GL

All posts tagged GL

Share pengalaman selama jadi penunggang Tiger dan GLmax. Saat stasioner di lampu merah RPM kadang naik sendiri tanpa sebab trus turun perlahan bahkan kadang sampai mati mesin. Apa ya kira-kira sebabnya… ini dia pokok masalahnya 

1. Manifol bocor

Manifol adalah karet penghubung antara karburator dan mesin. Kalau bocor, campuran udara dan bahan bakar jadi ga ideal… ada udara tak dikehendaki nyusup dari tempat yang bocor.

2. Spul pengapian tidak sehat

Tanda spull pengapian hampir koit adalah motor susah distater, RPM naik turun saat stasioner, dan brebet ditempat tertentu. Kalau sudah gini mending ganti spulnya . Pengalaman gulung spull umurnya ga panjang.

3. Skep karbu terkikis

GL max SF dulu pakai karbu imitasi punya GL Pro. Kualitas skep yang kurang bagus, bikin mudah aus/terkikis. Ngowos dah saat stasioner.

Semoga berguna infonya

Media otomotif lagi rame bahas mobilio RS nih.. salah satunya media online yang cukup tersohor otomotifnet.com yang membandingkan 3 versi tertinggi dari 3 pabrikan yakni Mobilio RS, Avanza Veloz Luxury dan Grand Livina HWS autotech. Padahal ertiga juga punya versi sporty dan elegant loh tapi ga ikut dibahas ๐Ÿ™‚
Rata-rata versi facelift ini memanjakan visual pemiliknya dengan mempermanis eksterior melalui penambahan bodikit pada mobil diantaranya bagian bawah bemper (depan-belakang), bagian samping, spoiler, bahkan mobilio sudah berani memberi pembeda yang lebih semisal perubahan pada velg, rill depan, hingga lampu projie+ led. Tak hayal penampilan pun terdongkrak. Jadi ga salah selisih harganya lumayan dari jutaan hingga mencapaiย  20jtan.

image

Continue Reading

sumber : otomotifnet.com

Masih saja SF terheran dengan kreatifitas modifikator Indonesia… motor 1 silinder bisa dibikin 2 silinder bahkan sampai 3 silinder. bukan hanya sport… honda blade pun ada yang mengaplikasi 2 silinder.

Tapi komen salah seorang pengunjung yang be- ID Pak Tarno diartikel beberapa hari lalu mungkin bisa dijadikan pertimbangan jika ingin memodif tunggangannya jadi multi silinder

cb 3 silinder sih bisa dibikin, mekanik Indonesia gitu loh, tapi tinggal nunggu jebolnya aja,
masih inget ulasan tiger yg ibarat cuma glmax dioverbore/stroke ternyata gampang rusak di kopling, keteng, dll. apalagi digebuk piston 3 silinder makin runyam crankcasenya

 

Secara logika bener juga… ndak usah multi silinder deh motor oprekan agar bisa bertahan lama saja perlu modifikasi di semua sektor seperti contohnya Ninja 250 Turbo ย  . Turbo dipaksa nemplok ke Mesin standar jelasnya Kopling selip, yang ekstreem bahkan rantai keteng (kamrat) pun sampai putus. Ini soal ketahanan mesin… bagaimana dengan getaran serta kekuatan rangka? belum lagi kemampuan shock, pengereman , dll. Kalau ingin awet jelasnya semua sektor harus saling mendukung.

Bisa sih diakali agar tenaga ga sebanding dengan peningkatan kapasitas yang hampir 2 X atau 3 X lipatnya misalnya dengan menurunkan kompresi , dll tapi apa ga mubazir mesin gedhe tenaga Letoy…

Tapi entahlah SF sendiri bukan ahli mesin jadi mungkin saja Mekaniknya sudah punya cara untuk bikin mesin tahan lama … ada yang punya pengalaman atau pemikiran soal modif ekstreem yang satu ini? monggo di share…

NB: thanks sekali lagi buat Pak Tarno yang 2 kali ini komennya jadi sumber inspirasi ๐Ÿ™‚

