Inazuma stop jual di Indonesia, gimana nasib suzuki kedepannya?

Inazuma bukan produk pertama yang di matikan Suzuki Indonesia… sebelumnya ada thunder 250 dan FXR yang bernasib sama… 3 produk impor yang dinilai gagal dalam penjualan lantas diskontinyu. 

Namanya perusahaan ya mesti itung-itungan untung rugi… kalau jelas membebani perusahaan terus menerus ngapain diteruskan…. Namun keputusan untuk menghentikan penjualan inazuma bukannya tanpa konsekwensi… kepercayaan loyalis suzuki akan berkurang, terutama pengguna produk impornya … 

Sepertinya kondisi Suzuki motor saat ini cukup mengkhawatirkan….coba cek fakta berikut :

1. Produk import yang ternyata kurang diterima pasar. Dikuatirkan loyalis suzuki trauma dengan produk impornya suzuki…

2.Kekuatan produksi lokal yang ga sekuat Honda dan Yamaha. Mereka dah mampu bikin sport 2 silinder loh…
3. Andalan produk utama hanya bertumpu pada 1 produk (satria FU). Sedangkan kompetitor juga punya produk di kelas yang sama.


Harapan kedepan suzuki ada pada Sport 150. Untuk merangsek pasar tentunya kudu ada yang ditonjolkan… performa kudu diatas yang lain… ini bukanlah FXR yg dulu kurang berjaya! Itu berita baiknya… berita buruknya…?  gimana kalau kompetitor yang lebih kuat permodalannya… memuruskan upgrade sport 150? Yamaha dah ambil ancang ancang … honda yang lebih responsif mengcounter attack juga jangan diremehkan… 
Ga kebayang betapa puyengnya petinggi suzuki saat ini.

Mesin yang keterlaluan untuk sebuah bebek, kenapa ga dibenamkan ke motor sport?

Ga salah lagi SF membicarakan suzuki FU150.. motor ini bertenaga 18hp lebih, top speed diatas140 kpj. Keterlaluan untuk sebuah bebek yang kodratnya melekat sebagai kendaraan fungsional sehari hari 🙂 (yang sekarang dah direbut skutik) 🙂

image
Wuuuzzzzz......

Continue reading “Mesin yang keterlaluan untuk sebuah bebek, kenapa ga dibenamkan ke motor sport?”

Orientasi knalpot mobil dan motor kok beda ya….

Salah satu hobi akut SF adalah motor… sensasi bermotor ada pada saat anda berkendara… hembusan angin,saat melibas tikungan serta deru mesin dan suara motor yang menimbulkan kenikmatan 🙂 . Soal suara, SF cenderung pilih-pilih…. maunya terdengar di telinga tanpa mencemari lingkungan dengan suara yang dihasilkan…. ga berisik… tercatat ada beberapa knalpot yang pernah SF pakai… tiger sendiri sempat 4 kali memakai knalpot berbeda, sama dengan Ninja 250 milik SF….

image

Continue reading “Orientasi knalpot mobil dan motor kok beda ya….”

Karakter knalpot mempengaruhi riding style

Sudah beberapa bulan ini SF memakai knalpot racing sistem sekat yang suaranya adem banget diteliga. Karena pengen sensasi lain, SF kembali memasang knalpot freeflow berDB killer replika GSX. Suaranya knalpot freeflow ini tergolong sopan suaranya dibanding aftermarket buat ninja 250 lainnya , lah sistem DB killernya sendiri dibikin paten dengan lubang keluar tergolong kecil. Tapi tetap saja suaranya lebih ngebas dibanding knalpot aftermarket bersekat milik SF. Kontan saja saat lewat perkampungan SF mempunyai rasa sungkan untuk membetot gas lebih dalam.
Sangat beda ketika memakai knalpot racing bersekat, gas mendadak untuk nyalip angkot “ngeyel” ga perlu dipikirkan 2 kali. Begitu betot gas suara knalpot dan mesin masih terdengar melengking rapat namun tak berisik.

