Aerator bertenaga baterai, selain buat keperluan mancing juga penolong ikan peliharaan dikala Listrik Padam

Awalnya beli aerator (alat pembuat gelembung udara) bertenaga baterai adalah untuk mancing dilaut, tujuannya agar umpan udang atau ikan dapat hidup lebih lama.

Nah saat bencana lampu mati Minggu lalu, aerator ini menyelamatkan nyawa ikan peliharaan SF. 16 jam listrik mati, bikin nyawa biota dalam aquarium terancam tewas. Filter , protein skimmer, dan wave maker stop bekerja. Bikin air tidak bersirkulasi sehingga kadar oksigen di dalam air menurun drastis.

Aerator bertenaga sepasang baterai ukuran besar tersebut sanggup nyala selama 16 jam nonstop. Fauna laut semua selamat meski mati listrik dari siang hari sampai subuh keesokan harinya .

Nyesel banget kalau ga punya alat ini. Rekan SF sendiri mengalami ikan di dalam 2 aquarium lautnya tewas tak tersisa. Hanya anemon laut yang selamat. Kabar tak sedap juga SF dari grup aquascape/aquarium laut yang SF ikutin , banyak laporan ikan peliharaan tewas karena listrik mati.

Pengalaman Mancing di Probolinggo, tersadar Hobi Mancing Laut di Ibukota itu Kelewat Mahal!!!

Tak disangka beberapa hari sebelum mudik ke Surabaya ada ajakan mancing di laut probolinggo (Jawa Timur) oleh adik ipar dan Mertua. Terang saja pas packing mau mudik SF malah sibuk sendiri siapin alat pancing untuk dibawa mudik 😇

Setelah silahturahmi di hari pertama lebaran, malam harinya dari Surabaya langsung menuju pelabuhan Probolinggo. Begitu kapal datang , agak takjub juga SF. Lah kapalnya guedhe. Cuma beda banget dengan kapal di pelabuhan karangantu atau tanjung pasir, dimana area memancing dibelakang dan didepan kapal.

Kapal mancing dari pelabuhan karangantu tujuan p.tunda dan p.mundu

Continue reading “Pengalaman Mancing di Probolinggo, tersadar Hobi Mancing Laut di Ibukota itu Kelewat Mahal!!!”

Perlunya Piranti Cadangan Kelas Berat Saat Mancing. Anda ga Pernah Tau Kapan Saatnya Frenzy

Wajah wajah bahagia ketemu frenzy di saat saat terakhir

Pengalaman mancing seminggu lalu ke selat sunda hampir saja boncos. Dari malam sampai siang hari cukup minim ikan yang berhasil landed. Meski ada beberapa kaci-kaci, kuwe dan beberapa kuniran. Tapi ga biasanya seperti ini. Padahal kondisi arus cakep… Jarang-jarang di selat sunda (P. Tunda) timah J8 bisa nancep. SF sendiri hanya strike baracuda, dan 2 ekor kuniran.

Setelah semalaman sepi strike di sekitaran Rig. Kami putuskan pindah spot karangan. Sampai dispot arah barat rig kami putuskan makan dulu. Cumi umpan dan ikan-ikan kecil kami goreng sebagai lauk makan siang. Mungkin ikan dibawah sono ngiler juga liat para pemancing makan lahap. Ngumpul deh mereka dibawah kapal kami. 🙂

Sehabis makan tak disangka terjadi Frenzy bertubi tubi, gerombolan kakap merah dan wakung sawo bergantian naik ke kapal. SF saat itu memakai piranti light dengan Reel kelas 3000an,dengan senar PE1,5 . Karena ga ingin menyianyiakan momen ini, SF langsung berganti piranti berat. Joran Custom PE5 dipadukan Reel Overhead Penn Fathom 20 dengan line PE4, menggusur piranti ringan sebelumnya. Lupakan sensasi strike dengan light tackle. Kulkas lagi kehabisan ikan soalnya. 🙂 Ga salah kali ini… Piranti kelas berat ini ga memberi ampun ikan. Sukses mengerek ikan ukuran lumayan bertubi-tubi tanpa perlawanan… ! Yup tanpa perlawanan… SF reel in saja terus tanpa Pompa joran… Puteeerrr reel dengan beringas. Bayangkan saja, teman sebelah pakai reel spinning kelas 6000 baru naikin seekor ikan , piranti SF sudah 3 kali menaikkan ikan dengan ukuran sama. Baru kali ini SF narik ikan berkali-kali secara nonstop di laut kedalaman 50meteran… Dan baru kali ini juga SF sampai kecapekan menaikkan ikan.

