kelebihan

All posts tagged kelebihan

suzuki ertiga ban 195/65-15

sekitar 2 minggu lalu SF mancing ke Pakis Karawang menggunakan ertiga. beberapa KM sebelum pantai jalannya rusak parahhhh…heran juga SF kok bisa ya tempat wisata rutenya kaya gini. padahal sekitarnya perkampungan nelayan yang tergolong padat. sekitar 2-3 kali, bagian bawah ertiga yang ditumpangi 5 dewasa dan peralatan mancing gasruk kontur tanah yang rusak.

Continue Reading

Xiaomi Amazfit BIP telah SF belikan buat Bunda 2 Mingguan sebelum SF membeli xiaomi Amazfit PACE. Gara-gara BIP ini SF kepincut dengan smartwatch. amazfit BIP boleh dikatakan versi compact (a.k.a Hemat) dari Pace.

left : amazfit BIP , Right: amazfit Pace

Secara fungsi, BIP yang harganya separuhnya Pace hampir sama. tapi tetap saja ada beberapa hal yang membuat BIP tertinggal. tapiii… ada juga fitur yang bikin Bip unggul dari Pace. Simak mawon

Continue Reading

Kelanjutan artikel kemaren perihal Tips memilih smartwatch ,

Kali ini SF bahas kenapa SF menjatuhkan pilihan ke Xiaomi Huami Amazfit Pace… monggo disimak kali saja kepincut 🙂

amazfit pace upgrade strap stainless

 

Seharusnya dengan budget yang sama , SF akan mendapatkan smartwatch yang jauh lebih canggih dengan sistem operasi Android. tapi sayang merknya ga jelas. 🙂

Untuk memilih smartwatch yang cocok  SF bikin daftar kebutuhan dan prioritas SF akan sebuah smartwatch. Smart watch yang SF butuh kudu memenuhi unsur berikut :

1. Awet baterainya .

ini jam bukan HP… masak jam di cass tiap hari. maunya sih yang awet bisa dipakai semingguan tanpa ngecass, biar ga repot klo mancing lama dilaut . kalau pake OS android apalagi yang stand alone sepertinya bakal boros.

2. Layar always on.

cukup aneh saat melirik jam tapi layarnya mati. meski smartwatch umumnya auto on saat layar jam digerakkan menghadap wajah, tapi tetap saja SF kurang suka punya jam berlayar blank. SF perlu yang setiap saat bisa dilihat, cukup dilirik ga perlu menggerakkan tangan/pencet tiap saat ingin lihat jam. lagi – lagi smartwatch bersistem operasi kudu SF coret dari pilihan. agak lucu juga di lihat orang awam, jam mati kok dipakai 🙂 (padahal mahal loh :mrgreen: )

3. Push message.

SF ga butuh smartwatch stand alone yang pake sim card sendiri agar fiturnya dapat terpakai semua. ribet piara simcard tambahan untuk berinternetan atau berbalas WA di jam. Terbayang begitu imutnya huruf di keyboard touchscreennya. SF lebih butuh push message dengan koneksi bluetooth. fungsi ini penting sekali. SF bisa monitor pesan di HP dengan sekelebat melihat layar jam saat berkendara. ga perlu berhenti merogoh HP untuk melihat pesan WA dari Bunda yang kepengen dibelikan martabak telor pas pulang kerja. push message juga sangat dibutuhkan saat trip mancing. ga lucu pas ribet mancing kudu buka2 HP untuk membaca pesan penting. resiko nyemplung tuh HPnya. lebih aman HP tetap di tas.

4. Tahan air

maklum sering buat mancing, naik motor hujan-hujan dll. minimal bersertifikasi IP67

5. bahan tali everlasting dan ga bikin alergi

jam SF semuanya ber strap/tali jam bahan stainless. SF coba bahan karet atau kulit sering bikin pergelangan tangan gatal. juga meninggalkan bekas dipergelangan tangan. paling ga jam nantinya akan mudah diganti-ganti talinya.

beberapa merk ternama terpaksa SF hapus karena borosnya dan layar mati (juga harganya yang jauh melebihi HP SF :mrgreen: ) . sempat terpikir model monochrome tapi sayang notifikasinya cuma ada pesan / telpon masuk tapi tidak bisa melihat isi pesan

awalnya pilihan jatuh ke amazfit BIP … baterai gokil, klaimnya sampai 45 hari sekali charge . jam ini dipakai juga oleh Bunda Faiz dan emang gokil… 2 minggu pake baterai masih 70% dengan kondisi siang konek HP malam ga dikoneksi namun posisi jam selalu nyala.

