandal dari pada ganti sepatu 🙂
Untuk safety SF rasa jauh lebih aman sepatu… tapi ya ribet, sumuk dan mahal…
SF siap ambil resiko bersandal…. tapi jangan ditiru… blog ini tetap menyarankan pake sepatu saat bermotor….!

image

Kesabaran memang mutlak diperlukan dijalanan Jakarta… saat belajar sabar ada saja godaan dijalan… kali ini saat berangkat kerja dikemacetan jalan klender dari arah belakang terdengar klakson bertubi tubi ternyata sumbernya dari seorang pemuda ga jelas tanpa helm membonceng wanita paruh baya dengan scoopy cacingan membunyikan klakson terus menerus sepanjang jalan dengan nada teratur seperti minta prioritas dijalan. Continue Reading

Wakil Gubernur DKI Jakarta ternyata biker juga loh… dalam rangka blusukan, Djarot Saiful Hidayat lebih memilih naik motor daripada mobil… berikut kutipan dari motorplus-online

Keputusan Djarot Saiful Hidayat yang jadi tendem Basuki ‘Ahok’ Tjahaja ini cukup menarik. Pasalnya, Wagub DKI ini malah setuju menganggap motor sebagai solusi untuk menembus kemacetan. Padahal, disisi lain ada Ahok yang gencar melarang sepeda motor melintas di DKI Jakarta.

Ini pendapat SF
Wagub saja milih motor untuk keluyuran agar efektif dan efisien….(semoga memang aslinya senang naik motor, bukan karena pencitraan) kenapa warga malah dibatasi…? Banyak pengemudi mobil beralih ke motor agar efisien dan lebih cepat menembus kemacetan… kalau motor dilarang lewat jalan protokol berapa banyak biker bakal balik ke mobil pribadi? Pernahkan Pemerintah Daerah terhormat ngitung pemborosan Bahan Bakar? Disuruh naik angkot… ? Emang ga pernah baca berita banyaknya perampokan, pelecehan seksual? Emang ga pake antri? Bis bayar saja antri apalagi gratis….

image

Continue Reading

Jumat kemaren , seorang rekan pengguna spin curhat mengenai ban depannya yang benjol bagian dindingnya…. demi keselamatan SF menyarankan untuk menggantinya…. untuk sementara ban benjol tersebut dibuat cadangan saja sampai ada waktu menebus ban baru (itupun ngeri kalau buat ngebut).

image

Continue Reading

Saat usia SD ingat betul SF dilarang bermain layang-layang di jalan. Alasannya ada tetangga masuk rumah sakit karena terjerat benang layangan aduan yang tajam. Meski sudah memakai helm fullface tidak menjamin benang layangan tak melukai pengendara motor. Tetangga SF tersebut terkena benang layangan yang melintang tepat dibagian leher. Karena kagetnya tetangga SF terjatuh lumayan parah dan harus dilarikan kerumah sakit. Selain terluka karena terjatuh dari motor leher tetanggabSF ini tersayat bagian lehernya…. untung ga sampai mengenai pembuluh darah. Continue Reading

young rider
pic:www.autoevolution.com

2 Minggu terakhir rumah SF yang biasanya sepi jadi rame karena kedatangan ponakan-ponakan yang ingin menghabiskan liburan dirumah SF. Ponakan SF yang tahun depan menginjak bangku SMA curhat…  “Om… bujuk Bunda donk, biar bolehkan aku naik motor saat SMA nanti” ….  Continue Reading

image

Fenomena ban cacing, strobo, toa,  lampu menyilaukan, pernak pernik membahayakan, repot jika itu semua dianggap menambah keren, gagah bahkan gaul oleh sebagian oknum pemotor. Efeknya negatifnya jika ada apa-apa ga hanya terjadi pada diri sendiri namun bisa membawa korban orang lain. Lantas perlukah assesori membahayakan seperti ini dikontrol peredarannya oleh aparat? SF sih setuju bae… karena beberapa kali terganggu oleh hal ginian. Bohlam HID yang maksa dipasang pada batok lampu std misalnya, saat berpapasan rasanya pandangan jadi blankk… apalagi bagi rider kacamataan kaya SF ini. Begitu pula saat berada dibelakang pengguna ban cacing yang tiba-tiba pindah jalur karena menghindari jalan ga rata, trus waktu hujan-hujan juga jalannya kaya cacing, pernah juga kaget ada polisi minta jalan menggunakan bunyian toa setelah nyalip ternyata alay edan.

Namun repotnya bagaimana jika peralatan alay itu dibutuhkan sesuai kegunaannya? Ban cacing untuk balap drag resmi, atau pak polisi yang perlu beli strobo/ toa. Mungkinkah ada ijin khusus pada toko tertentu yang dipercaya? Sehingga yang bisa beli orang yang berhak pakai.
Bagaimana cara jitu menyadarkan rider menurut bolo sekalian….? Monggo dishare..

image

Share pengalaman yang dialami Ortu SF saat ini sudah berumur 69 tahun. Beliau merupakan rider motor sejak puluhan tahun silam hingga sekarang. Namun beberapa bulan lalu terjadi kecelakaan dan berulang lagi sebulan berikutnya yang penyebabnya katanya disenggong motor ngebut, kesenggol motor yang bawa keranjang ataupun selip saat ngerem mendadak. Itulah yang bikin Kami, anggota keluarganya, merasa khawatir keselamatan Papa. Menurut  Mama SF yang sering dibonceng Papa, cara berkendara Beliau memang saat ini kurang responsif. Sering berjalan pelan namun ga mau minggir alias jalan ditengah terus. Ketika ditegur baru minggir tapi tetap saja beberapa saat kemudian nengah lagi. Respon terhadap sekitar juga berkurang sehingga sangat berbahaya. Meskipun disarankan untuk memakai mobil kemanapun tetep saja ga mau, Beliau tetap milih naik motor alasannya irit dan ga terjebak macet. Namun Alhamdulillah sekarang sudah mau jadi boncenger, jadinya adik lelaki SF mengantarkan beliau kemanapun tujuannya. Papa SF memang luar biasa, diusianya yang sudah ga muda lagi masih punya ambisi membangun sebuah tempat usaha untuk adik SF.
image
Pada usia tua, hendaknya dihindari mengendarai sepeda motor penyebabnya adalah kemampuan fisik yang tidak bisa diingkari semakin menurun diantaranya respon berkurang, stamina berkurang (cepat lelah), gampang pusing, pandangan berkurang serta jika terjadi kecelakaan resiko cedera tulang sangat besar serta kemampuan regenerasi sel-sel tubuh untuk penyembuhan juga berkurang drastis.