Test ride vario techno 125 dengan boncenger

image

Apes.. Sabtu-sabtu harusnya bisa ngumpul sama keluarga malah ada surat tugas dari kantor. Kebetulan teman kantor yang baru beli vartech125 juga dapat penugasan yang sama, jadinya kesempatan bagi SF nyoba motornya. Kesan pertama nyemplak motor ini …. ngangkang!!! Jika dalam posisi sedikit mundur (kebiasaan SF naik matic posisi duduk agak mundur) kaki SF dengan tinggi 174 cm ga menapak sempurna.. motornya orang eropa kali ya :mrgreen: . Sayangnya jok yang lega ga diimbangi dengan bahan yang nyaman, Jok terasa sangat keras!! Untung SF dah biasa naik Ninja.
seperti blogger lain SF takjub sama bunyi stater yang ualusss.. sampe SF restart ulang sambil membungkukkan badan untuk mendengar jelas suara stater. Senyapp…. 🙂  Selanjutnya gas dipelintir dan suara khas motor Eropa yang kata warung DoHC rata2 ngorok terdengar seiring bukaan gas. Tapi suara ini sangat-sangat ga mengganggu (Ga usah digembar gembor lagi , biasa sajahhh… :mrgreen: ). Mampir dulu di depan PGC, janjian dengan rekan lain penunggang mio yang ga hapal rute.

1vartech dengan total bobot penumpang hampir 160kg, 1 mio dengan bobot penumbang ga sampe 60 kg lanjut melaju ke area kemanggisan.. jalanan cukup lenggang ga terasa kecepatan sudah 80kpj, ga ada tanda motor teriak dan getaran mesin terasa halus. Sedangkan si mio terdengar suara mesinnya sedikit teriak. Akselerasi memang ga terlalu istimewa namun tenaga pada kecepatan 80kpj terasa masih ngisi… SF coba mainkan gas motor masih berespon bagus pada kecepatan itu. Shockbreaker cukup lumayan meredam jalan bumpy disepanjang Gatsu… hati2 banyak pasir bekas perbaikan jalan yang ga dibersihkan penggarapnya 👿
Tiba-tiba ada moment mendebarkan… mobil sedan tua didepan tanpa lampu rem tiba2 berhenti mendadak. SF yang pas dibelakangnya ga sempet ngerem langsung saja bermanuver kekanan… ngepress baget…!!! Ujung sepatu boncenger sampai nyenggol ujung bemper! Ngeri pokoknya…. Rekan SF pengendara mio dan beberapa pengendara motor dibelakang SF juga nampaknya kaget dengan mobil sedan yang kemungkinan mogok ini. Pengakuan rekan penunggang mio dia sampai ngepot-ngepot ga karuan dan berhenti pas mepet dibelakang bemper mobil… begitu pula pengendara lain… untung ga ada yang celaka. Sesampai tempat tugas motor segera diparkir , hati2 boncenger belakang yang memakai celana panjang agak kendor, rawan nyantol di standar tengah saat turun dari motor. Jok dibuka dengan tombol disamping kunci kontak, helm flipup milik SF yang termasuk gambot masuk sempurna dalam bagasi tengah.
image

Pas pulang, kembali SF didepan… nah perjalanan kali ini sedikit berbeda dibanding saat berangkat. Kondisi lalin lebih padat. Disini baru terasa…. vartech sangat tidak nyaman buat boncengan dikemacetan. Titik berat yang tinggi dibanding matic lain bikin motor melawan saat menikung patah dan selip-selip. Bagi rider mungil dan rider cewek pada umumnya hati-hati deh.. sangat menyulitkan mengambil beberapa manuver yang memerlukan tumpuan kaki. Motor juga terasa kurang stabil untuk kecepatan rendah..si ownernya juga mengamini. Apalagi buat boncengan katanya… “puegel banget jika riding dibawah 40 kpj, motor seakan minta diseimbangkan terus. Berbeda jika dipakai sendiri, lebih nurut” soal konsumsi bahan bakar cukup ngirit kok.Saat berangkat kami mengisi shell super rp 20.000 (petunjuk bensin 2 bar menjadi 6bar)  saat sampai rumah petunjuk bensin menunjukan berkurang 2 bar. Menurut dia untuk kalau buat boncengan masih bisa 1:40 . Masuk lingkungan kampung SF ada sedikit hal yang bikin ga nyaman… motor yang nampaknya tinggi ini ternyata gasruk saat melewati polisi tidur. Menurut empunya memang ada bagian bodi sedikit menonjol dibawah namun agak lentur, selain sebagai peringatan terhadap polisi tidur juga untuk melindungi agar polisi tidur tidak langsung menggesek rangka atau mesin.
image

Overall Motor ini lumayan nyaman buat rider bongsor, nyaman untuk kecepatan menengah -atas,cukup irit dan bertenaga. Namun perlu pertimbangkan ulang jika rider kurang tinggi serta rute selalu macet.

