Marquez…. World Champion MotoGP 2014

image

Gelaran moto GP masih tersisa 3 lagi namun Marquez sudah mengunci gelar juara dunia motoGP 2014 di sirkuit montegi Jepang setelah pertempuran yang menentukan gelar juara dengan idolanya sendiri. Sekitar 9 lap sebelum balap berakhir Marquez sukses menyalip Rossi sekaligus memastikan gelar juara dunia..
Selepas itu nampaknya Marquez sudah tidak ngotot lagi mengejar pembalap terdepan (Lorenzo)
Congrats !

image

You are the true Winner !
Selain burnout ada satu ceremony yang cukup menarik… Marquez menerima persembahan pedang dari samurai untuk menerbangkan balon kemenangan… nice… 🙂

image

image

Di gelaran balap ini gelaran konstruksi juga diamankan oleh Honda…

Hasil race montegi jepang
1. Lorenzo
2. Marquez
3. Rossi
4. Pedrosa
5. Dovisioso

Estrella… model jadul, eh performanya juga jadul…

image

Karakter overstroke, injeksi, kapasitas mesin 250cc…. kudunya sih tenaga okelah untuk motor turing. Meski power bukan yang utama untuk motor retro klasik seperti estrella ini. Tapi bukan berarti mesin kudu mubazir kan ?
Sebelumnya cek dulu deh speknya yang sf dapet dari hasil googling

image

SF rasa karena diproduksi di Jepang itulah estrella jadi underpowered… monggo cari info sendiri soal penyunatan tenaga motor hingga limiter yang ga manusiawi pada motor hingga motor 1000cc ga jauh top speednya dibanding motor 600cc. Bukan hanya itu… suara motor juga ikutan disunat sampai hampir ga bersuara. Gimana kalau motor produksi Jepun di launch di Indonesia?
Setelah dijajal oleh motor.otomotifnet.com ternyata powernya 11-12 alias mirip tiger
Akselerasi estrella 0-100kpj butuh waktu 12.7 detik , tiger hanya butuh 12.6 detik (diukur dengan racelogic)
Topspeed  estrella 119.7kpj, tiger 119.2kpj (racelogic)
Konsumsi bensin estrella 1:28, tiger 1:33
Sumber performa estrella ada disini
Sumber performa tiger dari mas Taufik  dari tabloid cetak otomotif baca disini
Ga jauh kan?
Pembaca tentu tau honda tiger. Motor ini banyak dicibir sebagai motor lemot yang performanya kalah dibanding motor 150cc, sistem pengabutan bahan bakar juga masih pake karbu. Lah kalau estrella ini gimana?
Harusnya KMI remapping kembali motor ini agar powernya lebih reasonable untuk motor 250cc … ga perlu kencang tapi cukup wajar lah…

image

Motor apapun genrenya kalau tenaga lebih tentunya jadi nilai lebih. SF juga yakin kalau estrella dibekali mesin tiger sekalipun bakal lebih lemot lagi… suara dibekap sedemikian rupa agar ga berbunyi, tambahi catalyc converter, dll sehingga tenaga ikutan tersunat…. JDM gitu lohh….
SF sih jelasnya ngiler dengan estrella karena model dan kenyamanan yang ditawarkan tapi kalau harga 65 jt ya mikir berkali lipat…. under powerred, overprice, ga ada meteran bensin, ban cungkring, perawatan susah. Mending inazuma lah.
Ada beberapa masukan bagi calon peminang estrella.
Siapkan budget lebih untuk ganti knalpot… suara yang wajar lah jangan kaya knalpot bocor (itu yg ditulis diotomotifnet loh), ban lebih kekar kalau bisa tubeless masa motor 250cc ban cuma ukuran 110…
Jelasnya peminang estrella bukanlah sembarangan orang…. kudu bermental tangguh… SF saja jiper 🙂

Monggo di komeng

Sensasi bermotor tercipta saat mengendarainya

Ducati club
Beberapa orang beli motor karena gengsinya, ingin menunjukkan kelas, ada juga yang ingin bergaul dengan orang-orang tertentu… monggo silahkan ga ada yang nglarang… pengakuan dan sosialisasi itu juga bagian dari kebutuhan kok. Continue reading “Sensasi bermotor tercipta saat mengendarainya”

