kelemahan

All posts tagged kelemahan

Beberapa dekade terakhir teknik slow jigging mulai merambah angler Indonesia. khususnya yang suka mancing di laut dalam. teknik ini berbeda dengan Jigging biasa.

Jigging adalah teknik memainkan umpan buatan berupa Metal Jig (timah berbentuk ikan) sedemikian rupa sehingga mirip ikan mangsa yang berusaha melarikan diri dari predator.

Berbeda dengan Slow Jigging. Teknik ini berusaha menirukan ikan sekarat atau mangsa yang sedang cedera…. target mudah bagi predator tentunya. Kelebihannya teknik slow jigging adalah umpan berada lebih lama di area ikan target, Angler tidak cepat lelah, dan target ikan lebih luas.

Continue Reading

spinning reel adalah reel atau kerekan pancing konvensional yang umum dipakai oleh pemancing dari pemula hingga kelas berat. Ciri reel ini adalah penempatannya berada di bawah joran. Penggunaannya sangat mudah, siapapun bisa menggunakannya. buka bail arm (kawat melingkar), lempar umpan, tutup bail arm kembali saat menggulung senar. senar pancing lebih aman dari kusut. kemudahan ini yang disuka oleh pemancing. jarak lempar spinning reel juga lebih jauh dibanding Reel jenis OH (Overhead Reel) karena spool tidak ikut berputar saat senar keluar spool.

Tapi kenapa OH reel jadi favorit beberapa angler saat memancing dilaut?

bagi pemula yang baru memancing laut, seperti SF, reel OH hanya pemborosan alias buang-buang uang. spinning reel lebih banyak kelebihannya.

efek dari salah gaul dengan angler2 gokil :mrgreen: bikin SF membuka mata. rekan satu grup SF rata rata memakai OH reel tanpa leverwind.

left to right :spinning, OH leverwind, OH non Leverwind

Continue Reading

SF tergolong blogger yang kurang aktif berkarya, masalah mood saja… nah selang beberapa hari setelah peluncuran PCX lokal… SF yang jarang memfollow berita-berita otomotif , dapat pertanyaan dari 3 rekan / pengunjung blog. Intinya sama…. mending beli mana Nmax dan PCX.
Jawabannya hampir sama SF berusaha mengembalikan keputusan pada mereka, dengan beberapa pertimbangan dan opini. Benar SF pengguna harian Nmax, tapi PCX hanya SF dapat dari literatur saja.

Kelebihan Nmax handling superb, daya rekat ban dan rem top level. Mesin responsif, motor bandel…. SF tergolong males ngebengkel palingan rutin ganti oli di 2000 atau pas khilaf 2500 km sekalian bersihkan filter udara dibengkel umum. Setelah gratisan servis berakhir SF cuma 2 kali mampir bengkel resmi pertama karena saatnya ganti belt sekalian roller dan rumah roller karena memang sudah waktunya( 25rb km), dan yang kedua mogok karena bensin kecampur air. Soal kemampuan menahan beban berat jangan tanya…. Nmax SF rutin boncengan sekeluarga.

Yang paling menjengkelkan soal Nmax adalah shock keras … karena shocknya sendiri yang luar biasa konyol kerasnya dan sudut shock yang terlalu tegak, dan melemahan lain yakni kemampuan melibas banjir yang parah… kalah sama beat/matic kecil. Motor2 itu masih melaju di genangan air cukup lumayan, Nmax cuma meraung raung tapi motor ogah melaju karena selip.

Gimana soal PCX… berdasarkan literatur saja yah… ada beberapa fitur dan Kelebihan PCX yang bikin SF pun ingin melamarnya… fitur ini yang telak mempermalukan Nmax , bikin Nmax terlihat tertinggal bebererapa abad :mrgreen:

PCX ada ISS , dimana mesin mati jika beberapa saat motor berhenti total, Nmax kagak ada!

PCX ada colokan charger, Nmax kagak ada!

PCX ada alarm dan keyless system. NMax pake kunci biasa seperti motor puluhan tahun lalu :mrgreen:

Ban pcx sekarang ga cemen dah kekar loh ukuran 120 buat belakang… memang sedikit lebih kecil dibanding Nmax yang 130… TAPI pcx dah pakai velg 14″ yang punya keunggulan lebih stabil dan lebih mentolerir jalanan ga rata dibanding velg yang lebih kecil diameternya.

