kapasitas

All posts tagged kapasitas


Selama perjalanan berangkat kerja tadi pagi , SF kebetulan dibelakang vixion yang sepertinya baru pasang box givi dibelakangnya masih kinyis boxnya bro :). Selepas flyover  walikota Jakarta Timur jalanan lumayan macet. Pengemudi vixion awalnya disisi kanan truk, tapi karena tidak ada ruang menyalip dia berusaha menyempil dibelakang truk untuk menyalip dari arah kiri. Lolos dari belakang truk pengemudi vixion langsung merebahkan motor kekanan… akibatnya…. box givi yang masih kinyis nyenggol bagian belakang truk.

Di duren sawit selepas flyover pondok kelapa , jalanan juga macet. SF berada dijalur paling kiri yang khusus dihuni pemotor. Vixion yang sama  menyalip Sf dan motor didepan SF dengan memanfaatkan celah diantara mobil. Saat balik ke jalur motor , Boxnya menyenggol spion motor didepan SF. 

Dari situ SF menafsirkan… pengemudi vixion ini belum terbiasa memakai top box di belakang motornya….

Kali ini SF akan share beberapa hal terkait penggunaan top box pada motor

1. Kalau anda tipikal rider kesusu suka selap selip… pakai box bukan pilihan yang baik. Karena akan mengganggu manuver. Mending tank bag. Top box juga menghambat performa motor. SF pernah coba ngebut memakai tiger lawas tanpa box sentuh 135 kpj, dengan memakai box K42 yang hanya diisi helm. Speed di trek yang sama susah melewati 120kpj.

2. Dalam kondisi macet parah jika ingin selap selip dengan space terbatas , jangan terlalu memiringkan motor saat belok patah. Box riskan menyenggol kendaraan tinggi. 

3. Pemilihan braket box sangat penting… pastikan bahan dan las lasan kuat. Bundafaiz dah ngalami patah braketnya. 

4. Sesuaikan top box dengan beban yang dianjurkan. Disarankan tidak membawa beban terlalu berat dalam box karena mengganggu keseimbangan motor.

5. Solusi memakai box tapi tidak terlalu mengganggu keseimbangan dan tidak bikin dimensi motor tambah molor adalah dengan memakai braket geser. Saat berkendara sendiri braket dapat digeser kedepan sehingga box nempel punggung pengemudi… enak bisa sandar :). Ga enaknya kalau ada yang nebeng bonceng, jadi kudu repot dikit geser braket ke belakang. 

6. Tentukan kapasitas box sesuai kebutuhan. misalnya tiger SF memakai box Kappa K42 (42liter), muat untuk 1 helm fullface dan 1 helm halfface. Dibawah itu mungkin hanya cukup buat 1 helm, dan diatas itu tentunya lebih leluasa untuk 2 helm

Kiri K42 (42lt), Kanan K46(46lt)

Paling pas dan proporsional secara visual maupun fungsi untuk motor sport menurut SF adalah diatas 40 liter.
Yang sering terlihat dijalanan yakni givi E45, Kappa K42 dan K46. Dan baru -baru ini muncul merk Shaq shad yang SF kurang hapal tipenya.

Kebetulan SF sendiri bertahun-tahun pake K42… dan baru sekarang pake K46.

image

Kiri K42 , kanan K46

Continue Reading

image

Perjuangan sang kaisar menerjang banjir

Kaisar yang SF maksud adalah motor roda tiga dengan bak belakang. Motor seperti ini digunakan pengusaha kecil untuk mengangkut barang dagangan mereka. Kebetulan kerabat SF yang tingga di harapan indah juga menggunakan motor ini untuk kendaraan operasional bisnis air minuman kemasan. Sekali angkut motor ini sanggup membawa 30 galon isi air minum ! Continue Reading

image

Bagi yang tau mesin tentu sudah sangat paham soal upgrade kapasitas mesin motor. Namun masih sering juga SF mendengar soal ini saat berbincang ringan dengan pengguna motor lain. Nah suatu ketika SF berbincang pada rekan pengguna motor sport yamaha mengenai kemunculan honda teralis yang bakal menggunakan basis mesin honda cbr 150. Nampaknya rekan SF ini teringat pada trio GL pada jamannya yakni GL max, GL pro dan GL200 alias tiger. “Kalau gitu kan gampang tinggal bore up saja honda teralis terus ganti bodi agak kekar biar kelasnya naik jadi pengganti honda tiger… wiettsss tunggu dullluuu… πŸ™‚ ga semudah itu upgrade kapasitas mesin untuk keperluan produksi masal. Tentu banyak hal yang harus diperhitungkan ulang… sistem transmisi, ukuran klep in-out, penyesuaian krukass, ukuran karbu/injeksi, ukuran filter,dudukan mesin,sampai piranti keamanan semisal kaki-kaki dan roda. Sekedar share pengalaman menunggang GL max 125cc. Karena saat itu masih SMA/kuliah semester awal dana jelas mepet, seluk beluk permotoran juga masih minim tapi pengennya performa motor jadi beringas. image

