kecepatan

All posts tagged kecepatan

Nmax servis ke bengkel resmi

Nmax sowan ke bengkel resmi

*

Servis Mendekati 25 ribu KM performa Nmax memang terasa sedikit menurun. sudah kepikiran servis 25rb saat ganti V belt sekalian saja upgrade performa Nmax agar entengan dikit.

Ini dia detail upgrade saat servis Nmax:

  1. Roller Mio M3 (12 Gram turun 1 gram dari bawaan Nmax)
  2. Per Vario 150 (Per lebih panjang 4,8cm dan lebih keras)
  3. Filter Aftermarket Ferrox
  4. Setting CO+8

Paket Upgrade Nmax, Roller Mio M3 12 gr, CVT Vario 150, Ferrox

Gimana impresinya?

Continue Reading

Kali ini SF bakal ulas efek dari antena modem dalam meningkatkan kecepatan internet XL Go.
Kelemahan modem MiFI huawei slim2 yang di bundling dengan paket internet XL Go 90Gb 90Hari adalah kemampuan menangkap signalnya lemah. Kebetulan Dikantor SF kawasan kalibata signal yang didapat di dalam gedung lantai 4 terkadang cuma dapat 1 bar 4G bahkan sering tanpa sebab pindah ke 3G full bar. Padahal kalau di HP signal 4G manteng di kisaran 3 Bar. Untuk mensiasatinya SF memasangkan MiFI ini dengan antena modem,dengan harapan signal operator yang ditangkap jadi lebih baik sehingga kecepatan internetnya naik.
Ada 2 macam antena yang SF beli. 2 biji antena portabel yang mudah dibawa kemana-mana seharga @20rb, dan sebiji antena spiral (2 spiral) dengan kabel 3 meter seharga 69rban. Untuk pengetesan SF lakukan sebayak 3 X running speed test.
Woke mulai saja

Continue Reading

Sekitar 2 minggu lalu SF hunting paket perdana 4g hemat. Kebetulan juga paket internet IM3 28 gb 3 bulan seharga 70 rb  dah mau abis masa berlakunya.
Sortir sana sini nemu XL Go 90hari 90 gb seharga 65rb. 90gb terdiri dari 30gb/bulan x 3 (6GB 3G/4G, 24GB khusus Mifi).

Sinyal XL di modem huawei E5577 daerah kalibata di dalam gedung. Kadang 4 G 1 bar kadang 3G fullbar

Seminggu pake aman-aman saja. Ga kepikiran beli modem. Pas keluar dolan sama anak2 , mereka minta hotspot dari HP SF… waduh bisa abis kuota 6GB SF. Pertimbangan mau lebaran, anak-anak pasti butuh internet selama liburan. Ya wis lah beli modem gandengannya XL GO, huawei slim E5577 seharga rp 465.500 dari online shop.
Pemakaian pertama langsung agak kecewa.. lah kok sinyalnya drop… biasa di HP 2-3 bar sinyal 4G. Eh di modem ini cuma 1 bar kadang malah ga dapet 4 G , pindah ke 3G full bar. SF belikan antena portabel sedikit membantu. Lebih manteng di 4 G dan kecepatannya stabil.

Seberapa kencang kecepatannya?

Continue Reading

Liburan kmaren SF ada agenda trip mancing ke karawang. Tapi karena pesertanya banyak jadi terpaksa SF ngalah bermotor, mobilnya ga cukup… pake ertiga sayang melewati jalanan offroad beberapa km :mrgreen:

SF selalu penasaran gimana rasanya skutik buat turing … Nmax jadi pilihan untuk turing boncengan dengan seorang rekan biker. 

139,4kmMeski hanya turing pendek 70km, cukup untuk mengetahui karakter Nmax untuk turing. Rute turing kali ini berangkat dari harapan indah bekasi menuju ke pantai tanjung pakis , karawang. Jarak 70km , kondisi malam hari, boncengan dan barang bawaan penuh(tas penuh alat2 pancing 2 buah, tas joran, dan ikan hasil tangkapan plus es batu 10kgan saat pulangnya). Ini kesan positif dan negatif Nmax untuk turing full loaded…

1. Posisi pengendara cukup nyaman… berkendara 2 jam lebih tengah malam  ga ada rasa pegal yang berarti! 

2. Lain halnya dengan boncenger… saat balik pulang, SF yang awalnya nyetir karena masih sore… setelah maghriban SF terpaksa menyerah… kalah menghadapi sinar lampu dari arah berlawanan, maklum SF rider berkacamata. Silaunya ga tahan… Saat itu balik agak sorean jadi jalanan masih ramai. hanya 1 jam dibonceng, tapi pantat bagian belakang sudah panas dan mati rasa… posisi footstep juga kurang nyaman . Terlalu tinggi dan terlalu maju posisinya. Sepertinya sektor jok perlu dimodif biar nyaman.

