Komparasi Spin dan Vartech 125,kubikasi sama- beda rasa

Beberapa bulan terakhir pasca operasi fistula, motor yang paling sering SF pakai kerja adalah Suzuki Spin tahun 2007 yang kilometernya baru menginjak 25.000 km. kebetulan kemaren SF berkesempatan jajal Vario techno 125 non CBS dengan jarak yang cukup lumayan (35 km-an) dengan rute bervariasi mulai jalan lenggang maupun macet. Sebelum di komparasi perlu diketahui Spin milik bundafaiz ini daleman CVT yakni kopling set dan rumah kopling sudah menggunakan milik Suzuki hayate
image

Berikut SF share mengenai perbandingan dua motor ini :
1. Performa
Akselerasi lebih spontan Spin namun setelah kecepatan 60 kpj keatas terasa Vario techno lebih bertenaga, seperti kata blogger lainnya akselerasi halus namun linear. Pada kecepatan 80 kpj spin coba disentak terasa putaran mesin enggan nambah. Beda pada vario yang masih terasa sentakannya. Pada kecepatan 80kpj mesin spin terdengar lebih teriak dibanding Vario. Sedangkan vario sendiri sangat enteng dan halus di kecepatan konstan 80 kpj (sungkan mau nambah speednya motor baru inreyen 300 kman :mrgreen: ). Soal top speed belum pernah dijajal untuk vario… untuk spin bisa meraih 110 kpj namun dengan jarak yang sangat…sangat… panjang terutama dari 100 kpj ke 110 kpj kondisi memakai windshield tinggi dan bobot rider 90 kg, sepertinya dari pengakuan para penggunanya maupun dari hasil tes tabloid roda dua Vario lebih handal untuk kecepatan puncak.
2. Handling
Seat height spin yang rendah serta bobotnya yang lebih enteng jelas mengalahkan Vartech 125 di segi kestabilan saat di kecepatan rendah, apalagi di kemacetan parah. Dimensi spin yang hampir setara beat dan mio nampaknya mengalahkan telak vario 125. Namun di jalan lapang dan kecepatan tinggi Vario top markotob, suspensi lebih mantab ga mantul-mantul dibuat melibat kontur ga rata. Ga seperti spin yang ga bisa anteng melibas jalanan bumpy
3. Pengereman
Vario 125 telak mengalahkan spin. Meski rem belakang spin milik bundafaiz sudah diganti kampas rem RX king, tetap saja ga bisa mengalahkan Vario
4. Fitur
Lewati sajahhh ….motor beda kasta 😆
5. Fungsionalitas
Vario 125 memiliki bagasi helm in dan tangki bensin ekstra, spin punya dek depan lebih lega, namun tangki bensin mungil spin bikin males sering antri di pom bensin
image

6. Konsumsi Bahan Bakar
Menurut pengakuan ownernya Vario 125 bisa 1:40 dalam kondisi boncengan (memakai pertamax/shell super), sedangkan spin bisa 1:35-40 kondisi tanpa boncenger (memakai premium), untuk berboncengan bisa 1:30an
7. Kenyamanan
Untuk santai lebih nyaman spin, jok juga lebih empuk namun untuk jalan jauh spin bikin pegel. Penempatan saklar klakson Vario 125 sangat ga lazim dan anehh poll… kebalik antara saklar sein dan klakson jadi sering ketuker mencetnya. Ada satu penyakit spin yang ga ada di Vario 125… CVT spin kasar dan bergetar terutama dalam kondisi berhenti mau jalan ataupun kondisi jalanan merayap. Padahal semua jeroan tergolong baru.
image

Meskipun berkubikasi sama 125cc, 2 motor diatas beda generasi dan beda kasta ini impresinya bertolak belakang. Spin adalah skutik entry level desainnya mungil hampir serupa mio dan beat, masih menggunakan karburator. Berbeda dengan Vario 125 yang diperuntukkan untuk kelas diatasnya, bertehnologi terkini , injeksi dan dimensinya yang bongsor . Untuk yang bertinggi badan pas-pasan (apalagi cewek) ga disarankan apalagi jika rutenya penuh macet.

Personal review dari pengunjung blog, Inazuma Muantabbb!!!!

Ga banyak bicara langsung saja ane sebarin racun ini… ga kuat rasanya menyimpan sendiri :mrgreen:

image

Berikut pengalaman seorang pengunjung blog (bro Dimaz) yang beruntung telah berhasil meminang baby B-king :

“Malam ini saya baru coba keliling komplek pake motor baru. Baru sebatas komplek karena memang STNK dan plat nomer belum kluar (katanya sih baru diurus November ini karena harus nunggu form2 dari pihak Indomobil).. kluarin dari kandang dengan sdikit susah payah, ga heran berat motornya aja 180kg an.. uda selese dikluarin, tutup pintu pagar, putar kunci kontak, langsung greng! Gas2 dikit trus jalan deh.. suara mesinnya khas banget mesin moge Suzuki yang serak2 gimana gitu (imho).. cuma yang satu ini bersuara stereo karena knalpot ada di dua sisi motor..

