Yamaha Mempertimbangkan produksi 250 cc di India, jangan sampai kejadian seperti CBR 250

image

begitu membaca dapurpacu mengenai niatan Yamaha memproduksi motor 250cc jadi terpikir untuk buat artikel. Ada satu paragraf yang bikin SF tergelitik :

“Yamaha mengusulkan untuk meracik sepeda motor baru di India atau di Asia Tenggara dalam rangka menjaga biaya rendah dan kompetitif,” jelas sumber tersebut. Belum ada tanggal peluncuran atau nama model yang akan dihadirkan.

Kenapa berita ini cukup menarik. Pertama soal niatan Yamaha ikut terjun di kancah persaingan 250cc, kedua ada kemungkinan motor tersebut diproduksi di India . nah ini yang perlu dikuatirkan. SF ambil contoh dari kasus CBR saja deh. Motor yang blueprintnya jelas dari Thailand, tinggal contek ternyata apa yang terjadi !? buanyak masalahnya . cek disini :
http://otomercon.wordpress.com/2012/04/02/honda-cbr250r-di-india-memang-banyak-problema/
mulai pernak pernik berkarat (baut,spion, engine cover), motor berisik/kasar, fairing bergetar, shock depan bermasalah, dll nah bagaimana jika Yamaha 250 cc ini mulai dari nol dikembangkan di India. Ingat brand Yamaha ga sekuat Bajaj dan Honda disono. Apalagi alasannya untuk menjaga biaya rendah.  jangan sampai melakukan kesalahan yang dilakukan Honda deh. jika niatan begitu kudu dipastikan kualitas partsnya terjamin. Ga gampang loh… screening third party (vendor parts) kudu diperketat begitupula QC (Quality Control) nya. Memang sih Potential buyernya lebih banyak India dibanding negara lain, tapi apa berani ambil resiko seperti CBR 250.

image

Lebih aman sih pilih opsi kedua yakni diproduksi di Asia Tenggara (Thailand) atau bahkan produksi di Indonesia sekalian biar ga perlu CKD 🙂 (karepku !! :mrgreen: ). Thailand merupakan barometer motor di Asia Tenggara. Banyak motor kelas dunia yang diproduksi disini, mulai CBR150/250, Ninja 250 hingga Moge ER6, tentu sarana serta ketersediaan verdor berkualitas lebih banyak dibanding di India. hayo milih mana diproduksi di India atau Thailand? Harapan masuk di Indonesia bakal makin lama nih. Secara ATPM sudah ga bisa import. Otomatis kudu persiapkan sarana dan prasarana perakitan.

