Penasaran Pelihara Ikan Dori Ukuran Mini

Letter six atau yang dikenal sebagai Dory dalam film “Finding Nemo” termasuk salah satu ikan hias air laut yang banyak diminati penghobi aquarium laut. Sifatnya yang pendamai, aktif berenang kesana kemari, suka bersihin aquarium dari lumut, dan warna solid biru dengan variasi hitam dan kuning menjadikan ikan ini primadona. Sayang harganya cukup mahal dipasaran

Untung saja ada yang jual murah tapi ukurannya T alias Tiny . Berbekal pengalaman sebelumnya bisa bikin akur ikan baru dengan ikan lama yang pembully, SF nekat jajal beli 1 ekor. Setelah ikan dateng kaget… laghhh gedhenya sekuku jempol… 🤪 karena ga tega kesepian di box karantina, beberapa hari kemudian SF nambah seekor lagi . Dapetnya ukuran S (Small) yang sedikit lebih besar (1,5 kali T )

Dory mini (pojok kanan)

Keputusan nambah 1 dory ukuran S , rupanya ga salah. Si S ini yang ngajarin si T untuk makan pelet dan nory. Alhamdulillah 2 ekor ikan ini rakus semua. Meski si S kadang jahil sama si T, suka ngusir-ngusirin klo pas makan.

Saat di box karantina tidak ada tanda-tanda si keranjang Bali yang paling preman melabrak box , ikan penghuni lama lainnya juga santai saja dengan hadirnya 2 ikan ini. Karena itu SF putuskan dalam 3 hari melepas ke dua ikan ini ke MT (Main Tank) .

Keputusan yang salah, keduanya langsung ditabrakin keranjang bali. seharian baik si S dan T ga nongol alias sembunyi di sela sela karang. Strategi dirubah karena sikecil dah terlanjur keluar box karantina. Si keranjang bali kudu di lock down karena penyakit premannya…. !!! Alhamdulillah si keranjang bali berhasil di jebak masuk perangkap alias box karantina.

Semenjak keranjang bali di penjara si T dan si S berani muncul sliweran. Untung mental duo mini ini kuat. Ga takut sama kan lainnya yang lebih besar. Bahkan sudah berani ikutan rebutan makan. Sempat galau akan kelangsungan si Bali. Mau dihibahkan ke orang lain atau dilepas balik ke MT. Keputusan akhirnya di keep saja lah. Karena ikan ini ikan pertama saya yang survive semenjak main coral. Dikarantina seminggu saja agar merasa jadi ikan baru.

Seminggu kemudian keranjang bali dilepas lagi ke MT. Langsung dia ngumpet dikarang. Saat dikasih makan baru deh keluar dari persembunyian. Si dory sempat takut dan menghindari si Bali namun ga sampai sembunyi dibalik karang. Rupanya karakter si Bali muncul lagi namun ga seheboh sebelum dikarantina. Cuma ngusir-ngusir Dory kecil, ga sampai matok-matokin. Seminggu kemudian kondisi jadi lebih baik. Ga ada takut-takutnya si duo Dory sama kranjang Bali. Diusir sih lari tapi langsung balik sliweran dibagian tengah aquarium , ngga sampai menyembunyikan diri. Bahkan berani berebut makanan dengan si Bali.

Dory mini berebut makanan dengan botana dewasa

Ikan Dory mini yang banyak dihindari penghobi ikan hias karena rentan mati ternyata sampai dengan 3 mingguan survive diaquarium SF. Saat ini sih kena WS (white spot), selama makannya masih rakus, kemungkinan selamatnya besar.

Sharing pengalaman bagaimana menambahkan ikan baru ke dalam aquarium laut , tips menghindari pembullian

Beberapa kali SF mengalami hal yang kurang mengenakkan saat menambah ikan baru. Ikan penghuni lama membully habis-habisan ikan baru. Bahkan sepertinya ingin membunuh. Salah satunya yang mendorong SF (admin) bikin artikel ini adalah saat Keranjang Bali menghajar habi-habisan Botana api yang baru masuk tank utama setelah dikarantina 1 hari, tak mustahil kalau ga segera diselamatkan bakal tewas si botana api. Lihat saja video detik-detik keranjang bali menyerang Botana api hingga penuh luka

Sirip atas dan ekor robek, salah satu sisi badannya juga luka. Untung si Botana Api bisa diselamatkan. Masuk lagi ke box karantina. Belajar dari pengalaman ini SF share tips bagaimana cara menambah ikan baru kedalam aquarium agar tidak dibully ikan penghuni lama.

