ikan

All posts tagged ikan

Sudah sekitar 7 tahunan SF libur mancing…
Baru-baru ini hobi mancing kumat lagi! Gara-gara ada komunitas mancing di kantor baru… asyemmm… disinilah SF diracuni untuk mancing dilaut lepas.

image

Continue Reading

image

2 hari kemaren blog ini ditinggal liburan… Liburan kali ini dilakukan di Hawaii :mrgreen: tepatnya di Hawaii a club bali resort – Anyer …. SF sempatkan bawa pancing dari rumah untuk ngajari Faiz mancing.
Ternyata kawasan hotel memang punya spot untuk mancing, area private beach di bentuk 2 cincin mencorok ke laut (marina). Di ujung inilah SF memancing… lumayan… Faiz dapet kerapu. Continue Reading

Mayoritas kegunaan aquarium adalah untuk memelihara ikan … namun sebenarnya banyak kegunaan aquarium. satu pengalaman saat beli aquarium di toko ikan hias di kawasan harapan indah , SF ditanyain oleh penjualnya… “buat pelihara ikan apa pak…?” dia pun keheranan saat SF mengaku beli aquarium untuk pelihara kelomang(umang-umang/keong). mungkin dalam benaknya berfikir keong yang harganya sangat murah kok dipelihara di aquarium dan kelengkapannya yang sampai ratusan ribu harganya?

Continue Reading

image

Aquascape bukan saja menawarkan keindahan tapi banyak juga kendala yang muncul, misalnya : flora/fauna mati, alga menggila, keong hama dll. Sekalian jadi catatan harian, akan saya jabarkan beberapa hal yang kadang bikin aquascaper pemula jengah.
1. Ikan/udang mati. penyebabnya ada berbagai hal : parameter air ga cocok, dimakan predator, jamur dll. Parameter air ga cocok biasanya karena ga pernah diganti air. solusinya di WC (water change) sebanyak 1/3 bagian seminggu sekali, hal ini sedikit menetralkan kadar nitrat dan memperbaiki PH, Solusi lainnya dengan memperbaiki/membersihkan filtrasi. Kapas atau karbon aktif perlu diganti berkala. Kalau perlu diberi biobal sebagai tempat bakteri baik berkembang. Pernah kejadian  udang tiba-tiba banyak yang mati gara2 keburu dimasukkan saat aquascape baru disusun :mrgreen: ternyata  harusnya nunggu 2-3 hari  sampai parameter air stabil. Masalah predator juga pernah sF alami… udang hias amblas gara-gara aquascape diisi discus 🙂  ha3… nah kalau mau mencampur fauna satu dengan lainnya ini harus sering2 googling.  Klo udang sih mending jangan dicampur sama ikan apapun. Ikan jinak pun pasti bakal tergiur dengan anakan udang yang berukuran beberapa mili. Selain itu keberadan ikan bikin udang sembunyi terus.  Eh ya hewan air juga bisa terkena penyakit/ jamur, solusinya ikan yang sakit kudu di isolasi dan diberi perawatan / pengobatan.
2. Tumbuhan mati . Penyebabnya juga macem2 antara lain : kekurangan/ kelebihan cahaya, kurang asupan co2 atau nutrisi, digerogoti fauna pemakan tumbuhan, dll. Pemilihan tumbuhan juga berperan penting dalam pembuatan aquascape terutama yang main di low light (0.5 watt/ liter air) tanaman berwarna merah dan ungu dijamin bakal susah hidup (melting), jadi pilihannya terbatas pada tanaman tententu saja.  Co2,cahaya serta nutrisi yang cukup sangat diperlukan dalam mempercepat pertumbungan tanaman. Saat membeli tanaman pastikan juga sudah berakar dan sudah daun air penuh (ada beberapa tanaman yang asalnya dari darat dan diadaptasikan agar dapat hidup dalam air) . Kemaren sempet beli taneman lupa ga dicek, setelah nyampe rumah baru ketahuan taneman hanya berupa pucuk tanaman tanpa akar :mrgreen: untung karena CO2 dan cahaya yang cukup akarnya sekarang sudah keluar 🙂 .
image