cukup disayangkan. bentuk amazfit BIP kotak dan terlalu imut untuk pergelangan “babon” SF. cancel dah… Bunda juga ga mau dikembarin.

akhirnya SF pilih saudaranya yakni Xiaomi Amazfit Pace. why???? these are the reasons : Continue Reading

Kabar baik bagi pecinta roda dua. Sinnob gear yang inovatif kini bisa dibeli terpisah girnya saja. yang spesial dari sinnob memang bagian girnya selain gir belakang ber-cover yang bertugas meredam hentakan dan mencegah rantai meloncat, bahan girnya juga berbahan khusus. ada lapisan spesial yang tugasnya meredam bunyi rantai. sedangkan rantainya sendiri adalah rantai pada umumnya yang dijual dipasaran.

selain ukuran standar, sinnob ternyata juga menyediakan ukuran custom cocok bagi yang suka twitching lerforma motor.

dah beberapa kali SF memakai Sinnop gear set untuk tiger. dan berhenti memakainya sejak ganti velg NMP yang perlu juga menyesuaikan ukuran gir. nah sekarang kebutuhan custom gear ini terakomodasi….

Mantab, begini memang harusnya produsen itu. mengerti kebutuhan konsumennya  🙂

SF tergolong blogger yang kurang aktif berkarya, masalah mood saja… nah selang beberapa hari setelah peluncuran PCX lokal… SF yang jarang memfollow berita-berita otomotif , dapat pertanyaan dari 3 rekan / pengunjung blog. Intinya sama…. mending beli mana Nmax dan PCX.
Jawabannya hampir sama SF berusaha mengembalikan keputusan pada mereka, dengan beberapa pertimbangan dan opini. Benar SF pengguna harian Nmax, tapi PCX hanya SF dapat dari literatur saja.

Kelebihan Nmax handling superb, daya rekat ban dan rem top level. Mesin responsif, motor bandel…. SF tergolong males ngebengkel palingan rutin ganti oli di 2000 atau pas khilaf 2500 km sekalian bersihkan filter udara dibengkel umum. Setelah gratisan servis berakhir SF cuma 2 kali mampir bengkel resmi pertama karena saatnya ganti belt sekalian roller dan rumah roller karena memang sudah waktunya( 25rb km), dan yang kedua mogok karena bensin kecampur air. Soal kemampuan menahan beban berat jangan tanya…. Nmax SF rutin boncengan sekeluarga.

Yang paling menjengkelkan soal Nmax adalah shock keras … karena shocknya sendiri yang luar biasa konyol kerasnya dan sudut shock yang terlalu tegak, dan melemahan lain yakni kemampuan melibas banjir yang parah… kalah sama beat/matic kecil. Motor2 itu masih melaju di genangan air cukup lumayan, Nmax cuma meraung raung tapi motor ogah melaju karena selip.

Gimana soal PCX… berdasarkan literatur saja yah… ada beberapa fitur dan Kelebihan PCX yang bikin SF pun ingin melamarnya… fitur ini yang telak mempermalukan Nmax , bikin Nmax terlihat tertinggal bebererapa abad :mrgreen:

PCX ada ISS , dimana mesin mati jika beberapa saat motor berhenti total, Nmax kagak ada!

PCX ada colokan charger, Nmax kagak ada!

PCX ada alarm dan keyless system. NMax pake kunci biasa seperti motor puluhan tahun lalu :mrgreen:

Ban pcx sekarang ga cemen dah kekar loh ukuran 120 buat belakang… memang sedikit lebih kecil dibanding Nmax yang 130… TAPI pcx dah pakai velg 14″ yang punya keunggulan lebih stabil dan lebih mentolerir jalanan ga rata dibanding velg yang lebih kecil diameternya.

Tampilan PCX tampak elegan, Nmax sporty klo ini soal selera sih…

Ada sedikit concern SF terhadap PCX… jika CVTnya plek dengan vario. Maka ada yang harus dibenahi… banyak kasus vario bergetar dan tersendat tersendat saat awal akselerasi, kemungkinan besar masalah pada kampas kopling yang permukaannya kurang luas. Semoga hal ini tidak menimpa PCX baru… solusi gampang… ahm jiplak saja kampas Nmax karena itu solusi yang diambil oleh pemilik vario lama 😆

Kapasitas bensin pcx 8 liter dibanding Nmax 6.6liter… cocok bagi orang yang males buang waktu di pom bensin

Nah sekarang masalah harga. Harga akan tidak beda jauh sekitar sejutaan untuk tipe terendah… inilah yang bakal telak memukul Nmax. Fitur PCX sepertinya cukup berlebihan dibanding selisih harga dengan Nmax.