Tampilan PCX tampak elegan, Nmax sporty klo ini soal selera sih…

Ada sedikit concern SF terhadap PCX… jika CVTnya plek dengan vario. Maka ada yang harus dibenahi… banyak kasus vario bergetar dan tersendat tersendat saat awal akselerasi, kemungkinan besar masalah pada kampas kopling yang permukaannya kurang luas. Semoga hal ini tidak menimpa PCX baru… solusi gampang… ahm jiplak saja kampas Nmax karena itu solusi yang diambil oleh pemilik vario lama 😆

Kapasitas bensin pcx 8 liter dibanding Nmax 6.6liter… cocok bagi orang yang males buang waktu di pom bensin

Nah sekarang masalah harga. Harga akan tidak beda jauh sekitar sejutaan untuk tipe terendah… inilah yang bakal telak memukul Nmax. Fitur PCX sepertinya cukup berlebihan dibanding selisih harga dengan Nmax.

Bagaimana prediksi SF….? Nmax bakal terpukul… akan di gerogoti bahkan pasarnya akan dirampok PCX , bukan mustahil PCX menggantikan posisi Nmax sebagai raja baru skutik selonjoran.

Terlambat…. terlalu pelit Yamaha memfacelift Nmax 2018… perubahan warna velg, shock tabung, tampilan speedo, dan desain jok akan susah digunakan untuk menangkis serangan PCX.

Meski performa Nmax sepertinya masih diatas PCX. Namun selama ini performa sama sekali tidak menjamin penjualan… ga percaya? Cek aja dah sendiri gimana penjualan beat vs mio, NVL vs CB gimana?!

Artikel diatas seakan SF mengagungkan PCX, namun knapa SF menganjurkan calon buyer untuk lebih baik membandingkan dulu secara langsung antara pcx dan nmax?. Kenyamanan bermotor bukan hanya dari baca artikel saja… coba sendiri… cocokkah dengan ergonominya, ketinggian kah, nyamankan…. gimana soal delivery powernya…, handlingnya? Sejauh mana calon buyer bisa mentolerir kelemahan produk yang akan dibelinya…. kalau sudah yakin dan cinta, lupakan opini blogger dan orang lain…. bukan mereka yang membelikannya untukmu.

Masing masing orang akan mungkin beda pendapatnya… opini dan kesan blogger juga akan beda dengan pembaca. Blogger mungkin sebagai pengingat …jangan emosional saat milih motor daripada menyesal kemudian. Motor ini ada ini itunya loh motor lain kagak….  motor ini kelemahannya ini loh….dll

Sebagai pemakai Nmax kok SF malah kliatan belain PCX… ini semata-mata biar yamaha sadar….  saingan mereka adalah pimpinan pasar! Kasih fitur lebih saja motor jualannya kalah bersaing dengan produk pimpinan pasar… apalagi kalau kalah fitur….

Nah kalau yamaha nambahi fitur Nmax paling tidak Nmax ga anjlok penjualannya, calon konsumen juga yang mesem… calon motor motor yang bakal dibeli fiturnya makin lengkap 😆

Trus SF sendiri milih mana? Ya tetep jajal dulu…. !

Klo katakanlah ga ada kesempatan jajal 2 2 nya … sepertinya pcx lebih menggiurkan

Tapi …Kondisi sekarang SF dah punya Nmax… motor ini sudah diset sesuai keinginan SF. Shock ganti super duper empuk, jok model sofa yang bikin terlena, windshield dah ditinggiin melindungi dada dari terpaan angin langsung, mesin dah disetting untuk perkotaan… cukup disayangkan jika ganti PCX.

Motor apapun punya kelemahan… kalau ngaku biker sejati bisa lah cari cara mengatasi kelemahan itu… kalau ga bisa ya….  life with it!

Seorang rekan pengguna Vario 110 , curhat kepada SF perihal motor yang baru dibelinya beberapa waktu lalu. Menurutnya motor yang belum menginjak 1000 km ini kurang nyaman untuk stop N Go di kemacetan. Pengakuan dia, muncul getaran serta motor terasa tersendat sendat saat mulai melaju dari posisi berhenti.

Motor sempat di claim garansi ke dealer resmi dan sektor CVT sudah diganti total, tapi enaknya hanya beberapa hari, selanjutnya muncul gejala sama.