Keranjang Bali Si Preman pelaku pembulian

Yang dibutuhkan adalah box karantina transparan (akrilik) dengan penutup, cari saja di toko online “box karantina”. Artikel kemaren juga sudah Saya share. Ukuran 25x10x10 cm rasanya cukup untuk ikan ukuran M, lebih besar lebih baik tapi jangan lebih kecil karena malah bikin ikan stress.

Saat ikan baru datang dengan media kantong plastik, langkah pertama adalah cemplungin kantongnya dalam aquarium (jangan dibuka kantongnya) , biarkan beberapa menit kantong mengambang dalam aquarium. Tujuannya adalah agar suhu air dalam kantong sama dengan aquarium  . Lalu cari cara bagaimana agar pertukaran air didalam bungkus ikan dengan air aquarium (MT alias Main Tank ) terjadi perlahan, ada yang pake metode dripping , ada yang dengan cara membuka bungkus plastik dalam MT dan membiarkan ikan keluar sendiri. Ini yang disebut proses aklimasi. Apa ini juga SF lakukan? Nooooo… saya bukan orang yang telaten. Setelah suhu air dalam kantong plastik sama dengan suhu MT , SF buka kantong bungkus ikan dan masukkan seluruhnya kedalam box aklimasi/box karantina yang sudah disiapkan didalam MT.

Kemudian menginjak proses terpenting… prosedur lock down alias karantina… kalau perlu 14 hari biar ikan dipastikan bebas corona 🤭. Jelas ga sabar kannn? Pasti lah…😅 Jangka waktu memang tak tentu. bisa sejam bisa seminggu. Lihat respon ikan lama terhadap kehadiran ikan baru. Untuk kasus keranjang bali VS botana api ini SF perlu waktu agak lama (seminggu lebih) karena awal-awal botana api masuk karantina, si keranjang bali terlihat nabrak-nabrak box karantina sembari melebarkan siripnya, terlihat jelas ga bisa menerima kehadiran botana api. Awalnya sih botana api ketakutan, sehari dua hari selow bae.

Kondisi botana api terkoyak siripnya. Dikarantina dulu agak lamaan biar mau makan dan mentalnya menguat

Jangan keburu beri makanan kepada ikan baru. Biarkan kelaparan dulu 2 harian dalam box karantina. Setelah itu masukkan pelet atau makanan rutin lainnya. Begitu mau makan, 1 masalah selesai. Tinggal tunggu ikan lama akur dengan ikan baru

Selanjutnya Lihat perkembangan respon penghuni lama. Kasus botana api ini, saya tunggu sampai si keranjang bali tidak lagi mengintimidasi / mengancam botana api dengan menabrak box karantina sembari melebarkan siripnya. Perlu agak lama sekitar 4-5 harian , sampai akhirnya keranjang bali terbiasa dengan kehadiran botana api. Sengaja SF beri makan rutin penghuni lama diarea box karantina. Biar penghuni lama dan baru terbiasa 1 area saat pemberian makan.

Setelah semingguan lebih, SF rasa mental botana api sudah kuat dan sudah waktunya keluar dari box karantina. Jangan dipaksa… buka saja penutup boxnya, ikan bakal keluar sendiri kalau sudah siap.

Sempat kuatir karena ternyata keranjang bali dah langsung melabrak botana api. Namun sangat berbeda dengan saat pertama kali. Dimana Keranjang bali benar-benar ingin menghabisi botana api. Kali ini cuma mengusir botana api. “Sono tempat Lu, ini spot Gw cari makan!!!” Kira2 begitulah. Botana api selalu berusaha menghindari berhadapan langsung dengan keranjang bali. Klo ga sengaja ketemu si Bali mengibas kibaskan ekornya, eh lah kok si botana api bales.

