Sharing Pengalaman : motor gagal dimaling gara-gara jurus sederhana tanpa modal

image

Kejadian ini terjadi 2004 silam dan baru teringat hari ini. Engg..ing…engg…. gini critanya ๐Ÿ™‚
Karena Honda GL Max SF bermasalah, terpaksa pinjem motor Ortu Honda Karisma untuk kekampus. Saat itu sebenernya SF sudah lulus tinggal nunggu wisuda saja, eh kok ya ditawari ikutan proyek dosen, yahhh tak sikat sajah kesempatan ini. Begitu sampai tempat proyek segera melakukan ritual yang disyaratkan bokap (waktu pinjem motor sudah diwanti-wanti oleh bokap soal ritual wajib ini).Selanjutnya motor terpaksa ditinggal disamping tempat kerja selama beberapa jam karena ada dinas lapangan.
Nah begitu balik alangkah terkejutnya mendapati posisi motor sudah berubah, lubang kunci jebol dan kondisi lampu netral nyala!!!. SF pun langsung berteriak… alhamdulillaahhhh motorku gagal dicuriiii…. slamett…slamett…(untung ga ada temenku yang namanya slamet ๐Ÿ˜† )!!!
rekan-rekan SF langsung berkumpul…. ada seorang rekan berkomentar “kok nanggung banget malingnya, motor tinggal distater malah ditinggal”. sambil tersenyum SF pun mengeluarkan sesuatu dari saku jaket…. COP BUSIIII!!!!! ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†
bhuahahhaha…… rekan-rekan langsung ngakakkk bareng

Nglepas Cop busi ternyata cukup ampuh mencegah pencurian motor, bagi pengendara yang belum sempet memberi pengaman tambahan cara ini bisa ditiru. Maling pasti panik jika beberapa kali motor ga bisa distater, daripada periksa sana-sini malah resiko ketangkep mending cari sasaran lain.
Semoga bermanfaat!

Matic irit bikin bebek makin ga laku?

image

image

Bisa jadi… alasan orang beli bebek saat ini adalah nilai ekonomisnya. Salah satunya karena keiritan bensinnya. Maklum dulu matic terkenal borosnya. Awal-awal matic masuk Indonesia sempet ditest ride salah satu tabloid permotoran hasilnya sama seperti konsumsi bensin motor sport 200 cc. Nah sekarang setelah ramai-ramai ditest blogger, ternyata matic uirit pollll bahkan bisa mengalahkan iritnya bebek.
Masalah akurat atau tidak informasi dari blogger bersangkutan itu lain soal. SF ga mau ikut2an ngejudge mereka blogger ternak, karena SF sendiri ga pernah liat buktinya, lagian berdasarkan kepercayaan saya fitnah tanpa ada buktinya adalah dosa besar. (Tapi kalo beneran gitu Go to hell bagi blogger yang jual independensinya ! ) semoga semua memang benar adanya. Intinya SF sebagai new blogger netral sajah, tetap berpegang teguh dengan yang namanya independensi.
Kembali ke tablet ๐Ÿ™‚ Saat ini penjualan motor secara omzet telah dikuasai matik sebesar 48% selanjutnya bebek 39% dan sport 13%. Nah dengan kelebihan matic generasi baru yang lebih irit bisa jadi penguasaan pasar sedikit terkoreksi. Prediksi SF matic sedikit naik, tentunya bebek sedikit turun. Yang bikin bebek masih eksis adalah bebek masih mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki matic. Perawatan lebih mudah (ongkos servis motor matic jauh lebih mahal dibanding bebek. CMIIW), lebih ga takut banjir, serta lebih stabil. Bebek pake roda 17″ jauh lebih stabil dibanding matic yang sebagian besar pake roda 14″ , buat keluar kotaย  jelas mending bebek dibanding matic.
Bebek ga laku? ndak juga…. masih banyak kok yang milih bebek karena kehandalannya.