Cvt vario

Continue Reading

Sudah sebulan ini jok Nmax model touring sobek pas sambungan… belum sempet benerinnya… ngeblog aja ga sempet apalagi beresin motor. 6 weekend berturut turut SF nglaut…. mulai Bangka Belitung, P.mundu, Waingapu, Tanjung Lesung, Anyer, sampai terakhir balik lagi ke P.Mundu….  item mentok dahhh :mrgreen:

Salah satu keluhan jok custom milik SF adalah kontur jok disesuaikan untuk pengendara normal bukan beruang kaya SF. Jadinya, SF kalau duduk agak maksa kebelakang mendorong bagian jok yang diposisikan sebagai sandaran pengendara.

Efeknya jok robek pas jahitan yang menghubungkan alas dan sandaran bagian depan…
Sudah ada rencana untuk merubah kontur jok agar makin nyaman bagi beruang. Sandaran perlu di coak agar makin mundur. Cuma nunggu waktu luang saja…

Jadi kalau anda berukuran  ga normal, pertimbangkan lagi beli jok custom yang sudah jadi , mending pesen khusus yang sudah disesuaikan dengan tubuh pengendara.

Pulang kerja Jumat kmaren ada yang aneh dari penampakan Speedometer Nmax. Keluar kedipan V-belt pada MID.. tandanya V-belt sudah minta diganti. Intip odometer… eh ya dah lewat 25 rb KM. 🙂 Pantes….
Memang beberapa minggu terakhir kondisi Nmax dirasa ada sedikit penurunan.  Terutama akselerasinya… agak selip di putaran bawah-menengah. Apalagi kalau macet parah, gejala selipnya makin terasa. Meski ga parah banget ya…. artinya motor masih bisa melaju namun rpm awalnya kudu dinaikin dikit 🙂
Konsumsi BBM terasa agak sedikit boros dari. Biasanya kalau eco riding bisa hampir menyentuh 1:45 dalam kondisi lumayan lancar, sekarang palingan 1:40 kmpl.
Handling ga ada perubahan… tetep nyaman. Berarti kaki-kaki masih prima. Cuma rem agak kurang pakem dibanding dulunya. Sepertinya kaliper dan master remnya dah mulai seret… kudu di bersihkan.
Ban belakang jelasnya sudah SF ganti sebelum 15.000 km, nah di 25.000km ban depan mulai menipis namun masih bisa dipertahankan. Wajar sih Nmax agak boros soal ban. Selain diameter velg 13″ karet bundar Nmax menganut medium compound, ga seperti umumnya motor dimana ban bawaan tipe hard. Karena ini pula daya cengkram ban Nmax sangat yahud…. lebih PD mereng-mereng sampai dek gasruk aspal 😆
Kondisi mesin masih prima. Maklum SF biasa ganti oli tiap 2000km mendahului anjuran 4000km dari pabrikan. 
Selama pemakaian dari baru hingga 25.000 km bagaimana kesan mengendarai Nmax?
– Performa mantab, bensin irit, nyaman meski kudu sedikit dimodif. Pokoknya Motor recomended dengan beberapa catatan kecil.
– Catatan kecil yang SF maksud adalah soal kenyamanan. Shock terlalu keras… langsung SF ganti dengan Per Shogun. Jok ori sebenernya cukupan jika dipakai sendiri…mengakomodasi kebutuhan pengendara cari ergonomi yang pas menyesuaikan posisi kaki yang bisa nekuk atau selonjoran. Sayang untuk boncengan jok terasa keras bagi boncenger, jadinya diganti biar lebih nyaman.
– Untuk menembus kemacetan memang Nmax kurang lincah, tapi asal sabar dan pintar cari celah, Nmax ga bikin pegel buat kemacetan kok.
– Grip ban super, handling mantap, rem pakem.
Intinya puas dan sama sekali ga ada penyesalan… sekarang pun jika disuruh beli motor baru tetep milih Nmax. Dah cinta gitu loh… klo suruh nyari pendamping ya paling cari sodaranya yang berbasis sama yang kudunya juga bebas masalah si Aerox.
Parts apa saja yang kudu diganti karena termakan usia pada km 25.000?
Nyambung lagi artikel selanjutnya yakkkk….
Jelasnya kudu bobol tabungan… :mrgreen:
Sekitar 2 minggu lalu SF hunting paket perdana 4g hemat. Kebetulan juga paket internet IM3 28 gb 3 bulan seharga 70 rb  dah mau abis masa berlakunya.
Sortir sana sini nemu XL Go 90hari 90 gb seharga 65rb. 90gb terdiri dari 30gb/bulan x 3 (6GB 3G/4G, 24GB khusus Mifi).