Bagaimana prediksi SF….? Nmax bakal terpukul… akan di gerogoti bahkan pasarnya akan dirampok PCX , bukan mustahil PCX menggantikan posisi Nmax sebagai raja baru skutik selonjoran.

Terlambat…. terlalu pelit Yamaha memfacelift Nmax 2018… perubahan warna velg, shock tabung, tampilan speedo, dan desain jok akan susah digunakan untuk menangkis serangan PCX.

Meski performa Nmax sepertinya masih diatas PCX. Namun selama ini performa sama sekali tidak menjamin penjualan… ga percaya? Cek aja dah sendiri gimana penjualan beat vs mio, NVL vs CB gimana?!

Artikel diatas seakan SF mengagungkan PCX, namun knapa SF menganjurkan calon buyer untuk lebih baik membandingkan dulu secara langsung antara pcx dan nmax?. Kenyamanan bermotor bukan hanya dari baca artikel saja… coba sendiri… cocokkah dengan ergonominya, ketinggian kah, nyamankan…. gimana soal delivery powernya…, handlingnya? Sejauh mana calon buyer bisa mentolerir kelemahan produk yang akan dibelinya…. kalau sudah yakin dan cinta, lupakan opini blogger dan orang lain…. bukan mereka yang membelikannya untukmu.

Masing masing orang akan mungkin beda pendapatnya… opini dan kesan blogger juga akan beda dengan pembaca. Blogger mungkin sebagai pengingat …jangan emosional saat milih motor daripada menyesal kemudian. Motor ini ada ini itunya loh motor lain kagak….  motor ini kelemahannya ini loh….dll

Sebagai pemakai Nmax kok SF malah kliatan belain PCX… ini semata-mata biar yamaha sadar….  saingan mereka adalah pimpinan pasar! Kasih fitur lebih saja motor jualannya kalah bersaing dengan produk pimpinan pasar… apalagi kalau kalah fitur….

Nah kalau yamaha nambahi fitur Nmax paling tidak Nmax ga anjlok penjualannya, calon konsumen juga yang mesem… calon motor motor yang bakal dibeli fiturnya makin lengkap 😆

Trus SF sendiri milih mana? Ya tetep jajal dulu…. !

Klo katakanlah ga ada kesempatan jajal 2 2 nya … sepertinya pcx lebih menggiurkan

Tapi …Kondisi sekarang SF dah punya Nmax… motor ini sudah diset sesuai keinginan SF. Shock ganti super duper empuk, jok model sofa yang bikin terlena, windshield dah ditinggiin melindungi dada dari terpaan angin langsung, mesin dah disetting untuk perkotaan… cukup disayangkan jika ganti PCX.

Motor apapun punya kelemahan… kalau ngaku biker sejati bisa lah cari cara mengatasi kelemahan itu… kalau ga bisa ya….  life with it!

Kenapa SF musti isi bensin ke Shell? Buanyak alasannya. utamanya Karena Pom bensin ini lebih menghargai konsumen…air dan isi angin ban gratis pake mesin pompa digital,Kalau isi bensin mobil kaca depan dibersihin petugas,petugas dengan sigap mengelap tumpahan bensin yang tumpah/luber sambil minta maaf, petugas lebih ramah dan pakaian lebih rapi, manajemen antrian bagus, dan konsumen dapat reward!

Nah yang terakhir ini yang SF bahas… selain dapat poin reward yang bisa dituker bensin, plus dapat asuransi kecelakaan, sampai akhir Desember ini pelanggan melakukan pengisian V-Power  minimal Rp. 25.000 dapat minuman kemasan botol gratis… lumayan kalau diduitkan … dikantin mah dihargai 5000 ini….

Isi vpower dapat Minuman gratis

dah 2 minggu berturut-turut nih SF dapet… pertama merk goodmood, Kedua mytea. ini yang bikin konsumen loyal. Anda dihargai oleh perusahaan!

Jaringan pertamina yang luas lah yang bikin Pertamina survive… coba bandingkan pelayanan dan fasilitas yang diberikan terhadap konsumen.

Shell, Total dan Pom swasta lain boleh dianggap pesaing ecek-ecek oleh Pertamina karena jaringannya yang seuprit… tapiii karena layanan dan reward yang mereka berikan membuat Pertamina terlihat pelit dan cari untung sendiri.

