gir set

All posts tagged gir set

Pemakaian gir berat mengurangi stress mesin saat menempuh perjalanan jauh dengan kecepatan tinggi, rata-rata RPM mesin yang biasanya tinggi saat turing bisa berkurang .. Efeknya konsumsi bensin bisa tambah irit. Kalau soal nambah top speed agak sangsi juga sih… Kondisi normal saja motor (tiger misalnya) akan susah mencapai redline di gigi 6. Namun jika rasio gigi terlalu berat akan menimbulkan beberapa masalah.

image

Berikut sharing SF tiger yang stdnya pake gir 13-43 dengan rasio 3.214 ganti dengan gir set NMP gir 14-42 dengan rasio 3.000… Jadi pergantian diatas sama seperti menurunkan gigi belakang tiger 4 mata!
Ceritanya saat ganti gearset NMP Si mekanik ternyata lupa membesarkan gir belakang, malah pake standar NMP. Simak saja reviewnya….
1. Dulunya kecepatan puncak dicapai digigi 6 (kira2 RPM 500 – 1000 sebelum red line). Setelah pakai gir set NMP Kecepatan puncak dapat di gigi 5, saat naik gigi 6 kecepatan ga bisa nambah karena beban mesin terlalu berat. abaikan angka kecepatan tertinggi karena speedo ga akurat.
2. Akselerasi jelasnya berkurang drastis… Kudu sering pake gigi rendah untuk nyalip.
3. Ngelitik saat mesin panas… Benar-benar tersiksa di kemacetan. Sering kepake gigi satu dan ga bisa akselerasi spontan karena ngelitik.
4. Kondisi ngelitik dan penurunan akselerasi makin parah saat motor buat boncengan.
5. Enaknya rasio gir berat hanya saat SF tanpa boncengan lewat jalur sepi panjang dan mulus… Mesin ga menggerung tapi sudah mencapai kecepatan tinggi.

Kedepannya SF bakal besarin gir belakang NMP yg terpasang pada tiger sekitar 3-4 gigi agar lebih cocok di kemacetan… Ga cuma enak di jalan lempeng doang…

Pasca insiden velg retak kemaren, Tiger akhirnya memutuskan untuk operasi kaki. Menghindari kelemahan velg tiger yang mudah sekali rusak kancingan girnya, SF memutuskan mengganti velgnya dengan velg NMP (New Mega Pro) dengan sistem Nap Gir ga seperti tiger dimana gir langsung nancep pada bosh gir. Keuntungannya hentakan power yang ditanggung gir set lebih diserap oleh karet bos yang lebih tebal dibanding punya tiger, tidak ada kekhawatiran kancingan gir bakal tergerus seperti pada velg tiger, dan yang terakhir posisi Gir beberapa milimeter lebih keluar sehingga tiger bisa muat ban lebih lebar image
Continue Reading

image

Beberapa waktu  lalu SF mudik ke Surabaya selama weekend. Nah disono kendaraan sehari-hari pinjem punya adik sebuah Supra 125. Kesan pertama nyemplak kok terasa beda dibanding dulu ya…. kerasa ada peningkatan akselerasi. Setelah tanya pada empunya, ternyata gir set ganti punya Supra Fit lawas seharga 145 rb yang lebih mahal 15-20 rb dibanding bawaan supra 125. Loh kok??? … menurut bengkel langganan, selain ukuran gir belakang lebih besar 1 mata, rantai Supra fit lawas punya keunggulan yakni sedikit lebih tebal dibanding rantai ori Supra 125, sehingga bisa lebih awet. Sudah banyak kok pemilik supra 125 maupun honda Karisma yang dianjurkan mengaplikasikannya. Eh ya saat pemasangan rantai perlu dipotong beberapa mata ( lupa nanya berapa mata yang dipotong, monggo disesuaikan sendiri).
image

Sip dah Rantai lebih awet dan sedikit mengobati kelemahan Supra 125 (gigi bawah yang “kepanjangan”), harganya pun cuma beda dikit dibanding gir set original.