Kenapa Motor Jepang Mahal? Analisa Sederhana pada MNC

image

Sedikit analisa dan diskusi dengan seorang rekan yang lama berkecimpung di bidang yang sangat erat berhubungan dengan MNC (multy National Company) sebut saja sahabat SF ini JS. Kami membahas kenapa harga motor Jepang jauh lebih mahal dibanding Motor India. Kali ini SF memberi contoh Tiger versus Pulsar 220. Pulsar jelas lebih canggih, powerfull,irit, fitur lebih lengkap kenapa bisa dijual 6 juta lebih murah? Sebelum JS sempat jawab segera ane tambahin, apakah karena Royalti?
Menurut JS pada perusahan MNC , royalti sangat wajar dan normal. Pada MNC yang besar royalti bisa mencapai 30 % dari HPP, bisa bulat-bulat diakui sebagai royalti atau bisa juga disamarkan biayanya (misal biaya kantor pusat) yang endingnya sama saja duitnya lari ke Kantor Pusat, mungkin untuk produk massal royalti semakin banyak berkurang. Karena kita membahas motor yang diproduksi total di Indonesia, mungkin kita bisa sedikit  mengabaikan kenaikan yen sehingga bikin import membengkak. Diskusi mengerucut, mahalnya harga motor Jepang di Indonesia kemungkinan dipicu oleh pemanfaatan tehnologi, nah disini ada juga yang namanya patent. Patent lumayan juga nambah biaya apalagi motor yang kaya fitur dan canggih makin banyak biaya patentnya. Penyebab lain lagi yang juga signifikan yakni faktor perusahaan itu sendiri. Untuk 2 ini (Royalti dan Patent) bisa bikin kenaikan HPP 15- 25 %. Perusahaan sudah terlanjur gemuk, struktur organisasi sudah besar, level manajerialnya sudah banyak, karyawannya juga. Perusahaan mapan yang sudah punya “nama” tentu fasilitasnya dan gaji beda dengan perusaahan baru. Jadi  biaya operasionalnya tentu juga membengkak. Belum lagi yang namanya aftersales, pabrikan besar tentu sangat concern masalah ini, bagian dari margin digunakan untuk mensupport servis centre dan distribusi sparepart seluruh Indonesia. Biaya promosi juga ga bisa disepelekan loh, baik yang diselenggarakan AHM pusat maupun promosi masing-masing dealer.
image
Jadi kenapa Pulsar atau hyosung bisa murah??? Mereka hanya memasarkan saja ga harus bayar royalti besar, patent, dan menanggung lebih sedikit biaya untuk mensupport aftersales. Tentunya ini tantangan bagi bajaj nantinya, SF sangat amat yakin jika nantinya bikin pabrik di Indonesia harganya masih bisa dibawah harga motor Jepang. SF sudah hafal benar bagaimana cara kerja Perusahaan India, maklum sudah 4 tahun bekerja di Perusahaan India, dan 3 tahun diantaranya bekerja pada pabrik baja terbesar didunia. Intinya satu : EFISIENSI!!!
Harga jual boleh murah tapi jangan sampai memperbudak Tenaga Kerja Indonesia ya…. !

image

Masyarakat awam taunya cuma pabrikan Jepang, pabrikan lain ga minat!

image

Itulah kondisi real pengguna motor mayoritas kita. Keputusan beli motor didasarkan kemampuan aftersalesnya dulu. Bagaimana jaminan servis, suku cadang dan terutama harga jual kembali. Urusan teknis belakangan…. 🙂  Tak peduli setinggi apapun value of money sebuah motor kalau merknya bukan Honda atau Yamaha ya ga dilirik. Jangan samakan dengan para pengunjung blog ya.. saya yakin bisa taulah mana-mana motor dengan value of money paling bagus. Kaum biker enthusiast ga semuanya terbuka dengan semua merk loh… coba baca komen warung yang sering kebakaran. Sebagus apapun motor lawannya ya pasti dicari cacatnya. :mrgreen:
Kembali ke topik. Mari kita berkaca pada fakta…. bandingkan pulsar 200 dtsi (lama) dan tiger. Power menang bajaj, irit menang bajaj, technologi menang bajaj, harganya juga lebih murah bajaj. Tapi motor apa yang lebih laku? Contoh lain P180 lawan NMP atau byson atau vixion!?
Terutama untuk motor harian, masyarakat pada umumnya lebih percaya pada merk Jepang. Sudah mendarah daging, nyoba merk baru saja enggan. (Jangankan bajaj, merk setenar piaggio pun susah jualan disini, kenapa ? Aftersales bro! Rasa kuatir memang manusiawi. Saat beli motor buat harian,( apalagi bakal jadi motor satu-satunya dirumah) pasti mikir servisnya yang deket rumah mana ya, sparepartnya gampang dicari gak ya, kalau ada kebutuhan mendesak apa motor masih tinggi harga jualnya? Konsumen seperti ini ga mau ambil resiko. Beli motor kenceng, canggih,irit, murah tapi kalo rusak nunggu berhari-hari ketersediaan partsnya, mau kerja/sekolah naik apa?
image
Rider yang ga suka ganti-ganti motor mikirnya malah juauhhh kedepan, extreemnya gini… motorku 10 tahun kedepan nasibnya gimana ya? 😆
Sebagai pengguna honda Tiger, SF sangat menyadari keuntungan beli motor ini tahun 2004 silam, sudah 7 tahun berjalan kalau ada kerusakan parah (misal sampai bongkar mesin) tinggal ke toko sebelah rumah banyak yang jual sparepartsnya, mulai seher (kw sampe ori), sampai kamrat ada. Lah motor Non Jepang gimana, cari parts motor di bengkel resmi saja kadang harus inden, apalagi dibengkel umum.
Satu hal lagi yang hampir terlupa. Ketersediaan parts aftermarket terutama variasi motor. Tentunya jangan harap mudah menemukan variasi motor non Jepang. Kendala juga bagi penghoby modif. (Tapi kalau semacam Pulsar 200 NS ga perlu modif udah caem 🙂  )

