Review Protein Skimmer Lokal JB Marine. Kalau Ada yang Murah Hasil Bagus Kenapa Harus yang Mahal?

Goyah iman ini setelah dibeberapa diforum dipamerin Protein Skimmer internal yang performanya bisa menghasilkan skimmate yang pekat. Dibandingkan dengan punya saya lah kok beda… jebo 180 ga bisa sepekat itu. Ditambah lagi dalam sebulan ini banyak biota mati ,asumsi saya karena filteringnya kurang cakep. Fix dah kudu upgrade skimmer. Jebo 180 yang Saya pakai memang bekas aquarium lama yang cuma 60x35x35cm. Sepertinya kurang mumpungi buat aquarium 80x50x55 plus sump 60x35x35. Apalagi biota cukup padat.

Saat googling ga sengaja nyasar ke channel youtubenya joko bolang. Doi produsen protein skimmer dari bahan akrilic. Segera cari ditoko online lah kok murah… review konsumennya juga cakep. Tahannnn tahannnnn….. masih bertahan mau upgrade jebo 180i agar lebih maksimal.

Pertahanan itu jebol saat berdiskusi dengan ahli didunia perskimmeran… 🤪 . Sebagus apapun hangon skimmer ga bakal bisa menyaingi internal protein skimmer … !

Daripada kepikiran malah “udunen” , SF putuskan meminang Protein Skimmer yang dilabeli JB Marine .

Dari Lamongan ke Jakarta perlu 3 hari barang nyampai ke bekasi. Langsung pasang begitu barang datang…

Simak Videonya ya….

Skimmer internal (In tank)  dengan kapasitas Tank s/d 500liter,mesin Amara 1800, 30watt dengan kekuatan 1800L/jam (lumayan boros listrik nih) , sudah menganut needle wheel dan corong venturi.

Komparasi Protein Skimmer Aquarium Laut Jebo 180-II Standar VS Upgraded

Anda punya budget lebih dan space sump lega, skip saja artikel ini… saya sarankan pakai saja skimmer celup yang lebih mahal namun hasilnya lebih OK… 😁

Nah kalau aquarium panjang 80-100cman, budget terbatas, space sump terbatas, namun pengen hasil lumayan, artikel ini bisa jadi rujukan.

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang upgrade protein skimmer 180-II agar hasilnya lebih optimal. Baca di link ini .

2 item fisik yang SF ganti dan secara kasat mata langsung terlihat peningkatannya. 2 item tersebut yakni : mesi??

Pompa Bawaan Jebo 180-II: tipe AP1500, kapasitas 1100l/h, 23 watt. Upgrade menjadi resun Sp2500, 1400l/h, 18 watt.

Dan baling-baling standar diganti needle wheel (dari bioball yg dibelah)

Ga pake lama, lihat saja penampakan komparasi jebo 180-II standar dengan yang sudah diupgrade dibawah ini

Penampakan bubble di tabung reaktor

Terlihat sangat jelas hasil kocokan jebo standar (gambar kiri) yang “kaki tornadonya” cukup kurus, dengan yang sudah upgrade (gambar kanan) dimana area “kaki tornado”nya lebih luas. Micro bubble jebo yang sudah diupgrade juga terlihat lebih padat.

Penampakan selanjutnya bubble yang keluar ke collection cup

Penampakan bubble yang keluar ke penampungan

Terlihat jelaskan kalau jebo 180 yang telah diupgrade menghasilkan bubble yang lebih halus dan rapat. Semakin rapat bubble semakin luas penampang bubble yang mengikat kotoran di air.

Sekarang tinggal settingan wet atau dry, kalau mau dry turunin permukaan air didalam tabung reaktor, mau lebih wet kebalikannya.

Simak saja videonya

Yamaha HTR-2071 amplifier 5.1 ajib buat pecinta cinema. Settingan lengkap untuk segala kondisi

Yamaha diluar dunia roda 2, juga ga bisa dianggap ecek-ecek. Termasuk urusan Audio. Alasan ini yang bikin SF meminang HTR-2071 untuk disandingkan dengan speaker satelite bawaan logitech Z607 yang bermasalah unit pemrosesan audionya.

Speaker bawaan Logitech Z607 masih bisa diselamatkan

Harga Amplifier Plus speaker yamaha memang tergolong mahal. Ada hikmah dibalik rusaknya Z607 SF. Speakernya ternyata masih dapat disandingkan dengan amplifier yamaha. 5 speaker imut logitech plus 1 buah subwoofer aktif normal jalan tanpa ada masalah disandingkan dengan Yamaha HTR-2071

Coba kita intip apa saja sih fitur amplifier Yamaha HTR-2071

SF highlight saja ya….