Penn Fathom 20LWLH piranti saat frenzy

Sayangnya frenzy cuma terjadi sekitar setengah jam. Setelah itu hanya ikan-ikan kecil jenis kuniran yang landed. Tak percuma penantian dari malam sampai siang ini terbayar pada setengah jam terakhir waktu mancing.

Tak ada salahnya bawa piranti ekstra saat memancing dilaut. Piranti ringan untuk menikmati sensasi perlawanan ikan saat strike karena inilah tujuan penghobi mancing. Dan piranti kelas berat untuk moment frenzy yang sayang disia-siakan, kalau ini istilahnya ngomzet… Biar dapat ikan banyak yang memudahkan SIM buat acara mancing selanjutnya. Bini juga pastinya seneng kalau suami bawa ikan banyak… Uang belanjanya utuh beberapa hari…. 😆

Hasilnya memang ga seberapa banyak. Tapi masih terbilang sukses dihari itu. Kapal lain kabarnya hasilnya kurang memuaskan.

Beberapa Pantangan Memancing dilaut, Konon Apes Jika dilanggar

Not me… SF bukan penganutnya. Namun banyak nelayan yang percaya jika hal ini dilanggar maka hasil pancingan akan sepi. Di Pantai Tanjung Pakis Karawang misalnya… kapten senior disana kurang berkenan jika tamu membawa bekal seperti ini:

1. Pisang

2. Telor

3. Kacang

4. Pete/Jengkol

Jika membawanya saat trip mancing dipercaya bikin apes…. Continue reading “Beberapa Pantangan Memancing dilaut, Konon Apes Jika dilanggar”

Mancing dilaut boncos…! Kenapa ya

Kali ini SF cerita berdasarkan pengalaman… dalam tahun ini terhitung 3 kali SF pulang mancing boncos (apes) ga bawa ikan. Apa saja sih sebabnya?

1. Kapal tidak memadai peralatannya

Beberapa bulan lalu komunitas SF berangkat menggunakan 2 kapal ke arah P.Mundu melalui Merak. 1 kapal dengan peralatan komplit (fish finder+gps), yang satu hanya GpS saja… akibatnya 1 kapal sukses panen, satu kapal boncos… Continue reading “Mancing dilaut boncos…! Kenapa ya”

Eh di Tangerang ada pemancingan ikan air laut lohhh… lumayan ngobati sakaw… ini ulasannya

Bulan ber-beran terutama bulan Nopember dan Desember , musim yang kurang baik untuk melaut… SF yang rutin melaut sebulan sekali tentunya sakaw berat dipaksa cuti beberapa bulan. keinginan kuat tapi resiko besar karena baik ombak dan angin dilaut ga bersahabat. Bunda juga merasakan efeknya… rutinitas makan ikan laut segar jadi terganggu… coba beli ikan laut di supermarket besar tetep saja ikannya ga sesegar ikan laut hasil pancingan langsung.

Rekomendasi rekan,SF dikasih tau pemancingan Bakoel desa daerah dadap Tangerang, pemancingan specialist ikan payau dan ikan laut! berbekal Googlemap ,Senin kmaren SF putuskan ksono… karena ikan tambak dangkal , SF putuskan bawa piranti ringan saja… SF yang berencana casting sengaja cuma bawa umpan buatan, seperti minnow, crank bait dan popper.

Senin jam 6 berangkat dari Bekasi ga sampe 2 jam dah sampai lokasi.. keluar tol arah bandara langsung belok kekiri. Tinggal ikuti petunjuk google yang akurat.

4km terakhir kudu melewati jalan sempit yang cukup dilewati 1 mobil dan press berpapasan dengan 1 motor. Untung saat berangkat ga berpapasan dengan mobil lain. Tapi kalaupun papasan jangan kuatir… banyak area yang sengaja disiapkan tiap beberapa meter berupa daratan rata dan beberapa diantaranya disemen jadi aman bagi mobil untuk berpijak.


Sampai dibakoel desa parkir di sebelah papan berisi daftar harga… sempat termenung … mau mancing ikan apa yang worthed dengan harga segitu… muahallll bingitttsss . Harganya sekitar 2 X lipat harga ikan laut di pasaran…monggo listnya liat sendiri

Sayang sangat amat disayangkan… dengan harga segitu pemancingan ini melarang teknik CASTING….!!! dalam hati misuh2 khas Surabaya #@$%^&#^* !!!(sampe keluar semua dah literaturnya)!!!
SF agak protes masalah ini… Tapi pegawainya cuma bilang… ya namanya instruksi dari bos pak.. 