 

Pulang kerja Jumat kmaren ada yang aneh dari penampakan Speedometer Nmax. Keluar kedipan V-belt pada MID.. tandanya V-belt sudah minta diganti. Intip odometer… eh ya dah lewat 25 rb KM. 🙂 Pantes….
Memang beberapa minggu terakhir kondisi Nmax dirasa ada sedikit penurunan.  Terutama akselerasinya… agak selip di putaran bawah-menengah. Apalagi kalau macet parah, gejala selipnya makin terasa. Meski ga parah banget ya…. artinya motor masih bisa melaju namun rpm awalnya kudu dinaikin dikit 🙂
Konsumsi BBM terasa agak sedikit boros dari. Biasanya kalau eco riding bisa hampir menyentuh 1:45 dalam kondisi lumayan lancar, sekarang palingan 1:40 kmpl.
Handling ga ada perubahan… tetep nyaman. Berarti kaki-kaki masih prima. Cuma rem agak kurang pakem dibanding dulunya. Sepertinya kaliper dan master remnya dah mulai seret… kudu di bersihkan.
Ban belakang jelasnya sudah SF ganti sebelum 15.000 km, nah di 25.000km ban depan mulai menipis namun masih bisa dipertahankan. Wajar sih Nmax agak boros soal ban. Selain diameter velg 13″ karet bundar Nmax menganut medium compound, ga seperti umumnya motor dimana ban bawaan tipe hard. Karena ini pula daya cengkram ban Nmax sangat yahud…. lebih PD mereng-mereng sampai dek gasruk aspal 😆
Kondisi mesin masih prima. Maklum SF biasa ganti oli tiap 2000km mendahului anjuran 4000km dari pabrikan. 
Selama pemakaian dari baru hingga 25.000 km bagaimana kesan mengendarai Nmax?
– Performa mantab, bensin irit, nyaman meski kudu sedikit dimodif. Pokoknya Motor recomended dengan beberapa catatan kecil.
– Catatan kecil yang SF maksud adalah soal kenyamanan. Shock terlalu keras… langsung SF ganti dengan Per Shogun. Jok ori sebenernya cukupan jika dipakai sendiri…mengakomodasi kebutuhan pengendara cari ergonomi yang pas menyesuaikan posisi kaki yang bisa nekuk atau selonjoran. Sayang untuk boncengan jok terasa keras bagi boncenger, jadinya diganti biar lebih nyaman.
– Untuk menembus kemacetan memang Nmax kurang lincah, tapi asal sabar dan pintar cari celah, Nmax ga bikin pegel buat kemacetan kok.
– Grip ban super, handling mantap, rem pakem.
Intinya puas dan sama sekali ga ada penyesalan… sekarang pun jika disuruh beli motor baru tetep milih Nmax. Dah cinta gitu loh… klo suruh nyari pendamping ya paling cari sodaranya yang berbasis sama yang kudunya juga bebas masalah si Aerox.
Parts apa saja yang kudu diganti karena termakan usia pada km 25.000?
Nyambung lagi artikel selanjutnya yakkkk….
Jelasnya kudu bobol tabungan… :mrgreen:


Beberapa fitur motor lawas dianggap nambah biaya beberapa lagi dianggap merusak estetika , karena itu beberapa fitur motor lawas dihilangkan pada motor sekarang. Apa saja itu?

1. Tutup rantai full. Yang paling SF inget saat itu adalah honda prima dan honda grand milik ortu. Cover rantainya full menutupi gir dan rantai. Rantai jadi bersih dan awet. Tapi sering bertambahnya usia seringkali cover ini bergesekan dengan rantai/gir sehingga menimbulkan bunyi. apalagi kalau pernah kecelakaan, penyok semua deh cover dari plat ini. Untuk mengintip kondisi ketegangan rantai dan melumasi rantai ada lubang yang bisa dibuka tutup.

2. Bunyi sein. Yamaha alfa dan beberapa motor bebek lawas, kalau pas sein keluarkan bunyi tit…tit…tit… berguna agar pengendara sekitar waspada atas pergerakan kita. Hmm fitur ini sepertinya perlu dihidupkan lagi terutama untuk emak2…. tenang jaman sekarang masih ada yang jual modul flasher yang bisa keluarkan bunyi.

3. Rak dengan jepitan di atas spakbor depan , nah ini dulu ada diastrea 800 milik sodara. Lumayan buat jepit buku atau semacamnya yang tipis tipis. 