 

image

Kepuasan modif menurut SF didapat dari hasil garapan sendiri, bukan beli jadi hasil modif / karya orang lain. Meski toh pengerjaan modifnya dilakukan dan dapat masukan dari rumah modif, afdolnya owner sendiri yang menentukan arah modifnya. Sehubungan dengan artikel kemaren mengenai scorpio modif yang dijual 120 jt. Ga ada salahnya jika kita-berandai-andai… jika bangun motor retro /cafe racer seharga itu, basis motor apa yang anda pakai?
Motor classic = mesin classic? Kalau nekad pakai basis motor lawas tentu budgetnya berkurang, kecuali motor lawas berbasis moge loh ya. Contohnya banyak bersliweran dijalanan, kebanyakan yang SF temui berbasis CB. Ga enaknya tentu perawatan mesin lebih menguras tenaga dan biaya… ujung-ujungnya jeroan CB malah diganti GL atau Tiger :mrgreen:

So pilihan mending pakai basis motor modern sekalian, semisal : Tiger (eh tiger masuk kategori modern ga ya :mrgreen: ), Scorpio,Thunder, dll. Tentunya seperti vixion yang berangka deltabox kurang cocok, susah bikin match dengan tema retro ๐Ÿ™‚ kecuali saking kreatifnya hingga bikin vixion serasa retro :mrgreen:
Tapi ada 2 basis mesin yang SF demen jika bangun motor retro. Basis motor apa itu? Ninja 250 dan Inazuma 250 ! ๐Ÿ™‚ย  alasannya simple, mesin multi silinder! Jadi model cafe racer/ retro yang disasar bukan lagi kelas capung tapi retro moge.
Nah bodypart yang ga kepakai bisa dijual lagi buat nambah biaya modip ๐Ÿ™‚

image

Berandai-andai saja kok.. kenapa harus nanggung ๐Ÿ˜† toh kalau beneran ada duit segitu ga bakal dilakukan

image

Bagi yang tau mesin tentu sudah sangat paham soal upgrade kapasitas mesin motor. Namun masih sering juga SF mendengar soal ini saat berbincang ringan dengan pengguna motor lain. Nah suatu ketika SF berbincang pada rekan pengguna motor sport yamaha mengenai kemunculan honda teralis yang bakal menggunakan basis mesin honda cbr 150. Nampaknya rekan SF ini teringat pada trio GL pada jamannya yakni GL max, GL pro dan GL200 alias tiger. “Kalau gitu kan gampang tinggal bore up saja honda teralis terus ganti bodi agak kekar biar kelasnya naik jadi pengganti honda tiger… wiettsss tunggu dullluuu… ๐Ÿ™‚ ga semudah itu upgrade kapasitas mesin untuk keperluan produksi masal. Tentu banyak hal yang harus diperhitungkan ulang… sistem transmisi, ukuran klep in-out, penyesuaian krukass, ukuran karbu/injeksi, ukuran filter,dudukan mesin,sampai piranti keamanan semisal kaki-kaki dan roda. Sekedar share pengalaman menunggang GL max 125cc. Karena saat itu masih SMA/kuliah semester awal dana jelas mepet, seluk beluk permotoran juga masih minim tapi pengennya performa motor jadi beringas. image

Trus diiming-iming bengkel boreup jadi mendekati GL pro. Manuttt! Begitu selesai boreup tarikan beringas.. tapi nafas pendek. Ternyata karbu minta digedhein… wadewww… nyari deh karbu imitasi gL Pro. Selanjutnya berantai jadi ubah profil cam dan ganti knalpot aftermarket. Lah kok kecepatan ga jauh sama GL max dulu ya…? Selanjutnya terpaksa juga kecilin gir belakang. Abis gitu motor buat turing Surabaya – Jogja boncengan full speed. Kira-kira 3 bulan kemudian motor rontokkkkk!!!! :mrgreen:
Bisa dibayangkan kalau motor produksi masal boreup tanpa perhitungan matang. Ketahanan mesin, fuel efficiency, serta safety dipertaruhkan! So … enaknya new tiger nanti pake mesin apa ya? Scorpio juga kalau ikutan naik kelas mau pake yang mana? Saran sih ambil saja basis mesin yang sudah ada dipasaran intenasional ๐Ÿ˜€ image

image

Modif ini pernah jadi tren beberapa tahun lalu. Tangki kecoak! Alias di lubangi bagian tengahnya :mrgreen: manfaatnya apa? Dalihnya sih mengurangi bobot agar lebih kencang larinya. Biasanya dipadukan dengan ban tipis. Nah ga disangka modif ini ane temukan lagi saat di bengkel. Iseng berbincang dengan montirnya (pemilik motornya kebetulan lagi ga ada), “kok ga sayang yo mas tangkine dicoak”. Jawabnya ” kata ownernyaย  akibat tangki keropos dan menyebar luas, makanya sekalian modif gini mas ” weleh-weleh kapasitas tangkinya jelas berkurang drastis to , itu dari segi fungsionalitas. Kalo dari segi estetika gimana? Kalo menurut SF sih motor jadi terlihat aneh, motornya malah terlihat kurang gizi ๐Ÿ˜† . Tapi kalo ownernya merasa PD sih monggo terserah, wong selera orang beda-beda kok ๐Ÿ™‚

