handling

All posts tagged handling


SF pengguna tiger lama dari 2005 hingga sekarang… namun untuk keseharian 2tahun belakangan tugas tiger digantikan Nmax. Keduanya pernah SF gunakan untuk turing. Bagaimana komparasinya… monggo simak saja…

-Performa : jelas tiger lebih dapat diandalkan… asalkan mesin sehat terawat akselerasi dan speed cukup mumpungi kok… bahkan untuk bawa beban berat (boncengan+barang full loaded) tiger masih mampu dipacu 120kpj. Nmax dengan kondisi yang sama di kondisi yang sama 100 kpj lambat naiknya

-Konsumsi bahan bakar : Nmax bisa 10km/liter lebih irit. Tapi tiger minum premium saja cukup, Nmax setidaknya butuh pertalite/pertamax

-Kenyamanan : sebagai pengendara, jika jalanan mulus Nmax posisi duduknya lebih nyaman dan ga cepat pegal, sedangkan tiger posisinya lebih sporty. Untuk jalanan ga rata shock tiger yang lebih empuk, GC lebih tinggi dan ban yang diameternya lebih lebar dibanding Nmax jelas lebih nyaman. Sebagai boncenger : jelas dibonceng tiger jauh lebih nyaman kemana mana…. BundaSF pernah SF bonceng turing Surabaya Jogja, sampai ketiduran segala… kalau dibonceng Nmax? Sejam aja dah pegel…  :mrgreen: 

Handling : tiger lebih stabil dikecepatan tinggi, Nmax handlingnya lebih ringan jadi lebih mudah terpengaruhi kontur jalan. Kalau dibawa nyantai Nmax lebih nyaman handlingnya… 

Safety : Nmax grip bannya mantab, remnya juga sangat pakem… tiger kudu ngaku kalah masalah ini. Untung rem tiger yang ngeblong bagian belakangnya bisa disiasati dengan engine brake. GC Nmax lebih rendah, diameter ban juga lebih kecil.  ini masalah utama Nmax jadinya kurang PD kalau ketemu jalanan ancur….Tiger lebih PD melibas segala kondisi

Akomodasi : tiger ga punya tempat penyimpanan barang, sedangkan Nmax punya bagasi jumbo dibawah jok! Dek depan Nmax juga masih bisa buat naruh barang.

Lain-lain : turing pakai tiger rasanya lebih PD… anteng dikecepatan tinggi, ketemu jalan rusak seringkali tidak masalah diterobos. Kalau nyetir Nmax , pengemudi kudu lebih extra waspada… ga bisa dibuat grusa grusu… kalau ngerti selahnya dan ga kesusu apalagi jalan mulus kaya diluaran…. sepertinya Nmax lebih nyaman. Tapi tau sendiri lah kondisi jalan di indonesia…. 

Jadi untuk turing SF lebih prefer mana?

1. Turing santai SF lebih milih Nmax… lebih bisa menikmati riding

2. Turing jarak jauh, tiger terbukti lebih bisa diandalkan di segala situasi… baik bagi pengendara maupun boncenger.

Kedua motor tersebut kemampuan turingnya bisa ditingkatkan.

Nmax misalnya : tebelin busa jok agar lebih nyaman terutama buat boncenger, shock belakang yang super super atosss juga WAJIBBBB diganti ๐Ÿ˜†

Untuk tiger lama : Upgrade rem cakram belakang, ban lebar , dan pasang box belakang agar barang bawaan ga bikin lelah pengendara. 

Gimana kalau keduanya dibandingkan dengan Ninja ? 

๐Ÿ˜† kira2 sendiri aja dah…. 

Liburan kmaren SF ada agenda trip mancing ke karawang. Tapi karena pesertanya banyak jadi terpaksa SF ngalah bermotor, mobilnya ga cukup… pake ertiga sayang melewati jalanan offroad beberapa km :mrgreen:

SF selalu penasaran gimana rasanya skutik buat turing … Nmax jadi pilihan untuk turing boncengan dengan seorang rekan biker. 

139,4kmMeski hanya turing pendek 70km, cukup untuk mengetahui karakter Nmax untuk turing. Rute turing kali ini berangkat dari harapan indah bekasi menuju ke pantai tanjung pakis , karawang. Jarak 70km , kondisi malam hari, boncengan dan barang bawaan penuh(tas penuh alat2 pancing 2 buah, tas joran, dan ikan hasil tangkapan plus es batu 10kgan saat pulangnya). Ini kesan positif dan negatif Nmax untuk turing full loaded…

1. Posisi pengendara cukup nyaman… berkendara 2 jam lebih tengah malam  ga ada rasa pegal yang berarti! 

2. Lain halnya dengan boncenger… saat balik pulang, SF yang awalnya nyetir karena masih sore… setelah maghriban SF terpaksa menyerah… kalah menghadapi sinar lampu dari arah berlawanan, maklum SF rider berkacamata. Silaunya ga tahan… Saat itu balik agak sorean jadi jalanan masih ramai. hanya 1 jam dibonceng, tapi pantat bagian belakang sudah panas dan mati rasa… posisi footstep juga kurang nyaman . Terlalu tinggi dan terlalu maju posisinya. Sepertinya sektor jok perlu dimodif biar nyaman.

