india

All posts tagged india

Mungkin bis di India sudah menganut crumpled zone sejak lama… jadi saat nabrak ,bagian depannya langsung ringsek 🙂
Sedangkan motor yang ditabraknya masih kokoh…

image

Pic : www.amusingtime.com

source :www.motorbeam.com

Disadur dari beberapa artikel di India, dimana disana telah duluan terjadi perang antara R15 Vs CBR 150.

R15: Power 17 PS at 8000 RPM Torsi 15 Nm at 7500 RPM
CBR150: power 18 PS at 10,500 RPM Torsi 12.66 Nm at 8500 RPM Continue Reading

image

Minerva SF nampaknya mengalami keterpurukan di kelas 250 CC. Selama diJakarta 4 tahunan saya cuma sempet lihat motor ini 3 unit berkendara dijalanan. Lain halnya dengan fairing 150cc yang sering SF lihat sliweran. SF saja sama sekali ga ada minat.. kesampingkan modelnya yang garang atau image pabriknya yang kurang bersinar, tapi dari riding positionnya saja sudah terbayang… motor ini bener-bener megeli alias bikin capek… lah nunduk abiesss :mrgreen:
Gimana dengan TVS…yang kabarkan ikut nhemplung dikelas 250cc ini. sebenernya kiprah TVS juga kurang bersinar di Indonesia. Bulan Maret lalu hanya bisa jualan 1057 unit dalam sebulan. Nah gimana jika TVS masukkan RTR 250 Di Indonesia apakah bernasib seperti minerva dengan varian 250ccnya ?… jawabnya tergantung … bisa jadi pilihan bagi penyuka motor CC gedhe di Indonesia dengan budget mepet. Syaratnya desain keren,tenaganya beneran sampai 30 Hp, ergonomi cukup sport turing ga nunduk dan yang pasti harga harus murah…

image

Sumber : P2R

Aftersales TVS sepertinya lebih kuat dibanding minerva (cmiiw) apalagi TVS punya pabrik di Indonesia. Untuk kelas 250 cc terbilang unik… kalau harga terlalu tinggi akan merambah pangsa premium jelas para konsumennya lebih matang pertimbangannya… ada yang namanya prides disini tentu lebih begengsi dan konsumen lebih ga kuatir jika beli motor yang lebih terjamin seperti CBR 250 atau N250. Otomatis harga kudu di set sekurah mungkin, Ini sebuah tantangan bagi TVS bisakah bikin motor sport fairing 250cc berkualitas dengan harga murah?
Sebab rasanya susah jika TVS main dikelas yang sama dengan CBR dan penguasa pasar Ninja 250. Tentunya TVS mengincar konsumen dibawahnya… dengan bocoran info RTR 250 yang bertenaga 30hp (diatas CBR 250?!) Bermesin 1 silinder, jelasnya berkompresi suangat besar… minumnya minimal kudu pertamax kan? Mesin kompresi gila ini hanya dibekali oil cooler, beda dengan yg lain yang kengandalkan radiator. Pembeli motor berbudget terbatas tentunya berpikir ulang memberi minum motor ini sehari-harinya. Sudah hampir dipastikan borosnya diatas motor harian lainnya ditambah kudu pertamax bahan bakarnya.

image

Sumber : tmcblog.com

Bersediakah TVS berupaya total dengan meningkatkan promo,meluaskan jaringan sales dan aftersales, dll untuk menyambut motor yang pasarnya paling sempit di segmen sport ini ? hampir mustahil… memang sih Pabrikan TVS di Indonesia ga hanya melayani motor di Indonesia namun juga untuk ekspor. Jika produk 250cc TVS ini cukup fenomenal dan diterima di dunia internasional, pabrik di Indonesia bakal makin meluas dan mungkin jaringan Sales dan aftersales TVS bakal ditingkatkan di Indonesia… itu kalau RTR 250 ini diproduksi di Indonesia loh. Tapi semua baru wacana…. masih lama rasanya mengharapkan kehadiran motor ini. Klo sekarang yang pasti-pasti saja dah 🙂

image

Pertama Duke 200. Banyak khalangan berharap jika Duke dijual dibawah bendera Bajaj harganya bakal seperti produk bajaj lainnya alias masih terjangkau. Ya paling tidak dibawah duo sport fairing Jepang lah….. Betapa banyak rider yang mengelu-elukan dan mengharap kehadirannya. Tapi begitu tau dijual langsung oleh APM langsung seharga 60 jutaan… peminatnya langsung mundur teratur.

image

Kasus kedua SF prediksi bakal menimpa P200NS produk bajaj yang dijual dibawah bendera kawasaki, motor yang awalnya SF kira bakal dibenturkan dengan CB150R,l/NVL atau maksimal dengan Tiger/Scorpio malah infonya menyasar kelas premium seharga 30jtan. Kalau sudah kaya gini apa ga makin kuciwa calon konsumen yang setia menunggu kehadirannya….