image
image

image

Sebelumnya pernah SF bahas soal penyakit honda tiger, sekarang saya bahas penyakit motor laki honda GL-series mulai CB sampai tiger skalian share pengalaman . Kelemahannya ada di pengunci gir belakang model klem/kancingan. Saat dulu SF mengendarai Honda GL max selama 5 tahunan, pernah mengalami kejadian tak mengenakkan, yang pertama gir lepas saat turing ke trenggalek penyebabnya alur kancing gir terkikis sehingga kancingan gir terlepas, masih untung dekat bengkel kecil yang bisa mensiasati dengan cara memperdalam alur kancingan gir dan mengganti kancingan yang lebih kecil ( kalo ga salah milik cb atau gl 100). Pas disurabaya boss gir tepaksa ane las diral, dan dibuatkan alur kancingan baru. Tapi setahun kemudian kejadian ga mengenakkan terjadi lagi. Parahnya kali ini SF hampir dihajar motor dari belakang. Saat melaju dikecepatan 60 kpj an tiba-tiba gir lepas kembali, nah apesnya rantai langsung terjepit diantara arm dan gir, roda langsung terkunci. Bahkan as roda sebelah kiri sampai lepas dari arm. Pas dibelakang ane ada sebuah motor yang ikut ngerem mendadak sampai selip-selip, hampir ane ditabraknya.
Kejadian lain dialami oleh tiger ane, waktu balik turing Jogja -Surabaya. Gejala gir goyang ane rasa saat di tulungagung (lewat jalur selatan), karena takut terjadi hal yang tak diinginkan, boncengerku terpaksa pindah nebeng rekan lain. Sampai di Surabaya segera mampir bengkel deket rumah, dan kondisi saat itu alur kancingan gir hanya tersisa kurang dari 1 mm dari bibir boss roda. ๐Ÿ™ Karena takut terulang kejadian pada GL ane, velg terpaksa ganti total. Lumayan sekalian buat alasan ke bini ganti velg dan ban lebar 17″ ๐Ÿ˜† Sekarang jadi agak trauma dan lebih rajin periksa gir belakang. Kalau sedikit saja goyang, segera ane ganti karet bossnya. Honda wajib memperbaiki kelemahan ini pada motor sportnya. Kalo motor sport barunya honda apa masih pakai model kancingan gini ya(NMP dan CBR) ?

Salah satu kelemahan GL series mulai dari generasi lama sampai sekarang (mulai GL Max sampai honda tiger) adalah Bos belakang/ dudukan gir belakang yang gampang slek. Karena Gir ini hanya ditahan oleh sebuah pengunci yang diselipkan pada alur di bos roda belakang. Sebenernya kalau perawatannya rutin dipastikan ga timbul masalah. Tapi jika pemiliknya lalai memperhatikan kondisi karet bos, dipastikan gir belakang akan goyang dan lama-lama akan mengikis dinding alur pengunci gir. Akibatnya fatal Gir bisa lepas dan rantai bisa saja putus atau terjepit. Kejadian ini pernah ane alami ย saat SMA solo turing pake GL MAX boncengan dengan sepupu ke Trenggalek.

Perhatikan selalu kondisi gir belakang, kalau goyang segera ganti karet bos girnya

Gir belakang lepas karena kancingan/ pengunci ย gir copot dari alurnya. Gara-garanya sebelum berangkat baru ketahuan kalau girnya oblagh dan terpaksa diganjel sementara pake ring pegas. Eh ternyata malah fatal, gir jadi makin terdorong keluar dan merusak alur pungunci gir. Saat balik ke Surabaya terpaksa alur pengunci Gir diperdalam dan pengunci gir ganti milik GL100 (atau CB 100 ya, lupa nih pokoknya lebih kecil dari punya GL MAX). Tapi ini Cuma solusi sementara loh ya. Sesampai di Surabaya langsung bongkar total untuk dilas diral dan dibikin alur baru yang presisi.

kelemahan GL series