3. Serangan hama bikin tanaman mati dan merusak pemandangan. Terutama keong/siput air!  Ada 2 jenis yang hinggap di aquascape SF horn snail dan Malaysian Snail. Kedua siput ini ini bersifat hermaprodit alias berkelamin ganda. Jika ada satu saja di aquascape (ga sengaja terbawa saat beli tanaman) bisa beranak pinak ratusan ekor. Nah di aquascape discuss milik SF populasi keong ini menggila. Beberapa tanaman jadi korban pembusukan akar. Kadang juga keong ini nempel dikaca hingga merusak pemandangan. Setelah ubek-ubek di forum aquascape akhirnya nemu solusinya yakni : Keong pembunuh 🙂  alias assasin snail !( pesennya di 087886608599 atau intip disini ) keong ini memangsa keong lain yang berukuran sama atau lebih kecil (semoga saja ga menjahili keong turbo dan tandukku)
image

4. Satu lagi yang paling menjengkelkan…. populasi alga yang booming.! penyebannya adalah parameter air ga pas (kebanyakan nitrat kliatannya dari kotoran discuss gedhe2 dan jarang di WC), dan suhu aquascape terlalu panas. Di aquascape discuss milik SF banyak ditemui alga pengganggu berupa lumut ijo nempel dikaca dan ujung daun ,serta alga berambut  yang nempel erat di moss. Teorinya mengatasinya sih dengan keong turbo/tanduk, udang amano, CaE/SAE(alga eater) hingga otocinclus. Sementara ini baru SF kasih 5 keong turbo dan 20 tanduk tapi alga tetap menyerang, udang amano jelas ga berani ane masukkan aquascape (bisa jadi camilan discuss entar), CAE/SAE sering ngusilin Discuss jadi ane hibahkan tetangga, ottocincluss sang pembersih alga paling wahid stoknya kosong berbulan-bulan 🙁  . Jadi kepikiran melenyapkan discuss yapi kok sayang yahh …

image

Itulah beberapa kendala dalam aquascape yang SF alami, tapi karena itupula ane tertantang bikin aquascape lagi. So far sih kendala diatas dapat diatasi dengan baik  pada aquarium baru 🙂 .  Bagi aquascaper kelas wahid biasanya punya alat pengukur untuk mengetahui parameter air yang pas buat flora dan faunanya biasanya termometer, Pengukur kadar CO2, Nitrat dan PH… klo SF sih cukup maen feeling aja. Asal tanaman tumbuh dan hewan sehat berarti dianggap pas saja lah 🙂 . Segala sesuatu kalau diniati dan diseriusi bisa berhasil kok 🙂

image

Damnnn…!!! Bener-bener addicted alias bikin ketagihan hobi yang satu ini. Awalnya iseng nyenengin anak plus ngajari biar sayang binatang malah bapake yang ketagihan… semula cuma aquarium bulat kecil eh sekarang malah punya 2 aquarium full house :mrgreen: ini jeleknya dunia maya. jika iman ga kuat gampang terpengaruh… ! :mrgreen:
dua makhluk air tawar yang bikin SF terpikat adalah ikan discus dan udang hias. Dan karena kekonyolan SF, dua makhluk ini pernah SF gabung jadi satu, alhasil udang red cherry amblassss… discusnya sih hepi saja bahkan warnanya makin nyala lah wong udangnya sumber protein yang maknyussss 🙂 disamping itu ternyata kebutuhan 2 hewan ini berbeda, discus minta anget diatas 26°c minta dan udang minta dibawah 26° c. Hasilnya “terpaksa” bangun aquascape baru beberapa bulan lalu
Oke… mari proyek meracuni dijalankan :mrgreen:
Aquarium pertama untuk discus , ukuran p75cmx t40cmx L40cm lampu berkonsep middle-low light (kira2 0.62 watt/liter air), filter atas  , fan CPU agar suhu air ga terlalu panas, dan CO2 diy (kadang ga pake 🙂 ) hasilnya tumbuhan lambat tumbuhnya, serta terlihat beberapa jenis alga bersarang, ikan pemakan alga seperti LAE dan SAE malah bikin sisik discus terkelupas 🙁 akhirnya pake jasa keong turbo deh (lumayan kurangi lumut hijau tapi alga berambut masih menyerang), tumbuhan cuma bisa yang berwarna hijau tua sampai hijau muda karena ga memerlukan cahaya tinggi dan co2 berlebih, untuk moss cukup pakai jenis agar-agar. image Kalau pake moss berambut semacam java moss, peacock maupun xmas rawan terjerat alga. Harusnya air diganti 30% seminggu sekali namun karena sok sibuk hanya SF tambah air segayung/ hari ( menguap karena fan CPU), hasilnya ga begitu memuaskan tapi keindahan discus masih terekspose lahh… ga enaknya kondisi substrate dan daunan ga bisa kinclong karena feces discus gedhe-gedhe, dan kalo pas rebutan makan kibasan ekornya bikin kotoran dibawah terangkat :mrgreen:
Kurang puas sama hiasan aquascape discus di ruang tamu, SF pun bikin lagi aquascape p34cm, t25cmxL24cm (aquascape mini) beberapa bulan lalu (pembuatannya monggo diintip disini)