Bikin nyaman motor sport untuk harian

image

Bagi yang tiap harinya bergantung pada motor sport sebagai sarana transportasi utamanya, ga ada salahnya membikin nyaman motornya. Motor standar pabrik merupakan motor produksi massal, disesuaikan dengan kondisi umum masyarakat bukan orang perorang, disamping itu motor produksi massal biasanya menekankan cost efficiency untuk memperoleh margin keuntungan yang makin besar. Nah untuk menyesuaikan motor agas pas nyaman ditubuh rider butuh beberapa langkah modifikasi, tentunya sesuai selera, budget dan prioritas. Kalau jarak antara rumah dan kantor cuma 5 km dan ga terjebak macet sih ga terlalu signifikan. Beda dengan rider yang menempuh puluhan km untuk cari sesuap nasi. Dengan dalih kenyamanan bisa jugakan buat alasan membujuk bini …?( moga2 bundaf41z ga baca artikel ini, he3… ). Kembali ke benang merah :). Untuk bikin motor nyaman ada beberapa sektor yang perlu diperhatikan, diantaranya sektor suspensi, jok, kemudi, serta bagasi. Sektor suspensi memberi pengaruh luar biasa, motor sport bersuspensi stereo yang sering diangung-agungkan memiliki kenyamanan paling bagus adalah Pulsar. Untuk itu SF tergoda untuk memakai shockbreakernya. Nah karena beli parts pulsar sungguh ribet, terpaksanya SF menebus milik tetangganya TVS yang sama-sama menganut shockbreaker gas. hasilnya mantab, empuk banget dan gak slide ketika nemu jalan keriting.
Sektor jok juga penting, saat memodifnya usahakan area yang nempel :maaf: pantat semakin luas, dengan demikian area yang menyangga tubuh makin merata. Caranya bikin kontur di jok sesuai bentuk tubuh 🙂 tentunya hal ini susah diterapkan pada motor sport dengan split seat semacam Ninja, CBR, dll. Selanjutnya sektor kemudi, lebih luas lagi modif yang dapat dilakukan disektor ini. Misalkan ganti handgrip yang mulai mengeras dan licin, memasang raiser setang agar posisi badan ga terlalu membungkuk atau bisa dengan ganti dengan setang motor lain, memasang handle kopling/rem adjustable agar dapat dengan mudah disesuaikan dengan keinginan dll. image
Nah yang terakhir bagasi, bayangkan kalau sering bawa lemburan pulang  (berkas setumpuk), jas hujan dll dimasukkan tas dan kita sangga selama perjalanan, tentunya bikin badan pegel juga, solusinya bisa memakai box maupun tank bag, dengan demikian badan terhindar dari siksaan barang bawaan yang berat.

Namun belum tentu selera masing-masing rider sama. Banyak juga yang merasa pas dengan kondisi standar pabrik atau merasa sayang duitnya dibuang untuk hal yang ga penting. Tentunya beda pandangannya bagi rider yang seneng modif dan hobi motor. Badan bugar, semangat kerja dan emosipun  terjaga. Salam modif!

Pernak-pernik mencolok, nuansa motor klasik tenggelam

image

Saat dinas luar, ada penampakan honda scoopy yang sudah dimodifikasi menggunakan beragam asesori bolt-on yang tersebar diseluruh bodi motor. Warna asesori didominasi merah, kontras dengan warna motor yang cenderung soft putih dan hitam. Menurut SF tabrakan warna ini sedikit menenggelamkan aura klasik pada scoopy dan malah memunculkan aura modern. Selera modif memang ga bisa disamakan antara seorang dengan yang lain. Toh pake duit sendiri-sendiri :mrgreen:  Yang penting rider puas sama motornya. 🙂
Sampai sekarang SF dan bunda masih begitu tertariknya dengan scoopy meski sudah jadi motor pasaran. Tinggal pasang jok custom dengan warna soft dan nuansa klasik, tambah pemanis tas kulit dibelakang, windshield gedhe didepan, sektor kaki tambah list putih pada ban, pasti tambah mantab buat Bundafaiz  😆

image