Trus diiming-iming bengkel boreup jadi mendekati GL pro. Manuttt! Begitu selesai boreup tarikan beringas.. tapi nafas pendek. Ternyata karbu minta digedhein… wadewww… nyari deh karbu imitasi gL Pro. Selanjutnya berantai jadi ubah profil cam dan ganti knalpot aftermarket. Lah kok kecepatan ga jauh sama GL max dulu ya…? Selanjutnya terpaksa juga kecilin gir belakang. Abis gitu motor buat turing Surabaya – Jogja boncengan full speed. Kira-kira 3 bulan kemudian motor rontokkkkk!!!! :mrgreen:
Bisa dibayangkan kalau motor produksi masal boreup tanpa perhitungan matang. Ketahanan mesin, fuel efficiency, serta safety dipertaruhkan! So … enaknya new tiger nanti pake mesin apa ya? Scorpio juga kalau ikutan naik kelas mau pake yang mana? Saran sih ambil saja basis mesin yang sudah ada dipasaran intenasional πŸ˜€ image

image

Nyambung artikel kemaren. Salah seorang rekan sF yang dulunya pengguna yamaha mx ber box belakang beralih ke matik honda karena pertimbangan bagasi ekstra luas. Bukan hanya itu… pengguna MX lainnya yang pernah nampang di artikelnya SF juga berniat ganti motornya jadi vartech 125!!!Β  Mungkin lain cerita jika ada matik yamaha yang menawarkan helm fullface in :mrgreen:
image

Salah satu pertimbangan konsumen memilih motor adalah fungsionalitas, apalagi bagi rider yang sudah punya anak-istri. Nah nampaknya Yamaha kurang memperhatikan hal ini. Kapasitas bagasi yang paling besar yamaha ada pada xeon dengan kapasitas cuma 13 liter bandingkan dengan spacy dan Vartech 125 yang 18 liter . Sementara si xeon cuma cukup menampung sebuah helm half face yang diatur sedemikian rupa agar bisa masuk, si spacy/vartech dengan lahapnya menelan helm fullface bulat-bulat πŸ™‚ komparasi silahken lihat disini . Belum lagi jika di timbang soal kapasitas tangki bensin. Soul GT pemegang tangki bensin terbesar dideretan matik yamaha dapat menampung 4.8 liter(cuman kapasitas bagasi kecil 8.8 liter) bandingkan dengan spacy yang 5 liter atau vartech yang bisa menampung 5.5 liter…pas banget bagi yang males sering antri di pom bensin.
image

Untuk memperluas pangsa pasarnya, saat ini honda makin melengkapi jejeran helm innya melaluΒ  Vartech 125 dan rencana kedepannya Scoopy juga di helm in kan. Eh ya… hampir ketinggalan Honda juga punya Supra 125 helm in loh dengan kapasitas bagasi dan bensin yang lebih lega, sementara yamaha sama sekali ga punya motor ginian.
Kalau begini terus jelas yamaha makin ketinggalan lah wong pasarnya lebih sempit (anak muda) dibanding honda yang menyasar segala lapisan alias PALUGADA(aPA yang LU mau Gue ADA). Fungsional naik, pangsa pasar makin luas, bukan begitu …..!?