Ya wis dah SF mancing dengan mrengut…. ga seberapa lama umpan gratisan yang disediakan oleh pengelola dilahab seekor Mangrove Jack (yg disebut2 sebagai kakap merah oleh pengelola). Dikolam yang sama selama 3 jam SF berturut2 SF dapat tambahan 2 kakap merah 1 kgan(1 kakap sekitar 1,5 kg lepas karena kail patah!),  1 kerapu 1kg, seekor anakan baramundi/kakap putih 0,2 kg. SF berencana mengakhiri trip ini dengan memancing ikan di kolam 2kg keatas… penasaran sama tarikannya… 10 menit hook ikan besar, sayang rangkaian pancing langsung dibawa ikan ngumpet dibawah saung… akibatnya kail nyantol dan SF terpaksa memutus rangkaian pancing. 

10 menit berikutnya SF merasakan sensasi strike ikan yang cukup besar namun ikan tersebut bukanlah lawan tackle laut meski tergolong light tackle… (kekuatan pancing 15kgan) beberapa menit dah landed ikan kerapu 2kg lebih…Tersenyum penuh duka SF saat mendapatkannya, puas narik tapi mringis bayarnya….!!


Sebenarnya SF ingin merekomendasikan pemancingan bakoel desa kepada angler lain yang kangen sensasi tarikan ikan laut, tapi karena larangan casting SF jadi ogah…. sangat tidak worthed mengeluarkan uang ratusan ribu namun teknik mancingnya Ndak boleh casting pakai umpan buatan.

Alasannya pengelola sering menemukan ikan tewas mengambang dengan luka bagian tubuhnya… luka ini biasa diakibatkan oleh pemakaian lure dengan jumlah kail 2 biji atau lebih dengan 3 mata masing2nya…  

Saran nih… daripada melarang penggunaan teknik casting mending dibolehkan casting dengan catatan kail mata satu dan hanya boleh 1 kail pada tiap lure….!  

Monggo jika ada rekomendasi pemancingan ikan air laut (terutama kakap dan kerapu) yang boleh casting dan lebih terjangkau… pengen coba yang lain….

Menangkap ikan yang tak dikehendaki dalam aquarium jilid 2

Menangkap ikan perusuh dalam aquarium memang susah susah gampang. Susah kalau ga tau  caranya…gampangnya karena sekarang ada internet…. 🙂
Kalau aquarium ga banyak ornamen cukup pakai saringan… kalau aquascape atau aquarium laut yang penuh koral bisa repot kalau mau dibongkar
Nah diartikel ini SF share  cara efektif dan cukup simple… yang pertama sudah pernah SF bikin artikelnya….
Silahkan baca lagi..
https://smartf41z.com/2016/04/23/membuat-jebakan-untuk-menangkap-ikan-yang-tak-dikehendaki-dalam-aquarium/
Nah cara pakai botol plastik diatas hanya berfungsi untuk ikan kecil (sebesar lubang botol)
Nah kali ini target ikan yang SF incar agak gedhean… Continue reading “Menangkap ikan yang tak dikehendaki dalam aquarium jilid 2”

Pengalaman fight dengan monster laut dengan piranti menengah… bikin kram tangan…!

image

Kali ini SF bikin artikel dengan suasana lain yakni report mancing  di P. Tunda 14 Mei 2016.
Peserta 4 angler , 2 abk dan 1 nahkoda ( Pak Atok) , cuaca sepanjang trip mendung dan sesekali gerimis ringan
Start dari karangantu jam 1 dini hari, sampai dispot pertama sekitar jam 3. Umpan yang dipakai cumi utuh.
Sekitar 10 menit menunggu tiba tiba joran PE5 (50lbs atau sekitar 20kgan) menukik tajam… reel ryobi applause 8000 menjerit ga karuan… Continue reading “Pengalaman fight dengan monster laut dengan piranti menengah… bikin kram tangan…!”

Saat yang menyebalkan pasca mancing

Mancing dilaut memang “sesuatu”. Meski beberapa kali mancing terbilang boncos (apes) tapi masih saja dapat ikan yang didapat lumayan jumlahnya… meski kecil-kecil sih. Kalau diitung-itung antara modal mancing dibanding perolehannya jelas rugi besar… tapi namanya hobi gimana lagi… bundafaiz sih ngasih ijin saja… daripada mabok ga jelas dan main cewek he3…

image

Continue reading “Saat yang menyebalkan pasca mancing”