4. Shock depan gas. Motor SF dulu GL Max depannya ada pentilnya loh… 🙂 klo ingin ngerasin shock tinggal nambah gas, bikin empuk tinggal kurangin gas. Klo ga salah RZR (ato RXZ) ada juga ginian.

5. Shock belakang adjustable dengan pengoperasian yang mudah. Nah honda prima ada loh fitur ini pada shock belakang. Tinggal geser2 tuas. Beberapa motor sport sekarang adjustable juga tapi repot kudu pake kunci khusus

6. Headlamp kaca tebal, reflektor logam. Awet dah headlamp depannya… kalau sekarang mika plastik bening reflektor juga plastik yang di chrome.

7. Kick stater… kalau dulu setiap motor ada.. nah sekarang mulai diilangkan loh… sport CC besar, sport fairing, sampai Nmax ikutan ilangin fitur ini. Kedepannya jangan kaget klo tiba-tiba motor baru ga ada kick staternya.

8. Saklar lampu motor jadul untuk mengatur masing-masing kerja lampu senja, lampu dekat dan jauh. Motor sekarang lampu otomatis nyala saat mesin motor nyala. Saklar cuma untuk lampu dekat dan jauh.

9. Motor lawas yang laku dijual adalah versi spoke wheel, sekarang kebalikan versi spoke wheel malah ga laku. Motor baru rata2 ga menyediakan versi spoke wheel kecuali jenis adventure dan bebek versi terendah.

10. Rem depan tromol? Hayo ada ga motor sekarang yang rem depannya tromol

11. Injekan perseneling motor dulu 2 arah untuk nambah dan ngurangi gigi. Sekarang yang pake cuma motor bebek. Motor sport sekarang pindah gigi pake injek cungkil (1 sisi depan saja)… merusak sepatu dan ga ramah bagi pengendara bersendal :mrgreen:

12. Motor lawas pake karburator. Gampang settingnya. Sekarang pake injeksi makin tergantung sama bengkel dah.

Hmmm apalagi yak?… monggo kalau ada yang nambahin

Salah satu yang bikin pengguna Nmax terhadap Aerox adalah ban belakang yang diameternya lebih besar.

Apa sih keuntungan roda besar? Velg dan ban lebih besar artinya meningkatkan kemampuan motor  melahap kontur jalan ga rata, daya cengkeram roda juga bertambah.

 Iseng-iseng SF googling apakah bisa Nmax yang basis mesinnya sama dengan Aerox diganti velg 14″. Ternyata malah ketemu penjual velg lebar aftermarket untuk Nmax dengan diameter 14″…. monggo ubek2 saja toko online… gampang nemunya… 


wohhh… sempat kepikiran dan kebawa mimpi kalau Nmax bakal ganti sepatu baru yang lebih kekar… 

namanya mimpi logikanya disingkirin dulu…. 🙂

Nah begitu sadar SF berusaha memikirkan konsekwensinya jika velg dan ban bawaan Nmax diganti 

1. Beban motor jelas bertambah. lah velgnya tambah kekar, bannya juga lebih gambot…. belum lagi velg besar bikin rasio berubah. Nah mungkin bisa disiasati dengan penggantian roller agar laju Nmax tetap enteng. Ada resiko juga spedometer bakal ga akurat

2. Velg aftermarket kualitasnya belum teruji.

3. Ganti diameter velg otomatis ban lama kudu disingkirin costnya nambah.

4. Nmax telah didesain memakai velg 13″. Ada keraguan bagi SF, bisakah velg 14″ dengan ban yang lebih gambot muat di kolong Nmax tanpa ubahan . Let say produsen velg aftermarket sudah meresearchnya dan menjamin OK…. satu lagi yang bikin gamang…. Nmax SF telah memakai shock belakang yang jauh lebih empuk dibanding bawaan Nmax… sehingga jarak main shock bertambah artinya saat beban penuh dan kena polisi tidur apakah velg dan ban lebih besar ga gasruk spakbor… berarti soal ini kudu nunggu pengalaman pemakainya.

5. 1 lagi yang utama yang bikin SF langsung mengurungkan niat mengganti velg Nmax. Ketinggian motor akan bertambah… memang lebih OK buat jalan bergelombang dan polisi tidur… tapi menciptakan masalah baru… SF mungkin ga masalah ketinggian motor bertambah… lah nyonya kan juga sering pakai motor ini… sekarang saja Nmax dianggap sedikit ketinggian… lah kalau nambah tinggi bisa protes doi…. ! 

Jadi…disimpan erat erat gedhein velg Nmax….