3. Performa Nmax untuk turing cukup mumpungi…. mesin 155cc terasa responsif untuk menyalip. Meski buat boncengan, dan beban penuh. Bukan hal susah menyentuh 100kpj. Sangat mungkin bisa lebih jika saja mental SF ga ciut…. maklum jalan pedesaan. Performa rem dan grip ban top markotop susah disaingi motor lain. Beberapa kali SF ngerem mendadak karena lubang jalanan, dan ga ada gejala selip atau handling goyang. Ini kelebihan telak yang dimiliki Nmax. 

4.  Cukup disayangkan ukuran roda 13 inchi.. jadinya sensitif terhadap lubang jalanan. Jadinya pengendara kudu lebih waspada
5. Untung Shock Nmax telah SF modif pernya dengan punya shogun (baca ulasan lengkap disini ). luar biasa efeknya… goncangan jalan sempurna diredam shock. Sayang SF ga pernah jajal shock ori buat turing boncengan. Jadi ga bisa bandingkan. 

6. Shock modifan yang empuk jadi masalah saat melahap jalan rusak… beneran jalan rusak bejad ๐Ÿ˜† lah wong rekan SF pake kia Sportage saja sampai gasruk saat lewat jalan rusak. 3 km memasuki area pantai Pakis karawang kondisi jalan memang parah… jalanan didominasi tanah bercampur batu dengan kontur ga rata. Kalau jalanan mulus bisa dikatakan Nmax rajanya karena nyamannya, handing dan performa mumpungi. Kalau jalanan rusak Nmax jadi Cemen! Susah ngikuti motor lain. Beberapa kali Nmax gasruk tanah bergelombang. Pergantian per empuk plus beban berat bikin ketinggian motor berkurang. 

Gara gara jalan becek dan rusak ini pula, 2 kali SF hampir jatuh karena ban masuk tanah becek berlumpur, sama sekali ga ada grip pada ban depan maupun belakang… terpaksa SF dan boncenger beberapa kali menjejakkan kaki untuk menjaga keseimbangan dan sekaligus mendorong motor. Nmax adalah motor priyayi … ga cocok becek becekan main lumpur.

7.  Lampu utama cukup terang. Jangkauan lampu jauhnya juga luar biasa… terang dan mumpungi. Tapi itu pas cuaca cerah , mungkin agak berbeda jika saat itu hujan turun. Lampu utama led berwarna putih konon lebih susah nembus hujan.

8. Ruang dek depan sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menaruh barang bawaan, sayang ga ada cantolan barang dibagian ini. SF pasang sendiri dah… (baca disini ) ikan hasil mancing plus es batu sekitar 10kgan bisa SF taruh disini dengan posisi bertumpu diatas dek/tangki bensin. Cantolan barang berfungsi untuk menjaga barang bawaan agar tidak jatuh

Sengaja SF bikin resiprokal antara kelebihan dan kelemahan Nmax, agar pembaca memahami tiap motor diciptakan sesuai  habitatnya, enak diaspal belum tentu enak di jalan rusak. modifikasi pun ada konsekwensi positif dan negatifnya… 

Jadi kesimpulannya bagaimana? 

Nmax sudah cukup nyaman untuk turing, namun perlu sedikit ubahan agar makin menambah kenyamanan boncenger… penebalan busa jok dan penggantian shock lebih empuk jelas signifikan menambah kenyamanan. Dan yang paling utama : motor matic diameter rodanya kecil, jelas ga sestabil dibanding motor sport. Konsekwensinya pengendara motor matic harus super waspada terhadap kondisi permukaan jalan…

Bagaimana kesan rekan SF pengguna scoopy yang baru kali ini nyobain Nmax buat turing, bagaimana pula konsumsi bensin untuk turing beban berat?… arrikel terpisah ya… 

 

 

Nmax mempunyai handling yang sangat bagus… dalam kondisi standar dulu pernah manasin R15 ditikungan flyover pulo gebang. Pernah juga SF gasrukkan dek bawah keaspal saking terlalu asiknya rebahan. Ini ridernya PSK loh (Pria diatas Seratus Kilo ) :mrgreen:


Semenjak ganti shock empuk SF mikir-mikir lagi berbuat khilaf seperti itu.. terakhir SF jajal di tikungan panjang  flyover ngurah rai (kearah walikota jaktim) SF paksa Nmax nikung kecepatan 90kpj . Ternyata manuver Nmax menjadi liar… bodi belakang goyang inul mengayun mentul mentul karena jalan yang sedikit bumpy pas sambungan jembatan. Sempat SF rasakan juga ban belakang sedikit bergeser… segera SF counter dan mengurangi kecepatan sambil dag dig dug… dulu pake orinya ga kaya gini padahal…. kapok dahhh… he3…. jalan nyantai saja menikmati nyamannya shok belakang modifan per shogun yang empuk mentul-mentul. 

