Fungsi lain sein

Pulang kerja tiba-tiba pengen bubur ayam yang ngetem dimulut gang. Abis dibungkus bingung naruh buryam dimana, dicantolin stang kalau belok kepentok fairing, ditaruh tas kondisi lagi full loaded. Akhirnya terbersit ide, cantolin saja ke sein depan :mrgreen:

image

Sampai rumah sontak Bundafaiz langsung ngakak… “Nggilani” 😆

Perlukah Spion motor sport dibikin ga bisa dilipat

Tersenyum simpul baca artikelnya indobikermags soal spion lipat ducati . SF sempet diskusi ringan dengan seorang rider ninja senior di tempat kerja masalah fenomena penunggang ninja 250, CBR dan motor fairing modifan yang demen banget lipat spion dijalanan. image
Obrolan ringan itu akhirnya menyentil tentang usulan spion yang tangkainya dibikin paten ga bisa dilipat, hanya ujung cerminnya saja bisa diatur sudutnya. Namun akhirnya usulan iseng itupun diabaikan dengan berbagai pertimbangan :
1. Saat riding dijalanan padat jika tersenggol spion paten resiko patah. Beda dengan spion yang bisa dilipat. Jika tersenggol tinggal diatur ulang posisinya.
2. Saat parkir, makan space berlebih, apalagi sport berfairing ga ada standard tengah makin mengganggu saja spion ini. Kalau bisa dilipat kan enak, ndak ganggu dan ga resiko kesenggol rider sebelah saat parkir. Apalagi ruangan parkir gandeng ruang tamu seperti milik SF, ganggu banget jika spionnya baplang terus.
3. Kalau jatuh kemungkinan patah spion yang paten juga besar.
Ada sih usulan lain yang muncul yakni model per, tangkai spion bisa balik ke posisi semula jika tersenggol atau jatuh, cuma tergantung niatan pabrikan mau ga mengurangi jumlah alayer dijalanan. Ntar jangan-jangan kaum alay ga jadi beli motor sport yang tangkainya ga bisa dilipet
:mrgreen:

Berharap ada sport 250cc melebihi tenaga Ninja 250? Ngimpi….

image

Susahhhhh…. bukannya underestimate pabrikan lain ya, tapi regulasi yang bicara begitu. Dinegara maju seperti Jepang, Amerika dan negara-negara Eropa membatasi power motor kelas pemula. Coba kita intip aturan di Eropa pembagian SIM (driving license) untuk motor dibagi 4 kategori yakni :
1. Kelas AM(M,H) minimal usia 14-16 tahun, hanya boleh mengendarai moped sampai dengan 50cc
2. Kelas A1, minimal usia 16-18 tahun, hanya boleh mengendarai motor sampai dengan 125 cc maksimal power 11 kw.
3. Kelas A2, inilah SIM sesungguhnya karena memperbolehkan ridernya mengendarai motor di interstate (jalur luar kota) usia minimal 18 ( khusus Inggris 17 th), untuk 2 tahun pertama hanya boleh mengendarai motor maksimal 25 kw (33HP)
4. Kelas A, minimal 2 tahun ber SIM A2, Sim ini yang sama dengan SIMnya orang Indonesia, boleh naik motor apapun 🙂
Untuk naik kelas harus melalui tahapan diatas. Lebih mudah lagi jika sudah berusia 21, tinggal lulus tes dan langsung bisa langsung ke kelas A restricted(A2), atau usia diatas 23 agar bisa dapet SIM A unrestricted (dengan ujian tentunya). Nah nampaknya potensial buyer untuk kelas A2 cukup semarak, untuk itu pabrikan motor berlomba di segmen ini.
Kawasaki berusaha mencapai power maksimal yang diperbolehkan bermain di segmen ini dengan mengeluarkan N250 bertenaga 33 hp (injeksi), dan untuk differensiasi ada versi karbu 31 hp. Jika berharap ada motor 250cc bertenaga diatas ninja 250, ngimpiiiii namanya. Ndak mungkin lah pabrikan mempersempit pasarnya sendiri, emang cuma mau jual di Indonesia sajah… 🙂  . Ini juga sebabnya 250 cc 4 silinder hilang dari muka bumi. Masak motor tenaga 45hp rela disunat jadi 33 hp agar bisa masuk kelas A2, atau mau bermain dikelas A ? Nanggung powernya, sudah gitu harganya ga jauh beda dengan motor 600 cc siapa yang mau beli!?
Untuk merontokkan dominasi N250 ini jelas ga bisa bermain power, cara smart dilakukan Honda melalui CBR250 dengan torsi yang lebih besar dan bobot ringan, belum lagi kelebihan tehnologinya. Jika Yamaha ingin masuk dikelas premium 250 cc ini harusnya ga mau kalah, ikuti regulasi motor bertenaga 33 hp, namun bobot diringankan (pake rangka deltabox), torsi dinaikkan serta visual dan tehnologi ditonjolkan bisa bikin CBR 250 dan N 250 klepek-klepek….
image