Tiger, pengalaman 4 tahun pakai lampu mobil H4

image

Berawal dari tewasnya bohlam tiger yang harganya bikin kantong bolong (saat itu kalo ga salah 150 rb) serta racun dari rekan komunitas akhirnya SF memutuskan memakai lampu mobil (H4) 50 Watt. Segera berangkat ke kawasan kertajaya Surabaya dan hunting parts yang dibutuhkan berbekal duit yang semula guna nebus bohlam std tiger.ย  Barang-barang yang dibutuhkan:
1. batok lampu bisa pake hella ukuran 7″ sudah tersedia dudukan lampu senja, atau bisa pakai merk autopal. Enaknya reflektor berbahan plat/ besi sedang penampang luarnya terbuat dari kaca
2. relay x 2 (untuk lampu jauh /dekat)
3. bohlam lampu 55/60watt (harga 20 rban)
4. 3 soket pipih.
5. Kabel secukupnya (nah kalo ini tinggal bongkar-bongkar di gudang banyak ๐Ÿ™‚ )
Nah untuk total parts ini SF menghabiskan dana kurang dari 100rb (awal th 2008 silam). Step by step pemasangan bisa intip disini karena SF awalnya juga bikin berdasarkan panduan dari Saft7 tersebut, kecuali SF hanya memakai 2 relay dan tanpa capasitor bank.
Hasilnya cukup bikin puas, nyalanya terang benderang dan fokusnya lebih luas. Saat turing malam, SF yang memakai kacamata merasa sangat terbantu dengan fokus lampunya tersebar hingga 2 ruas jalan. Namun problem timbul saat tiger terjebak kemacetan. Daya lampu yang lebih tinggi 25 watt dari standarnya bikin aki tekor karena pengisian kurang kuat. Nah berbekal informasi dari internet SF berusaha mengefisienkan pemakaian listrik dengan memakai lampu led untuk lampu rem dan lampu senja, jika dikira-kira penghematan yang didapat : dari lampu rem lampu original 18×2 watt dikurangi daya lampu led (kira2) 3 watt x 2 = 30 watt penghematan, sedangkan penghematan dari lampu senja sekitar 4 watt. Nah lebih dari cukup untuk mensiasati naiknya daya dari lampu utama. Cuma dari segi dana ga hemat lagi lah wong cukup mahal harga lampu rem model jagung ini :mrgreen: image
Setelah 2 tahun pemakaian SF ngiler dengan review bohlam h4 bermerk osram nighbreaker yang konon saat itu cahayanya lebih terang dibanding lampu sejenis. akhirnya beli juga lampu ini, hasilnya maknyusss…. makin terang.
image

Gambar diatas dari pancaran lampu suzuki spin dengan bohlam stdnya berdaya 25 watt (CMIIW), kondisi motor digantung gasnya agar nyala lampu maksimal.

image
Gambar diatas memakai lampu autopal bohlam osram tipe nighbreaker H4 55/60watt. Lebih terang dan terfokus (area disekitar titik fokus ga terang, artinya ga bikin pengendara lawan arah silau) .
Mohon maaf, saat bikin artikel ga nemu pembanding tiger berlampu std. Paling tidak foto diatas bisa berguna sebagai perkiraan seberapa terang dan fokusnya lampu h4. Selama 4 tahun menggunakan lampu ini, SF ga menemui permasalahan berarti, kecuali tekor sebelum ganti lampu rem dan lampu senja jenis led, permasalahan yang lain mungkin soket kendor dan relay jebol karena terpapar hujan. Lampu standar tiger sudah mantab dengan 30/35 watt diupgrade jadi H4 55/60 watt makin maknyus ๐Ÿ™‚ bohlam pun awet karena belum pernah ganti karena filamen putus (philip usia 2 tahun belum putus, upgrade ganti ke osram nighbreaker hingga sekarang belum putus)

Honda Shadow 750, Tahun 80an Udah Pake Busi Dobel Loh

Jumat kmaren saat cari peralatan kamera di daerah pasar minggu dikejutkan oleh sesosok Motor V-Twin milik sang empunya lapak, bener deh dugaan Smartf41z ini honda Shadow 750 lebih tepatnya Shadow Ace (American Classic Edition) tahun 1998. Flashback saat Smartf41z masih dibangku SMA tahun 1998, motor ini adalah pengalaman pertama Smartf41z riding moge dan gara-gara itu smartf41z bercita-cita pengen punya motor twin – cylinder. Saat Smartf41z dateng ke lokasi kondisi motor saat itu sedang diservis ringan, kata mas Bowo (pemilik motor), motor dibongkar karena mau ganti busi, “businya empat loh”. Ternyata technologi ini udah dipake Honda Shadow sejak tahun 1980an. Honda shadow series terkenal punya torsi melimpah dan hemat bahan bakar gara-gara technologi ini. Keunggulan lain twin sparks yakni mengurangi emisi, dan menyempurnakan pembakaran agar tidak terjadi detonasi (knocking). Menurut Mas Bowo konsumsi motor ini berkisar 1:15 km/liter, mungkin bisa lebih kalo buat turing ya.

motret pake HP jadinya burem
ganti busi pake busi honda tiger 4 biji

Menariknya, busi cukup pake punya honda tiger sebanyak 4 biji. Hmmm kirain cuma bajaj yang pake technologi ini, ternyata banyak juga motor yang pakai twin-sparks pada mesinnya, terutama moge, semisal Royal Enfield, Harley Davidson, BMW 650, Yamaha 360 RT2 dan masih banyak lagi. Selain itu Honda Shadow ini dibekali dengan mesin V-Twinย  745 CC, SOHC dengan 3 valves per silinder, tenaga sih ga seberapa gedhe cuma 33.7 KW namun torsinya badak 64.2 Nm khas mesin V-twinย  long stroke.