Rekan kerja SF ini dulunya termasuk alay … saat muda dia ndableg punya Ninja 150 dan RX King yang dimodif ringan disektor performa plus ban cacing :mrgreen: … setelah jatuh agak parah sekarang katanya sudah insaf, malah ganti haluan ke vespa… ๐Ÿ™‚ .
saat mengetahui SF punya Ninja 250 dia berkali-kali mengutarakan niatnya kepengen jajal Ninja 250.
Nah Kamis siang kemaren baru keturutan ๐Ÿ™‚

Bagaimana kesannya setelah jajal Ninja 250 di seputaran kalibata…? Continue Reading

Kebetulan ada pengunjung ninja yang berkonsultasi pada SF ingin mengaplikasikan stabilizer setang pada tunggangannya. Jawaban SF sih mubazir karena stabilizer setang akan menambah berat pengendalian….
Pernah ngobrol dengan seorang teman, ridak semua tim road race memakainya. Karena ada yang menganggap bikin kurang responsif….

image

Continue Reading

image

Ilustrasi

Kondisi agak ramai sore itu karena ada perbaikan jalan… namun selepas itu jalan nampak kosong. Pantas menggoda beberapa pengemudi motor membetot gas lebih dalam. SF yang nunggang tiger saat itu mendengar raungan knalpot bersuara pecah dari belakang melaju dengan kencang, hampir bersamaan terdengar raungan motor 2 silinder. Selepas satria FUย  menyalip tiger butut SF, terlihat Ninja 250 berusaha mengejarnya…Sepertinya si Ninja ga terima satria FU dengan suara lebih menggelegar menyalipnya….

Continue Reading

Beberapa bulan terakhir pasca operasi fistula, motor yang paling sering SF pakai kerja adalah Suzuki Spin tahun 2007 yang kilometernya baru menginjak 25.000 km. kebetulan kemaren SF berkesempatan jajal Vario techno 125 non CBS dengan jarak yang cukup lumayan (35 km-an) dengan rute bervariasi mulai jalan lenggang maupun macet. Sebelum di komparasi perlu diketahui Spin milik bundafaiz ini daleman CVT yakni kopling set dan rumah kopling sudah menggunakan milik Suzuki hayate
image

Berikut SF share mengenai perbandingan dua motor ini :
1. Performa
Akselerasi lebih spontan Spin namun setelah kecepatan 60 kpj keatas terasa Vario techno lebih bertenaga, seperti kata blogger lainnya akselerasi halus namun linear. Pada kecepatan 80 kpj spin coba disentak terasa putaran mesin enggan nambah. Beda pada vario yang masih terasa sentakannya. Pada kecepatan 80kpj mesin spin terdengar lebih teriak dibanding Vario. Sedangkan vario sendiri sangat enteng dan halus di kecepatan konstan 80 kpj (sungkan mau nambah speednya motor baru inreyen 300 kman :mrgreen: ). Soal top speed belum pernah dijajal untuk varioโ€ฆ untuk spin bisa meraih 110 kpj namun dengan jarak yang sangat…sangat… panjang terutama dari 100 kpj ke 110 kpj kondisi memakai windshield tinggi dan bobot rider 90 kg, sepertinya dari pengakuan para penggunanya maupun dari hasil tes tabloid roda dua Vario lebih handal untuk kecepatan puncak.
2. Handling
Seat height spin yang rendah serta bobotnya yang lebih enteng jelas mengalahkan Vartech 125 di segi kestabilan saat di kecepatan rendah, apalagi di kemacetan parah. Dimensi spin yang hampir setara beat dan mio nampaknya mengalahkan telak vario 125. Namun di jalan lapang dan kecepatan tinggi Vario top markotob, suspensi lebih mantab ga mantul-mantul dibuat melibat kontur ga rata. Ga seperti spin yang ga bisa anteng melibas jalanan bumpy
3. Pengereman
Vario 125 telak mengalahkan spin. Meski rem belakang spin milik bundafaiz sudah diganti kampas rem RX king, tetap saja ga bisa mengalahkan Vario
4. Fitur
Lewati sajahhh ….motor beda kasta ๐Ÿ˜†
5. Fungsionalitas
Vario 125 memiliki bagasi helm in dan tangki bensin ekstra, spin punya dek depan lebih lega, namun tangki bensin mungil spin bikin males sering antri di pom bensin
image

