kabel

All posts tagged kabel

image

Seminggu ini 2 kali mengalami penunjuk kecepatan pada speedometer mati. Yang pertama speedometer Ninja 250 mati pas berangkat kantor… saat istirahat siang pengennya ke bengkel buat beli kabel speedometer. Begitu mundurkan si bolot tiba-tiba kabel speedometer depan bagian atas terlepas dari tempatnya dan jatur terjulur. Ealah ternyata cuma masalah ulirnya saja yang kendor sehingga lepas dari duduoan di speedometer. Ngolong sebentar tinggal ditancepin trus diputer-puter… beres dah. Eh kemaren Minggu kejadian yang sama terulang lagi, kali ini menimpa spin tunggangan bunda. Karena males bongkar kedok atas SF coba ngecek dari dudukan kabel speedo di roda depan. Setelah terlepas dari tempatnya SF coba  cungkit kabel di dalamnya dan menariknya keluar…yup… ternyata putus…tus..tuss.. 🙂  kabel dirakit lagi trus nunggu waktu luang buat ke bengkel resmi …maklum biasanya parts suzuki susah cari di bengkel umum.
So… deteksi awal speedometer mati yakni pada kabelnya.. untuk motor sport yang bisa dijangkau bagian bawah speedometer dengan tangan cukup rogoh ulir kabel speedo yang nempel di speedo dan putar berlawanan jarum jam setelah itu putar roda depan … lihat kawat didalam kabel speedo berputar/diam… kalau kawat dalam diam berarti putus.. klo kawat muter berarti speedo yang error!
Untuk bebek/matic yang males bongkar headlamp …bongkar dulu dudukan kabel speedo diroda dan dicek apakah kabel putus caranya cungkit kawat dalam kabel speedo. Jangan keburu beli kabel speedo dulu sebelum memastikan apakah kabel speedonya bener-bener putus. Emann kalau cuma dudukannya kendor…

Senin kemaren mampir ke bengkel resmi suzuki di kelapa hybrida Jakut, ternyata barang kosong dan harus inden…. yah… bukan jawaban yang mengagetkan. Kudu sabar punya motor suzuki…. cari parts dibengkel umum jarang tersedia, di bengkel resmipun kudu inden. Mending mocin masih banyak parts substitusinya.
Ada yang tau parts substitusi kabel speedo spin ?

image

Penyebab kabel kopling cepet putus selain karena termakan usia juga karena pemakaian parts yang tidak original, yuk kita list :
-penggantian per kopling racing yang lebih keras dibanding original. Jelas akan menambah beban yang ditanggung tali kopling. Di forum ninja 250 banyak yang mengeluh tali kopling cepet putus semenjak ganti per kopling racing

image

– penggunaan kabel kopling imitasi : jelas lah keawetannya berkurang, yang ori diselongsongnya ada lapisan plastiknya dan kawatnya lebih tebal/berkualitas.

-penggunaan setang jepit… loh kok bisa bikin kabel kopling cepet putus? Pengalaman tiger SF dulunya pernah pakai stang jepit, kabel kopling jadi kepanjangen jadi posisinya ga selurus posisi semula tapi lebih ketekuk sehingga tarikan kopling berat.
-penggunaan tuas kopling non ori apalagi produk murah, biasanya rumah nipel kawat koplingnya kasar dan tajam sehingga saat tuas kopling dimainkan berulang kali akan menggerus kawat kopling . Putus dah… ini yang terjadi beberapa waktu lalu dengan tiger tunggangan SF, akhirnya pulang kerja ga langsung istirahat tapi mbengkel

image

Discuss ikutan mejeng 🙂

Ciri-ciri kabel kopling akan putus biasanya dapat dirasakan saat menarik tuas kopling jadi lebih dalam dari biasanya, lebih berat dan ga mulus (terasa geretan/gesekan), dan kalau parah meski tuas kopling dilepas kawat kopling lambat balik/bahkan macet sehingga bikin kopling selip. Ini akibat serabut kawat sebagian ada yang putus, jadi saat tuas kopling dilepas nyangkut di selongsong kopling. Kalau sudah gini buruan ganti… daripada putus dijalan berabe. Sebenernya pengen juga sih pasang kopling hidrolis tapi muahalnya ga nahan, yang lokal saja bisa diatas 500 rb apalagi yang bermerk bisa jutaan rupiah… mending pasang prospeed atau koso buat bolot 😛

image

image

Perkabelan pada motor tua sangat rentan rusak, selain karena umurnya yang bisa bikin kabel getas, gesekan bertahun-tahun pada parts bodi motor serta kendornya soket-soket seringkali menyebabkan motor ngambek. Dari permasalahan sepele seperti klakson/lampu/sein mati hingga parah sampai menyebabkan motor mogok, bahkan SF pernah menyaksikan sendiri Honda tiger hampir terbakar. Untungnya rider sigap dan segera membuka jok belakang sumber kepulan asap berasal. Untuk itu berikut SF bagikan beberapa tips yang mungkin membantu merawat perkabelan motor tua untuk mencegah timbulnya masalah :
1. Perhatikan kondisi soket secara rutin, pastikan antar satu kabel dan kabel lain terkoneksi secara kuat
2. Hindari memasang perangkat elektronik yang tidak perlu
3. Jangan biarkan ada sambungan kabel/ soket yang telanjang, lindungi dengan isolasi
4. Saat hujan sangat rentan bikin mogok motor lawas. Perhatikan sambungan kabel yang mungkin terpapar air hujan. Bisa dari jatuhnya air hujan langsung, maupun dari cipratan roda depan atau belakang. (Tiger SF pernah sampe leleh soket kiprok gara2 ini), cop busi segera ganti jika karet pelindungnya getas.
5. Ada satu tip lagi yang saya dapet dari bengkel, kabel berisi arus  yang menghubungkan spul ke kiprok rentan rusak karena panas yang berlebihan, untuk itu jika rusak ganti dengan kabel yang hambatannya lebih kecil ( kabel lebih besar lebih  luas penampang tembaganya) klo motor2 baru sih sudah oke harusnya.
6. Satu lagi tips berlaku untuk motor lawas atau motor baru. Untuk motor yang memakai peralatan elektronik berdaya besar seperti lampu H4 55 watt atau klakson stebel/hella jangan gunakan kabel bawaan pabrik karena arusnya terlalu besar sehingga bisa bikin kabel overheat. Pake saja relay yang arusnya mengambil langsung dari aki.
Semoga bermanfaat. Silahkan jika pengunjung ingin sharing atau melengkapi 🙂