3. Performa Nmax untuk turing cukup mumpungi…. mesin 155cc terasa responsif untuk menyalip. Meski buat boncengan, dan beban penuh. Bukan hal susah menyentuh 100kpj. Sangat mungkin bisa lebih jika saja mental SF ga ciut…. maklum jalan pedesaan. Performa rem dan grip ban top markotop susah disaingi motor lain. Beberapa kali SF ngerem mendadak karena lubang jalanan, dan ga ada gejala selip atau handling goyang. Ini kelebihan telak yang dimiliki Nmax. 

4.  Cukup disayangkan ukuran roda 13 inchi.. jadinya sensitif terhadap lubang jalanan. Jadinya pengendara kudu lebih waspada
5. Untung Shock Nmax telah SF modif pernya dengan punya shogun (baca ulasan lengkap disini ). luar biasa efeknya… goncangan jalan sempurna diredam shock. Sayang SF ga pernah jajal shock ori buat turing boncengan. Jadi ga bisa bandingkan. 

6. Shock modifan yang empuk jadi masalah saat melahap jalan rusak… beneran jalan rusak bejad 😆 lah wong rekan SF pake kia Sportage saja sampai gasruk saat lewat jalan rusak. 3 km memasuki area pantai Pakis karawang kondisi jalan memang parah… jalanan didominasi tanah bercampur batu dengan kontur ga rata. Kalau jalanan mulus bisa dikatakan Nmax rajanya karena nyamannya, handing dan performa mumpungi. Kalau jalanan rusak Nmax jadi Cemen! Susah ngikuti motor lain. Beberapa kali Nmax gasruk tanah bergelombang. Pergantian per empuk plus beban berat bikin ketinggian motor berkurang. 

Gara gara jalan becek dan rusak ini pula, 2 kali SF hampir jatuh karena ban masuk tanah becek berlumpur, sama sekali ga ada grip pada ban depan maupun belakang… terpaksa SF dan boncenger beberapa kali menjejakkan kaki untuk menjaga keseimbangan dan sekaligus mendorong motor. Nmax adalah motor priyayi … ga cocok becek becekan main lumpur.

7.  Lampu utama cukup terang. Jangkauan lampu jauhnya juga luar biasa… terang dan mumpungi. Tapi itu pas cuaca cerah , mungkin agak berbeda jika saat itu hujan turun. Lampu utama led berwarna putih konon lebih susah nembus hujan.

8. Ruang dek depan sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menaruh barang bawaan, sayang ga ada cantolan barang dibagian ini. SF pasang sendiri dah… (baca disini ) ikan hasil mancing plus es batu sekitar 10kgan bisa SF taruh disini dengan posisi bertumpu diatas dek/tangki bensin. Cantolan barang berfungsi untuk menjaga barang bawaan agar tidak jatuh

Sengaja SF bikin resiprokal antara kelebihan dan kelemahan Nmax, agar pembaca memahami tiap motor diciptakan sesuai  habitatnya, enak diaspal belum tentu enak di jalan rusak. modifikasi pun ada konsekwensi positif dan negatifnya… 

Jadi kesimpulannya bagaimana? 

Nmax sudah cukup nyaman untuk turing, namun perlu sedikit ubahan agar makin menambah kenyamanan boncenger… penebalan busa jok dan penggantian shock lebih empuk jelas signifikan menambah kenyamanan. Dan yang paling utama : motor matic diameter rodanya kecil, jelas ga sestabil dibanding motor sport. Konsekwensinya pengendara motor matic harus super waspada terhadap kondisi permukaan jalan…

Bagaimana kesan rekan SF pengguna scoopy yang baru kali ini nyobain Nmax buat turing, bagaimana pula konsumsi bensin untuk turing beban berat?… arrikel terpisah ya… 

 

 

Mengejutkan hasil yang dishare otomotifnet. Ertiga matic ternyata lebih irit dibanding manual. Baik untuk dalam maupun luar kota. Dalkot manual 1:12 kmpl dan matic 1:12.3 kmpl, Lukot manual 1:16.5 kmpl dan matic 1:19.3 kmpl. 


Meski secara performa ertiga manual unggul,untuk mobil keluarga rasanya matic cukup menggiurkan dengn kepraktisannya dalam kota.


SF sendiri saat itu milih manual karena prioritas luar kota yang rutenya banyak dilalui truk jadi perlu tenaga instan saat menyalipnya. Tapi seringkali galau pengen yang matic saat diperkotaan… 😆

Kalau untuk motor , saat ini bisa dikatakan manual/semi manual masih lebih irit dibanding matic. Kedepannya ? Who khows…. 🙂

Sumber pengetesan : http://otomotifnet.com/Mobil/Test/Mana-Lebih-Kencang-Dan-Hemat-Suzuki-Ertiga-Bensin-Vs-Diesel-Hybrid

Sebulan lalu SF memutuskan beli noken as plus RRA BRT untuk diaplikasikan ke tiger. Di tokopedia SF dapatkan seharga 550 rb dari seller penjual sliderules racing. Ada 4 pilihan S-1 (perkotaan) , S-2 (turing), T-1 (speed turing) dan T-2 (top speed). Sebelumnya SF konsulkan dengan seorang rekan yang berkecimpung di dunia balap. Menurutnya mending lake S-1 saja untuk motor harian, ga seberapa boros dan performa juga sudah diatas standardnya.

