ergonomi

All posts tagged ergonomi

Entah jadi apa tidak kawasaki mengeluarkan Ninja 250 4 silinder, karena keputusannya masih digodog akhir tahun ini.
Tapi tidak ada salahnya ngulas soal ini demi menuh-menuhin artikel nlog ini :mrgreen: . Ada beberapa pilihan yang masuk akal untuk motor sport 250cc 4 silinder kawasaki… turing naked,street fighter, sport turing berfairing, atau pure sport. Suatu pilihan yang sulit bagi kawasaki menentukan desain sport 250cc 4 silindernya. Semua pabrikan jepang menghindari desain pure sport pada sport 250 cc… alasannya motor 250 cc di luar negeri itu motor harian yang kurang mengandalkan performa tinggi, lah disana moge bebas berkeliaran. Ngapain milih motor cc kecil sok sporty tapi lari kurang 🙂 . Motor 250 disono dipake untuk harian.

image

Gimana klo 250cc 4 silinder adalah replika dari kakakknya

Continue Reading

image

Jika kawasaki memang memposisikan Ninja 250rr mono sebagai pengganti Ninja 150 rr, maka motor ini akan sangat mungkin bakal dipakai harian oleh empunya… sama seperti Ninja 150RR yang hampir setiap hari SF lihat penampakannya.
Posisi menunduk Ninja 250 mono memang jadi nilai lebih saat dipakai di sirkuit… tapi jika dipakai di jalan raya untuk harian gimana?
Berikut SF kutip dari otomotifnet

Posisi duduk merunduk lantaran setang di bawah segitiga memang asyik di lintasan balap, jadi aerodinamis. Tapi di jalan raya yang padat merayap, riding setengah jam saja telapak dan pergelangan tangan sudah pegal. Setelah satu jam, bahu dan pinggang menyusul teriak minta istirahat, juga bokong karena jok tipis jadi panas, heheee… Kalau kondisi jalan lancar sih enggak terlalu masalah.

image

Apakah langkah kawasaki sudah tepat menggantikan Ninja 150RR dengan Ninja 250 RR mono yang ergonominya lebih tiarap dan lebih berat sekitar 250 kg belum lagi konsumsi bensin mono yang bakal lebih tinggi . Yang SF maksud konsumsi Rupiah/km… secara RR ga masalah nenggak premium. Kuatirnya keputusan kawasaki tersebut malah mengebiri pangsa pasarnya sendiri… alih-alih menyasar pengguna harian namun yang beli hanya penghobi saja… IMHO. Monggo berbagi pendapatnya…

Klo pendapat SF:
Apapun motornya jika dah terbiasa ya jadi nyaman saja sih apalagi kalau motor cuma satu-satunya.  Tapi kalau dah pernah jajal berbagai jenis motor pada kondisi (rute) yang sama tentu bisa menilai motor apa yang lebih nyaman.
Monggo pilih motor dengan bijak menyesuaikan kebutuhan, rute harian dan tentunya kondisi kantong :mrgreen:

Enaknya jelas…
+common partsnya banyak, harga bisa ditekan
+aura ninja yang fiercefull masih tersemat, secara desain dan karakter mesin.
+mogenya jelas lebih kerasa… suara engine 2 silindernya ga teredam fairing, jadi mestinya makin gaharrrr!!!!
+ga kuatir fairing lecet di parkiran
Dll
Namun dibalik itu perlu diingat… 2 motor ini beda aliran yang satu sport fairing yang satu naked. Image dikalangan umum motor sport fairing cocoknya untuk ngejar speed (sebenernya itukan tujuan fairing diciptakan 🙂 ) sedangkan naked menonjolkan simplisitas alias kesimpelan. Secara ergonomi motor sport fairing identik dengan riding position yang sedikit nunduk (jelas lebih nunduk dibanding tiger SF 🙂  Cuman ada beberapa aliran naked sporty seperti street fighter atau yang lagi “in” cafe racer. Ga enaknya jika ER250C mengambil desain N250Fi versi naked riding positionnya, ergonomi , maupun kenyamanan persis kaya N250Fi. Karakter mesinnya juga ga beda jauh.

So ga enaknya :
1.Karakter engine buat stop N Go kurang beringazzz, mintanya putaran atas. Mungkin bisa di akali dengan setting ulang ECU yang menonjolkan torsi namun ada kemungkinan power drop. Pas untuk differennsiasi antara N250Fi dan ER250c
2. Posisi riding sama ga nyamannya seperti N250. Pengalaman SF boncengan pake si bolot dengan nyonya sedikit jauh saja sudah bikin ga nyaman, jok keras dan tipis, trus boncenger meluk rider, ditambah lagi kalau ada penyakit brutu , silahken banyangin sendiri. :mrgreen:. Sepertinya N250fi ga beda jauh ga nyamannya. Sedikit koreksi ergonomi mungkin bisa ganti sektor kemudi dengan setang non jepit seperti kakaknya ER6. Untuk boncenger ya terpaksa pasrah 😀
3. Bagi sebagian orang prestige mungkin sangat penting… nah takutnya ada image ER250c adalah versi pahe dari N250Fi… bagi ane…. emang orang lain harus bilang ” WOOWWW” gitu? 😆