pas nyampe jalan lurus langsung putar tuas gas.. enteng banget nih tuas gasnya bro… torsinya ajib, tapi saya rasa ga seagresif motor sport pada umumnya (imho).. pas jalan pelan, saya coba sedikit manuver slalom.. motor ini “malas” untuk gerak alias stabil pisan, enak buat jalan jauh, tapi kalau untuk macet2an memang dibutuhkan adaptasi dan kaki yang kuat.. saya coba jalan di jalanan conblock yang ga rata pun ni motor masi stabil.. getaran mesin hampir tidak berasa di tangan maupun kaki.. halussss…

posisi berkendara, buat saya, agak membungkuk.. ga tau deh klo buat yang lain (wajar tinggi orang beda2).. tapi saya rasa masih dalam area nyaman karena tidak sebungkuk kompatriot 250cc yang lain.. direkomendasi lah untuk yang mencari kenikmatan naik motor 250cc tanpa harus nungging.. stang bersudut lumayan lebar juga jadi salah satu poin plus untuk kenyamanan berkendara.. joknya juga nyaman baik untuk pengendara dan juga pembonceng.. instrumen (speedometer dan kawan2nya) juga mudah dibaca.. joss lah pokoke ini motor..

Kesimpulan tiap orang beda2, jadi silahken disimpulkan sendiri2.. kalau buat saya pribadi sih ini benar2 motor yang cocok buat saya, baik dari segi fisik/penampilan dan performa.. dari segi fungsionalitas belum bisa disimpulkan karena belum dipake untuk kerja sehari-hari, tapi semoga aja saya ga salah pilih motor.. saran saya buat yang sudah nginden motor ini: perkuatlah tangan dan kaki anda sekarang juga… heheh.. bukan apa2, ini motor guede n buerat bro.. saya aja ngeden buat ngegeser ini motor.. FYI, tinggi/berat saya 185/100kg dan selama 7 tahun ini saya berkendara pake MegaPro 2005..”

Thx untuk bro Dimaz yang bersedia share pengalamannya menunggangi inazuma (share dari Bro Dimaz ini ada di artikel terdahulu)

LG OPTIMUS PAD V900 review….(2)

image

image

Spesifikasi Utama LG V900

Prosesor Nvidia Tegra 1Ghz Dual-Core
LCD WXGA 8.9 inchi, 768 x 1280 pixel
Android OS Honeycomb
Memori Internal 32GB
Kamera utama Dual 5MP dengan Led Flash Kamera depan 2MP Video Recording 1080p 2D Video Recording 720p 3D
Baterai Li-Ion 6400mAh

SF ga pernah secara langsung membandingkan dengan tablet lain. Jadi ulasan ini bukan oleh pengguna profesional, hanya sebatas share pengalaman.
1. Paket penjualan Optimus pad(Opad) : gadget, wallet case, kabel HDMI, kabel data, kabel USB universal, charger. Cukup lengkap dan siap tempur.
2. Daya tahan baterai untuk nonton film nonstop kira- kira 5jam dengan kondisi internet terkoneksi terus. Belum nyoba untuk stanby mode karena tiap hari hampir terpakai maksimal.
3. Koneksi internet kenceng. Namun lemah dalam menangkap signal. Saat di modem dan hp masih dapat signal 3 bar di opad sudah berganti ke edge. Kelemahan lainnya seringkali mengalami gangguan saat perpindahan dari 3G ke 2G dan harus direstart ulang untuk mendapat signal lagi. Untuk mensiasatinya SF seringkali swift ke mode 2G only. Namun jika koneksi 3G cukup kuat sebaiknya pakai mode otomatis.
4. Aplikasi bawaan minim, yang mencolok hanya polaris(pengolah data layaknya word,excel,pwpoint), peramban(browser),perekam video 3D dan playernya, aplikasi kamera dan galeri, dll. Tidak ada game bawaan. Namun jangan kecewa aplikasi di android market lumayan banyak kok. Memori internal yang 32 GB meski tanpa slot kartu cukup memadai. Aplikasi yang SF install pertamakali adalah aplikasi wordpress dan media player. Selanjutnya berbagai macam game untuk hiburan ringan diwaktu luang.
5. Hasil kamera 5MP cukup memuaskan, dan memadai untuk ngeblog. hasil rekam video 2D juga lumayan. Namun untuk rekam 3D video, menurut SF belum ada gunanya coz SF sendiri ga punya kacamata 3D.
6. Slot USB universal yang kata salesnya bisa baca USB universal ternyata ga sesuai kenyataan. Untuk standarnya slot ini hanya berguna untuk disambung ke keyboard saja. Solisinya harus diroot dulu atau sekalian diupgrade ke android 3.1. agar bisa baca FD/hardisk s/d 500GB, mouse dan perangkat lainnya. Sampe saat ini SF belum sempat ngeroot opad.
7. Yang terpenting untuk aktivitas ngeblog. Agak susah jika memanfaatkan browser bawaan saat masuk ke menu administrator untuk bikin artikel atau sekedar membalas komentar masuk. Aktivitas copy/paste pun seringkali gagal jika sudah masuk ke administrator. Entah karena koneksinya lemot atau memang bug di opad ini. Alhasil untuk membalas komentar harus masuk dulu ke masing2 artikel. Untuk menunjang kegiatan ngeblog terpaksa SF harus instal aplikasi wordpress dari pihak ketiga. Untung saja aplikasi ini tak berbayar. Kegunaannya lumayan, dapat menulis artikel secara offline, mudah untuk copy/pastenya, dan tidak ada kendala refresh ratenya. Kelemahan aplikasi ini menunya hanya sebatas menulis dan membalas komentar pembaca. Untuk menyisipkan gambar hanya bisa dimunculkan dibagian atas tulisan, gambar tidak bisa diberi narasi dan diatur tempatnya, dan harus diupload langsung dari tablet.