Sinyal XL di modem huawei E5577 daerah kalibata di dalam gedung. Kadang 4 G 1 bar kadang 3G fullbar

Seminggu pake aman-aman saja. Ga kepikiran beli modem. Pas keluar dolan sama anak2 , mereka minta hotspot dari HP SF… waduh bisa abis kuota 6GB SF. Pertimbangan mau lebaran, anak-anak pasti butuh internet selama liburan. Ya wis lah beli modem gandengannya XL GO, huawei slim E5577 seharga rp 465.500 dari online shop.
Pemakaian pertama langsung agak kecewa.. lah kok sinyalnya drop… biasa di HP 2-3 bar sinyal 4G. Eh di modem ini cuma 1 bar kadang malah ga dapet 4 G , pindah ke 3G full bar. SF belikan antena portabel sedikit membantu. Lebih manteng di 4 G dan kecepatannya stabil.

Seberapa kencang kecepatannya?

Continue Reading


Beberapa fitur motor lawas dianggap nambah biaya beberapa lagi dianggap merusak estetika , karena itu beberapa fitur motor lawas dihilangkan pada motor sekarang. Apa saja itu?

1. Tutup rantai full. Yang paling SF inget saat itu adalah honda prima dan honda grand milik ortu. Cover rantainya full menutupi gir dan rantai. Rantai jadi bersih dan awet. Tapi sering bertambahnya usia seringkali cover ini bergesekan dengan rantai/gir sehingga menimbulkan bunyi. apalagi kalau pernah kecelakaan, penyok semua deh cover dari plat ini. Untuk mengintip kondisi ketegangan rantai dan melumasi rantai ada lubang yang bisa dibuka tutup.

2. Bunyi sein. Yamaha alfa dan beberapa motor bebek lawas, kalau pas sein keluarkan bunyi tit…tit…tit… berguna agar pengendara sekitar waspada atas pergerakan kita. Hmm fitur ini sepertinya perlu dihidupkan lagi terutama untuk emak2…. tenang jaman sekarang masih ada yang jual modul flasher yang bisa keluarkan bunyi.

3. Rak dengan jepitan di atas spakbor depan , nah ini dulu ada diastrea 800 milik sodara. Lumayan buat jepit buku atau semacamnya yang tipis tipis. 

4. Shock depan gas. Motor SF dulu GL Max depannya ada pentilnya loh… 🙂 klo ingin ngerasin shock tinggal nambah gas, bikin empuk tinggal kurangin gas. Klo ga salah RZR (ato RXZ) ada juga ginian.

5. Shock belakang adjustable dengan pengoperasian yang mudah. Nah honda prima ada loh fitur ini pada shock belakang. Tinggal geser2 tuas. Beberapa motor sport sekarang adjustable juga tapi repot kudu pake kunci khusus

6. Headlamp kaca tebal, reflektor logam. Awet dah headlamp depannya… kalau sekarang mika plastik bening reflektor juga plastik yang di chrome.

7. Kick stater… kalau dulu setiap motor ada.. nah sekarang mulai diilangkan loh… sport CC besar, sport fairing, sampai Nmax ikutan ilangin fitur ini. Kedepannya jangan kaget klo tiba-tiba motor baru ga ada kick staternya.

8. Saklar lampu motor jadul untuk mengatur masing-masing kerja lampu senja, lampu dekat dan jauh. Motor sekarang lampu otomatis nyala saat mesin motor nyala. Saklar cuma untuk lampu dekat dan jauh.

9. Motor lawas yang laku dijual adalah versi spoke wheel, sekarang kebalikan versi spoke wheel malah ga laku. Motor baru rata2 ga menyediakan versi spoke wheel kecuali jenis adventure dan bebek versi terendah.

