Review Respiro Travelride Thermoline R1, lebih nyaman tapi sumuk

Perkenalan SF dengan respiro terjadi di Desember 2014. Saat itu SF beli jaket respiro windproof tipe Dr. Flow R1.3 . Jaket ini masih SF pakai hingga sekarang. Sayang resleting dah mulai problem. Bagian bawahnya sering lepas , jadi restleting beberapa kali terbuka dari bawah saat berkendara. Maklum dah lebih 4 tahun dipakai.

SF membeli lagi jaket respiro karena puas dengan produk sebelumnya. Kali ini tipe Travelride Thermoline R1. Berharap agar tipikalnya sama dengan milik SF sebelumnya. Setelah barang datang, ada rasa sedikit kecewa karena berbeda dengan ekspektasi SF. Terutama dengan bahan kain bagian dalamnya.

Continue reading “Review Respiro Travelride Thermoline R1, lebih nyaman tapi sumuk”

Gara-gara Parkiran ga jadi beli motor idaman

Parkiran SF dikantor baru ini memang lebih rapet. Penuh perjuangan untuk mengeluarkan motor yang tergolong besar (sport atau matic lebar). Ga jarang SF kudu menggeser pantat Ninja atau Nmax untuk meloloskan motor. Nampak aktivitas saya ini diperhatikan oleh rekan kerja (beda seksi). Suatu saat doi ngajak ngobrol SF soal motor. Dia mengungkapkan keinginannya beli Nmax menggantikan bebeknya yang mulai rewel. Tapi setelah melihat perjuangan SF mengeluarkan Nmax di parkiran jadi ga PD dianya. Padahal awalnya SF sangat merekomendasikan Nmax ke rekan SF ini. Tapi setelah mendengar kekhawatirannya dan kerepotannya nantinya, SF mundur merekomendasikan Nmax. Jadinya SF merekomendasikan matic ramping yang sesuai dengan postur rekan SF. 


Kondisi tempat parkir rutinpun jadi pertimbangan memilih motor harian… Ga salah memang… Motor harian harusnya jadi alat transport yang memudahkan aktivitas bukan malah bikin susah…  Makanya SF sih cuma mringis kalau ada yang berkeinginan punya motor harian yang dealernya beberapa biji di Indonesia, belum lagi ngomongin ketersediaan parts, harga parts, kemampuan mekanik umum untuk menangani masalah. Kalau buat motor hobi sih oke… Buat motor harian sepertinya kudu punya motor cadangan šŸ™‚

Header 4-1 Vs 4-2-1 Ternyata sudah ada yang membuktikan di dyno

wpid-20150503_214209.jpg

Masih terkait dengan artikel SF beberapa hari lalu soal penggantian header ertiga menjadi 4-2-1 (baca disini ) ternyata feeling SF yang merasakan tenaga lebih keluar di RPM bawah juga diamini oleh penghobi roda 4 yang tergabung pada forum pada www.modifikasi.com.

wpid-img_20150504_075617-1-picsay.jpg

bahkan ada juga user Lancer yang mengukur performa mobilnya pada mesin dyno… Berikut hasilnya :

header : 4-2-1 menghasilkan torsiĀ  154 lb/ft @ 4000 rpm dan power 127 hp @ 4000 rpm
sedangkan header : 4-1 menghasilkan torsi 115 lb/ft @ 5400 rpm dan power 138 hp @ 6800 rpm Continue reading “Header 4-1 Vs 4-2-1 Ternyata sudah ada yang membuktikan di dyno”

Pegawai dengan jarak tempuh terjauh… bikin trenyuh

Tumben-tumbenan kali ini tempat kerja SF membuat penghargaan dengan kriteria terbaru… pegawai terbaik sudah biasa ada, terdisiplin juga… nah kali ini dibuat kriteria baru…. pegawai dengan jarak tempuh terjauh.
Pemenang pernghargaan ini bikin trenyuh… masalahnya disabet oleh seorang karyawan honorer (bukan pegawai tetap) sebut saja pak Yanto.

image
Pak Yanto baju krem

Continue reading “Pegawai dengan jarak tempuh terjauh… bikin trenyuh”