6. Konsumsi Bahan Bakar
Menurut pengakuan ownernya Vario 125 bisa 1:40 dalam kondisi boncengan (memakai pertamax/shell super), sedangkan spin bisa 1:35-40 kondisi tanpa boncenger (memakai premium), untuk berboncengan bisa 1:30an
7. Kenyamanan
Untuk santai lebih nyaman spin, jok juga lebih empuk namun untuk jalan jauh spin bikin pegel. Penempatan saklar klakson Vario 125 sangat ga lazim dan anehh pollโ€ฆ kebalik antara saklar sein dan klakson jadi sering ketuker mencetnya. Ada satu penyakit spin yang ga ada di Vario 125โ€ฆ CVT spin kasar dan bergetar terutama dalam kondisi berhenti mau jalan ataupun kondisi jalanan merayap. Padahal semua jeroan tergolong baru.
image

Meskipun berkubikasi sama 125cc, 2 motor diatas beda generasi dan beda kasta ini impresinya bertolak belakang. Spin adalah skutik entry level desainnya mungil hampir serupa mio dan beat, masih menggunakan karburator. Berbeda dengan Vario 125 yang diperuntukkan untuk kelas diatasnya, bertehnologi terkini , injeksi dan dimensinya yang bongsor . Untuk yang bertinggi badan pas-pasan (apalagi cewek) ga disarankan apalagi jika rutenya penuh macet.

Ga banyak bicara langsung saja ane sebarin racun ini… ga kuat rasanya menyimpan sendiri :mrgreen:

image

Berikut pengalaman seorang pengunjung blog (bro Dimaz) yang beruntung telah berhasil meminang baby B-king :

“Malam ini saya baru coba keliling komplek pake motor baru. Baru sebatas komplek karena memang STNK dan plat nomer belum kluar (katanya sih baru diurus November ini karena harus nunggu form2 dari pihak Indomobil).. kluarin dari kandang dengan sdikit susah payah, ga heran berat motornya aja 180kg an.. uda selese dikluarin, tutup pintu pagar, putar kunci kontak, langsung greng! Gas2 dikit trus jalan deh.. suara mesinnya khas banget mesin moge Suzuki yang serak2 gimana gitu (imho).. cuma yang satu ini bersuara stereo karena knalpot ada di dua sisi motor..

pas nyampe jalan lurus langsung putar tuas gas.. enteng banget nih tuas gasnya bro… torsinya ajib, tapi saya rasa ga seagresif motor sport pada umumnya (imho).. pas jalan pelan, saya coba sedikit manuver slalom.. motor ini “malas” untuk gerak alias stabil pisan, enak buat jalan jauh, tapi kalau untuk macet2an memang dibutuhkan adaptasi dan kaki yang kuat.. saya coba jalan di jalanan conblock yang ga rata pun ni motor masi stabil.. getaran mesin hampir tidak berasa di tangan maupun kaki.. halussss…

posisi berkendara, buat saya, agak membungkuk.. ga tau deh klo buat yang lain (wajar tinggi orang beda2).. tapi saya rasa masih dalam area nyaman karena tidak sebungkuk kompatriot 250cc yang lain.. direkomendasi lah untuk yang mencari kenikmatan naik motor 250cc tanpa harus nungging.. stang bersudut lumayan lebar juga jadi salah satu poin plus untuk kenyamanan berkendara.. joknya juga nyaman baik untuk pengendara dan juga pembonceng.. instrumen (speedometer dan kawan2nya) juga mudah dibaca.. joss lah pokoke ini motor..

Kesimpulan tiap orang beda2, jadi silahken disimpulkan sendiri2.. kalau buat saya pribadi sih ini benar2 motor yang cocok buat saya, baik dari segi fisik/penampilan dan performa.. dari segi fungsionalitas belum bisa disimpulkan karena belum dipake untuk kerja sehari-hari, tapi semoga aja saya ga salah pilih motor.. saran saya buat yang sudah nginden motor ini: perkuatlah tangan dan kaki anda sekarang juga… heheh.. bukan apa2, ini motor guede n buerat bro.. saya aja ngeden buat ngegeser ini motor.. FYI, tinggi/berat saya 185/100kg dan selama 7 tahun ini saya berkendara pake MegaPro 2005..”

Thx untuk bro Dimaz yang bersedia share pengalamannya menunggangi inazuma (share dari Bro Dimaz ini ada di artikel terdahulu)