jebol

All posts tagged jebol

Umur gromet/mur windsheld Nmax pada motor SF, ga sampai berumur 2 tahun. Model mur yang tertanam didalam karet bikin ga bisa awet. Masalahnya sering kali Mur lepas dari karetnya, sehingga ga bisa dipakai lagi.
Kalau ga ingin repot, beli saja mur windshield baru ke bengkel
Solusi lainnya bisa bikin sendiri…. tinggal pakai mur kecil (klo ga salah ukuran 8) yang dipaksa masuk kedalam potongan selang bensin. Caranya gampang lihat gambar berikut ini

Mur windshield nmax DIY

 

Continue Reading

Ini adalah kelanjutan permasalahan rush matic rekan SF yang jebol transmisi maticnya dan ditaksir biaya perbaikan mencapai 29jt! (

image

Selengkapnya baca disini )

Pada pertemuan terakhir Pihak kantor pusat dan BeRes awalnya bersedia memberikan potongan sebesar 30% namun rekan SF bersikukuh menolak karena kesalahan bukan dipihak konsumen. Continue Reading

image

Perjuangan sang kaisar menerjang banjir

Kaisar yang SF maksud adalah motor roda tiga dengan bak belakang. Motor seperti ini digunakan pengusaha kecil untuk mengangkut barang dagangan mereka. Kebetulan kerabat SF yang tingga di harapan indah juga menggunakan motor ini untuk kendaraan operasional bisnis air minuman kemasan. Sekali angkut motor ini sanggup membawa 30 galon isi air minum ! Continue Reading

Sangar Nian modif Scorpio yang diulas otomotifnet ini. Motor yang sejatinya sport turing diubah konsepnya menjadi motor custom bertema cruiser bobber… selain ubahan bodi secara ekstreem mesin juga kena oprek dioprek menjadi 270cc. Empunya motor juga seneng kenceng-kencengan ternyata.

image

Dimana-mana kalau upgrade performa biasanya diikuti dengan kemampuan kaki-kaki yang mumpungi… sedikit berbeda dengan scorpio ini… Shock belakang dihilangkan alias bodi belakang dibuat paten/ rigid tanpa shock breaker. Biar boyo ga rontok cukup joknya saja yang dikasih per.

image

Bisa dibayangkan jika menghajar lobang dengan kecepatan tinggi… sektor roda belakang akan menanggung beban yang sangat berat… pantes saja tromol belakang sudah 2 kali jebol… kata modifikatornya kalau sampai jebol lagi tromol belakangnya baru akan pasang shock 🙂 .

Perlu 3 kali jebol baru insaf …. 🙂

Sumber : http://motor.otomotifnet.com/read/2014/03/10/347912/78/10/Yamaha-Scorpio-Z-2008-Bobber-Rigid-Buat-Ngebut

image

Kejadian overheat pada Taruna sebetulnya terjadi sekitar 7 bulan lalu. Saat pertama kali Taruna dibawa turing dari Surabaya ke Jakarta untuk bertemu pertama kali dengan tuannya. Ada kejadian yang bikin nyesek yakni terjadi overheat sewaktu masuk tol cikampek. Setelah mobil diberhentikan ternyata air radiator kosong melompong… sang driver keenakan nyetir hingga lupa ga memonitor suhu mobil 🙂
Continue Reading

image

Akhirnya nemu juga foto motorku dulu GL Max 125 neotech lansiran 1997, warna aslinya hijau tua metalik. Wah banyak sejarah SF sama motor ini sampai hampir tewas juga pernah :). Keinginan punya motor laki tercapai setelah kelas 2 SMA (sebelumnya pakai motor honda grand Bokap kemana2), awalnya pengen honda GL Pro eh malah dibeliin GL max karena mesinnya lebih halus dan irit , manut aja ah pertimbangan orang tua. Top speed 120kpj ternyata kurang bikin puas. Nah untuk menyalurkan hasrat, terpaksa SF menyimpan uang jajan untuk beli knalpot racing, setelah knalpot terbeli, jetting cukup dirojok, dan filter dilepas busanya. Eh top speed cuma mentok 125 🙂 nah tabungan uang jajan selanjutnya buat oprek si GL max nahas ini, alhasil seher ganti suzuki carry , dan noken dipapas, karburator pakai punya GL pro (bekas), puas deh bisa bikin motor loncat-loncat dan mengalahkan suzuki tornado 110 berknalpot racing. Akhirnya hobi kenceng-kencengan terbukti bikin celaka. Saat sedang kenceng boncengan dengan teman dijalan agak berpasir karena ada galian. Tiba-tiba ada taksi motong untuk balik arah, hasilnya. BRAKKK….!! motor ane sukses menabrak bagian samping taksi itu. sF dan teman tersungkur beberapa meter, untung ga nyebur galian karena tertahan tanah bekas galian. Hasilnya badan penuh luka motor ancur ga karuan. Proyek restorasi dimulai, motor dicat total warna hijau muda, footstep bengkok dibuang, ganti footstep racing nganggur di bengkel langganan, spedometer  pecah dilengserkan saja 🙂 . Selesai restorasi, motor masih sempet dibawa turing ke Jogja, Jember dll namun problem mesin datang beruntun., entah ngebul, kamrat loncat, laher noken jebol, dll. kapok dah ngoprek mesin. Main kosmetik ajah,…  proyek selanjutnya monoshock bikinan dhewe, dan ganti kaki2 milik tiger.
Akhir cerita, ortu kecewa berat karena GL ini minta jajan terus, selalu ada problem baik mesin, kelistrikan maupun lainnya. Motor terpaksa dijual dan dibeli bengkel di 2005 silam, motor dalam kondisi seadanya dan berpindah tangan seharga 4jtan. Berdasarkan pengalaman itu SF kapok ngoprek daleman mesin apalagi sampai boreup segala,  senengnya sebentar aja, susahnya berentetan 🙂