10. Rem depan tromol? Hayo ada ga motor sekarang yang rem depannya tromol

11. Injekan perseneling motor dulu 2 arah untuk nambah dan ngurangi gigi. Sekarang yang pake cuma motor bebek. Motor sport sekarang pindah gigi pake injek cungkil (1 sisi depan saja)… merusak sepatu dan ga ramah bagi pengendara bersendal :mrgreen:

12. Motor lawas pake karburator. Gampang settingnya. Sekarang pake injeksi makin tergantung sama bengkel dah.

Hmmm apalagi yak?… monggo kalau ada yang nambahin

Bang Broer , disebelah kiri Admin
Seorang kenalan mancing SF yang dalam kesehariannya pengguna scoopy mengungkapkan kesannya setelah menempuh perjalanan 139,4km baik sebagai boncenger maupun sebagai rider. Sebut saja sobat SF ini Broer, pemilik sebuah warung nasi bebek yang rasanya top markotob (cieee nunut promo nih :p ) dilingkungan kerja SF di kalibata.

Bang Broer : dibonceng malah lebih pegel

Sebagai boncenger kesan bang broer cukup jelas….kurang nyaman! jok terasa tipis dan keras, posisi boncenger juga kurang rilex. 

Sebagai rider , pengguna scoopy ini cukup kaget dan sangat terkesan dengan Nmax. Awalnya doi sempat berfikir motor bakal terasa gambot/berat. Saat mencobanya sendiri, kesan gambot dan berat langsung sirna… setang lebar bikin handling motor terasa enteng meski membonceng SF yang bobotnya selisih puluhan kilo lebih berat :mrgreen: biasanya motor akan njomplang dan gedhek jika boncenger jauh lebih berat… ini tidak terjadi pada Nmax. 

Performa Nmax tak kalah bikin Bang Broer terkagum… akselerasi seakan tanpa jeda mengail tenaga… meski bawa beban berat motor masih responsif  untuk menyalip kendaraan lain. Pengereman jauh lebih pakem dibanding beberapa motor skutik yang pernah dicobanya. Di suatu tikungan Bang Broer mencoba untuk manuver mereng mereng…. jiahhh kalau pas pake scoopy jelas saya ga brani gini katanya. 

SF yang diboncengnya , beberapa kali dibuat ketar ketir karena Bang Broer nekat manuver nyalip paksa dan beberapa kali ngerem mendadak. Disini Bang Broer sempat menyatakan ketertarikannya menukar scoopy dengan Nmax…. 

Beberapa KM sebelum sampai kediaman SF, kami melewati jalanan macet… nah disini SF merasa Bang Broer yang tinggi badannya sekitar 160cman agak kewalahan menjaga keseimbangan Nmax. Kedua kakinya nampak diturunkan saat merambat pelan. Posisi duduknya terasa agak maju. Baru dia nyeletuk… ternyata kalau buat macet repot ya ….” kalau macet gini enakan scoopy saya” katanya 😆  ” buat harian repot sepertinya ya?” Tanya bang broer ke SF…. 

“Kalau sudah biasa ya enak enak saja… cuma memang ga lincah dikemacetan ” jawab SF

Sesampai kediaman SF, Bang Broer kembali bertanya “berapa harga Nmax sekarang? ” karena SF dah ga mengikuti perkembangan harga motor, SF jawab sekenanya kalau harganya hampir sama dengan vixion atau CB150. “Mending Nmax kemana mana donk”

Liburan kmaren SF ada agenda trip mancing ke karawang. Tapi karena pesertanya banyak jadi terpaksa SF ngalah bermotor, mobilnya ga cukup… pake ertiga sayang melewati jalanan offroad beberapa km :mrgreen:

SF selalu penasaran gimana rasanya skutik buat turing … Nmax jadi pilihan untuk turing boncengan dengan seorang rekan biker. 

139,4kmMeski hanya turing pendek 70km, cukup untuk mengetahui karakter Nmax untuk turing. Rute turing kali ini berangkat dari harapan indah bekasi menuju ke pantai tanjung pakis , karawang. Jarak 70km , kondisi malam hari, boncengan dan barang bawaan penuh(tas penuh alat2 pancing 2 buah, tas joran, dan ikan hasil tangkapan plus es batu 10kgan saat pulangnya). Ini kesan positif dan negatif Nmax untuk turing full loaded…

1. Posisi pengendara cukup nyaman… berkendara 2 jam lebih tengah malam  ga ada rasa pegal yang berarti! 

2. Lain halnya dengan boncenger… saat balik pulang, SF yang awalnya nyetir karena masih sore… setelah maghriban SF terpaksa menyerah… kalah menghadapi sinar lampu dari arah berlawanan, maklum SF rider berkacamata. Silaunya ga tahan… Saat itu balik agak sorean jadi jalanan masih ramai. hanya 1 jam dibonceng, tapi pantat bagian belakang sudah panas dan mati rasa… posisi footstep juga kurang nyaman . Terlalu tinggi dan terlalu maju posisinya. Sepertinya sektor jok perlu dimodif biar nyaman.