Beberapa hari kemudian cinta mulai bersemi… keranjang bali sudah menerima kehadiran botana api. Bahkan mereka makan bareng sepiring berdua… 🤭 maksudnya… makan Nory (rumput laut) dalam 1 penjepit. 😊

Botana api dan keranjang bali dah akur

Sebenarnya ada tips yang lebih mudah menghadapi pembullian ikan lama : jangan beli ikan sejenis (botana api dan keranjang bali sama2 jenis Tang), kalau terpaksa ikan baru kudu lebih gedhe dan kuat mentalnya.

Ada lagi nih cerita yang lebih dramatis dimana SF menambahkan 2 ekor botana Letter six (Dory) ukuran T dan S kedalam aquarium. Penasarannnn??? Ntar masih disiapkan artikelnya. Jelasnya penanganannya beda dan tingkat resiko lebih tinggi.

Box Karantina Wajib dimiliki  Penghobi Aquarium Laut

Terlalu banyak godaan dalam hobi aquarium air laut. Terutama karena biotanya punya warna yang mencolok dan punya sifat yang menurut SF lebih berkarakter. Inilah sebab SF butuh box karantina.

Box karantina minimal ukuran 25x10x10cm agar ga bikin ikan stress

Ada beberapa fungsi box karantina yang penting terutama bagi ikan baru. SF ingatkan saat beli box karantina (SF beli lewat toko online) wajib ada penutupnya.

Seperti yg SF singgung, karakter ikan laut macam-macam, ada yang peaceful ada yang teritorial, ada yang predator, ada usil, ada yang galak. yg galak juga pilih-pilih ada yg galak dengan sejenis, ada yg galak dengan semua ikan. Makin lama ikan dalam akuarium , makin merasa berkuasa, dan kuat mentalnya

Nah box karantina pegang peranan penting disini. Box ini sebagai sekat pemisah antara ikan baru dan ikan lama. Dengan dinding yang transparan, ikan baru dan lama akan saling mengenal. Saat ikan baru masuk box karantina akan diketahui sikap ikan penghuni lama terhadap penghuni baru. Biasanya ada saja yang kurang suka dengan penghuni baru. Penghuni lama akan mengintimidasi ikan baru dari luar box. Bayangkan kalau ga ada box ini. SF beberapa kali mengalami, ikan baru dihajar oleh penghuni lama, bahkan sampai tewas.

Dengan berada didalam box karantina ikan baru akan beradaptasi dengan kondisi lingkungan barunya dengan tenang, mentalnya perlahan akan tumbuh. Mereka akan cuek meski ikan lama masih mengintimidasi dari liat box. Setelah dirasa ikan penghuni lama berubah sikap (tidak lagi mengintimidasi ikan baru) , ikan baru boleh dilepas ke Main Tank.

Botana dory dikarantina dulu biar beradaptasi dan belajar makan pelet

Selain mengadaptasikan ikan dengan lingkungan barunya, box karantina juga berfungsi sebagai sarana untuk ngajari ikan yang baru ditangkap dialam liar untuk makan pelet/makanan rutin lain yang disediakan. Bayangkan kalau ga ada ini. Saat pemberian makan, ikan penghuni lama akan saling berebut. hitungan detik pelet amblas tak tersisa. Tentunya ikan baru ga kebagian. selain karena mental belum kuat, juga masih asing dengan makanan olahan. Kalau didalam box akan lebih tenang tanpa harus bersaing dengan ikan lainnya. Tips dari grup yang saya ikuti. Biarkan ikan kelaparan didalam box sekitar 2-3 hari tanpa makanan. Selanjutnya silahkan beri makan pelet. Sebagai tambahan informasi ikan laut jauh lebih rakus dibanding ikan air tawar… dannn tak kenal kenyang.

Smadar cicit terpaksa dihibahkan karena ketahuan makan coral

Fungsi lain yang tak kalah penting yakni sebagai sarana menjebak ikan yang tak dikehendaki. Syaratnya box karantina ikan harus ada tutupnya. Sudah beberapa kali saya menjebak ikan menggunakan box karantina. Sedikit tricky dan butuh kesabaran. Kalau beruntung ga perlu waktu lama untuk menjebak ikan yang dikehendaki. Caranya mudah biarkan box terbuka dan beri makan didalam box karantina. Begitu ikan masuk jebakan baru tutup boxnya. Saat menyadari akan dijebak dari atas ikan biasanya akan lari kesamping atau kebawah, jadi susah melarikan diri.

