Pembeli CBR itupun menyesal

Ada salah satu rekan SF dikantor yang memiliki CBR… ga tanggung-tanggung CBR 150 dan CBR 250 (2-2nya edisi CBR single eye) dia koleksi. Awalnya dia beli CBR 150, karena menurutnya kurang bertenaga untuk rute perkotaan dia putuskan untuk beli lagi versi 250nya sedangkan yang 150 dipinjam-pakaikan ke adiknya. (Makanya toh beli motor mahal kok ga dijajal dan dipertimbangkan masak-masak πŸ™‚ )
Beberapa kali SF ngrayu dia untuk tukeran motor sementara agar dia bisa merasakan sensasi dua silinder dan SF ingin merasakan torsi CBR yang meledak ledak, namun belum kesampaian πŸ™‚

image

Continue reading “Pembeli CBR itupun menyesal”

Mesin 1 silinder kurang bersaing, KTM memutuskan suntik mati Duke 690

image

Kalau di Indonesia Duke 200 menjadi $duka$  bagi penggemar motor dual purpose pasalnya harganya nggilani mendekati motor 2 silinder! Otomaris penjualannya ga seberapa gemilang πŸ™‚
Sang kakak… Duke 690 mengalami problem hampir sama… kalah pamor dengan pesaingnya yang  dengan CC setara rata-rata menggunakan mesin multi silinder…
Karena itu pabrikan asal Austria ini akan mengakhiri karir Duke 690 dan berencana menggantikan dengan Duke 790 yang berbasis mesin 2 silinder..

Continue reading “Mesin 1 silinder kurang bersaing, KTM memutuskan suntik mati Duke 690”

SF dulu paling berharap tiger diskontinyu, eh sekarang malah berharap jangan

Bertahun-taun SF piara tiger… saat ada rejeki lebih pengennya sih ganti tiger yang beberapa tahun silam bakal upgrade 250. Jelas saja saat itu SF sangat berharap tiger baru segera keluar.

image

Nah kok sekarang malah ketar ketir tigerketika tiger beneran diskontinyu ? Iya lah secara tiger SF ga jadi dijual dan direncanakan dilestarikan… kalau diskontinyu terus susah suku cadangnya gimana πŸ™‚ . Konsekwensi logis lah motor diskontinyu produksi suku cadang perlahan dikurangi.
Kalaupun tiger baru launch juga mungkin ga tertarik… dah ada 250cc 2 silinder dirumah. πŸ™‚

kira2 tiger baru nantinya menyasar para penggemarnya terdahulu atau mengincar pasar baru ya….?

Gl230 pengganti tiger?jaman semono scorpio saja dah 225

Dulu Honda gelontorkan tiger 200cc (pembulatan keatas πŸ™‚ ) yamaha keluarkan Yamaha Scorpio 225cc (pembulatan juga πŸ™‚ )dengan harga setara tiger.

image

Nah kalau Honda keluarkan tiger 230 seperti yang diulas TMCblog, ya gampang banget bagi yamaha keluarkan scorpio 250 cc mepet harga tiger 230. Lah wong basis mesin 250 yamaha fazer hampir sama dengan scorpio 225.. tinggal bore saja :)… tapi… Continue reading “Gl230 pengganti tiger?jaman semono scorpio saja dah 225”

Honda tiger .. nasibmu kini

image

17- 18 tahun silam kehadiran honda tiger membuat pecinta motor terkesima, mesin yang bertenaga, bodi kekar serta desainnya yang eksklusif saat itu menjadi dambaan dan motor impian banyak orang (termasuk SF). ga peduli harga motor serta sukucadang yangΒ  terkenal mahal tetap saja klub motor dan komunitas honda tiger menjamur keseluruh Indonesia. Ga salah Tiger sang legenda menjadi flagship AHM selama belasan tahun lamanya. Beberapa produk yang digelontorkan kompetitor belum bisa menggulingkan kedigdayaan Honda Tiger di kelas 200 cc keatas.
image
Tapi ironis, kondisi saat ini berbeda 180 derajat. Honda tiger menjadi motor paling tua dijajaran motor honda (18 tahun cooyy….! ), ga usah bandingin sama merk lain, coba deh bandingin sama NMP yang harganya 4 jt lebih murah (CMIIW),Β  Monoschock vs stereo, speedo digital vs analog, low friction tech engine vs conventional engine.
Apalagi jika dibanding dengan P200ns bakal makin jauh lagi perbandingannya. πŸ™
image

Dengan semakin menunda kehadiran Tiger, semakin besar chance dari loyalis untuk pindah kelain hati. Sudah beberapa kali loh SF menyaksikan rekan yang pindah kelain hati. Bagaimana jadinya jika nanti P200ns, duke 200, gw 250, vixion upgrade serta next teralis secara resmi ngaspal di Indonesia?apakah tiger masih laku?
Kalo ingin menyelamatkan tiger sekarang saatnya bagi ahm!

image

Yahhh… spinku disuntik mati :(

image

Kedatangan suzuki nex mendatangkan berita buruk bagi pemilik Spin 125cc. Spin bakal stop produksi alias disuntik mati. 2 hal yang paling ditakutkan oleh pemilik spin lama yakni harga jual kembali bakal terjun bebas dan sparepart (terutama parts body) bakal susah dicari. Untuk masalah pertama harga jual yang jatuh SF ga terlalu mempermasalahkan, lah saat beli motor ini pertama kali ga niat jual lagi. Toh saat beli motor ini sudah nganggep duit ilang. gimana tidak, 1,5 tahun lalu saja spin CW tahun 2007 dapet harga 5jtan, kalo sekarang spin sudah ga dijual lagi mau dihargai berapa? Sedangkan untuk urusan parts, jelas bakal makin susah ditemui.
Beberapa bulan lalu saat spin SF kena musibah, ane niat belanja parts di dealer resmi dewi sartika. Dari sekian parts yang ane cari yakni sein depan,spion,dada depan, sekalian kampas kopling yang ada cuma satu, sein doank! Yang lain kudu inden. Apalagi kalo sekarang Spin sudah diskontinyu. Dibengkel umum ga ada yang jual di bengkel resmi disuruh inden atau disuruh cari ke dealer lain. Semoga masalah pemerataan parts dan harga partsnya yang terkenal mahal bisa segera dibenahi suzuki. Sehebat apapun nex dibanding pesaingnya ga bakal bisa laku jika aftersales ga diperbaiki. Semoga kedepannya Suzuki makin kompetitif baik untuk kualitas produk maupun ketersediaan partsnya.