3. Performa Nmax untuk turing cukup mumpungi…. mesin 155cc terasa responsif untuk menyalip. Meski buat boncengan, dan beban penuh. Bukan hal susah menyentuh 100kpj. Sangat mungkin bisa lebih jika saja mental SF ga ciut…. maklum jalan pedesaan. Performa rem dan grip ban top markotop susah disaingi motor lain. Beberapa kali SF ngerem mendadak karena lubang jalanan, dan ga ada gejala selip atau handling goyang. Ini kelebihan telak yang dimiliki Nmax. 

4.  Cukup disayangkan ukuran roda 13 inchi.. jadinya sensitif terhadap lubang jalanan. Jadinya pengendara kudu lebih waspada
5. Untung Shock Nmax telah SF modif pernya dengan punya shogun (baca ulasan lengkap disini ). luar biasa efeknya… goncangan jalan sempurna diredam shock. Sayang SF ga pernah jajal shock ori buat turing boncengan. Jadi ga bisa bandingkan. 

6. Shock modifan yang empuk jadi masalah saat melahap jalan rusak… beneran jalan rusak bejad 😆 lah wong rekan SF pake kia Sportage saja sampai gasruk saat lewat jalan rusak. 3 km memasuki area pantai Pakis karawang kondisi jalan memang parah… jalanan didominasi tanah bercampur batu dengan kontur ga rata. Kalau jalanan mulus bisa dikatakan Nmax rajanya karena nyamannya, handing dan performa mumpungi. Kalau jalanan rusak Nmax jadi Cemen! Susah ngikuti motor lain. Beberapa kali Nmax gasruk tanah bergelombang. Pergantian per empuk plus beban berat bikin ketinggian motor berkurang. 

Gara gara jalan becek dan rusak ini pula, 2 kali SF hampir jatuh karena ban masuk tanah becek berlumpur, sama sekali ga ada grip pada ban depan maupun belakang… terpaksa SF dan boncenger beberapa kali menjejakkan kaki untuk menjaga keseimbangan dan sekaligus mendorong motor. Nmax adalah motor priyayi … ga cocok becek becekan main lumpur.

7.  Lampu utama cukup terang. Jangkauan lampu jauhnya juga luar biasa… terang dan mumpungi. Tapi itu pas cuaca cerah , mungkin agak berbeda jika saat itu hujan turun. Lampu utama led berwarna putih konon lebih susah nembus hujan.

8. Ruang dek depan sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menaruh barang bawaan, sayang ga ada cantolan barang dibagian ini. SF pasang sendiri dah… (baca disini ) ikan hasil mancing plus es batu sekitar 10kgan bisa SF taruh disini dengan posisi bertumpu diatas dek/tangki bensin. Cantolan barang berfungsi untuk menjaga barang bawaan agar tidak jatuh

Sengaja SF bikin resiprokal antara kelebihan dan kelemahan Nmax, agar pembaca memahami tiap motor diciptakan sesuai  habitatnya, enak diaspal belum tentu enak di jalan rusak. modifikasi pun ada konsekwensi positif dan negatifnya… 

Jadi kesimpulannya bagaimana? 

Nmax sudah cukup nyaman untuk turing, namun perlu sedikit ubahan agar makin menambah kenyamanan boncenger… penebalan busa jok dan penggantian shock lebih empuk jelas signifikan menambah kenyamanan. Dan yang paling utama : motor matic diameter rodanya kecil, jelas ga sestabil dibanding motor sport. Konsekwensinya pengendara motor matic harus super waspada terhadap kondisi permukaan jalan…

Bagaimana kesan rekan SF pengguna scoopy yang baru kali ini nyobain Nmax buat turing, bagaimana pula konsumsi bensin untuk turing beban berat?… arrikel terpisah ya…