Dulunya SF males sama yang namanya motor matic. Eh….. sekarang malah ketagihan :mrgreen: . Pada artikel sebelumnya mengenai betapa capeknya naik spin dikemacetan, dimana pada satu bagian SF menyebutkan “semua tergantung kebiasaan” . Ternyata bener juga. Sebulan ini (sejak bulan puasa) motor yang sering SF bawa ngantor malah spin milik bunda (mumpung bunda lagi dipulangin di kampung , lahiran si Kecil) .
Saat itu stnk tiger mati dan masih dalam pengurusan lintas kota. Naik ninja waktu puasa macetnya Jakarta lagi “lucu-lucunya ” 😆 jadinya sebulan kemaren spin jadi motor harian. Apalagi Spin dalam kondisi prima setelah ganti kopling set dan kampas rem  milik RX king. Motor ga loncat-loncat lagi dan rem jadi pakem plus enteng.
nah sepulang lebaran kemaren STNK si Tiger dah diurus, otomatis dibawa kerja lagi. Anehnya dulunya motor yang SF anggap nyaman meski untuk belah kemacetan ini sekarang malah terasa lebih capek dibanding naik spin :-).

Yo wis deh dipuasin dulu naik spin mumpung  baru bulan depan Bundafaiz dan anak2 baru balik ke Jakarta. Toh bensin spin sedikit irit dibanding tiger:-) , masalah ruang kemudi yang kurang lega bisa disiasati dengan menggeser posisi duduk kebelakang.
Apapun motornya jadi nyaman ditunggangi kalau terbiasa 🙂

image

Dua orang rekan SF membatalkan beli spacy karena posisi kaki ngangkang saat berhenti, untuk postur tubuh tertentu bisa menyulitkan. Sedangkan temen SF yang jangkung sangat merasa tak nyaman saat menaiki mio, karena jarak dengkul ke setang pendek banget.  Satu lagi temen ane penghobi moge yang demen banget turing, doi paling anti dengan motor pure sport, bikin pegel pinggang dan tangan untuk jarak jauh.
image

Contoh-contoh yang SF sebut diatas mencerminkan bagaimana ergonomi mempengaruhi minat beli seseorang meminang motor. Bagi SF kenyamanan dan fungsional motor adalah prioritas dalam memilih motor. Apalagi jika nantinya dipake untuk aktivitas sehari-hari. Awalnya SF sangat ragu untuk meminang Ninja 250 yang katanya motor sport sejati, maklum sebelumnya terbiasa naik turing yang posisi mengemudinya tegak. Tapi setelah jajal motornya, ternyata secara ergonomi N250 ini masuk motor sport turing. Ga bisa bayangkan jika posisi setir dibawah trike atau sejajar pinggang, pasti ga bakal ane beli sebagus apapun motornya.

Niatnya motor hobi buat dinikmati tapi kalau menyiksa ya ogah! SF punya temen beberapa tahun silam, doi ngebet banget punya honda Tiger maklum saat itu tiger motor paling premium dan ga ada lawannya. Karena ga ada pilihan lain doi langsung memodifikasi tigernya sesaat setelah dibeli dengan cara mengganti velg 17″ dan memendekkan shock depan. Setang depan pun dimundurkan dengan cara ditambah raiser/ adaptor. Ergonomi mempengaruhi pemilihan seseorang meski bukan yang utama karena masih banyak hal yang secara prioritas ditentukan berbeda masing-masing orang.

image

image

Bagi yang tiap harinya bergantung pada motor sport sebagai sarana transportasi utamanya, ga ada salahnya membikin nyaman motornya. Motor standar pabrik merupakan motor produksi massal, disesuaikan dengan kondisi umum masyarakat bukan orang perorang, disamping itu motor produksi massal biasanya menekankan cost efficiency untuk memperoleh margin keuntungan yang makin besar. Nah untuk menyesuaikan motor agas pas nyaman ditubuh rider butuh beberapa langkah modifikasi, tentunya sesuai selera, budget dan prioritas. Kalau jarak antara rumah dan kantor cuma 5 km dan ga terjebak macet sih ga terlalu signifikan. Beda dengan rider yang menempuh puluhan km untuk cari sesuap nasi. Dengan dalih kenyamanan bisa jugakan buat alasan membujuk bini …?( moga2 bundaf41z ga baca artikel ini, he3… ). Kembali ke benang merah :). Untuk bikin motor nyaman ada beberapa sektor yang perlu diperhatikan, diantaranya sektor suspensi, jok, kemudi, serta bagasi. Sektor suspensi memberi pengaruh luar biasa, motor sport bersuspensi stereo yang sering diangung-agungkan memiliki kenyamanan paling bagus adalah Pulsar. Untuk itu SF tergoda untuk memakai shockbreakernya. Nah karena beli parts pulsar sungguh ribet, terpaksanya SF menebus milik tetangganya TVS yang sama-sama menganut shockbreaker gas. hasilnya mantab, empuk banget dan gak slide ketika nemu jalan keriting.
Sektor jok juga penting, saat memodifnya usahakan area yang nempel :maaf: pantat semakin luas, dengan demikian area yang menyangga tubuh makin merata. Caranya bikin kontur di jok sesuai bentuk tubuh 🙂 tentunya hal ini susah diterapkan pada motor sport dengan split seat semacam Ninja, CBR, dll. Selanjutnya sektor kemudi, lebih luas lagi modif yang dapat dilakukan disektor ini. Misalkan ganti handgrip yang mulai mengeras dan licin, memasang raiser setang agar posisi badan ga terlalu membungkuk atau bisa dengan ganti dengan setang motor lain, memasang handle kopling/rem adjustable agar dapat dengan mudah disesuaikan dengan keinginan dll. image
Nah yang terakhir bagasi, bayangkan kalau sering bawa lemburan pulang  (berkas setumpuk), jas hujan dll dimasukkan tas dan kita sangga selama perjalanan, tentunya bikin badan pegel juga, solusinya bisa memakai box maupun tank bag, dengan demikian badan terhindar dari siksaan barang bawaan yang berat.

