Pabrik GM Bekasi Tutup Pemilik Chevrolet Spin Meradang… Tenang saja bro…. Dealernya masih beroperasi kok

Peningpale…. itu reaksi awal rekan kerja SF pemilik spin saat mengetahui kabar pabrik GM di Indonesia bakal ditutup. Meskipun GM bakal tetap memasarkan brand chevrolet si Negeri ini, namun penutupan pabrik GM disinyalir akan mempengaruhi penjualan chevy spin, ga mustahil spin jadi mobil makin langka di Indonesia. Kekhawatiran rekan SF : Langka berarti bakal susah cari parts dan assesori spin, harga parts bakal mahal (karena import)… meski ada harapan bahwa GM tetap melanjutkan kerjasama dengan vendor lokal untuk tetap mensupply parts spin…. paling tidak untuk jangka waktu 5 tahun masih aman lah perawatan mobil ini.
Setelah diskusi singkat dengan SF… dia  memutuskan mempertahankan mobilnya, karena selain belum lunas kalau dijual harga bakal drop… mending dipakai sampai cicilan lunas. Selepas itu jika mobil mulai manja minta jajan aneh-aneh ya terpaksa dilego dengan konsekwensi harga bakal jatuh…. endingnya rekan SF berfikir 2 kali meminang brand non Jepun sebagai pengganti mobilnya dikemudian hari.

image

Continue reading “Pabrik GM Bekasi Tutup Pemilik Chevrolet Spin Meradang… Tenang saja bro…. Dealernya masih beroperasi kok”

Iklan kontroversial bajaj sebuah blunder besar

image

Beberapa kali baca artikel soal iklan pulsar yang berani main keroyokan musuh bebek jadi tertarik untuk beropini juga. SF sebenernya sangat appreciate atas produk bajaj pulsar yang menang tehnologi dan harga yang terjangkau dibanding produk Jepun. Karena iklan ini saya pun langsung kehilangan respect (abaikan jika saya pernah kerja 3 tahun ikut pabrik milik orang India terkaya didunia, jadi sangat hafal bagaimana mereka menjalankan usahanya). Silahkan baca komen-komen pengunjung yang bahas soal iklan pulsar ini. Jauh lebih banyak yang antipati daripada yang bersimpati. Lihat fakta ini! Berapa persen pengguna bebek/ maticĀ  dibandingkan sport? Jauh lebih banyak bebek kan? Inilah blunder besar yang SF maksud! Bajaj tidak mempertimbangkan efek jangka panjang dengan mencederai potensial buyernya, yakni pemakai bebek yang mungkin suatu saat ingin beralih ke motor sport.
SF yang bukan pengguna bebek ikut merasa ga nyaman dengan iklan bajaj yang dulu juga sekarang. Ortu saya pake bebek, nyoba pake tiger yang beratnya cuma 125 kg (tiger lama) aja mengeluh terlalu berat dan capek apalagi pake produknya bajaj. Adik saya yang kegiatan operasionalnya sehari-hari cukup berat pengguna bebek juga, alangkah keputusan bijak karena sering bawa barang berat kemana-mana dan butuh motor irit. Mertua saya juga milih pake bebek buat pergi ngecek tambak. Alasan-alasan diatas adalah barrier to entry bagi motor sport di Indonesia. Sport ! Itu alasan pertama pulsar kurang laku di Indonesia, yang kedua merk Bajaj sendiri. Saya yakin banyak rider mengakui kalau Pulsar canggih, berperforma baik dan irit. Tapi banyak pula yang meragukan durabilitas pulsar serta ketersediaan sukucadang. SF kurang yakin kedepannya Bajaj bakal moncer penjualannya jika iklannya selalu Alay dan BC serta kondisi aftersales yang seperti sekarang.
Prinsip yang sungguh ga habis pikir, kenapa bajaj anti motor bebek dan matic? Padahal jelas produknya ga laku di Indonesia, sebulan jualan 3000 aja ga tercapai. Inilah salah satu bentuk kesombongan seorang Bajaj, begitu percaya diri produknya begitu superior dibanding pabrikan lain. Ingat motor adalah buatan manusia, sangat banyak ketidak sempurnaannya, daripada Black Campaign mending fokus ke perbaikan aftersalesnya!
SF sudah 15 tahun jadi pengendara motor, dari motor 70 cc sampe 1800 cc pernah ane jajal, dan cukup bisa menyimpulkan : motor apapun yang Lo pake bukan masalah asal nyaman dan ingat selalu untuk bersyukur atas karunia Allah karena masih diberi kesempatan riding hingga sekarang. Pilihlah motor sesuai kebutuhan.