Titipan dari Mas Bowo yang juga punya usaha asesori kamera ini, silahkan bagi yang membutuhkan asesori kamera yang murah meriah dapat menghubungi mas Bowo di 08567610100.Ini iklan ga mempengaruhi independensi loh ya, wong gratis cuma mo bantuin rekan sesama biker. ๐Ÿ™‚

Smartf41z kemaren beli Tripod murmer seharga cuma 110 rb udah bisa dipanjangin sekitar 1360cman namun bisa dipaksa sampe 1600cm kalau kakinya ga dilebarkan mentok, barangnya lumayan ringan tapi kokoh. bisa memposisikan kamera vertikal maupun horizontal. A Realy Good Stuff!

Tiger Sang Legenda Punya Penyakit yang Juga Melegenda

Penyakit Honda Tiger yang satu ini ada bunyi berisik dari blok mesin sebelah kiri. Bunyi ini berasal dari kamrat kopling yang kendor karena LAT (Lift Assy Tensioner) alias penegang rantai kamrat yang kurang kuat menegangkan rantai kamrat. Seperti yang saya ulas di artikel sebelumnya. Desain mesin Honda Tiger disinyalir sama/ segaris dengan GL max dan GL Pro/Megapro lawas dengan kualitas yang kemungkinan besar sama. Dengan begitu beban yang di pikul honda Tiger ini terlalu berat karena tenaga dan bobot yang lebih besar daripada GL series. Inilah efek yang terjadi jika memakai desain mesin yang sama. untuk GL Max yang hanya 125 cc dan bobot yang lebih ringan, mesin akan menanggung beban dan luapan tenaga yang lebih ringan. Pada tahun 1996 silam penulis ingat di Surabaya GL Max bekasnya lebih banyak diburu daripada GL pro karena mesin yang halus serta lebih awet daripada GL pro. Kembali ke LAT dan permasalahan kamrat. Honda GL max penulis dulu masih teringat dibenak penulis turun mesin pada usia 50.000-an km karena masalah bunyi mesin yang berisik, setelah diperiksa ternyata rantai kamrat memang sudah kendor dan sekalian LAT diakali biar sodokannya semakin kuat. Namun pada kasus Tiger 2004 milik penulis mengalami masalah yang serupa tapi pada kilometer 20.000 km! kemungkinan analisa diatas penyebabnya. Tapi anehnya masalah ini tidak ditemui pada honda tiger keluaran awal yang “konon” materialnya lebih kuat karena masih import, penulis menarik kesimpulan material yang digunakan juga menjadi penyebab bunyi berisik ini.Setelah cari informasi kesana-kemari dan mencari informasi di komunitas tiger, kelemahan ini merupakan penyakit bawaan tiger dan rata2 solusi yang ditawarkan oleh pengunjung situs komunitas itu adalah kamrat diganti dengan milik AHM dan LAT pake honda Thailand aja karena harganya lebih murah (LAT AHM hampir 300rb, LAT Thai cuma 75rb).

Berhubung penulis sendiri sudah makan asam garam karena sudah memakai mesin jenis ini sejak 1996, masalah kamrat saya ganti dengan AHM dan LAT saya akali sendiri. Caranya, potong per yang bentuknya plat tipis beberapa cm dan gulung ulang per. nah ini caranya yang susah dijelaskan. Penulis meskipun udah beberapa kali gulung ulang per tetap saja merasa kesusahan. Tapi mau ga mau harus gulung sendiri karena beli bawaan honda mahal. :P. harus kreatif nih kalo pengen menghemat pengeluaran.ย Tanda2 kamprat kalo minta diganti gampang kok deteksinya, pada saat LAT nonjok tapi ujungnya ga nyentuh lidah penegang rantai berarti kamrat dah kendor bgt. Tapi sebelumnya cek juga apakah laher noken tempat gir atas kamprat bernaung masih belum oblak. Deteksinya mudah juga, buka tutup kamprat sebelah kiri atas blok mesin trus cungkit aja gir kamprat atas dengan obeng. Kalo oblag harus bongkar mesin tuh. Untuk masalah gulung ulang LAT kalau beruntung bisa tuh ditemukan bengkel yang bisa ngerjain.

USEFULL TIPS : per LAT bisa juga diganti per jam weker atau per dari mainan / mobil2 an, asalkan lebar per sama dengan aslinya.