drum

All posts tagged drum

Terkait artikel lalu DTX400 milik SF kurang mumpungi untuk menunjang sekolah musiknya si kecil. Opsi paling gampang tentu tinggal jual dan ganti baru… Itu kalau duit ada…. ! Klo dananya terbatas ya bisa upgrade satu -persatu partsnya.

Konsekwensinya ada 2. Kerugian, biaya bisa lebih mahal dibanding beli baru, bahkan fitur masih saja kalah. Keuntungannya, parts yang diupgrade masih bisa dipakai lagi. Jadi jumlah pad malah lebih banyak dibanding seri atasnya.

Continue Reading

Panduan memilih drum elektrik yang harus mendekati fitur drum akustik. “Kenapa ribet amat, ga beli sekalian saja drum akustik…!?” Mungkin begitu pertanyaan beberapa pembaca. Drum akustik suara alat musiknya paten ga bisa diubah jenisnya, suaranya kuenceng nembus kemana-mana dan dimensi besar, susah dibawa kemana2. Paham kan… Baca lagi ya asyiknya drum elektrik di artikel kemaren

Nah kali ini SF akan bahas panduan memilih drum elektrik paling tidak fiturnya menyamai drum akustik. Ini untuk keperluan lebih dari sekedar cari keringat. Tapi dah menuju ke next level . Si Faiz kan dah SF sekolahkan di Yamaha Music School (Max & Jeanny) harapan indah-Bekasi . Sayang kalau terlambat perkembangannya gara-gara alat drumnya.

Eh ya bagi yang masih bingung drum elektrik sama akustik. Ini singkatnya : Drum akustik dipukul langsung bunyi, sedangkan drum elektrik kudu pake speaker. :Lol:

DTX400, drum elektrik entry level dari yamaha

Karena kesalahan SF membeli drum elektrik entry level, kini SF kudu merogoh kocek lebih dalam dibanding beli baru dengan spec yang mumpungi. Karena itu SF share tips memilih drum elektrik.

Continue Reading

Ada beberapa bahasan drum yang akan SF jadikan bahan artikel. Kali ini pembukanya dulu ya…

Jaman SMA SF biasa bermain musik bersama teman-teman. Bukan level profesional sih, cuma senang-senang saja. Kebetulan SF kebagian main drum.

Baru sekitar setahun ini SF memutuskan meminangnya. Alasan utamanya Faiz ikut les drum…. agak Gimana gitu klo anak les drum tapi ga punya drum. Meski kenyataannya 75% bapake yang pake dirumah :mrgreen:

Continue Reading

Bertahun tahun lalu sebelum SF berkeluarga. Pernah ikut satu seminar motivasi mengenai penggunaan otak kanan kiri secara seimbang… manfaatnya didunia kerja jika dilakukan akan tidak mudah stress dan tahan menghadapi tekanan, cepat menemukan solusi, kerja lebih sistematis, dll. Bahkan sang motivator saat itu (lupa namanya) sempat melakukan studi dan hasilnya penggunaan otak kanan kiri secara seimbang juga dapat meningkatkan kecerdasan (IQ). Studi itu dilakukan pada orang dewasa dengan menguji IQ sebelum dan sesudah dilatih pengunaan otak kanan-kiri selama 3 bulan. Bisa dibayangkan hasil positifnya jika dari kecil sudah dibiasakan penggunaan otak kanan kiri secara seimbang, akan meningkatkan kecerdasan anak, kreatifitas dan bahkan kesehatan… 

Salah satu cara melatih anak-anak cukup mudah. Ajari anak main musik sedari kecil… bermain musik memerlukan koordinasi otak kanan kiri secara bersama sama…. kata-kata motivator rupanya itu tertanam dibenak SF…  mulai SF googling soal ini…  dan menemukan artikel yang menarik… (klik disini )

Sekarang faiz beranjak gedhe (kelas 2 SD) . Sudah waktunya untuk mengenalkan musik… kebetulan saat belanja di pusat perbelanjaan , ada satu sekolah musik sedang  mengadakan promo sekolah musik. Langsung saja SF tawari Faiz… maunya SF arahkan les gitar (biar murah beli gitarnya 😆 ) …  Faiz emohhh… malah milih Drum… pusing 7 keliling nih… masak mau kursus drum tapi ga punya drumnya… ya wis dah.. pokoke kursus dulu…  daripada dibelikan drum tapi Faiznya angin anginan?…
Sebulan ini Faiz rutin les drum, dan sepertinya dia cukup menyukainya.. konsultasi dengan tentornya, memang lebih baik dibelikan drum saja biar biasa latihan sendiri dirumah, karena di tempat les sangat terbatas waktunya..  disarankan drum electric karena gampang dipindah pindah… volume juga bisa diatur agar ga mengganggu tetangga….

Lucu juga nungguin bocah kursus drummm… seru abis… tentornya sampai kewalahan …. ini dia situasi di tempat kursusnya

Saat tiba dikantor baru langsung di todong pertanyaan oleh rekan kerja… “Masnya cajoon player ya?” (rupanya sebelum masuk kekantor baru, rekan2 disini sudah cari info soal SF) “Disini banyak musikus mas… kebetulan lagi butuh pemain perkusi.” Singkat Cerita SF akhirnya bawa cajoon ke kantor untuk mengisi waktu luang. Respon rekan kantor terhadap alat musik yang bentuknya seperti kaleng krupuk ini ternyata luar biasa… Suaranya mirip drum set… padahal cuma kotak gitu saja bentuknya… 3 orang rekan sekantor keracunan alat musik ini dan minta antar SF ke tempat penjualnya. Continue Reading