image

Kira-kira seminggu kemaren salah seorang sahabat SF (thanks to Mas Gio) mengirimi foto mengejutkan sepasang RRA (Roller Rocker Arm) rontok setelah dipakai beberapa hari pada jupiter z yang sedang dioprek. Untuk mendapatkan informasi detail ini SF rela interlokal ke kota Malang tempat kediaman sobat SF ini 😆
Jupiter Z ini memang sudah mengalami modifikasi dibeberapa bagian untuk meningkatkan performanya diantaranya kapasitas sudah bengkak menjadi 125 cc, serta noken as pun custom alias bikinan sendiri. Padahal menurut sobat SF ini ukuran lift noken ini ga seberapa tinggi. Saat payung klep terbuka maksimal diukur hanya setinggi 6.8 mm, bahkan mio yang pernah doi garap saja angkatan payung 8mm lebih masih sanggup kok.
Selepas itu empunya motor sudah ga berani lagi memasang part aftermarket pada tunggangannya, sebagai gantinya doi memilih RRA OEM milik honda blade. Memang agak ribet masangnya karena harus dimodif dulu agar bisa terpasang pada Jupiter, namun kekuatannya lebih baik dari produk plug and play aftermarket. Mekaniknya menjelaskan masalah jebolnya sepasang RRA tersebut disinyalir karena kualitas bahannya yang kurang baik  bukan karena settingan mesinnya, buktinya setelah dipasang RRA milik honda blade dengan settingan yang sama persis dengan sebelumnya tidak mengalami kendala apapun. Padahal RRA yang jebol tersebut disinyalir import dari Thailand loh…. Nah entah bagaimana kekuatan RRA plug N play untuk motor lain. Silahkan kalau mau menambahkan pengalaman memakai RRA atau ninggalin jejak 🙂

Untuk motor tanpa radiator yang mengandalkan”air flow” untuk mendinginkan mesin, kerasa banget panasnya saat terjebak dikemacetan. Saat kemacetan, motor ga bisa melaju dengan kecepatan semestinya bahkan terpaksa berhenti total dalam jangka waktu lama akibatnya tidak ada aliran angin yang menerpa mesin. Suhu mesin pun bakal naik drastis.Lama kelamaan pasti berakibat buruk bagi mesin. nah kejadian ini diperparah selepas kemacetan begitu ada jalan kosong langsung aja geber gas sampai RPM tinggi seakan dendam sama macet, belum lagi kalo didepan ketemu macet lagi. Pasti mesin bakal kepanasan terus selain itu juga bikin boros bensin kan kalo gas-rem-gas-rem. Pernah waktu SMA dulu piston ane macet gara-gara pas tahun baru terjepit kemacetan, begitu ketemu jalan lempeng langsung geber deh. Alhasil liburan tahun baru nongkrong ke bengkel turun mesin. he3….

Orang kalo kepanasan bisa lepas baju, lah ini motornya ikutan dilepas bajunya.... 😛

Nah ngikut triknya moge’er aja. selepas kemacetan dan nemu jalan kosong tambah kecepatan bertahap dengan RPM jangan terlalu tinggi caranya ya pake gigi yang lebih tinggi, Lumayan mengurangi sumuknya mesin loh. Cara lain ya nambah airscope yang gunanya mengarahkan udara tepat ke mesin. Motor batangan rata-rata udah pake sih, ada yang cuma kanan kiri misal tiger, vixion, NMP, dll) ada juga yang dibawah juga ada seperti thunder 125. Bahkan ada juga yang nambah kipas CPU buat motornya. :).

Kemacetan Jakarta memakan korban. Spul tiger ane jebos setelah menembus 1 jam lebih kemacetan. (he3… Jakarta lagi yang disalahkan… :P). sebenernya ini udah kali ketiga spul tiger SF mati. Yang pertama tewas saat digeber putaran tinggi saat di Surabaya kira-kira 4 tahun silam, karena saat itu harga spul tiger CW mahal (kisaran 600rban) SF memutuskan untuk menggulung ulang spul pengapian tiger. Yang kedua saat tiger ane susah distater setahun silam dan langsung digulung ulang sama mekanik langganan.

dari mbahhh gugel

Nah yang terakhir seminggu lalu. Sebenernya gejala spul udah ga sehat terasa 2 bulan belakangan. Stasioner ga stabil naik turun dan kadang2 mati mesinnya, stater dipagi hari susah meski udah dichoke, alhasil harus diengkol tiap hari meskipun kondisi aki sehat, gejala terakhir selepas 6000rpm putaran mesin terasa berat dan getaran berlebih sampai bodi tiger. Diperparah dengan macetnya Jakarta bikin spul pengapian tewas untuk yang ketiga kalinya. Karena takut terjadi hal2 yang ga diinginkan SF putuskan untuk mengganti spul pengapian tiger orisinal. Terpaksa siapkan duit 700rban untuk nebus spul ini. Eh lah kok Ndilalah 😛 spul ori Tiger CW 2004 yang konon asli Jepun sudah ga dijual lagi, ditawarin sama punya Tiger revo yang harganya 370rb (di Otista) katanya cuma perlu sesuaikan perkabelan sedikit. Setelah terpasang di tiger kesayangan efeknya langsung terasa, tarikan lebih powerfull, stasioner lebih stabil dan gejala getar diputaran atas semakin berkurang. Untung ga jadi belanja 700rban. Moga-moga aja awet spul ini.