Solusi untuk setting suhu aquarium secara tepat

Repotnya untuk pelihara aquarium Coral dan ikan adalah menentukan suhu yang optimal yang cocok buat keduanya. Kendalanya adalah, coral membutuhkan suhu yang dingin sedangkan ikan kebalikannya. Butuh suhu yang lebih tinggi. Kasus yang sama berlaku untuk aquascape yang memelihara tumbuhan sekaligus ikan.

Awalnya SF menggunakan kipas DC 12 3 buah untuk pendingin aquarium.

Ternyata malam hari, saat lampu aquarium mati, Suhu air aquarium yang kebetulan didalam ruangan ber-ac mencapai 22°C. Ini terlalu dingin buat ikan yang butuhnya suhu 25°C keatas. Beberapa ikan akhirnya stress dan mati 😓.  SF kemudian merubah settingan kipas agar nyala bersamaan dengan nyala lampu. Nah siang hari saat kamar tidak dihuni otomatis ac dimatikan, meskipun lampu aquarium belum hidup. Suhu air didalam aquarium mencapai lebih dari 28°C. Jelas terlalu tinggi buat coral yang suhu optimalnya minta dibawah 25°C. Meski coral masih survive disuhu 28° C, namun jadi stress dan kurang mekar.  Repot kan… !

Berkat saran rekan di forum aquarium ait laut, SF memakai thermostat. Ga nyangka harganya ternyata murah…

Beli di toko komponen mesin tetas harganya lebih murah

Di toko Komponen Mesin Tetas, harganya Ga sampai 50 rb !. Sensor suhunya dah tahan air,jadi aman dicelup ke air. Oleh penjualnya, thermostat ini digunakan untuk mesin penetas telur. Oleh SF, alat ini dipadukan dengan kipas pendingin aquarium. Fungsinya adalah alat ini menginstruksikan kipas untuk menyala pada suhu tinggi , dan mematikan kipas pada suhu rendah. Untuk settingan aquarium laut dirumah , batas atas disetting di 25,5 °C sedangkan batas bawah di 24,5°C.

Cara settingnya gampang… colokkan dulu thermostat ke sumber listrik . Lalu setting kapan thermostat mengkoneksikan arus listrik (menyalakan kipas) , tahan tombol atas hingga display berkedip lalu setting batas atas suhu yang diinginkan. Lalu tunggu beberapa saat hingga berkedip. Langkah selanjutnya tentukan kapan thermostat memutus arus listrik kekipas. Kalau ini dengan menahan tombol bawah.

Dengan cara ini suhu akan selalu stabil di angka 24,5°C – 25,5°C.  Cocok buat suhu ikan dan coral . Klo ada budget lebih ,  mendinginkan aquarium  menggunakan kipas tidak disarankan karena membuat air menguap. Jadi kudu sering top up, top up bikin kandungan mineral air laut goyang. Mending pakai cooler khusus aquarium . Cooler untuk aquarium bukan hanya  mahal namun konsumsi listriknya juga lumayan. 😁

Lampu Led Custom Aquarium Laut Produk Anak Bangsa, bisa di Setting Sekehendak Hati Pemilik

Biasanya blog ini senengnya yang Pahe-pahe. Tapi kali ini dibikin nyerah dengan lampu pahe untuk aquarium laut. Berawal googling informasi aquarium air laut di youtube, kemudian mampir dibeberapa forum aquarium air laut, jadi sedikit tahu jika aquarium laut membutuhkan spektrum warna yang spesifik.

Isenglah googling di toko online, lah kok lampu led yang dikhususkan aquarium laut harganya mencengangkan!!! Nembus jutaan.

Akhirnya nemu juga custom bikinan anak negeri yang harganya lebih terjangkau. Setelah japrian dengan sellernya, SF makin keracunan. Lah dianya mamerin beberapa foto aquarium yang memakai lampu bikinannya.

Ya wis lah SF putuskan mengalihkan dana mancing buat lampu ini…. 😅 . Beberapa hari setelah pemesanan, barang datang langsung saja dijajal. Dan hasilnya cukup mengejutkan. Beda jauh dengan lampu pahe yang biasa SF pakai.

