Fansboy merk motor tertentu, apa sih yang bisa bikin hati berpaling

Motor ortu tidak pernah lepas dari honda mulai c90, star, prima, grand, grand impresa,GL max,kharisma dan motor terakhir Supra karbu 125. 2 motor terakhir ini masih dipakai sampai sekarang. SF sendiri dari SMA sempat mencicipi Grand, Grand impresa dan GL max sampai lulus kuliah dan gawe.

Pesan ortu, kalau beli motor kudu honda karena paling nyaman, irit dan bandel mesinnya. Saat itu non-honda maennya motor 2-tak. Jadi terjawab kenapa ortu saranin Honda karena cuma dia yang maen 4 tak. 🙂

Continue reading “Fansboy merk motor tertentu, apa sih yang bisa bikin hati berpaling”

Blog penghina semua merk

Sebenarnya menghina disini dalam artian baik…alias mengkritisi. Memberi masukan bagi pabrikan , jadi bukan berniat memborbardir sebuah pabrikan…. hampir semua pabrikan pernah SF kritik. Honda misalnya dengan jajaran produk matic fungsional cepernya,yamaha soal maticnya yang kurang fungsional,kawasaki soal mahalnya parts dibanding pabrikan lain, Suzuki dengan aftersales, dll terlalu banyak bila SF jabarkan disini.
image

Sering kali memang kubu “pembela” salah satu merk panas sehingga mencacimaki ga jelas… tentunya banyak juga yang terpaksa SF banned karena kelewatan. Hal yang sangat wajar di dunia perbloggeran. Untung semenjak punya 2 anak SF bisa belajar lebih bersabar sehingga emosi bisa diredam dengan mengabaikan komentar pedas.
Berilah alasan yang logis menyingkapi kritikan agar pembaca lain dapat pemahaman lebih “oh… jadi kelemahan itu wajar dan bisa diatasi…”, bukan lantas membela suatu produk membabi buta karena malah keliatan FansBoy-nya, efeknya justru ga di gubris pembaca lain kan?
Tujuan kritik sebenarnya memberi masukan pada pabrikan untuk lebih meningkatkan value motornya… tentu saja pertimbangan insinyur dan manajemen bikin motor sudah sangat matang . Pandangan blogger (apalagi pemula kaya saya ini :mrgreen: ) mungkin ga berimbas banyak. Namun power of quantity bisa berbicara lain… Saat blogger lain juga menulis sisi kelemahan yang sama pada suatu produk, makin banyak dan makin kuat mempengaruhi konsumen.
Tujuannya sebenarnya bukan hanya itu… yang utama justru memberi informasi bagi pembaca agar memahami seluk beluk motor miliknya atau yang akan dibelinya… bukan begitu…? 🙂

Hobi motor (koleksi)? sayang kalau brand minded

Motor bagi sebagian orang sudah melebihi ranah kebutuhan akan transportasi melainkan sudah menjadi hobi bahkan lifestyle. Bagi yang beruntung kebutuhan utama sudah terpenuhi dan ingin mencapai kepuasan lebih pada dunia permotoran sangat disayangkan jika punya mindset motor merknya harus A, B atau C saja, yang lain ogah…! Hal ini sebenernya ga bisa lepas dari mindset yang terbentuk sedari kecil. Sekedar flashback Ortu SF adalah maniak honda, mulai dari honda C90, Prima, Grand, hingga sekarang Karisma. Alhasil SF sempet terpengaruh. Mungkin  itu juga jadi salah satu pertimbangan saat SF beli Tiger (motor pertama beli pake duit sendiri), maklum juga saat itu juga tiger ga ada pesaingnya. Bertahun-tahun kemudian SF mulai rajin membuka blog dan Bbbyarrrrr…!!!! mata hati jadi terbuka lebar. Ternyata kelebihan merk lain banyak yang ga dimiliki tiger, Scorpio misal kenceng dan monoshock, atau Vixion yang irit, kenceng, ringan…. atau Pulsar yang irit, murah dan alusss mesinnya, dll.
Ga mau terjebak dalam merk suatu produk yang tertanam dalam benak, SF berusaha berfikir logis sebelum meminang motor kedua dan ketiga.  Motor kedua beli saat kondisi ekonomi masih belum mapan, dengan berbekal duit 6 jutaan ingin membelikan istri motor matic. Setelah cari info kesana kemari pilihan jatuh pada suzuki spin yang terkenal ringan, ga seberapa boros dan murah meriah, pas deh duit 6 jt abis buat motor, biaya restorasi, dan balik nama.
image

Nah selanjutnya saat ada rejeki lebih ingin naik kelas ke 250. Pilihan saat itu ada CBR dan Ninja, kenapa ga pilih CBR…. ???balik lagi pertimbangan logis SF. Ane mencari motor hobi bukan motor sehari-hari, kepuasan dan sensasi beda saat riding benar-benar diutamakan, jadi …taukan alasan kenapa akhirnya saya pilih Ninja!? 🙂 Jika SF brand minded dan memaksakan salah satu merk mungkin ga bisa mendapatkan motor apa yang sebenernya memenuhi kebutuhan. Nah itu pendapat SF untuk motor hobi(motor kedua)…
Untuk motor harian gimana…? Ya…ga bisa nyalahkan juga jika mempertimbangkan brand/merk, karena semakin kuat brand semakin terjamin parts dan servisnya.