jadul

All posts tagged jadul

Persaingan makin ketat bikin pabrikan berlomba-lomba bikin motor terbaik yang mampu menarik minat konsumen… Produk lama yang tergencet mau ga mau ikut diupgrade, technologi baru disematkan… hal-hal baru yang dulu dianggap mewah pun disematkan ke motor ber cc kecil.

Konsumen yang akan beli motor jelas diuntungkan… banyak pilihan motor. Motor overprice bakal ditinggal alias ga laku. Pabrikan jelas itung-itungan dalam menetapkan harga motor baru. 

Hal diatas itu keuntungannya… lah kerugiannya?

Jaman dulu beli motor itu dipakai puluhan tahun sampai bobrok ga bisa dipakai. Sampai ownernya bosen, atau capek renovasinya… tiger SF umurnya 13 tahun, kharisma ortu umurnya 17 tahun, dan mertua punya Supra yang umurnya mungkin hampir 20 tahun dan masih bisa jalan normal. Belum lagi ngomongin vespa yang banyak berkeliaran…

Motor jaman sekarang SF sangsi bertahan sedemikian lama. Sundulan motor baru sedemikian cepat bikin siklus hidup motor berkurang… kalau cuma ganti striping sih owner motor lawas ga perlu kuatir… sparepart masih terjamin… lah motor sekarang kalau update ga tanggung-tanggung, mesinnya ikutan berubah. Motor sekarang harga jual kembalinya juga cepet jatuh. Sparepart yang kudu disediain pabrikan bertambah kompleks… ga yakin dah ketersediaan semua tipe motor ada di dealer… konsumen kudu repot hunting parts di berbagai bengkel atau beres.

Satu fakta yang ga bisa dipungkiri, durabilitas motor-motor sekarang ga sebadak motor jadoel… motor usia 5 tahun kudu siap2 bobol tabungan… 

hmmmn penasaran kira-kira Nmax punya SF bakal bertahan awet berapa tahun ya….?

image

Keturutan juga nyicip ganaznya akselerasi GL100 yang beberapa kali bikin mata SF melirik saat pulang kerja itu. Kebetulan SF ganti kampas rem disini sekalian dikoreklah spesifikasi GL 100 yang ternyata milik empunya bengkel.ย  Berikut spek kaki dan mesin yang berhasil SF korek.
Kaki-kaki : velg jari-jari aluminium dengan ukuran ban depan 100/80-17 merk Swallow Xworm sedang belakang ukuran 120/80-17 BT45,dual cakram

image

Mesin : 200cc kebanyakan memakai parts tiger, leher knalpot gemuk memakai leher scorpio, karburator menggunakan milik Ninja 2 tak. Yang sedikit ekstreem elektrik stater bikin dhewe dengan menggunakan dinamo stater tiger. Yang bikin takjub penempatannya didepan blok silinder. Blok mesin kiri custom sendiri… (ongkos garapnya saja abis 600rban). Alasannya biar ga ganggu saat stel tensioner rantai keteng (ga pake automatic tapi sodokan baut ๐Ÿ™‚ )

image

Test ride…..
Tanpa diminta sang empunya motor langsung ngambil kunci dan menghidupkan motor ini. “Monggo mas dijajal ” orang jawa juga empunyaย  ๐Ÿ™‚ . Sebelum jalan dibleyer-bleyer dikit , ternyata lebih reponsif dibanding tiger milik SF Suaranya pun lebih manteb. Begitu dinaiki…nyaman banget ternyata.. lah joknya saja tebel je.. ๐Ÿ™‚
Ga lama langsung dijajal… masuk gigi satu. ediannn!!!!ย  tenaga beringas sangat, pindah gigi dua hentakan masih sangat terasa, gigi tiga pun tenaga masih menghentak… namun sepertinya tenaga atas kurang panjang alias cepet kehabisan nafas. Dah …eksploitasi cukup gigi tiga saja lah wong trek depan bengkel ini sempit dan ramai . Jujur buat tarikan awal tiger SF ketinggalan dengan GL100 ini tapi sepertinya top speed masih unggul milik SF. Sang empunya juga mengakui nafasnya kurang panjang karena karbunya ga pas setingannya… sepertinya kalau ditemplokin PE28 bakan lebih manteb lagi. Byuhhhh… sayang mah motor antik hasil restorasi mending buat jalan santai saja, buat kebut2an bikin cepet rontok terutama parts-partsnya yangย  berumur…:-)

