Roller Rocker Arm (RRA) /templar rontok. Resiko parts aftermarket.

image

Kira-kira seminggu kemaren salah seorang sahabat SF (thanks to Mas Gio) mengirimi foto mengejutkan sepasang RRA (Roller Rocker Arm) rontok setelah dipakai beberapa hari pada jupiter z yang sedang dioprek. Untuk mendapatkan informasi detail ini SF rela interlokal ke kota Malang tempat kediaman sobat SF ini 😆
Jupiter Z ini memang sudah mengalami modifikasi dibeberapa bagian untuk meningkatkan performanya diantaranya kapasitas sudah bengkak menjadi 125 cc, serta noken as pun custom alias bikinan sendiri. Padahal menurut sobat SF ini ukuran lift noken ini ga seberapa tinggi. Saat payung klep terbuka maksimal diukur hanya setinggi 6.8 mm, bahkan mio yang pernah doi garap saja angkatan payung 8mm lebih masih sanggup kok.
Selepas itu empunya motor sudah ga berani lagi memasang part aftermarket pada tunggangannya, sebagai gantinya doi memilih RRA OEM milik honda blade. Memang agak ribet masangnya karena harus dimodif dulu agar bisa terpasang pada Jupiter, namun kekuatannya lebih baik dari produk plug and play aftermarket. Mekaniknya menjelaskan masalah jebolnya sepasang RRA tersebut disinyalir karena kualitas bahannya yang kurang baik  bukan karena settingan mesinnya, buktinya setelah dipasang RRA milik honda blade dengan settingan yang sama persis dengan sebelumnya tidak mengalami kendala apapun. Padahal RRA yang jebol tersebut disinyalir import dari Thailand loh…. Nah entah bagaimana kekuatan RRA plug N play untuk motor lain. Silahkan kalau mau menambahkan pengalaman memakai RRA atau ninggalin jejak 🙂

Iklan kontroversial bajaj sebuah blunder besar

image

Beberapa kali baca artikel soal iklan pulsar yang berani main keroyokan musuh bebek jadi tertarik untuk beropini juga. SF sebenernya sangat appreciate atas produk bajaj pulsar yang menang tehnologi dan harga yang terjangkau dibanding produk Jepun. Karena iklan ini saya pun langsung kehilangan respect (abaikan jika saya pernah kerja 3 tahun ikut pabrik milik orang India terkaya didunia, jadi sangat hafal bagaimana mereka menjalankan usahanya). Silahkan baca komen-komen pengunjung yang bahas soal iklan pulsar ini. Jauh lebih banyak yang antipati daripada yang bersimpati. Lihat fakta ini! Berapa persen pengguna bebek/ matic  dibandingkan sport? Jauh lebih banyak bebek kan? Inilah blunder besar yang SF maksud! Bajaj tidak mempertimbangkan efek jangka panjang dengan mencederai potensial buyernya, yakni pemakai bebek yang mungkin suatu saat ingin beralih ke motor sport.
SF yang bukan pengguna bebek ikut merasa ga nyaman dengan iklan bajaj yang dulu juga sekarang. Ortu saya pake bebek, nyoba pake tiger yang beratnya cuma 125 kg (tiger lama) aja mengeluh terlalu berat dan capek apalagi pake produknya bajaj. Adik saya yang kegiatan operasionalnya sehari-hari cukup berat pengguna bebek juga, alangkah keputusan bijak karena sering bawa barang berat kemana-mana dan butuh motor irit. Mertua saya juga milih pake bebek buat pergi ngecek tambak. Alasan-alasan diatas adalah barrier to entry bagi motor sport di Indonesia. Sport ! Itu alasan pertama pulsar kurang laku di Indonesia, yang kedua merk Bajaj sendiri. Saya yakin banyak rider mengakui kalau Pulsar canggih, berperforma baik dan irit. Tapi banyak pula yang meragukan durabilitas pulsar serta ketersediaan sukucadang. SF kurang yakin kedepannya Bajaj bakal moncer penjualannya jika iklannya selalu Alay dan BC serta kondisi aftersales yang seperti sekarang.
Prinsip yang sungguh ga habis pikir, kenapa bajaj anti motor bebek dan matic? Padahal jelas produknya ga laku di Indonesia, sebulan jualan 3000 aja ga tercapai. Inilah salah satu bentuk kesombongan seorang Bajaj, begitu percaya diri produknya begitu superior dibanding pabrikan lain. Ingat motor adalah buatan manusia, sangat banyak ketidak sempurnaannya, daripada Black Campaign mending fokus ke perbaikan aftersalesnya!
SF sudah 15 tahun jadi pengendara motor, dari motor 70 cc sampe 1800 cc pernah ane jajal, dan cukup bisa menyimpulkan : motor apapun yang Lo pake bukan masalah asal nyaman dan ingat selalu untuk bersyukur atas karunia Allah karena masih diberi kesempatan riding hingga sekarang. Pilihlah motor sesuai kebutuhan.