image

Beberapa hari lalu pas nyuci maticnya bundafaiz ngobrol lama dengan rider pengguna skywave. Awalnya ngobrol soal suka dukanya skutik suzuki. Trus doi nanya mengenai motor yang dimiliki sF lainnya. Saat nyebut Tiger doi langsung bertanya… ga pengen nyoba pulsar bro’? SF pun cerita tiger dimiliki sejak lama thn 2005 saat pulsar belum masuk sini dan saat ini ga mungkin gantiin tiger dengan motor lain karena historical valuenya 🙂 
Rider ini trus ngaku kalau dia pengguna setia Pulsar . Nah…giliran SF yang  mengorek kesannya menggunakan Pulsar :P. Dia sudah
4 tahun menunggang PiBo, selama itu ga ada permasalahan berarti meski sudah turing beberapa kali antara lain ke Bengkulu dan Jogja, kliatannya puas banget pulsarian ini menunggang pulsar. Mesinnya juga masih awet tanpa kendala berarti. Selain mesinnya .. dua hal yang dapat diandalkan  pada Pulsar adalah  konsumsi bensinnya yang super irit dan kekuatan rangkanya! Pokoknya beda dibanding pabrikan Jepang, menurutnya jauh lebih kokoh motor bikinan India ini ( ini yang bikin berat kali ya ).
Masalah sparepart rider ini juga mengakui itu hal terlemah yang dimiliki bajaj.  Harapannya (yang juga diamini SF ) Bajaj segera bangun pabrik disini sehingga permasalahan ketersediaan sparepart dapat diatasi. Tips yang diberikan rider ini jika cari suatu parts di satu dealer ga ada jangan terpaku pada dealer itu, cari di dealer lain yang terdekat. jika beruntung bakal dapat kok barangnya.  Tapi kalau apes ya mau ga mau inden. Sayang sebelum SF mengorek keterangan lebih lanjut , rider ini pamit duluan karena skywavenya selesai dicuci….
motor dengan value of money bagus jika didukung jaringan distribusi memadai produsen Jepang pun bisa dibuat bertekuk lutut (segmen sport)

42 juta ???? ini berita mengejutkan dari tmcblog ini yang bikin banyak calon konsumen KTM duke berfikir ulang meminangnya. Prediksi harga bakal kisaran 30 jtan meleset. Motor 200 cc yang potensi power mesinnya menyamai motor 250 cc tentu ada konsekwensinya (part berkualitas = mahal??? ), belum lagi jaringan 3 Snya masih sangat terbatas. Kekhawatirannya utama jelas : dimana beli partsnya, berapa harganya dan ada ga barangnya??? Image

Apa ga mending pilih Ninja 250 dengan 2 silindernya harga 42 juta dapet rondo kinyis tuh, atau jika pengen tarikan maut pilih saja CBR 250 non ABS dapet motor baru dengan duit segitu. Pengen motor beraura turing ada GW 250! Jika terlanjur nyiapin dana 30 juta dan tetep menginginkan motor eksotis pilih saja P200NS kan masih saudaraan juga. Powernya OK, desain ciamik.

Cukup berani juga langkah sang dealer…. antara optimis atau nekad? Optimis karena produk Austria, kualitas Oke, brandnya juga tenar merajai Paris Dakar. Namun bisa juga dibilang nekad karena motornya segmented dan pesaingnya banyak untuk kelas 40-50 jtan.

Bagi yang sudah memantapkan tekad, harga mungkin bukan masalah utama…. yang penting puasss saat ridingnya, sudah terbayang motor jangkung dan kekar bakal bikin ridernya berwibawa. belum lagi tarikan bawahnya yang paling beringas dikelasnya.  Sensasi berkendaranya yang ditawarkan ga bisa didapatkan dari motor lain. Itulah kelebihan utama yang mungkin bikin beberapa orang ga bisa berpaling.

image

Lebih cocok jika usul-usil ini ditujukan untuk Yamaha yang berencana memproduksi motor sport 250 cc. Demi menggebuk rival bebuyutannya serta menggulingkan tahta Ninja kudunya Yamaha melakukan langkah taktis. Pelajari keunggulan kompetitor yang ada, beri value added, dan jika mampu … lempar kepasar dengan harga sama atau lebih rendah dibanding kompetitor. Kalo sudah gini konsumen mana yang ga klepek-klepek.
Gampang-gampang susah sih. Bikin daftar kelebihan CBR 250 dan Ninja 250  trusss masukkan semua kelebihan itu pada produk yamaha yang baru. Jadinya motor sport berfairing, ber speedo digital, ban gambot, injeksi, nyaman dikendarai dan yang terpenting Mesin 2 Silinder ! Soal body juga ga susah. Tembak saja desain R6/R1. Urusan tampang ga boleh dianggap remeh loh. Tapi ga perlu kuatir R15 saja kueren gimana yang 250 cc ya?Lebih cool pastinya.
image

Nah sekarang bagian yang susah, harganya bro! Bisa ga bersaing dengan 2 produk yang sudah beredar duluan? Dilema lohhh… klo ngejar murahnya bisa jadi kualitasnya dikorbankan.