waduh si bolot entar jadi paling jadul yahhh :mrgreen: disaster bagi kawasaki jika ga melakukan upgrade pada N250 ini

Peninggi footstep bagi pemilik CBR/Ninja 250 yang ingin bergaya racing namun hemat

Modifikator Indonesia emang Top 🙂  satu lagi nih hasil kreasi modifikator Indonesia diperuntukkan bagi Pengguna CBR 250 dan Ninja 250 yang ingin berergonomi racing namun ringan dikantong. Selain mengganti setang jepit tentunya perlu juga memundurkan/ menaikkan footstep agar aroma racing makin kental. Untuk yang berkantong tebal produk ratusan ribu bahkan jutaan mungkin bukan masalah, tapi yang pas-pasan coba lirik produk satu ini. image
Adaptor peninggi footstep! Jadi footstep original masih tetap dipakai, hanya ditambah adaptor variasi agar posisi footstep makin naik dan mundur. Peninggi footstep ini biasanya dijual sepaket berikut adaptor /tangkai perseneling,harganya berkisar 200- 300 rb. Tertarik? Monggo googling saja atau kunjungi toko variasi terdekat.
image

Eh kalo SF nyambi jualan lumayan kali ya :mrgreen: sayang waktu ga cukup he3…

Sharing : problem yang muncul selama 4000 km mengendarai Ninja 250

image

Motor keluaran 2009 ini memang seminggu sekali-duakali  SF bawa ngantor, sehari- hari bawa Tiger kesayangan.
Nah ada beberapa masalah yang timbul selama hampir 4rb km ini. Langsung saja :
1. Bunyi ngik..ngik… pada roda depan pada 1500 km pertama. Problem solved : hanya perlu disemprot pakai cairan pelumas pada sela-sela bearing ban depan
2. Motor beberapa kali mogok, problem ada di lubang pernafasan pada tutup tangki tersumbat sehingga bensin ga mau turun ke karburator. Problem solved dengan menyemprot lubang-lubang kecil pada tutup tangki dengan chainlube, ada satu baut tutup tangki saya lepas. Kejadian mogok gara2 ini ga terulang lagi.
3. Ada satu keanehan pada tangki si bolot ini, dan ini ditemui di semua keluaran Ninja tahun-tahun awal (denger2 yang versi baru ada penyempurnaan) . Sehabis kepake, ada perubahan suhu atau saat digoyang tangki sering kentut. Ngiiikkkk….. Awalnya SF kira ada makhluk halus yang godain saat malam pertama Ninja menghuni ruang tamu ternyata lubang pernafasan yang bikin bunyi itu. :mrgreen: Kalo sudah mulai bunyi tinggal dibuka saja tutup tangki dan tutup kembali, ruang vakum dalam tangki jadi normal lagi.
4. Rem belakang tiba-tiba blong pada 1000km perlu dipompa agar mau ngerem lagi. Ternyata rem masuk angin, tinggal buka nipel belakang tancepin selang dinipelnya dan dipompa beberapa kali sampai keluar gelembung air. Waktu mompa jangan sampai tabung rem kehabisan minyak ya bisa2 malah masuk angin :).
4. Rem belakang terlalu pakem, saat pake ban std sering slide gara-gara ini, semenjak ganti kampas rem supra jadi pas distribusi pengeremannya.
5. Sekring stater mati pada 2000 km, jadinya harus buka jok depan, nah untuk buka ini kudu lepas bodi tengah, lumayan ribet juga. Kenapa kawasaki ga menempatkan sekring pada tempat terjangkau ya? misalnya di jok belakang yang sewaktu-waktu bisa dibuka pakai kunci.
6. Bohlam belakang mati pada 2500km. Tinggal ganti bohlam dua ribuan beres.