– support dolby 5.1, front left/right, surround left/right, centre, 2 channel subwoofer (aktif/pasif)

– input digital (4hdmi,1opt,1coax) dan analog

– sudah HDMI Arc jadi sudah bisa sinkron dengan TV output yang juga sudah support HDMI arc. Apa sih HDMI arc itu? Penjelasan saya yang pemula soal audio : saat TV mati amplifier yamaha ikutan mati, tombol volume di TV juga tersinkron dengan volume di amplifier

– ada settingan output speaker yang dipakai. Masing-masing channel bisa dipilih memakai “large speaker” atau “small speaker” . Settingan “large” sepertinya arusnya lebih besar khusus untuk speaker box yang ada bassnya, sedangkan settingan “small” khusus untuk speaker satelite yang ukurannya kecil yang lebih mengkhususkan suara menengah dan tinggi. Hati-hati jangan salah setting kalau ga ingin speaker jebol. SF sempat setting large buat satelite bawaan logitech, untung volumenya kecil jadi ga bikin speaker jebol.

– Virtual front. Apalagi ini? Afdolnya penataan speaker surround 5.1 yang dianjurkan adalah speaker depan dan centre ditaruh depan sedangkan speaker surround penempatannya dibelakang. Nah dengan virtual surround ini , semua speaker cukup ditaruh depan. Softwate cantik yamaha akan memvirtualkan seolah sumber suara ada disekeliling penonton.

– equalizer berbagai mode music, scifi,adv,sport,hall,drama, bisa juga diset manual

– radio FM

– ada juga settingan untuk profesional, berapa jarak masing-masing speaker denagn penonton, bahkan gokilnya masing-masing speaker bisa difilter frekwensinya. Klo ini SF pass saja ga berani setting rubah frekwensi. Palingan komposisi volume masing-masing channel.

Review Suaranya gimana? Jauhhhh dibanding kondisi standar Z607. Berkat input digital ampli yamaha dan settingan yang sangat lengkap, benar-benar meningkatkan performa speaker bawaan logitech. Awalnya SF sanksi speaker logitech ini abal-abal, eh ternyata mumpungi juga. Distorsi jadi hilang (karena z607 masih analog), suara vokal yang dihasilkan speaker centre lebih jelas, mid maupun high tone lebih crispy tapi ga bikin telinga sakit. Nahhh kekurangannya ada pada suara bassnya… bukan salah yamaha. Ini karena SF memakai subwoofer aktif Logitech Z607 sebagai sumber bassnya. Sekitar seminggu SF pakai settingan ini , agak repot karena subwoofer ga ikut mati saat  ampi yamaha mati. Lebih repot lagi kalau pas lampu mati, settingan subwoofer kereset. Jadi kudu atur ulang volume subwoofernya agar balance. Overall bassnya juga terlalu straight… kurang memenuhi ruangan. Teringat SF punya speaker set kenwood lawas umurnya lebih dari 25 tahun 😄 . Iseng SF pasang dichannel subwoofer pasifnya yamaha , 2 speaker SF jadikan satu dan colok ke output pasif woofer. Voilahhh… ajib suaranya. Dalem dan merata.

Seharusnya paling pas speaker kenwood ini terpasang di channel depan kanan kiri dan set ampli ke settingan “large” , karena Begitu SF pasang hasilnya luar biasa. Tapi karena bodi speaker dah amburadul serta SF kudu gantung speaker ini jadi SF urungkan niat.

Overall tak salah pilih SF memakai yamaha HTR-2071, tak perlu harga mahal untuk surround set (karena Pakai speaker set bekasnya logitech dan kenwood) , setting lengkap , dan suara yang dihasilkan lumayan banget dibanding bawaan Logitech Z607. Ada 2 kelemahan utama amplifier yamaha ini. Belum ada koneksi bluetooth dan yang terakhir tidak ada colokan mic… too bad ga bisa buat karaoke deh…

Memang settingan SF ini belum optimal. Minimal speaker Front Left/Rightnya ga memakai satelit. Cocoknya full speaker (set woofer low/Mid/high). Lalu Subwoofernya mending pakai 1 speaker bass diameter besar dibanding 2 yang kecil-kecil. Pasti lebih jedhuk Dharrr… 😄

Jajal motor bekas yang baru dipinang menggantikan Spin 2007, Mio Soul GT 2012, gimana impresinya?