Stabilizer setang, perlukah untuk motor harian

Kebetulan ada pengunjung ninja yang berkonsultasi pada SF ingin mengaplikasikan stabilizer setang pada tunggangannya. Jawaban SF sih mubazir karena stabilizer setang akan menambah berat pengendalian….
Pernah ngobrol dengan seorang teman, ridak semua tim road race memakainya. Karena ada yang menganggap bikin kurang responsif….

image

Continue reading “Stabilizer setang, perlukah untuk motor harian”

Review jaket motor Respiro DR FLOW R1.3

image

Kali ini SF berkesempatan review jaket motor yang baru SF beli… bukan jaket titipan untuk di review ya… jaket bayar dhewe nih… he3… jadi SF berusaha review se objektif mungkin… merk jaket ini respiro tipe DR flow R1.3 . Jaket ini dalam jajaran respiro masuk kategori jaket harian wind proof. Keunggulannya meski windproof konon jaket ini termasuk jaket dingin karena technologi air flownya…., dalam websitenya jaket ini  tahan air kategori ringan
Ok ini reviewnya Continue reading “Review jaket motor Respiro DR FLOW R1.3”

Bebek super untuk harian dikota besar? Ada pilihan yang lebih praktis

image

Kebetulan di parkiran kantor ngobrol dengan teman pengguna vario lawas ingin berganti motor. Doi merasa motornya agak boros, apalagi pas macet… males sering mampir ke pom bensin katanya… wah persis banget dengan alasan SF agak males pakai motor yang bikin sering mampir POM. Continue reading “Bebek super untuk harian dikota besar? Ada pilihan yang lebih praktis”

Ninja 250 mono motor yang bikin pegel, ngefek ke penjualan ga ya?

image

Jika kawasaki memang memposisikan Ninja 250rr mono sebagai pengganti Ninja 150 rr, maka motor ini akan sangat mungkin bakal dipakai harian oleh empunya… sama seperti Ninja 150RR yang hampir setiap hari SF lihat penampakannya.
Posisi menunduk Ninja 250 mono memang jadi nilai lebih saat dipakai di sirkuit… tapi jika dipakai di jalan raya untuk harian gimana?
Berikut SF kutip dari otomotifnet

Posisi duduk merunduk lantaran setang di bawah segitiga memang asyik di lintasan balap, jadi aerodinamis. Tapi di jalan raya yang padat merayap, riding setengah jam saja telapak dan pergelangan tangan sudah pegal. Setelah satu jam, bahu dan pinggang menyusul teriak minta istirahat, juga bokong karena jok tipis jadi panas, heheeeā€¦ Kalau kondisi jalan lancar sih enggak terlalu masalah.

image

Apakah langkah kawasaki sudah tepat menggantikan Ninja 150RR dengan Ninja 250 RR mono yang ergonominya lebih tiarap dan lebih berat sekitar 250 kg belum lagi konsumsi bensin mono yang bakal lebih tinggi . Yang SF maksud konsumsi Rupiah/km… secara RR ga masalah nenggak premium. Kuatirnya keputusan kawasaki tersebut malah mengebiri pangsa pasarnya sendiri… alih-alih menyasar pengguna harian namun yang beli hanya penghobi saja… IMHO. Monggo berbagi pendapatnya…

Klo pendapat SF:
Apapun motornya jika dah terbiasa ya jadi nyaman saja sih apalagi kalau motor cuma satu-satunya.  Tapi kalau dah pernah jajal berbagai jenis motor pada kondisi (rute) yang sama tentu bisa menilai motor apa yang lebih nyaman.
Monggo pilih motor dengan bijak menyesuaikan kebutuhan, rute harian dan tentunya kondisi kantong :mrgreen:

Perubahan modif berubah seiring usia, kondisi fisik dan rute

Jaman sekolah, kukiah sampai awal-awal kerja SF masih doyan modif street race… Cirinya shock dinaikkan trus pakai setang jepit enak banget buat ngebut dan selap-selip, tidak lupa pemasangan knalpot racing. Sedangkan area buritan pakai monoshock nungging. GL max dan tiger SF hampir sama alirannya saat itu. Bedanya GL max lebih ekstreem karena dah maen jeroan mesin dan memakai footstep underbone. Saat GL max dijual setang jepit berpindah ke honda tiger. Continue reading “Perubahan modif berubah seiring usia, kondisi fisik dan rute”