image

Beberapa waktu lalu SF pernah menulis  soal mahalnya parts Ninja 250 dibanding CBR 250 dan Minerva megelli 250. Tujuan SF menulis artikel itu untuk memberi masukan kepada KMI agar memperhatikan hal ini (tapi blog kecil kaya gini dilirik ga ya?). Nah artikel tersebut sengaja SF linkkan di web komunitas online Ninja 250 dengan harapan banyak member yang protes sehingga makin didengar KMI. Tapi ternyata dugaan SF meleset, beberapa member memaklumi mahalnya sparepart ninja karena speknya yang diatas rata-rata merk lain (katanya loh ya.. ) , 2 silinder, raihan RPM diset tinggi, tenaga paling besar dll. Untuk parts mesin okelah spek Ninin termasuk ditas rata2, tapi untuk parts lain?
Pernah iseng tanya mekanik kawasaki saat beli filter olinya si bolot, alasan mahalnya parts kawasaki karena import. Lah ngapain import kalau di Indonesia banyak dan partnya sudah berstandard international? Atau memang KMI ambil margin terlalu tinggi. Entah …ane sendiri kurang paham. Konsumen awam yang ga mengerti tehnis permotoran melihat harga mahal ya mahal. Titik… ! bagi SF tentu ga serta harus ngikut kebijakan KMI untuk beli parts ori. Ada anggapan ada uang ada rupa? Barang substitusi bikin rusak??? Hmmm….. silahkan beli barang mahal wong itu duit anda sendiri kok. Bagi SF… ogah, jelas ga mau barang mahal kalau bisa cari barang substitusi dengan kualitas sama bahkan lebih baik. :mrgreen:, busi misal jelas milih punya thunder 125, masa busi ori dihargai 75rb x 2 150 rb(CR8E). Lah punya thunder/vixion paling maksimal 15rb sebiji cuma beda bungkus, kualitas sami mawon… tiger ane pake busi 15 rban juga bisa lari 135 kpj (doeloe) 😆
kampas rem ori diatas 200 rb?SF jelas milih beli kampas rem racing harganya ga sampai separuhnya, hasilnya pakem juga, lah wong merk ini terbukti dipake roadrace segala kok. Temen juga sudah pake di ninjanya.
Bohlam tipe H7  harga 360rb sebiji! Menurut tabloid otomotif edisi 10 nov 2011 bisa pake punya mobil grand vitara, dengan merk dan spek sama dihargai 60 rban. Atau bisa pake merk lain misal osram nightbreaker bisa lebih terang malah, harganya cuma 1/3 harga ori. Contohnya masih buanyak lagi bro, misal laher2, handle rem/kopling, kabel kopling, gir set, spuyer, dll. Mau bayar mahal untuk sparepart dengan kualitas sama? Silahken saja nanggung biaya importnya :mrgreen:  klo ingin hemat pakai barang substitusi, namun pastikan dulu kualitasnya, searching di google pengakuan user yang pernah pakai, dan jika bisa pakai part original atpm lain atau merk ternama karena QCnya terjamin.

image

Kemaren sempet ada rekan nanya, maunya doi ganti rantai doang karena tarikan saat berjalan naik turun, tapi sama bengkelnya disarankan ganti satu set plus girnya. Karena ragu dibohongi bengkel doipun nanya ke SF. Saya pun jawabnya berdasarkan pengalaman. Dulu saat tunggangan masih  GLMax, pernah kejadian karena umur rantai sudah tua (setelan rantai hampir mentok) timbul gejala tegangan rantai gak rata alias tegang – kendor saat jalan, akibatnya laju motor terasa tersendat-sendat. Nah karena dana cekak SF ganti rantainya doang, eh ternyata gejala tegangan rantai ga rata masih terasa meskipun sedikit. Untuk mendeteksinya, motor distandar tengah, dihidupin dan masukkan ke gigi 3 trus lihat dari samping, kalau rantai masih terlihat tegang kendor berarti masih belum padu antara gir dan rantai. Mengingat rantai baru berarti girnya minta diganti juga. Alhasil 2 kali kerja 2 kali ongkos deh.
image

Logikanya begini kalau rantai saja yang diganti, kondisi rantai masih prima jarak antara mata rantai sesuai spek pabrikan. nah gir baik depan dan belakang yang lama tentunya sudah aus, kedalaman mata gir, jarak antar mata, serta ketebalannya tentunya sudah ga standar lagi. Akibatnya kalau dipaksakan umur rantai bakal ga lama karena dipaksa menyesuaikan dengan kondisi gir. Oleh sebab itu, bener juga pendapat empunya bengkel kalau ganti rantai mending satu set dengan gir depan-belakang. Kecuali kejadian khusus, sharing lagi nih…. 🙂 pernah saat baru ganti rantai dan gir set kira-kira berumur 2 bulanan ketika menembus banjir lapindo ada potongan ranting iseng masuk antara rantai dan gir, bahkan saat itu tiger SF sampai ngunci roda belakangnya. Setelah ranting tersebut berhasil dibebaskan, eh jalannya tiger jadi ndut-ndutan, setelah diperiksa rantainya mulet, ada mata rantai yang agak melengkung. Nah kalo ini no problem ganti rantai doang karena konsisi gir masih baru.