N700 Series cocok masuk Indonesia mengubur Mimpi Geng Ijo

N700S
Lupakan supersport,superbike atau hyperbike , justru moge pemula kawasaki yang kudu dihadang lajunya…Lah segmen ini yang paling renyah dikelas moge. Continue reading “N700 Series cocok masuk Indonesia mengubur Mimpi Geng Ijo”

Motor sport CC kecil di Luaran Bannya Gambot-gambot cuyyy


YZF-R125 mesin cuma 125cc power ga seberapa pake ban 100/80 depan dan 130/70 belakang…. CBR125 yang powernya lebih lemot sama juga ukuran bannya. Aprillia RS4 125 lebih lebar lagi ban depannya 110/80 belakang sama. Si KTM malah lebih edan lagi Duke 125 pake kaki gajah 110/70 depan dan 150/60 belakang

Continue reading “Motor sport CC kecil di Luaran Bannya Gambot-gambot cuyyy”

Kerennya sport retro classic, sayang ga ada di Indonesia

image

image

Ngiler banget saat baca artikel luar soal motor retro clasic... perpaduan karya seni jaman dulu dipadukan tehnologi sekarang bener-bener menghasilkan sebuah masterpiece. Diluar sono lagi tren moge classic yang dihidupkan kembali. image
Honda misalnya dengan CB1100F, ducati dengan GT 1000, kawasaki dengan  W800, merk lain seperti triumph, royal enfield, motoguzzi pun punya jagoannya. Sayang… kastanya terlalu tinggi untuk dinikmati biker Indonesia. Sebenernya banyak juga pecinta motor klasik di Indonesia. Lihat saja modifikasinya, mulai dari motor lawas yang diperbarui (umumnya kawasaki binter, honda CB/CG dll), bahkan sampai motor baru seperti ninja, Scorpio dan tiger rela dirombak total untuk jadi motor retro clasic. image
Tak dipungkiri SF pun seneng melihat motor klasik (lawas) yang terlihat kinclong terawat. Tapi bagi empunya butuh pengorbanan yang tak sedikit. meski berbasis motor lawas, tapi sangat susah cari partsnya, trus mesinnya juga sudah dimakan usia, kaki2 yang peyot, dan kendala lainnya. Meski berhasil diregenerasi, tentunya masih ada resikonya.
image

Bolehlah kita berharap pabrikan Jepang masuk ke segmen sport retro classic. Pilih motor legendaris puluhan tahun silam, contek bodinya,  kasih mesin terkini dengan injeksi, dan tingkatkan keamanannya dengan upgrade kaki-kaki serta pengereman…. jadi deh… ( easy for me to say, he3… ) Matic retro bisa laris manis (scoopy, fino), kalau sport retro gimana ya?
image