Saat SF tanya mau dijual lagi mas GLnya …”ndak mas sayang… ” jawabnya. “Klo mau CB temen saya saja minta 22 jt .”.”hahh !! ” “speknya blok silinder dan jeroan milik honda phantom,kruk as milik CRM (klo ga salah denger) masih di stroke up juga, electric stater, dual cakram,kopling hidrolis, body mulus abis” katanya…ย 

image

Alasan konsumen roda dua memilih tunggangan beraneka ragam. Ada yang cari kecepatan, aura moge,kenyamanan, irit, keren, murah, fungsional, dll. Ada lagi alasan lain yakni modelnya tak lekang oleh waktu. Dasarnya sih karena desainnya nyontek motor jadul dengan sentuhan modern. Bahasa gaulnya retro classic… seiring waktu kesannya motor ini modelnya ga bosenin. Deretan motor retro classic di Indonesia misalnya : scoopy, fino, vespa LX150ie,S150ie,dan PX150.
Bagaimana jika motor saat ini yang terlihat modern katakanlah tiger, Ninja, vixion,scorpio ,dll apakah nantinya saat sudah ada versi barunya jadi barang basi, ga menarik, ketinggalan jaman, dll? Atau malah jadi collectable item yang banyak diburu kolektor beberapa puluh tahun kedepan?
Coba kita flashback motor generasi CB, CG, C70, dll jaman itu teringat betul ortu SF sangat amat membanggakan tunggangan C70 astranya karena satu-satunya yang punya motor ini dikampungnya. Kesannya gagah ,modern, maskulin… top dah pokoknya :). Nah sekarang jadi motor klasik yang banyak peminatnya.
image

Gambar dari plethukpunyadhani.wordpress.com

Hal yang sama dialami oleh moge klasik yang saat ini diproduksi ulang dengan sentuhan modern. Sebut saja ducati GT 1000, modelnya terinspirasi gt750 tahun 70an yang saat itu jelas motor modern. Atau kawasaki w800 yang terinspirasi W series di tahun 67-75an. image

Coba kita ambil contoh antara spacy dan scoopy , spacy berdesain modern sedangkan scoopy bedesain retro ala motor jadul. Bagaimana nasib motor ini puluhan tahun kedepan? Jelas spacy jadi motor klasik, lah scoopy? Ya superklasik :). Secara harga mungkin juga mahal scoopy , model lebih jadul. Lantas apa sekarang lebih milih scoopy dibanding spacy? Tergantung … motornya mau dipakai atau cuma dikoleksi ๐Ÿ™‚ . Suka ya suka saja… ga usah mikir puluhan tahun kedepan palingan juga dijual motornya kalau bosen atau rewel.ย  :mrgreen: Suka spacy karena fungsional, tangki dan bagasi gedhe monggo…. pilih scoopy karena imut lucu dan klasik monggo. Sukur-sukur motor bisa apik terawat sampe kakek -nenek kan bisa buat warisan buat anak cucu ๐Ÿ™‚