image
Kekuatan pabrikan Jepang terutama Honda dan Yamaha susah dilawan pabrikan lainnya. Apalagi jika pabrikan lainnya segmented, bajaj misalnya spesialis sport, piaggio spesialis skutik. Sudah pasarnya terbatas, keuntungan mepet, pastinya makin sedikit bagian dari keuntungan yang digunakan untuk membiayai peningkatan jaringan dan layanan purnajual. Silahkan share di kolom komentar jika ada uneg-uneg 🙂

Pulsar baru, Ganas..! Bajaj Wajib Totalitas!

image

Kabar baik bagi pecinta pulsar. New Generation Of Pulsar Series has Born! Ganas powernya, modelnya dan iritnya! Nampaknya kolaborasi Bajaj dan KTM menghasilkan karya yang ga bisa dianggap remeh! Berikut specnya :

-4-valve
-triple spark
-15% lebih kencang dari versi lama
-Power 23.5 BHP@ 9500 RPM, -torsi 18.3 Nm @ 8000 RPM.
-naked bike mirip P135 lama.
-Water cooled -Karbutrator.
-6-speed gearbox. -Weight =145 kgs
-fuel tank capacity = 12 liters.
-280mm front disc, 230mm rear disc.
-All new alloy wheels dan new monoshock suspension.
-mileage = 58 Kmpl pada kecepatan konstan 55 Kmph,
-top speed =136 kph – 0-60kph = 3.61sec -0-100 kph= 9.83 seconds.
(Data ngrampok dari rider tua 😆 )
Jika emblem bajaj pada pulsar 200 di ganti Honda , makin kocar-kacir tuh barisan Yamaha. Sayang meski sebegitu besarnya potensi yang tersimpan pada 200 NS ini, tetap SF pesimis. Salah satu penyebab utamanya adalah kelemahan aftersales pulsar yakni layanan 3Snya serta harga jualnya yang jatuh. Disinyalir pengguna bajaj sebelumnya yang ingin upgrade ke pulsar 200 NS ini bakal galau. Gimana tidak!?
Pulsar lamanya jika dijual harganya jatuh, nambah duitnya gak terhitung sedikit untuk dapat meminang Pulsar baru yang menurut TMCblog sekitar Rp. 22-26 jutaan .
Kok SF rasanya pesimis terus sih? Bukannya underestimate bro! Tapi mencoba berpikir logis. value of power pada motor, SF kira masih dibawah value of aftersales. Trus gimana donk? Bajaj kudu totalitas ! Bikin pabrik di Indonesia plus tingkatkan aftersalesnya! Tapi apa berani, Lah wong bajaj ga jualan bebek. Secara pasar sport sendiri di Indonesia masih sangat sempit, buat rebutan lagi! Ingat Honda juga menyiapkan motor teralis 150 cc DOHC loh! Klo ga brani ambil resiko, ya penjualan bajaj bakal jalan ditempat. Pasarnya khusus rider yang melek tehnologi dan berani. Loh kok? Yup berani menghadapi resiko sulitnya dapat sparepart 😆 
Salute buat inovasi Bajaj. Semoga pabrikan Jepang makin melek, punya rasa malu dan tersadar agar bisa menciptakan produk seperti Pulsar yang kencang, irit, keren dan murah!!! 

Ada Apa dengan Bebek ???

Sepekan terakhir banyak blogger menyingkapi soal iklan BAJAJ Indihe yang nyindir motor bebek dalam iklannya. Mindset brother yang mendewakan motor batangan diatas bebek/matic bakal berubah kalau sudah berkeluarga sendiri dan kondisi ekonomi pas-pasan. Bebek / Matic adalah motor wajib disetiap keluarga biker. Kenapa ???

