kampas

All posts tagged kampas

Responsif dan Relax… 2 kata itu seakan menggambarkan performa Nmax milik SF saat ini. Tapi sebelum membahas apa saja yang SF lakukan pada Nmax, intip dulu perubahan yang SF lakukan sebelumnya disini.  Filter aftermarket Ferrox, Roller Mio J 12 Gr (1 Gr lebih ringan dari bawaan), dan Per CVT Vario 150. Paduan ini bagi anak muda yang seneng kebut-kebutan dan selap-selip mungkin cocok… Motor serasa siap melesat kapanpun dibutuhkan… delay antara putaran gas dengan bertambahnya kecepatan sangat singkat. Efek buruknya Motor menggerung terus maunya nyundul terus , kira-kira seperti motor manual yang giginya terlalu rendah saat melaju. Pastinya motor jadi tambah boros….

Per Vario 150 yang akhirnya dicopot lagii

Continue Reading


Beberapa hari lalu seorang rekan kerja pengguna vario mengeluhkan motornya yang bergetar, dan kurang responsif di kemacetan. Kadang juga timbul gejala tersendat sendat saat merambat dikemacetan. SF saat itu menebak jeroan CVT yang jadi masalahnya. 

Benar juga, tadi pagi diparkiran rekan SF tersebut langsung menunjukkan kwitansi servis varionya yang dia simpan di bagasi motornya…

Total 570.000 . Namun saat dijajal gejala tersendat / tidak stabil masih terasa saat merambat. 

Balik ke bengkel , dan ganti sekalian roller dan mangkuknya seharga 180rban (ga ada dalam kwitansi). Penyakit variopun hilang dan lajunya seperti motor baru lagi . 


Lumayan juga jajannya untuk motor yang belum genap melaju 150.000 km… jalanan Jakarta yang kejam plus kekejaman tangan pengendara disinyalir penyumbang terbesar penurunan fungsi CVT kendaraaan.

Untung Nmax SF yang berumur 22.000 km belum pernah ada masalah. Padahal servis saja jarang . terakhir servis KM 10000, selanjutnya ga pernah servis. Tapi rutin ganti oli tiap 2000km. Dan sering sekali buat boncengan 4 :mrgreen:

Sabtu seminggu lalu agak kesusu nganter Faiz sekolah, jadinya sering bejek rem lewati poldur yang bertebaran.

Saat balik kerumah tiba tiba timbul suara “srek srek srek… ” dari roda depan. Sudah feeling kalau kampas rem depan habis… agak kuatir juga jika piringan dah kemakan oleh plat dasar kampas rem. Langsung saja SF mampir ke bengkel pertama yang SF temui. Setelah dicek ternyata bener kampas dah sangat tipis, tapi belum sampai habis. 

Jadi… bunyi gesekan logam itu darimana asalnya… ?
Ternyata ada tonjolan pada kampas rem  yang berfungsi memberi peringatan jika kampas dah tipis, tonjolan ini terletak di samping area kampas. Saat kampas dah menipis tonjolan ini akan tergesek oleh piringan. Timbul bunyi yang berfungsi sebagai warning alarm kepada pengemudi…


Jadi… Kalau dah denger suara gesekan dari perangkat rem, segera cek kampas rem anda… jangan dicuekin kalau ga ingin piringan cakram terkikis.

Tiger 2004 yang sekarang jadi kendaraan simpanan, dipakai seminggu sekali

Pada jaman kejayaannya (akhir 90an awal 2000an) tiger memang diidamkan banyak orang. Bodinya moge look, cocok dimodif aliran apapun, nyaman untuk turing dan tenaganya mumpungi. Banyak remaja yang saat itu belum kesampaian meminangnya… alasannya karena faktor ekonomi. Apalagi tiger terkenal dengan sparepart mahal. 

Entah memang kebetulan atau memang sedang naik daun lagi, beberapa pembaca blog ini menanyakan soal tiger. Beberapa menanyakan perawatan tiger, beberapa lagi berkeinginan hunting tiger untuk memuaskan rasa penasaran yang sedari remaja… 

Oke deh langsung saja SF bagi sedikit tips dan pengalaman… 

Silahkan hunting tiger lawas tapi dengan catatan…. anda adalah orang yang telaten merawat motor…

Tiger terbandel adalah tiger tahun2 awal yang lampu belakangnya masih single (tahun 94-2000an awal) … saat ini susah nemu yang prima. Partsnya jauh berkualitas dibanding tiger yang lahir belakangan… tapi harga partsnya saat itu nggilani memang. Karena jam kerja tinggi otomatis mengalami peremajaan…. kemungkinan terbesarnya ya pake parts tiger baru yang kualitasnya … ya gitu dahh…. :mrgreen: kecuali nemu harta karun tiger tahun awal yang full ori dab sehat…. sikat saja dahhh…. tapi kalau nemu tiger mata rem double atau tiger revo prima ya monggo saja… perawatan dan karakternya hampir sama…

Tiger sekarang memang dah di suntik mati, tapi jangan kuatir partsnya masih sangat mudah didapat… 

Pahami dulu penyakit tiger yang paling sering terjadi. Sebagai pegangan saat hunting dan perawatan kedepannya. 