Secara ringkas berikut 10 resume Opad
Kelebihan
1.Ukurannya 8,9″ cukup mudah dibawa kemana2 layaknya menenteng buku catatan.
2. Hasil kamera dan video cukup bagus.
3. Paket penjualan sangat lengkap.
4. Internet kencang saat signal bagus.
5. Ketahanan baterai cukup lumayan. Pemakaian normal untuk ngegame dan ngenet tiap malam perlu dicash ulang.
6. Sudah menerapkan technologi 3 D untuk layarnya
7. Ada slot USB universal yang bisa di root agar bisa membaca flashdisk, Hard disk, keyboard dan mouse
8. Case wallet juga bisa difungsikan sebagai penyangga
9. Layar cukup jernih dan ada fitur sensor yang dapat mengatur inensitas terangnya layar
10. Ada 3 speaker jadi saat diputar di berbagai posisi akan tetap terdengar stereo.

Kekurangan
1. Charger melalui lubang khusus alias tidak bisa dicash pada lubang usb.
2. Signal penerima kurang stabil.
3. Colokan USB cuma untuk keyboard saja. Harus ngeroot ulang agar fungsinya maksimal.
4. Tidak bisa main game online di facebook
5. Opad tergolong agak tebal dan berat
6. Harga tergolong mahal.
7. Service centre kurang kuat di Indonesia
8.baterai tertanam di dalam gadget tidak bisa dibongkar pasang.
9. Dalam paket tdak disertakan kacamata 3d
10. Suara speaker tidak terlalu istimewa/ biasa.
Meski banyak kelemahannya tetep saja SF lebih memilih opad meski lebih mahal dari samsung tab II 10″ karena selisih 1 jt akan memberi keuntungan lebih yakni wallet case, dan kabel konektivitas lengkap, serta memori 32 Gb alias 2 kali lipat Tab II.

Komparasi Pasang Box Pakai Braket Biasa/ Non-Geser dan Braket Geser


braket biasa lebih kuat, braket geser lebih ke fungsionalitas


Braket biasa / non geser

Keunggulan :

-Harganya relatif lebih murah

-Daya tahan lebih kuat

-Tidak ada rel, sehingga dudukan box tidak goyang.

Kelemahan :

-Saat dikendarai sendiri, dikecepatan tinggi motor ga stabil dan top speed berkurang 5 kpjan bahkan lebih kalau kondisi angin agak kenceng.

-memakan tempat luas. Sehingga susah buat selap-selip dikemacetan dan butuh tempat parkir agak luas.

-Kurang keren 🙂

Braket Geser

Keunggulan :

-Performa motor tidak berpengaruh banyak

-Hemat tempat, tidak menyusahkan untuk selap-selip dikemacetan dan ditempat parkir.

-Bisa buat bersandar rider saat berhenti dilampu merah.

Kelemahan :

-Harga lebih mahal dibanding non geser

-kalau sedang digeser kedepan, box agak goyang.

-kekuatan braket lebih buruk dibanding braket non-geser

-Repot harus maju mundurin braket kalau mau dipake boncengan

Enak bisa buat sandar rider, sayangnya box goyang pas braket dimajukan

Kesimpulan diatas didasarkan pengalaman Honda Tiger smartf41z yang sejak 2005 memakai box. Setelah 1 tahun memakai braket biasa/ non geser akhirnya penulis memutuskan untuk ganti dengan braket geser yang hingga saat ini tetap dipakai dan tidak mengalami  kendala apapun meski dulunya sering buat turing dengan kondisi full box dan selalu disandarin oleh boncenger. Kuncinya adalah menguatkan daerah- daerah yang sekiranya mengalami beban yang berat dengan bantuan tukang las.

braket yg setia nemenin smartf41z hampir 5 thn

Eh enaknya lagi setelah pake raiser stang yang posisinya bikin setang agak ketarik kebelakang, saat melaju box bisa disandarin loh, bikin aktivitas turing semakin nyaman. Saat bermacet ria  sekedar melepas penat sembari menunggu lampu merah atau kereta lewat bisa bersandar sambil meraih botol minum di setang depan yang direkatkan braket minum sepeda. Hmmm… bikin pengendara lain ngiri tuhhh…. Kqkkqkkqkqq