Namun belum tentu selera masing-masing rider sama. Banyak juga yang merasa pas dengan kondisi standar pabrik atau merasa sayang duitnya dibuang untuk hal yang ga penting. Tentunya beda pandangannya bagi rider yang seneng modif dan hobi motor. Badan bugar, semangat kerja dan emosipun  terjaga. Salam modif!

image

image

Daftar modif tiger milik SF:
-headlamp berproyektor mobil (suzuki jimmy bulat) lampu 50/55 watt : nambah penerangan
-cover lampu depan : sedikit memperbaiki aerodinamis juga melindungi kelistrikan dari air hujan
-raiser setang: bikin badan ga terlalu membungkuk, ga cepet pegal
handguard: melindungi tangan terhadap benturan saat serempetan atau terjatuh
jok berkontur disesuaikan rider : nambah kenyamanan
-box kappa 42 : simpan barang bawaan, helm, dll
braket box geser : bisa buat sandar rider, ga bikin oleng saat kecepatan tinggi, ga mengganggu handling saat kemacetan
-2 mode klakson dengan switch : klakson std buat masuk kampung, klakson stebel buat jalan raya dan turing
braket tempat minum di setang : botol minum gampang diraih
spion bertangkai tidak terlalu panjang dan bercermin cembung : memudahkan nyelip diantara mobil, jangkauan pandangan makin luas
ban lebar 110 depan 130 belakang punya ninja 250 : nambah grip
shock nitro TVS : nambah empuk dan nyaman berkendara
-cakram belakang + cakram depan lebar PSM : nambah pakem
cover knalpot DIY : mencegah kaki kena panas kenalpot dan melindungi anak kecil agar ga kena panas knalpot
lampu rem, lampu kota, lampu speedo led : hemat energi ( karena lampu utama sudah memakai lampu 50 watt).
-engine cover : mengarahkan angin ke blok silinder
Sedangkan yang hanya untuk pemanis diantaranya : spakbor depan ninja 250, deltabox, braket lampu pesek+ dudukan plat nomor dan sein made in Jogja, hal2 sepele lainnya.
He3…. ga nyadar udah ga keruan tiger ane ya. Maklum modif sejak 2004 dengan cara mencicil :mrgreen:

Modif pada Ninja 250 milik SF
-cakram depan lebar PSM : nambah kepakeman rem depan
-ban battlax BT92 120 depan 150 belakang : menambah grip
-klakson keong type R : nambah kenceng isyarat buat pengguna jalan lain
lampu led luxeon untuk speedo, lampu kota : mencegah aki tekor
-cover radiator : mencegah rusaknya radiator dari kerikil iseng saat melaju
-rear hugger (spakbor kolong) melindungi shock belakang dari kotoran ban
cutting stiker : menyembunyikan baret yang disebabkan si Faiz :mrgreen: dan untuk mencegah baret tambahan
knalpot stereo with dbkiller : biar rider lain aware kehadiran Si ninja, menaikkan torsi bawah biar ga terlalu lemot tarikannya
-tankpad (cover tangki) : melindungi tangki biar ga baret kena resleting celana atau jaket
Modif ninja  ini juga ga sekaligus.

Modifikasi biar ga mubazir diusahakan juga ada manfaatnya. Kalo hanya untuk estetika sayang…. ridernya sendiri ga bisa liat saat berkendara 🙂 untuk mengetahui review, tips N trik beberapa modif diatas sudah ane sisipkan linknya. Bagi yang belum akan menyusul bertahap. Lumayan jadi bahan beberapa artikel kedepan :mrgreen:

Sesuai moto ane “Pecinta modif murmer yang penting puas!” Tapi kalo dipikir-pikir jadi ga murah lagi karena banyak yang dimodif. 😆