1. Rantai keteng/kamrat gampang kendor. Tandanya dari bunyi berisik seperti busi beradu dibagian blok sebelah kiri. Tenaga juga ngedrop. Awalnya muncul di rpm tertentu, kalau dah parah saat stasioner saja berisik parah…. penyakitnya karena kualitas keteng bawaan kurang bagus . Kalau ganti mending cari yang merk DID . Sekarang bahkan ada juga yang jual kamrat alternatif tiger 4 lapis yang dijual bareng gigi sentriknya… konon jauh lebih awet meskipun lebih mahal. LAT alias stasioner kamrat tiger juga terkenal kurang OKE. Nah sekarang ada yang jual stasioner dengan per spiral (bukan per plat seperti bawaan tiger).

2. Cek kancingan gir belakang…. GL max dan tiger SF penyakitnya sama… jalur kancingan gir tergerus… lama2 bisa bikin gir lepas dari bossnya. Pastikan saat akan meminang tiger, daging rumah kancingan gir masih tebal

Tiger SF sendiri sekarang dah pakai velg NMP yang dah ga pake sistem cacat seperti ini. (Baca selengkapnya disini )

3. Tangki keropos…. bukan hal yang baru kan? Cek dengan teliti bagian bawah tangki, terutama bagian pangkal kran bensin. Keroposnya tangki tiger karena ada air yang ngendon didasar tangki… SF sekarang selalu posisikan kran bensin dalam posisi res, karena akan menyedot bbm dari dasar tangki. Jadi tidak memberikan kesempatan air untuk ngendon. Untuk pengaman tambahan SF tambahkan sendiri filter bensin diantara kran bensin dan karbu. Sekali waktu SF bersihkan filter tersebut, dan tak lupa SF buka tutup baut pembuangan di karburator untuk membersihkan kotoran yang ngendon didasar karbu.

SF sendiri kurang ngeh asal airnya. kalau dibilang dari embun/pemuaian kok banyak banget. SF pernah kuras tangki airnya ada setengah liter loh… mungkin dari tutup tangki atau saat isi BBM.

4. Perkabelan… tiger SF beberapa kali bermasalah di bagian penghantar arus positif. (Lupa warnanya klo ga salah kuning) . Cek soket soket kabel dibagian kiri diatas tutup gir depan… pastikan tidak ada tanda gosong di soket maupun kabelnya. SF pernah kesulitan cek sumber korslet kabel ini… akhirnya SF putuskan bypass arus dari spull ke kiprok dengan kabel yang lebih tebal, sedangkan jalur aslinya (yang nampak gosong dan kaku) SF potong sajah.

5. Info dari tukang pressbody… Tiger maupun GL series sangat mudah mleyot bodi belakangnya… apalagi kalau pernah jatuh. Cek kelurusan ban belakang dengan spakbor belakang. 

6. Kopling gampang selip…. kalau SF sih tukar sepasang judger spring dengan plat kopling, dan tukar kampas kecil bawaan tiger dengan kampas besar. Tapi jadi sensitif sih… motor nyundul-nyundul galak. kwkkw…. ntar SF research lagi komposisi yang enak untuk harian.

SF dah bilang kan… kalau memang berniat meminang motor lawas seperti tiger ini ya kudu telaten. Kalau terawat, tiger cukup nyaman kok…. mesin terasa rileks saat melaju karena karakternya yang bertorsi, riding position ga bikin pegal untuk jarak jauh, dan stabil. 

Semiga infonya bermanfaat… silahkan bagi pecinta tiger untuk nambahi

Beberapa rekan menandakan keheranannya saat Nmax milik SF sudah abis kampas rem belakangnya di 7000km namun rem depan masih setengah.

image

Bukan hanya pada Nmax  ninja dan tiger milik SF juga habis duluan kampas belakangnya… alasannya simple kok
Rem belakang lebih sering digunakan karena rute harian tergolong padat (25 km ditempuh dalam 70menitan)

image

Di rute yang padat Saya sendiri lebih nyaman menggunakan rem belakang dengan porsi lebih banyak. Alasannya motor lebih mudah dikendalikan. Bobot SF yang tergolong beruang juga ga sepenuhnya membebani bagian depan motor jika memprioritaskan rem belakang. Coba kalau kebiasaan rem depan di jalur padat, bisa cepet bocor shock depannya :mrgreen:
Sebenarnya secara ga sadar SF melakukan ini, lah wong ngerem ya selalu depan belakang… tapi neken tuas rem belakang lebih kenceng dan lama kali. Beda jika di jalur cepat… penggunaan rem depan menjadi lebih diprioritaskan.

