kecepatan maksimal

All posts tagged kecepatan maksimal

Klaim honda CBR 250  bertenaga 28,16 dk/9.000 rpm dan torsi 23 Nm/7.500 rpm. Namun saat tim otomotifnet mengetesnya diatas dyno hasilnya power terbaca 23,33 dk/10.100 rpm dan  torsi19,8 Nm/7.500 rpm. Continue Reading

Gara2 kobay bikin artikel soal yamaha MT-03 660cc 1 silinder , langsung dah masuk youtube pengen denger suara motor keren bertorsi monster bikinan yamaha ini. Lah ga disangka malah nemu adu kebut MT 660 vs ninja 250 . Ternyata MT 660 ga mampu menandingi kecepatan ninja 250… ini bukan artikel menghibur diri loh 😛

Continue Reading

image

Karakter overstroke, injeksi, kapasitas mesin 250cc…. kudunya sih tenaga okelah untuk motor turing. Meski power bukan yang utama untuk motor retro klasik seperti estrella ini. Tapi bukan berarti mesin kudu mubazir kan ?
Sebelumnya cek dulu deh speknya yang sf dapet dari hasil googling

image

SF rasa karena diproduksi di Jepang itulah estrella jadi underpowered… monggo cari info sendiri soal penyunatan tenaga motor hingga limiter yang ga manusiawi pada motor hingga motor 1000cc ga jauh top speednya dibanding motor 600cc. Bukan hanya itu… suara motor juga ikutan disunat sampai hampir ga bersuara. Gimana kalau motor produksi Jepun di launch di Indonesia?
Setelah dijajal oleh motor.otomotifnet.com ternyata powernya 11-12 alias mirip tiger
Akselerasi estrella 0-100kpj butuh waktu 12.7 detik , tiger hanya butuh 12.6 detik (diukur dengan racelogic)
Topspeed  estrella 119.7kpj, tiger 119.2kpj (racelogic)
Konsumsi bensin estrella 1:28, tiger 1:33
Sumber performa estrella ada disini
Sumber performa tiger dari mas Taufik  dari tabloid cetak otomotif baca disini
Ga jauh kan?
Pembaca tentu tau honda tiger. Motor ini banyak dicibir sebagai motor lemot yang performanya kalah dibanding motor 150cc, sistem pengabutan bahan bakar juga masih pake karbu. Lah kalau estrella ini gimana?
Harusnya KMI remapping kembali motor ini agar powernya lebih reasonable untuk motor 250cc … ga perlu kencang tapi cukup wajar lah…

image

Motor apapun genrenya kalau tenaga lebih tentunya jadi nilai lebih. SF juga yakin kalau estrella dibekali mesin tiger sekalipun bakal lebih lemot lagi… suara dibekap sedemikian rupa agar ga berbunyi, tambahi catalyc converter, dll sehingga tenaga ikutan tersunat…. JDM gitu lohh….
SF sih jelasnya ngiler dengan estrella karena model dan kenyamanan yang ditawarkan tapi kalau harga 65 jt ya mikir berkali lipat…. under powerred, overprice, ga ada meteran bensin, ban cungkring, perawatan susah. Mending inazuma lah.
Ada beberapa masukan bagi calon peminang estrella.
Siapkan budget lebih untuk ganti knalpot… suara yang wajar lah jangan kaya knalpot bocor (itu yg ditulis diotomotifnet loh), ban lebih kekar kalau bisa tubeless masa motor 250cc ban cuma ukuran 110…
Jelasnya peminang estrella bukanlah sembarangan orang…. kudu bermental tangguh… SF saja jiper 🙂

Monggo di komeng

Pengalaman beberapa kali turing lintas provinsi menggunakan mobil maupun motor, SF ingin berbagi opini bahwa kecepatan rata-rata naik mobil bisa jadi lebih kencang dibanding motor. Beberapa hal yang jadi penyebabnya.
image

Untuk motor perlu upaya yang lebih berat memacu motor dalam kecepatan tinggi dalam jangka waktu lama. Resiko juga lebih besar ditanggung oleh pengendara motor. Kemampuan pengereman, perlunya menjaga keseimbangan, beban perpindahan berat saat pengereman yang ditanggung pengemudi, semakin kencangnya terpaan angin yang menghantam tubuh hingga kurang stabilnya pandangan karena helm terhantam angin dikecepatan tinggi bikin pengendara motor mikir dua kali memacu motornya pada kecepatan tinggi pada saat turing. Kecepatan 80-90 mungkin dianggap pas saat turing luar kota diatas itu sepertinya terlalu melelahkan. Tidak halnya dengan mobil …saat jalanan kosong kecepatan segitu rasanya nanggung.
image

Pas balik dari Surabaya ke Jakarta pakai taruna beberapa waktu lalu kebetulan laju mobil SF sedikit pelan karena deretan mobil tertahan truk yang mengangkut beban berat, tiba-tiba wusss disalip vixion yang sepertinya terburu- buru. Beberapa saat lolos dari truk tersebut SF memacu taruna dengan kecepatan sedang. Beberapa saat kemudian SF melihat vixion yang menyalip mobil SF beberapa waktu sebelumnya. Pada kecepatan 100-110 di spedometer taruna vixion itupun tersalip. Saat itu rider vixion terlihat agak ngoyo… postur tubuhnya terlihat menahan terpaan angin , jaketnya yang ga press bodi terlihat terombang ambing oleh angin. Sedangkan SF kecepatan 100-110kpj masih nyantai, anak2 di jok belakang masih bercengkrama dengan ibundanya. Pada beberapa kesempatan dengan kondisi jalanan kosong dan aspal mulus SF bisa memacu mobil SF dikecepatan 120 dengan tenangnya. Padahal mobil termasuk mobil lawas yang termasuk jangkung, kalau mobil baru ya lebih nyaman lagi mestinya.