Beruntung SF mendapatkan motor bekas yang masih sehat . sudah berumur 8 tahun, tapi KM real masih 11.000. Maklum barang simpanan. Cuma dipakai antar anak sekolah dan kepasar.
Baru Jumat malam kemarin dipinang dari tetangga sekomplek , motor dah SF eksploitasi. Sudah SF jajal muter- muter dijalanan kompleks baik sendirian maupun boncengan dengan bunda. Maklum motor baru…
Impresi fisik. Sekilas Mio soul GT dimensinya lebih gedhe dibanding mio series. Ternyata setelah diamati dari dekat sama saja. Tergolong mungil buat SF yang babon ini . sepertinya rangkanya sama dengan mio lainnya. Cuma bodinya saja keliatan lebih berisi. Saat dijejerin dengan suzuki spin rasa2nya mio soul GT terlihat lebih kecil.


Performa mesin. Ini yang bikin SF kaget. SF kira mio soul GT 2012 sudah mengusung mesin 125 cc, ternyata Cuma 113cc. sama sekali ga nyangka. Meski buat boncengan tidak ada gejala tereak- tereak seperti Suzuki spin 125cc yang sudah SF miliki 10 tahun, Mio Soul GT ini lebih rilex SF kendarai bersama bunda. Bejek putaran tengah masih kerasa kenaikan tenaganya. Putaran atas ga sempat SF jajal. Ga penting blas… . Cuma menurut SF kampas kopling terlalu cepat menggigit, gas dikit saja dah nyantol, jadi sedikit kurang mendapatkan moment. Bayangkan seperti motor manual yang terlalu cepat melepas kopling. RPM belum naik, kopling dah nyantol ke penggerak belakang. Jadi kesannya sedikit ada delay buat stop N Go. Tapi wait… ini kalau buat boncengan loh. Buat sendiri ternyata nampol. Cukup responsif. Karakter ini SF rasa bakal menguntungkan di perkotaan. Bikin motor lebih irit. Apalagi sudah injeksi. Kalau mayoritas pemakaiannya buat boncengan Sf sarankan untuk ganti Per CVT yang lebih keras, untuk mengurangi gejala ngeden saat stop n Go. Meski demikian, dalam kondisi standar saja performa Mio Soul GT yang 113 cc lebih baik dibanding Suzuki Spin 2007 yang ccnya 125. Bahkan SF bandingkan dengan Honda beat injeksi milik adik di Surabaya , performa Soul GT ini masih lebih baik. Lebih ga ngeden dibanding beat. Cuma kok sepertinya bakal lebih nampol lagi jika Per CVT dikerasin dikit.

Review Samsung Gear S3 penuh Suka dan Duka

Ada alasan kenapa SF sebelumnya membeli jam pintar Xiaomi amazfit Pace. Sepintar apapun dia tetaplah sebuah jam. Harus setiap saat menampilkan waktu. Karena itulah SF memilih amazfit Pace. Dengan layar always on yang layarnya tetap cerah meski dibawah sinar matahari, baterai Pace sanggup bertahan 3-4 hari.

Kali ini SF memutuskan meminang Samsung Gear S3 frontier benar-benar tanpa pertimbangan matang. Ada jam pintar bekas mulus seperti baru yang * Tampilan Fisik\nJamnya terlihat Oke… Macho sekaligus eksklusif . Buat resmi maupun outdoor masih cocok. Yang paling tidak SF sukai adalah tali/ strap terlihat seperti karet murahan. Jauh lebih apik bawaan amazfit Pace yang warnanya lebih bagus dan bahannya lebih lembut. S3 ini punya behel yang dapat diputar. Bukan cuma hiasan, behel ini berfungsi sebagai tombol geser. Layarnya tenggelam terlindungi oleh bodi jam. Ga seperti amazfit pace yang rentan sekali kena gesekan. Tombol di samping kanan ada 2 , home dan back. Ketebalannya mirip seperti Gshock. Strapnya terkunci dengan sistem quick release, tinggal geser tuas kecil pengunci strap untuk gonta ganti tali. Ukurannya persis punya Xiaomi Amazfit Pace 22mm. S3 SF sendiri langsung pakai strap logam agar cepat pasang-lepas saat wudhu. harganya sepertiga jam baru. Sikatttt!!!