Kenapa Motor Jepang Mahal? Analisa Sederhana pada MNC

image

Sedikit analisa dan diskusi dengan seorang rekan yang lama berkecimpung di bidang yang sangat erat berhubungan dengan MNC (multy National Company) sebut saja sahabat SF ini JS. Kami membahas kenapa harga motor Jepang jauh lebih mahal dibanding Motor India. Kali ini SF memberi contoh Tiger versus Pulsar 220. Pulsar jelas lebih canggih, powerfull,irit, fitur lebih lengkap kenapa bisa dijual 6 juta lebih murah? Sebelum JS sempat jawab segera ane tambahin, apakah karena Royalti?
Menurut JS pada perusahan MNC , royalti sangat wajar dan normal. Pada MNC yang besar royalti bisa mencapai 30 % dari HPP, bisa bulat-bulat diakui sebagai royalti atau bisa juga disamarkan biayanya (misal biaya kantor pusat) yang endingnya sama saja duitnya lari ke Kantor Pusat, mungkin untuk produk massal royalti semakin banyak berkurang. Karena kita membahas motor yang diproduksi total di Indonesia, mungkin kita bisa sedikit  mengabaikan kenaikan yen sehingga bikin import membengkak. Diskusi mengerucut, mahalnya harga motor Jepang di Indonesia kemungkinan dipicu oleh pemanfaatan tehnologi, nah disini ada juga yang namanya patent. Patent lumayan juga nambah biaya apalagi motor yang kaya fitur dan canggih makin banyak biaya patentnya. Penyebab lain lagi yang juga signifikan yakni faktor perusahaan itu sendiri. Untuk 2 ini (Royalti dan Patent) bisa bikin kenaikan HPP 15- 25 %. Perusahaan sudah terlanjur gemuk, struktur organisasi sudah besar, level manajerialnya sudah banyak, karyawannya juga. Perusahaan mapan yang sudah punya “nama” tentu fasilitasnya dan gaji beda dengan perusaahan baru. Jadi  biaya operasionalnya tentu juga membengkak. Belum lagi yang namanya aftersales, pabrikan besar tentu sangat concern masalah ini, bagian dari margin digunakan untuk mensupport servis centre dan distribusi sparepart seluruh Indonesia. Biaya promosi juga ga bisa disepelekan loh, baik yang diselenggarakan AHM pusat maupun promosi masing-masing dealer.
image
Jadi kenapa Pulsar atau hyosung bisa murah??? Mereka hanya memasarkan saja ga harus bayar royalti besar, patent, dan menanggung lebih sedikit biaya untuk mensupport aftersales. Tentunya ini tantangan bagi bajaj nantinya, SF sangat amat yakin jika nantinya bikin pabrik di Indonesia harganya masih bisa dibawah harga motor Jepang. SF sudah hafal benar bagaimana cara kerja Perusahaan India, maklum sudah 4 tahun bekerja di Perusahaan India, dan 3 tahun diantaranya bekerja pada pabrik baja terbesar didunia. Intinya satu : EFISIENSI!!!
Harga jual boleh murah tapi jangan sampai memperbudak Tenaga Kerja Indonesia ya…. !

image

Masyarakat awam taunya cuma pabrikan Jepang, pabrikan lain ga minat!

image

Itulah kondisi real pengguna motor mayoritas kita. Keputusan beli motor didasarkan kemampuan aftersalesnya dulu. Bagaimana jaminan servis, suku cadang dan terutama harga jual kembali. Urusan teknis belakangan…. 🙂  Tak peduli setinggi apapun value of money sebuah motor kalau merknya bukan Honda atau Yamaha ya ga dilirik. Jangan samakan dengan para pengunjung blog ya.. saya yakin bisa taulah mana-mana motor dengan value of money paling bagus. Kaum biker enthusiast ga semuanya terbuka dengan semua merk loh… coba baca komen warung yang sering kebakaran. Sebagus apapun motor lawannya ya pasti dicari cacatnya. :mrgreen:
Kembali ke topik. Mari kita berkaca pada fakta…. bandingkan pulsar 200 dtsi (lama) dan tiger. Power menang bajaj, irit menang bajaj, technologi menang bajaj, harganya juga lebih murah bajaj. Tapi motor apa yang lebih laku? Contoh lain P180 lawan NMP atau byson atau vixion!?
Terutama untuk motor harian, masyarakat pada umumnya lebih percaya pada merk Jepang. Sudah mendarah daging, nyoba merk baru saja enggan. (Jangankan bajaj, merk setenar piaggio pun susah jualan disini, kenapa ? Aftersales bro! Rasa kuatir memang manusiawi. Saat beli motor buat harian,( apalagi bakal jadi motor satu-satunya dirumah) pasti mikir servisnya yang deket rumah mana ya, sparepartnya gampang dicari gak ya, kalau ada kebutuhan mendesak apa motor masih tinggi harga jualnya? Konsumen seperti ini ga mau ambil resiko. Beli motor kenceng, canggih,irit, murah tapi kalo rusak nunggu berhari-hari ketersediaan partsnya, mau kerja/sekolah naik apa?
image
Rider yang ga suka ganti-ganti motor mikirnya malah juauhhh kedepan, extreemnya gini… motorku 10 tahun kedepan nasibnya gimana ya? 😆
Sebagai pengguna honda Tiger, SF sangat menyadari keuntungan beli motor ini tahun 2004 silam, sudah 7 tahun berjalan kalau ada kerusakan parah (misal sampai bongkar mesin) tinggal ke toko sebelah rumah banyak yang jual sparepartsnya, mulai seher (kw sampe ori), sampai kamrat ada. Lah motor Non Jepang gimana, cari parts motor di bengkel resmi saja kadang harus inden, apalagi dibengkel umum.
Satu hal lagi yang hampir terlupa. Ketersediaan parts aftermarket terutama variasi motor. Tentunya jangan harap mudah menemukan variasi motor non Jepang. Kendala juga bagi penghoby modif. (Tapi kalau semacam Pulsar 200 NS ga perlu modif udah caem 🙂  )