Nah itu beberapa problem yang timbul selama hampir 4000 km umur bolot. Untuk mesin ndak ada masalah, masih alus dan powerfull. masalah panas mesin sangat wajar. Bagi yang beranggapan panasnya berasa sampai ke paha/ kaki cukup berlebihan, wong saya sering bawa Ninja bermacet ria rasanya cuma anget kok 🙂

.
image

N250 motor berspek diatas motor lain, wajar harga partsnya mahal?

image

Beberapa waktu lalu SF pernah menulis  soal mahalnya parts Ninja 250 dibanding CBR 250 dan Minerva megelli 250. Tujuan SF menulis artikel itu untuk memberi masukan kepada KMI agar memperhatikan hal ini (tapi blog kecil kaya gini dilirik ga ya?). Nah artikel tersebut sengaja SF linkkan di web komunitas online Ninja 250 dengan harapan banyak member yang protes sehingga makin didengar KMI. Tapi ternyata dugaan SF meleset, beberapa member memaklumi mahalnya sparepart ninja karena speknya yang diatas rata-rata merk lain (katanya loh ya.. ) , 2 silinder, raihan RPM diset tinggi, tenaga paling besar dll. Untuk parts mesin okelah spek Ninin termasuk ditas rata2, tapi untuk parts lain?
Pernah iseng tanya mekanik kawasaki saat beli filter olinya si bolot, alasan mahalnya parts kawasaki karena import. Lah ngapain import kalau di Indonesia banyak dan partnya sudah berstandard international? Atau memang KMI ambil margin terlalu tinggi. Entah …ane sendiri kurang paham. Konsumen awam yang ga mengerti tehnis permotoran melihat harga mahal ya mahal. Titik… ! bagi SF tentu ga serta harus ngikut kebijakan KMI untuk beli parts ori. Ada anggapan ada uang ada rupa? Barang substitusi bikin rusak??? Hmmm….. silahkan beli barang mahal wong itu duit anda sendiri kok. Bagi SF… ogah, jelas ga mau barang mahal kalau bisa cari barang substitusi dengan kualitas sama bahkan lebih baik. :mrgreen:, busi misal jelas milih punya thunder 125, masa busi ori dihargai 75rb x 2 150 rb(CR8E). Lah punya thunder/vixion paling maksimal 15rb sebiji cuma beda bungkus, kualitas sami mawon… tiger ane pake busi 15 rban juga bisa lari 135 kpj (doeloe) 😆
kampas rem ori diatas 200 rb?SF jelas milih beli kampas rem racing harganya ga sampai separuhnya, hasilnya pakem juga, lah wong merk ini terbukti dipake roadrace segala kok. Temen juga sudah pake di ninjanya.
Bohlam tipe H7  harga 360rb sebiji! Menurut tabloid otomotif edisi 10 nov 2011 bisa pake punya mobil grand vitara, dengan merk dan spek sama dihargai 60 rban. Atau bisa pake merk lain misal osram nightbreaker bisa lebih terang malah, harganya cuma 1/3 harga ori. Contohnya masih buanyak lagi bro, misal laher2, handle rem/kopling, kabel kopling, gir set, spuyer, dll. Mau bayar mahal untuk sparepart dengan kualitas sama? Silahken saja nanggung biaya importnya :mrgreen:  klo ingin hemat pakai barang substitusi, namun pastikan dulu kualitasnya, searching di google pengakuan user yang pernah pakai, dan jika bisa pakai part original atpm lain atau merk ternama karena QCnya terjamin.