image

Susahhhhh…. bukannya underestimate pabrikan lain ya, tapi regulasi yang bicara begitu. Dinegara maju seperti Jepang, Amerika dan negara-negara Eropa membatasi power motor kelas pemula. Coba kita intip aturan di Eropa pembagian SIM (driving license) untuk motor dibagi 4 kategori yakni :
1. Kelas AM(M,H) minimal usia 14-16 tahun, hanya boleh mengendarai moped sampai dengan 50cc
2. Kelas A1, minimal usia 16-18 tahun, hanya boleh mengendarai motor sampai dengan 125 cc maksimal power 11 kw.
3. Kelas A2, inilah SIM sesungguhnya karena memperbolehkan ridernya mengendarai motor di interstate (jalur luar kota) usia minimal 18 ( khusus Inggris 17 th), untuk 2 tahun pertama hanya boleh mengendarai motor maksimal 25 kw (33HP)
4. Kelas A, minimal 2 tahun ber SIM A2, Sim ini yang sama dengan SIMnya orang Indonesia, boleh naik motor apapun πŸ™‚
Untuk naik kelas harus melalui tahapan diatas. Lebih mudah lagi jika sudah berusia 21, tinggal lulus tes dan langsung bisa langsung ke kelas A restricted(A2), atau usia diatas 23 agar bisa dapet SIM A unrestricted (dengan ujian tentunya). Nah nampaknya potensial buyer untuk kelas A2 cukup semarak, untuk itu pabrikan motor berlomba di segmen ini.
Kawasaki berusaha mencapai power maksimal yang diperbolehkan bermain di segmen ini dengan mengeluarkan N250 bertenaga 33 hp (injeksi), dan untuk differensiasi ada versi karbu 31 hp. Jika berharap ada motor 250cc bertenaga diatas ninja 250, ngimpiiiii namanya. Ndak mungkin lah pabrikan mempersempit pasarnya sendiri, emang cuma mau jual di Indonesia sajah… πŸ™‚Β  . Ini juga sebabnya 250 cc 4 silinder hilang dari muka bumi. Masak motor tenaga 45hp rela disunat jadi 33 hp agar bisa masuk kelas A2, atau mau bermain dikelas A ? Nanggung powernya, sudah gitu harganya ga jauh beda dengan motor 600 cc siapa yang mau beli!?
Untuk merontokkan dominasi N250 ini jelas ga bisa bermain power, cara smart dilakukan Honda melalui CBR250 dengan torsi yang lebih besar dan bobot ringan, belum lagi kelebihan tehnologinya. Jika Yamaha ingin masuk dikelas premium 250 cc ini harusnya ga mau kalah, ikuti regulasi motor bertenaga 33 hp, namun bobot diringankan (pake rangka deltabox), torsi dinaikkan serta visual dan tehnologi ditonjolkan bisa bikin CBR 250 dan N 250 klepek-klepek….
image

waduh si bolot entar jadi paling jadul yahhh :mrgreen: disaster bagi kawasaki jika ga melakukan upgrade pada N250 ini

image

Saat pertama gabung HTML chapter Surabaya sekitar 3 tahun lalu sempat kepengen pasang sidebox di tiger kesayangan. Kesannya motor jadi gagah. Apalagi muat barang banyak, berguna banget saat turing. SF pun bertekad bakal pasang sidebox saat ada rejeki lebih. Setelah punya anak-istri, kegiatan turing SF otomatis berhenti total. Apalagi sekarang ane pindah ke Jakarta karena tuntutan pekerjaan. Jalanan sangat ga nyaman untuk berkendara. Keinginan pasang sidebox pun langsung terpendam karena bakal banyak repotnya daripada untungannya. Klo pake sidebox pasti bakal repot selap selip dan menghalangi pengendara lain. Toh Kappa 42 sudah lebih dari cukup untuk aktifitas sehari-hari.

image

Sori kalo artikel ini basi namun hanya ingin share pengalaman beberapa tahun lalu dan mungkin berguna bagi yang belum ngicipi naik matic. Sebenernya SF paling ogah beli skutik karena boros dan bannya yang kecil. Namun karena tuntutan bunda akhirnya terpaksalah beli matic bekas. murah euiyy cuma 6jt an udah dapet spin cw 2007 ( harga 2 thn lalu). Pengalaman pertama naik matik sempet kagok . Nyalain aja ga bisa, stater elektrik ga fungsi, di kick stater juga ga nyala! Eh ternyata harus di rem sambil distater. :mrgreen: He3… selanjutnya nyoba jalan lah kok waktu ngerem telapak kaki kanan ikut jinjit alias nekan dek!, kebiasaan motor konvensional rem belakang pakai telapak kaki kanan πŸ™‚ . Nah ini pasti terjadi pada orang yang baru naik skutik. Tapi emang ngeri juga ngebut pake skutik ini kecepatan 80 kerasa udah kenceng banget dan melayang. Mungkin karena ban kecil dan bobot ringan, belum lagi ga PD karena ga ada engine brakenya. Skutic emang cocok buat jalan nyantai di perkotaan. Tapi klo ane sendiri paling males pake skutik buat harian karena paling ogah tiap hari antri di Pom bensin. Skutik bener2 buat orang penyabar. πŸ™‚Β  Udah tangkinya rata-rata kecil, borosnya kaya motor smprot! Mending tiger ane ngisi bensinnya bisa 4 hari sekali ( jarak tempuh sehari 45km). Nampaknya hanya honda yang aware mengenai hal ini dengan mengeluarkan Spacy yang tangkinya gedhe dan irit. Yang lain pada kemana yahh…..?