image
Kekuatan pabrikan Jepang terutama Honda dan Yamaha susah dilawan pabrikan lainnya. Apalagi jika pabrikan lainnya segmented, bajaj misalnya spesialis sport, piaggio spesialis skutik. Sudah pasarnya terbatas, keuntungan mepet, pastinya makin sedikit bagian dari keuntungan yang digunakan untuk membiayai peningkatan jaringan dan layanan purnajual. Silahkan share di kolom komentar jika ada uneg-uneg 🙂

Pulsar baru, Ganas..! Bajaj Wajib Totalitas!

image

Kabar baik bagi pecinta pulsar. New Generation Of Pulsar Series has Born! Ganas powernya, modelnya dan iritnya! Nampaknya kolaborasi Bajaj dan KTM menghasilkan karya yang ga bisa dianggap remeh! Berikut specnya :

-4-valve
-triple spark
-15% lebih kencang dari versi lama
-Power 23.5 BHP@ 9500 RPM, -torsi 18.3 Nm @ 8000 RPM.
-naked bike mirip P135 lama.
-Water cooled -Karbutrator.
-6-speed gearbox. -Weight =145 kgs
-fuel tank capacity = 12 liters.
-280mm front disc, 230mm rear disc.
-All new alloy wheels dan new monoshock suspension.
-mileage = 58 Kmpl pada kecepatan konstan 55 Kmph,
-top speed =136 kph – 0-60kph = 3.61sec -0-100 kph= 9.83 seconds.
(Data ngrampok dari rider tua 😆 )
Jika emblem bajaj pada pulsar 200 di ganti Honda , makin kocar-kacir tuh barisan Yamaha. Sayang meski sebegitu besarnya potensi yang tersimpan pada 200 NS ini, tetap SF pesimis. Salah satu penyebab utamanya adalah kelemahan aftersales pulsar yakni layanan 3Snya serta harga jualnya yang jatuh. Disinyalir pengguna bajaj sebelumnya yang ingin upgrade ke pulsar 200 NS ini bakal galau. Gimana tidak!?
Pulsar lamanya jika dijual harganya jatuh, nambah duitnya gak terhitung sedikit untuk dapat meminang Pulsar baru yang menurut TMCblog sekitar Rp. 22-26 jutaan .
Kok SF rasanya pesimis terus sih? Bukannya underestimate bro! Tapi mencoba berpikir logis. value of power pada motor, SF kira masih dibawah value of aftersales. Trus gimana donk? Bajaj kudu totalitas ! Bikin pabrik di Indonesia plus tingkatkan aftersalesnya! Tapi apa berani, Lah wong bajaj ga jualan bebek. Secara pasar sport sendiri di Indonesia masih sangat sempit, buat rebutan lagi! Ingat Honda juga menyiapkan motor teralis 150 cc DOHC loh! Klo ga brani ambil resiko, ya penjualan bajaj bakal jalan ditempat. Pasarnya khusus rider yang melek tehnologi dan berani. Loh kok? Yup berani menghadapi resiko sulitnya dapat sparepart 😆 
Salute buat inovasi Bajaj. Semoga pabrikan Jepang makin melek, punya rasa malu dan tersadar agar bisa menciptakan produk seperti Pulsar yang kencang, irit, keren dan murah!!!