image

Bunyi getaran saat riding sering kali merusak suasana berkendara. Bikin penasaran lagi bunyi getaran itu munculnya pada rpm tertentu saja. Nah berikut SF bagi sedikit tips untuk mencari sumber bunyi.
Saat motor berhenti gigi netral gantung gas pada rpm tertentu sampai terdengar bunyi yang tidak diinginkan (klo matic tentu kudu distandar tengah). Pada tiger dan ninja 250 sih gampang pengatur stasioner gas berupa knop yang langsung bisa diputar dengan tangan telanjang, pada motor lain mungkin perlu bantuan obeng. Nah kalau ga ingin repot puter-puter stasioner gas ya minta bantuan orang lain untuk muntir gas ๐Ÿ˜€ . Ketika motor meraung segera telusuri bagian bodi mana yang mengeluarkan bunyi getar, pegang satu persatu bagian bodi sampai menemukan sumber penyakitnya.
Pada tiger tua SF parts yang riskan berbunyi getarย  adalah footstep yang sudah ga rapat lagi saat ditutup, baut plat nomor kendor, serta part bodi yang pada beberapa bagian sudah ga klop pada dudukannya.
Ada juga bunyi yang keluar seiring roda berputar. Nah kalau ini ya motor distandar tengah gas digantung dan masuk ke gigi 2 atau 3 , pada roda belakang yang sering jadi biang bunyi misalnya rantai menggesek arm, gir goyang, laher rusak, mungkin juga dudukan cakram (terutama yang modifan).
image

Seringkali bunyi-bunyian bergetar justru karena ulah rider sendiri, misal naruh gembok di footstep bahkan di dudukan plat nomor, taruh perkakas dibox tanpa dialasi, pasang variasi aneh-aneh dll.
Sedikit berbagi kisah.
Pernah ada seorang rekan yang curhat ada suara besi beradu pada motornya , setelah cara diatas dipraktekkan doi ga bisa menemukan sumber masalah. SF coba cek sendiri diparkiran ternyata cukup didengarkan saja jelas sumber masalahnya ada pada knalpot. Jelas ada jeroan yang kendor/lepas hingga keluarkan bunyi gemerincing. Rekan SF langsung cek tukang knalpot ternyata bener ada bagian sekat yang lepas didalam. Eh besoknya ketemu lagi sama doi… ” knalpotnya makin bunyi kerasss! ” katanya. Penasaran SF langsung ngecek motornya, eaalahhh…. pantas saja lah wong knalpotnya di bedhel alias dibobok :mrgreen: katanya sekalian saja mumpung melubangi silencer knalpot. Bukannya sekat yang lepas dilas, malah sekat yang ada dicopoti sebagian. “Daripada beli knalpot racing, mending dhedel saja knalpot ori, toh sudah rusak”….
Sakkarep wisss… ๐Ÿ˜†

Silahkan kalau mau nambahi,komentar, atau curhat ๐Ÿ™‚

SF pernah berdebat dengan rekan yang ngakunya juga pemerhati otomotif. Nah saat membahas honda tiger langsung deh nyerocos, motor apaan tuh, menang mahal doang larinya lemot, masak 200 cc kalah sama satria yang cuma 150cc (sekalian saja tiger 200 cc kalah sama Ninja yang cuma 150cc) .

semakin tua semakin dicinta

Glodagh… jadi tergelitik sama omongan bro satu ini. Langsung SF skak dengan ngasih perbandingan lain motor CC besar bisa dikalahkan sama motor yang CCnya cuma separuhnya. coba saja diadu balap antara harley sama CBR 600 dkk. he3…. Klo mo bandingin motor jangan cuma diliat kapasitasnya donk, karakteristik motor beda-beda peruntukannya, motor SOHC menonjolkan torsi jadi cocok untuk stop N Go dan ga kedodoran saat bawa beban berat, beda sama DOHC yang rata-rata ganas diputaran atas. motor2 sport turing harian juga rata-rata ga mengejar peak performance (liat aja kompresinya kecil kan?) tapi lebih ke irit dan durabilitas. So, kapasitas mesin bukan jaminan motor bakal kencang, masih ada jumlah silinder, sohc/DOHC, 2stroke/4stroke, Injeksi/karbu, overbore/overstroke aka power oriented/torsi oriented, bobot motor, dan tehnologi yang diusung dll. Nah terlepas dari itu tehnologi tiger emang kuno sih, hampir ga ada beda dengan technologi CB thn 80 an. bahkan dengan adiknya si Megapro aja mesinnya tiger lebih tua (a.k.a juadulllllllllllll).ย  ๐Ÿ˜›