Lampu led 72watt ini penetrasinya lebih kuat, cahaya ga memendar diperjalanan untuk sampai dasar. Ini yang bikin ga silau, mata jadi ga lelah memandang aquarium berlama-lama. Didasar aquarium terlihat jelas sekali bayangan yang berasal dari ombak yang dihasilkan wave maker dipermukaan air. Rahasianya ternyata dari adanya lensa cembung yang terpasang di lampu led. Pantesan sinarnya fokus. Selain spektrum warna lampu sesuai dengan kebutuhan fotosintesis, lampu ini juga mampu menguatkan warna coral/ikan.

Yang juga bikin SF salut adalah lampu yang berlabel RDA ini, bisa dicustom sekehendak hati. Bisa diatur intensitas cahayanya (dimmer), bisa diatur komposisi warnanya, serta lampu ini juga support animasi. Misalkan perpindahan dari cuaca cerah kemudian berawan, sore menjelang malam, atau subuh menjelang pagi. Kecepatan animasi bisa juga diatur. Pengaturan diatas cukup dilakukan melalui remote control. Jangan kuatir overheat karena lampu led ini sudah dibekali kipas pendingin.

Yang tak kalah unik adalah terdapat 6 tombol yang dapat menyimpan settingan pemilik. Misalkan saja tombol diy1 untuk kondisi malam, diy2 buat pagi, diy3 buat siang bolong, dst sampai dengan tombol diy6. Fitur lainnya adalah lampu led ini juga dilengkapi sinar UV terintegrasi untuk membunuh bakteri/alga.

Awalnya SF isi aquariumnya dengan ikan saja (FO tank) tapi karena spek lampunya yang cocok buat coral, SF coba isi dengan beberapa coral seperti batu hyu, jerukan, polip, otak2, dll.

Sudah hampir sebulan lampu custom ini SF pakai dan alhamdulillah berjalan tanpa kendala. Berbagai macam coral sukses membuka tentakelnya secara maksimal, ini tandanya cahaya dan nutrisi buat coralnya pass.

Semoga saja lampu ini awet, mengingat air laut bersifat sangat korosif.

Klo tertarik dengan lampunya mampir saja ke toko online nama sellernya “rila aquarium” atau tanya2 dulu ke produsennya di 081296108846(Om mario). Ini bukan endorse produk loh ya… artikel dan videonya karena salut dengan kreativitas anak bangsa.

Ini dia video reviewnya…

Terserah mau subscribe, comment atau like… lah di channel youtubenya dah di blokir monetizenya… 😅

Aerator bertenaga baterai, selain buat keperluan mancing juga penolong ikan peliharaan dikala Listrik Padam

Awalnya beli aerator (alat pembuat gelembung udara) bertenaga baterai adalah untuk mancing dilaut, tujuannya agar umpan udang atau ikan dapat hidup lebih lama.

Nah saat bencana lampu mati Minggu lalu, aerator ini menyelamatkan nyawa ikan peliharaan SF. 16 jam listrik mati, bikin nyawa biota dalam aquarium terancam tewas. Filter , protein skimmer, dan wave maker stop bekerja. Bikin air tidak bersirkulasi sehingga kadar oksigen di dalam air menurun drastis.

Aerator bertenaga sepasang baterai ukuran besar tersebut sanggup nyala selama 16 jam nonstop. Fauna laut semua selamat meski mati listrik dari siang hari sampai subuh keesokan harinya .

Nyesel banget kalau ga punya alat ini. Rekan SF sendiri mengalami ikan di dalam 2 aquarium lautnya tewas tak tersisa. Hanya anemon laut yang selamat. Kabar tak sedap juga SF dari grup aquascape/aquarium laut yang SF ikutin , banyak laporan ikan peliharaan tewas karena listrik mati.

Pengalaman Mancing di Probolinggo, tersadar Hobi Mancing Laut di Ibukota itu Kelewat Mahal!!!

Tak disangka beberapa hari sebelum mudik ke Surabaya ada ajakan mancing di laut probolinggo (Jawa Timur) oleh adik ipar dan Mertua. Terang saja pas packing mau mudik SF malah sibuk sendiri siapin alat pancing untuk dibawa mudik 😇

Setelah silahturahmi di hari pertama lebaran, malam harinya dari Surabaya langsung menuju pelabuhan Probolinggo. Begitu kapal datang , agak takjub juga SF. Lah kapalnya guedhe. Cuma beda banget dengan kapal di pelabuhan karangantu atau tanjung pasir, dimana area memancing dibelakang dan didepan kapal.