Tapi kok 7000km dah abis…? Boros amat ya….?
NMax adalah matic dengan bobot dan tenaga menyamai sport….
Bedanya engine break sangat minim pada matic ini, akibatnya rem bekerja lebih keras. Namun penyebab utama adalah rute padat dan ditunjang kebiasaan rider yang suka kesusu… 😆

image

Sebelum ngoprek kopling GL series salah satu langkah yang dilalui yakni kudu melepas rotor filter oli. Gampang-gampang susah melepas penutup filter oli ini karena butuh kehati-hatian ekstra. Baut pengikat tutup rotor didesain lengket/nempel saat baut dikencangkan tujuannya jelas agar saat rorot berputar nonstop dengan rpm tinggi baut tidak mudah kendor/lepas. Karena itu untuk melepasnya sedikit gampang-gampang susah. Continue Reading

wpid-DSC_0530.JPG

Beberapa waktu lalu saat ganti ban Zeneos sekalian SF ganti kampas rem belakang ninja 250. Karena bengkel dekat tukang ban  adanya cuma kampas imitasi supra yaw dah dibeli sajah.. murah cuma 25rb. 🙂 soale males keluar komplek perumahan… jalannya ancur dan becek 🙂 . padahal biasanya SF pakai kampas rem ori supra buat tiger /ninja hafganya klo ga salah 35rban. Continue Reading

Sebelumnya mohon maaf pada pengunjung karena beberapa hari terakhir SF ga bisa rutin balas komentar masuk. Kondisi mendekati akhir tahun dan target kerjaan ga kunjung tercapai gara2 kejadian unpredictable bikin SF lebih konsen ke kerjaan. Okelah mumpung belum ngantor disempetin dulu bikin artikel 🙂

Beberapa hari lalu SF share soal penggantian kampas kopling tiger pakai GLmax/pro lawas. SF reminder lagi dah :

image

Susunan jeroan kampas tiger dimodif jadi 5 plat kopling dan 5 kampas kopling di selang-seling.

Continue Reading

image

Entah hal ini terjadi hanya pada tunggangan SF atau juga pada yang lain. Dua motor tunggangan SF menganut dual disc brake, yang pertama honda tiger dan kawasaki ninja 250. Untuk honda tiger telah modif piringan cakram depan lebar bagian depan dan sudah dipasang cakram belakang. Penggantian kampas rem belakang teramat sangat sering, 3-4 kali ganti kampas belakang sedangkan kampas rem depan baru sekali. Pada ninja juga demikian, kampas belakang sudah ganti sekali sekitar 2000an km sedangkan yang depan masih sangat tebal. Saat itu kondisi piranti pengereman ninja masih standar (belum upgrade cakram depan lebar).
Awalnya SF pikir penyebab kampas rem belakang lebih cepat habis karena modif cakram belakang pada tiger tidak sempurna,karena terlihat saat penggantian kampas rem bagian kampas yang kemakan ga rata/miring, kondisi piringan cakram depan tiger juga diganti lebih lebar. Tapi ternyata pada ninja yang pengeremannya standar kampas belakang juga lebih cepat habis. Berarti ada hal lain yang menyebabkan demikian. Secara nyata beban yang diderita rem belakang berarti lebih dibanding rem depan.
1.  Dengan kata lain penggunaan rem belakang lebih sering dibagian depan. Hal ini karena rute harian SF menembus kemacetan. Di kondisi macet,rem belakang lebih banyak digunakan karena ga banyak mempengaruhi handling motor, handle motor tetap ringan dibelokkan untuk mencari celah diantara mobil atau menghindari jalan ga rata. Rem depan  digunakan saat kecepatan terlalu tinggi, perlu diperhatikan saat pengereman depan tentunya motor susah bermanuver, lah bobot motor dan pengendara berpindah kedepan, jika dipaksa manufer selain resiko selip, posisi shock depan naik-turun seiring penggunaan rem depan bikin menyusahkan pengendalian. Pada prakteknya mungkin rem depan-belakang di gunakan berbarengan namun saat menghadapi kemacetan dan menjaga keseimbangan rem depan lebih cepat dilepas dibanding belakang.
Tentunya berbeda saat berkendara normal. Rem depan lebih dominan penggunaannya. Apalagi yang rutenya jarang macet.
Logikanya semakin tinggi kecepatan motor lebih dominan penggunaan rem depan untuk mengurangi laju… lihat contoh kasus motogp/superbike. Waktu ngerem ekstreem bahkan ban belakang sering ga nempel aspal :-).
2.Atau habisnya kampas rem belakang disebabkan hal lain seperti misal besarnya piringan depan lebih besar dibanding belakang.
3. Ataukah Riding style yang bikin kampas belakang lebih cepat habis.
image

Monggo share pendapat dan pengalamannya, apakah yang rutenya lowong/jarang macet juga sama kasusnya atau malah terbalik. Alias kampas depan lebih duluan habis dibanding belakang?

NB: kampas rem depan- belakang tiger dan Ninja 250 milik SF tipenya sama-sama (kaliper 2 piston)