Mari direview

* Tampilan Fisik

Langsung ganti pakai strap logam

Continue reading “Review Samsung Gear S3 penuh Suka dan Duka”

Parkir jejer Aerox, tetep saja Nmax pilihan utama

Mumpung malam minggu, SF riding sore bareng Bunda sekalian cari tempat servis HP. Lah kok ketemu resto steak yang baru buka. Ya wis urusan perut diutamakan. 🙂

Kebetulan SF parkir deket Aerox. Bunda yang biasa cuek , agak lama mengamati Aerox dari dekat. “Kok gedhe ya, kok dulu ga milih ini sih . Keren loh motornya” katanya. Sembari nunggu makanan, SF nanya ke bunda, apanya yang bagus soal Aerox. Sporty jawabnya. Dari belakang malah ga ngira kalau ini motor matic. Gedhe banget.

Continue reading “Parkir jejer Aerox, tetep saja Nmax pilihan utama”

Tips upgrade drum elektrik entry level yamaha

Terkait artikel lalu DTX400 milik SF kurang mumpungi untuk menunjang sekolah musiknya si kecil. Opsi paling gampang tentu tinggal jual dan ganti baru… Itu kalau duit ada…. ! Klo dananya terbatas ya bisa upgrade satu -persatu partsnya.

Konsekwensinya ada 2. Kerugian, biaya bisa lebih mahal dibanding beli baru, bahkan fitur masih saja kalah. Keuntungannya, parts yang diupgrade masih bisa dipakai lagi. Jadi jumlah pad malah lebih banyak dibanding seri atasnya.

Continue reading “Tips upgrade drum elektrik entry level yamaha”

Panduan memilih drum elektrik. Harus mendekati drum akustik agar bisa buat jangka panjang

Panduan memilih drum elektrik yang harus mendekati fitur drum akustik. “Kenapa ribet amat, ga beli sekalian saja drum akustik…!?” Mungkin begitu pertanyaan beberapa pembaca. Drum akustik suara alat musiknya paten ga bisa diubah jenisnya, suaranya kuenceng nembus kemana-mana dan dimensi besar, susah dibawa kemana2. Paham kan… Baca lagi ya asyiknya drum elektrik di artikel kemaren

Nah kali ini SF akan bahas panduan memilih drum elektrik paling tidak fiturnya menyamai drum akustik. Ini untuk keperluan lebih dari sekedar cari keringat. Tapi dah menuju ke next level . Si Faiz kan dah SF sekolahkan di Yamaha Music School (Max & Jeanny) harapan indah-Bekasi . Sayang kalau terlambat perkembangannya gara-gara alat drumnya.

Eh ya bagi yang masih bingung drum elektrik sama akustik. Ini singkatnya : Drum akustik dipukul langsung bunyi, sedangkan drum elektrik kudu pake speaker. :Lol:

DTX400, drum elektrik entry level dari yamaha

Karena kesalahan SF membeli drum elektrik entry level, kini SF kudu merogoh kocek lebih dalam dibanding beli baru dengan spec yang mumpungi. Karena itu SF share tips memilih drum elektrik.

Continue reading “Panduan memilih drum elektrik. Harus mendekati drum akustik agar bisa buat jangka panjang”

Alasan memilih drum elektrik. Memang banyak kelemahan, namun tetap mengasyikkan.

Ada beberapa bahasan drum yang akan SF jadikan bahan artikel. Kali ini pembukanya dulu ya…

Jaman SMA SF biasa bermain musik bersama teman-teman. Bukan level profesional sih, cuma senang-senang saja. Kebetulan SF kebagian main drum.

Baru sekitar setahun ini SF memutuskan meminangnya. Alasan utamanya Faiz ikut les drum…. agak Gimana gitu klo anak les drum tapi ga punya drum. Meski kenyataannya 75% bapake yang pake dirumah :mrgreen:

Continue reading “Alasan memilih drum elektrik. Memang banyak kelemahan, namun tetap mengasyikkan.”

Review Xiaomi Mi Max 3, Monster yang bermata jahat

Seperti sebelum sebelumnya, prioritas SF dalam membeli HP adalah baterai monsternya. Pilihan ada pada Asus Max Pro, atau Xiaomi Mi Max 3. Setelah baca review sana sini SF putuskan ambil Xiaomi Mi Max 3. Simak saja alasannya

Keraguan awal adalah soal layarnya yang 6,9″ apakah nyaman buat browsing, ngegame, dan nemenin aktivitas mancing?

Continue reading “Review Xiaomi Mi Max 3, Monster yang bermata jahat”