image

Edisi khilaf khusus tol cukup sekali ini.... ga brani lagi

Sebenernya SF pernah juga memacu tiger beberapa detik pada kecepatan 120kpj saat turing dengan bunda faiz… deru motor rasanya seperti teriak-teriak kaya orang diperkosa 🙂 , angin menerpa ga karuan, motor terasa terombang ambing , itu yang bikin nyali langsung ciut.
Kecepatan motor aktualnya memang bisa sama bahkan melebihi mobil. Namun sangat beresiko dan sangat melelahkan memacu motor dalam kecepatan tinggi dalam waktu lama. SF jelasnya ga sanggup melahap rute Jakarta -Surabaya dengan motor dalam waktu 16.5jam nonstop seperti yang SF lakukan beberapa waktu lalu bersama taruna.

Posted from WordPress for Android

image

Komparasi ini SF lakukan dengan sumber data motor.otomotifnet.com untuk sesi test ride  berbagai macam motor sport fairing 250cc  di sirkuit sentul. Komparasi SF lakukan untuk kecepatan maksimal ninja 250 FI 2 silinder, Ninja 250 mono,CBR 250, megelli 250R, N250R karbu.. hasilnya monggo disimak.. Continue Reading

Dalam 310 hari setelah artikel ditayangkan ( Cek artikel ini : http://smartf41z.com/2013/03/18/menjawab-kegalauan-kenapa-akhirnya-saya-milih-taruna-dibanding-lainnya/)   ada 16.000  pengunjung terjaring. Cukup lumayan juga angka ini untuk ukuran blog motor seperti Sf ini. Nah… Setelah pemakaian hampir 1 tahun (3X PP Jakarta Surabaya) SF share kekurangan dan kelebiha mobil ini dari sudut pandang pemotor Continue Reading

source :www.motorbeam.com

Disadur dari beberapa artikel di India, dimana disana telah duluan terjadi perang antara R15 Vs CBR 150.

R15: Power 17 PS at 8000 RPM Torsi 15 Nm at 7500 RPM
CBR150: power 18 PS at 10,500 RPM Torsi 12.66 Nm at 8500 RPM Continue Reading

 

image

Pengalaman sebelumnya SF pernah riding si bolot pada kecepatan 140 kpj dan ini masih jauh dari kecepatan maksimal yang bisa dicapai N250. Sedangkan waktu naik taruna kemaren bisa nembus 150 kpj dimana kecepatan ini rasanya dah mentok. Trus apa bedanya saat 2 jenis kendaraan ini dipakai di kecepatan tinggi?
Riding motor kecepatan segini jelas butuh nyali lebih sebabnya
– Pengemudi langsung terpapar angin, semakin kencang motor semakin kencang terpaan anginnya. Lah kalau dimobil mau lari 10 kpj atau 300 kpj kalau pakai AC ya sama saja hembusan anginnya.
– Bobot ringan pada motor bikin motor ga stabil untuk jalan bergelombang… perubahan kontur jalan lebih dirasakan langsung oleh pengemudi
– Faktor psikologis. tentunya saat naik motor kecepatan tinggi rider tersadar hanya ada pakaian dan helm saja yang memisahkan tubuh rider dari maut. Ban juga cuma 2 serasa daya cengkeram lebih terbatas . Sedangkan dimobil  pengemudi lebih nyaman.. jok empuk, sekeliling mobil dilindungi rangka. Belum lagi mobil masa kini nabrak di kecepatan 200kpj saja pengemudinya masih selamat karena adanya fitur airbag… makin merasa aman ngebut sejadinya… apalagi kalau masih bocah 200 kpj masih berani bermanuver membahayakan…

image

– Satu lagi… kecepatan tinggi di mobil bisa dilakukan di jalan tol yang bebas hambatan… ga ada orang menyeberang, jalan lurus jarak panjang dan kondisi aspal relatif lebih mulus.. lah kalau dimotor? Dilakukan di jalan raya yang sangat riskan penyeberang jalan dan jalanan rusak

Jadi kalau ditarik kesimpulan rider motor lebih bernyali dibanding pengekudi mobil 🙂

Posted from WordPress for Android

image

Sebenernya road trip ini direncanakan Seminggu lagi. Tapi karena ada berita duka , Nenek tercinta Bundafaiz meninggal dunia di Sumenep. Akhirnya SF memutuskan berangkat segera setelah menerima kabar duka itu. Kondisi taruna telah bener-bener siap setelah turun mesin beberapa waktu lalu. Ring seher baru sehingga kompresi penuh, kampas kopling baru, ganti engine mounting, injektor telah dibersihkan dan di kalibrasi ulang.Beberapa penyakit taruna yang pernah terjadi turing lebaran kemaren telah diperbaiki seperti oli rembes dan masalah panas mesin. Ini juga yang bikin SF gagal meminang PCX (selain inden yang panjang).

Continue Reading