1.  Motor bebek memudahkan bawa barang belanjaan banyak, belum lagi harus boncengin anak istri, tinggi jok rata2 ga begitu tinggi, memudahkan memudahkan membonceng orang tua.

2. Harga terjangkau terutama bagi yang ekonominya pas-pasan, istripun ga kesusahan kalo gantian mau pake motor( bebek bobotnya lebih ringan apalagi dibanding produk India yang buerat banget).

3. Sparepart lebih mudah didapat dibanding motor laki .)

4. Ga Pake kopling ga capek kalo buat kemacetan.

Bukti Bebek Masih Eksis

Kalo ada yang bilang hari ini masih perlu bebek?, bebek adalah pembodohan otomotif, bahkan ada yang komen disebelah bebek sebagai bentuk penjajahan jepang atau apalah…. berarti mindsetnya masih egosentris dan yang jelas menyindir mayoritas pengguna motor di Indonesia (termasuk nyindir orang tua dan sodaranya masing2).

faiz in action

Bebek/ matic adalah motor pertama pilihan paling bijak untuk yang sudah berkeluarga apalagi keluarga biker. Sedangkan  motor laki cocoknya buat motor kedua (buat ngantor ato bahkan nyentul 😛 ).

Mungkin komentator dibawah ini lebih punya banyak alasan kenapa pake bebek/matic :

Beginikah tampang Pulsar 250

Media online di India udah banyak yang ngeluarin teaser pulsar 250, terlihat mesin masih menggunakan 1 silinder dan knalpot bertembolok seperti pada byson. Sedangkan bagian kaki mengandalkan ban gambot dan monoshock.

gambar disadur dari google

Rajiv Bajaj sendiri mengungkapkan bajaj akan mengeluarkan up-grade terbaru dari keluarga pulsar September mendatang (di India tentunya) dan biker India berkeyakinan ini adalah bajaj 250. Semoga saja segera masuk Indonesia, sehingga publik Indonesia bisa menikmati motor powerfull dengan harga terjangkau.

Kalau model diatas yang dipakai kok sayang ya? kenapa pulsar tetap mempertahankan bentuk seperti generasi sebelumnya. Padahal kompatriate pulsar ada kawasaki dan KTM. kok ga sekalian sekalian bikin model fenomenal yang samasekali baru.

VTR 250 masuk India 2012. Indonesia kapan!?

Kaget juga setelah baca  Dapur Pacu.

VTR direncanakan masuk India tahun 2012. Motor ini di Indonesia sebenernya diimpi-impikan tiger lover sebagai next tiger. Tenaganya hampir-hampir mirip dengan Ninja 250. Andaikan masuk sini dengan harga sama kaya ninja 250 dipastikan penjualannya meroket meninggalkan ninja 250. Lah kemaren smartf41z adain polling antara fazer 250 dan CBR 150 masih banyak yang milih Fazer kok.

Tapi apa mungkin lah wong 1 silinder aja harganya sama kaya 2 silinder. Apalagi VTR 250 bisa 60 jtan kale. Tenaga bejaban sama Ninja 250, bahkan lebih tinggi dari Ninja 250 karburator, beratnya juga 141 kg selisih 25kgan lebih ringan dari Ninja 250.  berikut specnya (diambil dari sini) :

hasil reviews MCN

“Although the new Honda responds better low down, from the mid-range up the DOHC, parallel twin motor of the Kawasaki revs quickly and smoothly and its power increases more and more and its suspension has enough stroke to enjoy sport riding.”

Intinya VTR jago Diputaran bawah, namun Ninja tetap penguasa di RPM tinggi. Jelaslah lah, meski kalah bobot ninja powernya dicapai di RPM lebih tinggi dan  pake fairing makin bagus aerodinamisnya.

Tapi kalo harga sama ato paling tidak selisih 5 jutaan jelas milih VTR. Tapi nunggu bekasnya ajalah. bisa turun 10 jtan. he3….

Kapan ya masuk sini……