image

Knalpot freeflow replika GSX milik SF menawarkan performa RPM tinggi lebih mantab dibanding knalpot aftermarket bersekat. Namun malah kenikmatan knalpot replika GSX ini SF dapat pada putaran rendah… suara gas begitu bulat dan suara twin berpadu menciptakan sensasi mengendara moge.
Justru saat memakai knalpot aftermarket bersekat SF malah cenderung memacu motor dengan kecepatan lebih tinggi, padahal karakter knalpot ini powerfull di putaran bawah. Suara lengkingan RPM atas terdengar lebih rapat dan melengking bercampur dengan suara nging pada mesin ninja betul betul menawarkan sensasi lain.

image

Kecepatan 80kpj adalah kecepatan paling pas menikmati berkendara, suara mesin tak terdengar ngoyo. Suara knalpot juga masih belum teriak betul… bahkan anehnya pada kecepatan 80kpj di gigi 6,  suara knalpot malah jadi lebih adem jika putaran gas dipertahankan. Orientasi utama SF memilih knalpot buat N250 adalah Suaranya…. performa ga penting.

Namun selera orang berbeda , sering saya dengar pengguna knalpot berisik malah dengan PD sruntulan, nyundul-nyundul ga peduli raungan knalpotnya mengganggu sekitar. Nah kalau ini jelasnya berorientasi power… suara ga penting asal motor lari.

Pengen tau suara berbagai knalpot custom Ninja 250 yang pernah SF abadikan? Monggo klik link berikut ini
https://smartf41z.com/2014/04/06/inilah-beberapa-knalpot-custom-ninja-250-yang-pernah-sf-jajal/

Suzuki Ga niat balik ke motoGP, Dorna : mending ga usah!

Begitulah respon Dorna-penyelenggara Motogp- terhadap niat balik suzuki di motoGP 2012. Pabrikan Jepang tersebut dikabarkan ingin mencoba kemampuannya di MotoGP 2014, jika memang ga bisa tampil kompetitif di musim tersebut, maka berhenti mengikuti gelaran selanjutnya. Pantes saja Dorna ga menyetujui niat balik suzuki , seharusnya batas minimal keikutsertaan di moto GP adalah 3 tahun. Suzuki sendiri gamang ikut full 3 tahun karena keadaan perekonomian yang belum stabil.  (sumber:otomotifnet.com) Waduh bakal tetep gitu-gitu saja persaingan di motogp…

Padahal menurut bocoran cycleworld suzuki sudah mempersiapkan motor prototype yang ditengarai bermesin inline four layaknya M1, piranti standar yang dipake di motogp juga terpasang seperti kaliper brembo, carbon discs, suspensi Öhlins, plus bodi carbon-fiber.

Coba kalau produknya di Indonesia laris manis bisa tetep ikutan motogp disokong suzuki Indonesia :mrgreen:

Modifikasi Motor Meniru Merk Lain, Sah-sah Saja Asalkan….

Sebenernya sih sah-sah aja modif oleh empunya motor bagaimanapun alirannya. Tapi rasanya kurang sreg aja kalo modif motor dengan model yang mencomot bahkan copas  motor lain yang lebih premium apalagi beda merk. Kliatannya memaksa dan menunjukkan keinginan yang ga kesampaian. Menurut smartf41z harusnya ada kebanggaan bagi biker yang bisa beli motor apapun merknya. toh itu dari hasil keringat sendiri. Bayangin deh kalo umpama ada motor batangan yang modif pake fairing CBR 250 atau Ninja KRR/250, trus begitu di lampu merah ketemu CBR 250 atau Ninja beneran kan jadi tengsin juga. Kalo modif ringan mah liat fungsinya aja -seperti tiger ane ganti shocknya TVS karena reboundnya bagus, tapi secara keseluruhan motor ane ga kliatan seperti TVS kan? trus kampas rem kadang pake punya suzuki dan yamaha tapi apa bisa motor ane dikira suzuki ato yamaha. Saat gelaran PRJ kali ini dealer TVS yang mengalami krisis identitas dimana Apache di modif meniru Suzuki GSX kan maksa jadinya, apalagi motor ini dijadikan ikon di stand TVS.

Nah kalo modif frontal termasuk kosmetik, sekalian aja yang bikin beda dari yang ada.

But it’s just my humble opinion, dont take it soo seriously

– Proud for the bike you’re ride on –