Baru Sabtu seminggu lalu barang baru sempat terpasang pada tiger. Pemasangan ini bersifat PNP karena memang tipe ini dikhususkan untuk tiger. hari Rabu kmaren baru sempat dijajal dengan rute 50kman. Sayang saat percobaan pertama ada masalah terhadap tensioner keteng tiger SF yang sedikit melemah, jadi timbul suara berisik .

 SF ga bisa membandingkan dengan noken dan temlar ori, karena punya SF dah di gosok gosok ga jelas untuk menghilangkan baret :mrgreen:  

Berikut impresinya 

1. Power RPM bawah ga ada yang spesial… Biasa saja. Enaknya motor jadi ramah dan ga liar untuk diperkotaan.

2. Butuh power lebih, puntir saja gasnya…RPM 4000 keatas baru dah terasa padatnya tenaga. Rpm terasa cepat naik.

3. Mesin seakan melaju lebih effortless alias lebih rilex dan ga ngoyo… Suara knalpot malah terdengar lebih mendem (kalem).

4. Getaran motor tereduksi , sayang SF sedikit terganggu suara kamrat. Jadi agak kurang bisa menganalisa efek halusnya suara mesin. 

Bengkel sebenarnya sudah mengingatkan mengenai LAT (tensioner kamrat) yang mulai melemah, tapi SF sengaja ga mau ganti LAT model ori. Rencana SF ganti LAT dengan model per spiral yang konon lebih bisa diandalkan dibanding LAT dengan per model gulungan plat tipis. 
Bukan bermaksud promo (toh BRT ga ngasih apa2 ke SF, noken saja beli pake duit dhewe 😆 ). Noken S-1 pas banget untuk perkotaan. Mesin yang terasa rileks melaju di RPM menengah atas juga bikin pas untuk turing. Untuk ketahanan embuh…. Jelasnya untuk tiger SF bisa sangat awet…. Lah pakenya aja Seminggu pisan :mrgreen: 
Nanti SF share lagi lah perpaduan LAT model Per spiral dengan noken BRT ini. 

Taruna SF tercatat 3 kali turing Jakarta Surabaya sebelum dikandangkan di kediaman SF di Surabaya untuk kereta kencana orang tua. Ertiga SF juga 3 kali turing Jakarta-Surabaya

image

Bagaimana kesan menggunakan kedua mobil tersebut untuk perjalanan jauh? Baca selengkapnya ulasan dibawah ini…. Continue Reading

Survey dilakukan terhadap 3000an responden yang tersebar diberbagai propinsi di Indonesia dengan jumlah pertanyaan 109 item. Survey ini digagas oleh otomotifnet (Otomotif Group, Kompas Gramedia). Survey dilakukan atas indeks kepuasan berkendara dan indeks tingkat emosi berkendara
Berikut ini daftar pemuncak di setiap kategori seperti yang dilansir metrotvnews
City hatchback: Honda Brio (53,26%)
Double cabin: Nissan Navara (49,93%)
Full cedan: Toyota Camry (54,97%)
High SUV bensin: Nissan X-Trail (56,86%)
LCGC: Toyota Agya (59,81%)
Low MPV: Suzuki Ertiga (70,89%)
Mid sedan: Honda Civic (50,15%)
Mid SUV bensin: Hyundai Tucson (55,14%)
Mid SUV diesel: Mitsubishi Pajero Sport (67,54%)
Mid hatchback 1500cc: Honda Jazz (62,82%)
Mid MPV: Toyota Kijang Innova (67,05%)
Small hatchback: Kia Rio (54,85%)
Small sedan: Toyota Vios (53.55%)
Small SUV: Daihatsu Terios (53,61%)
Small van: Daihatsu Luxio (57,21%)
Sport: Honda CR-Z (69,16%)
Untuk kategori merk, Nissan jadi jawara diikuti tipis oleh Suzuki yang mengejutkan lebih membahagiakan dibanding merk lain

image

Continue Reading

Bukan top speed yang SF ingin share karena ga sempet jajal. Komparasi dengan motor lain yang akan SF bahas.
Ada 3 motor yang SF jadikan pembanding. Blade, supra125 dan MX135.
Untuk blade dan supra 125 boleh dibilang Nmax dengan mudah meninggalkannya. Untuk MX135 ini baru berimbang.

image

Continue Reading