Kapal mancing dari pelabuhan karangantu tujuan p.tunda dan p.mundu

Continue reading “Pengalaman Mancing di Probolinggo, tersadar Hobi Mancing Laut di Ibukota itu Kelewat Mahal!!!”

Perlunya Piranti Cadangan Kelas Berat Saat Mancing. Anda ga Pernah Tau Kapan Saatnya Frenzy

Wajah wajah bahagia ketemu frenzy di saat saat terakhir

Pengalaman mancing seminggu lalu ke selat sunda hampir saja boncos. Dari malam sampai siang hari cukup minim ikan yang berhasil landed. Meski ada beberapa kaci-kaci, kuwe dan beberapa kuniran. Tapi ga biasanya seperti ini. Padahal kondisi arus cakep… Jarang-jarang di selat sunda (P. Tunda) timah J8 bisa nancep. SF sendiri hanya strike baracuda, dan 2 ekor kuniran.

Setelah semalaman sepi strike di sekitaran Rig. Kami putuskan pindah spot karangan. Sampai dispot arah barat rig kami putuskan makan dulu. Cumi umpan dan ikan-ikan kecil kami goreng sebagai lauk makan siang. Mungkin ikan dibawah sono ngiler juga liat para pemancing makan lahap. Ngumpul deh mereka dibawah kapal kami. 🙂

Sehabis makan tak disangka terjadi Frenzy bertubi tubi, gerombolan kakap merah dan wakung sawo bergantian naik ke kapal. SF saat itu memakai piranti light dengan Reel kelas 3000an,dengan senar PE1,5 . Karena ga ingin menyianyiakan momen ini, SF langsung berganti piranti berat. Joran Custom PE5 dipadukan Reel Overhead Penn Fathom 20 dengan line PE4, menggusur piranti ringan sebelumnya. Lupakan sensasi strike dengan light tackle. Kulkas lagi kehabisan ikan soalnya. 🙂 Ga salah kali ini… Piranti kelas berat ini ga memberi ampun ikan. Sukses mengerek ikan ukuran lumayan bertubi-tubi tanpa perlawanan… ! Yup tanpa perlawanan… SF reel in saja terus tanpa Pompa joran… Puteeerrr reel dengan beringas. Bayangkan saja, teman sebelah pakai reel spinning kelas 6000 baru naikin seekor ikan , piranti SF sudah 3 kali menaikkan ikan dengan ukuran sama. Baru kali ini SF narik ikan berkali-kali secara nonstop di laut kedalaman 50meteran… Dan baru kali ini juga SF sampai kecapekan menaikkan ikan.

Penn Fathom 20LWLH piranti saat frenzy

Sayangnya frenzy cuma terjadi sekitar setengah jam. Setelah itu hanya ikan-ikan kecil jenis kuniran yang landed. Tak percuma penantian dari malam sampai siang ini terbayar pada setengah jam terakhir waktu mancing.

Tak ada salahnya bawa piranti ekstra saat memancing dilaut. Piranti ringan untuk menikmati sensasi perlawanan ikan saat strike karena inilah tujuan penghobi mancing. Dan piranti kelas berat untuk moment frenzy yang sayang disia-siakan, kalau ini istilahnya ngomzet… Biar dapat ikan banyak yang memudahkan SIM buat acara mancing selanjutnya. Bini juga pastinya seneng kalau suami bawa ikan banyak… Uang belanjanya utuh beberapa hari…. 😆

Hasilnya memang ga seberapa banyak. Tapi masih terbilang sukses dihari itu. Kapal lain kabarnya hasilnya kurang memuaskan.

Beberapa Pantangan Memancing dilaut, Konon Apes Jika dilanggar

Not me… SF bukan penganutnya. Namun banyak nelayan yang percaya jika hal ini dilanggar maka hasil pancingan akan sepi. Di Pantai Tanjung Pakis Karawang misalnya… kapten senior disana kurang berkenan jika tamu membawa bekal seperti ini:

1. Pisang

2. Telor

3. Kacang

4. Pete/Jengkol

Jika membawanya saat trip mancing dipercaya bikin apes…. Continue reading “Beberapa Pantangan Memancing dilaut, Konon Apes Jika dilanggar”