image

seperti biasanya awalnya pengen ngirit dengan CO2 bikin dhewe, tapi lagi-lagi karena racun dari dunia maya untuk menumbuhkan tumbuhan merah akhirnya terpaksa beli tabung co2 agar kadar co2 yang dibutuhkan tanaman tercukupi dengan stabil. Ternyata bener ya ngefek banget CO2 ini… :mrgreen: tumbuhan jadi makin berwarna dan cepat pertumbuhannya. Tumbuhan merah pun beranak pinak (red lotus).
image
Upgrade tank 2 selain di CO2 dan tanaman merah juga ada batang santigi ditancepin xmoss, batu putih, tanaman background, tambah hair grass, dan sudah berani miara udang  agak mahal yakni Red bee dan black bee (10rb /ekor) . Saat ini aquascape memang belum terbentuk sempurna karena co2 baru dipasang seminggu, meski Moss sudah keluar pucuk baru tapi belum terbentuk penuh , taneman ungu juga baru ditancepin minggu kemaren (entah bisa hidup ga, ga teliti belinya akar belum ada 🙁 ) tunggu artikel selanjutnya soal khasiat co2 dan ulasan pembuatan aquascape semi pro ala pemula 🙂

Klo sudah ketagihan ada sesuatu yang hilang jika sehari saja ga nyemplung 😆

image

image

Sekejap melupakan dunia permotoran dengan ngurusi hobi satunya yakni aquascape. Sebenernya SF sudah punya aquascape berukuran besar yang juga dihuni ikan eksotis (discus) . Nah kebetulan SF juga punya aquarium mini dari bahan akrilik yang semula untuk treatment benih discus. Karena indukannya sudah tewas 🙁 kepikirian untuk bangun mini aquascape buat ditaruh kamar.
Proyek dimulai… beli pasir malang 15 rb, potongan akar berbentuk bukit mini 25 rb, eh dikasih beberapa bonus taneman mini sama sellernya. 🙂  Nyampe rumah pasir langsung dicuci bersih… potongan akar ditempel moses yang SF ambil dari aquascape besar, tempel ke potongan akar pakai steples. Ternyata baru keinget pupuk dasar lupa dibeli :mrgreen: padahal pupuk harus ditabur didasar sebelum pasir dimasukkan. Karena kepalang tanggung dan males keluar lagi disusun dulu mini aquascapenya. Potongan akar yang mirip bukit yang telah ditempeli moses dan diberi pemberat batu bagian belakangnya ( diiket pake benang jahit) ditaruh dasar selanjutnya pasir malang dimasukkan. Air dimasukkan separuh baru taneman ditancapkan. Setelah itu aquascape ditempatkan dikamar dan diisi penuh. Untuk lampu jepit, lagi2 ane ambil dari aquascape besar , karena aquascape udah berlebih lampunya . Lampu ini merk Jebo JB15 dengan lampu bawaan 13 watt tapi sudah ane upgrade pake bohlam hitachi 20watt daylight. Air yang dipakai ambil dari  aquascape besar ane karena kandungan sudah terjamin (lah wong aquascape yang besar udah jadi 🙂 ). Hari kedua keluar lagi untuk beli pupuk cair 5rb, hairgrass 10rb, dan red cherry (udang mini) 20 ekor @1000, udang segera dimasukkan plus beberapa ikan dan beberapa keong lagi dari aquascape besar.Eh esok harinya beberapa udang tewas, seluruh ikan dan keong berada di permukaan . Wah.. tanda2 kekurangan oksigen karena fotosintesis belum terbentuk. Untuk ngeboost agar fotosintesis segera terjadi, ane bikin Co2 sendiri dari botol plastik yang diberi air gula dicampur fermipan (ragi). Sementara agar udang dan ikan ga tewas ane beri aerator (gelembung udara). Tinggal tunggu pembentukan ekosistem, harusnya sih bisa terbentuk sempurna karena beberapa kriteria sudah ane penuhin. Cahaya, pupuk, co2 dan suhu dingin (kamar ber AC). Tunggu hasilnya…. beberapa hari lagi 🙂

image

image
image

nah ini beberapa contoh mini aquascape dari hasil googling yang sudah terbentuk sempurna (hati-hati keracunan 🙂 :

image

image

image

Dari awalnya punya akuarium model bulat untuk nyenengin si faiz lama2 berkembang jadi aquascape ukuran 70x40x40.

Aquscape sedikit beda dengan aquarium karena menonjolkan tumbuhannya daripada ikannya. nah berhubung SF jatuh cinta sama yang namanya Discus yang merupakan salah satu ikan terindah air tawar, SF berusaha memadukan antara keindahan ikan dan tanaman air.Aquascape dikatakan berhasil jika terjadi keseimbangan dalam ekosistem buatan. Ikan mengeluarkan kotoran (nitrat) dan Co2 hasil pernafasan, selanjutnya kotoran dan Co2 tersebut akan dipakai tumbuhan untuk berfotosintesis sehingga menghasilkan O2 yang digunakan ikan untuk bernafas. Membangun aquascape termasuk rumit, SF sendiri belum bisa dikatakan sukses. lah wong sekarang aja kasih ditemui alga pengganggu. faktor yang harus diperhatikan antara lain cahaya untuk main di medium light menggunakan lampu minimal 6000Kelvin dengan perbandingan 0.5Watt/liter. Suhu air juga dijaga tidak melewati 29 derajat Celcius, seminggu sekali harus ganti air 1/2. Tabung Co2 adalah alternatif jika ingin menumbuhkan tanaman dengan cepat dan lebat. kalau ga telaten ancur deh tanemannya. Karena SF seneng modif hampir semua peralatan di akali sendiri sehingga bisa menghemat biaya ratusan/ jutaan rupiah. Lampu 3 set cukup 200rban (kalo khusus aquascape bisa diatas 600rb), filter cukup pake buat aquarium biasa, CO2 bikin dhewe dari campuran ragi+ gula+ nasi. Tiap hari pantengin aquascape ini belum juga bosen, bahkan rasa penat sepulang kerja jadi hilang melihat makhluk2 eksotis berkeliaran di ekosistem buatan ini, mulai dari discus, keong hias, udang hias, lobster mini air tawar, lele cebol dan ikan2 kecil pun bikin ramai aquascape SF.

discus snakehead

keong tanduk pemakan alga

lobster cebol (mexican dwarf)

Perkembangan aquascape ane ada dibawah ini.

Awal2 coba setting lampu kurang terang banyak tumbuhan melted

januari 2011

upgrade lampu 60 watt

maret 2011

Kondisi terakhir aquascape tgerpaksa disetting ulang karena pindahan rumah. sekalian upgrade lampu 80Watt dan CO2 DIY pakai 2 botol air mineral, plus pendingin dari kipas CPU

Juli 2011

inipun belum mencapai kondisi yang ideal karena masih ada alga rambut dan tumbuhan berdaun merah ga bisa berkembang maksimal. Jika ingin belajar lebih banyak kunjungi saja  http://forum.indoaquascape.com/