Review Protein Skimmer Lokal JB Marine. Kalau Ada yang Murah Hasil Bagus Kenapa Harus yang Mahal?

Goyah iman ini setelah dibeberapa diforum dipamerin Protein Skimmer internal yang performanya bisa menghasilkan skimmate yang pekat. Dibandingkan dengan punya saya lah kok beda… jebo 180 ga bisa sepekat itu. Ditambah lagi dalam sebulan ini banyak biota mati ,asumsi saya karena filteringnya kurang cakep. Fix dah kudu upgrade skimmer. Jebo 180 yang Saya pakai memang bekas aquarium lama yang cuma 60x35x35cm. Sepertinya kurang mumpungi buat aquarium 80x50x55 plus sump 60x35x35. Apalagi biota cukup padat.

Saat googling ga sengaja nyasar ke channel youtubenya joko bolang. Doi produsen protein skimmer dari bahan akrilic. Segera cari ditoko online lah kok murah… review konsumennya juga cakep. Tahannnn tahannnnn….. masih bertahan mau upgrade jebo 180i agar lebih maksimal.

Pertahanan itu jebol saat berdiskusi dengan ahli didunia perskimmeran… 🤪 . Sebagus apapun hangon skimmer ga bakal bisa menyaingi internal protein skimmer … !

Daripada kepikiran malah “udunen” , SF putuskan meminang Protein Skimmer yang dilabeli JB Marine .

Dari Lamongan ke Jakarta perlu 3 hari barang nyampai ke bekasi. Langsung pasang begitu barang datang…

Simak Videonya ya….

Skimmer internal (In tank)  dengan kapasitas Tank s/d 500liter,mesin Amara 1800, 30watt dengan kekuatan 1800L/jam (lumayan boros listrik nih) , sudah menganut needle wheel dan corong venturi.

Jajal motor bekas yang baru dipinang menggantikan Spin 2007, Mio Soul GT 2012, gimana impresinya?


Beruntung SF mendapatkan motor bekas yang masih sehat . sudah berumur 8 tahun, tapi KM real masih 11.000. Maklum barang simpanan. Cuma dipakai antar anak sekolah dan kepasar.
Baru Jumat malam kemarin dipinang dari tetangga sekomplek , motor dah SF eksploitasi. Sudah SF jajal muter- muter dijalanan kompleks baik sendirian maupun boncengan dengan bunda. Maklum motor baru…
Impresi fisik. Sekilas Mio soul GT dimensinya lebih gedhe dibanding mio series. Ternyata setelah diamati dari dekat sama saja. Tergolong mungil buat SF yang babon ini . sepertinya rangkanya sama dengan mio lainnya. Cuma bodinya saja keliatan lebih berisi. Saat dijejerin dengan suzuki spin rasa2nya mio soul GT terlihat lebih kecil.


Performa mesin. Ini yang bikin SF kaget. SF kira mio soul GT 2012 sudah mengusung mesin 125 cc, ternyata Cuma 113cc. sama sekali ga nyangka. Meski buat boncengan tidak ada gejala tereak- tereak seperti Suzuki spin 125cc yang sudah SF miliki 10 tahun, Mio Soul GT ini lebih rilex SF kendarai bersama bunda. Bejek putaran tengah masih kerasa kenaikan tenaganya. Putaran atas ga sempat SF jajal. Ga penting blas… . Cuma menurut SF kampas kopling terlalu cepat menggigit, gas dikit saja dah nyantol, jadi sedikit kurang mendapatkan moment. Bayangkan seperti motor manual yang terlalu cepat melepas kopling. RPM belum naik, kopling dah nyantol ke penggerak belakang. Jadi kesannya sedikit ada delay buat stop N Go. Tapi wait… ini kalau buat boncengan loh. Buat sendiri ternyata nampol. Cukup responsif. Karakter ini SF rasa bakal menguntungkan di perkotaan. Bikin motor lebih irit. Apalagi sudah injeksi. Kalau mayoritas pemakaiannya buat boncengan Sf sarankan untuk ganti Per CVT yang lebih keras, untuk mengurangi gejala ngeden saat stop n Go. Meski demikian, dalam kondisi standar saja performa Mio Soul GT yang 113 cc lebih baik dibanding Suzuki Spin 2007 yang ccnya 125. Bahkan SF bandingkan dengan Honda beat injeksi milik adik di Surabaya , performa Soul GT ini masih lebih baik. Lebih ga ngeden dibanding beat. Cuma kok sepertinya bakal lebih nampol lagi jika Per CVT dikerasin dikit.

Review Samsung Gear S3 penuh Suka dan Duka

Ada alasan kenapa SF sebelumnya membeli jam pintar Xiaomi amazfit Pace. Sepintar apapun dia tetaplah sebuah jam. Harus setiap saat menampilkan waktu. Karena itulah SF memilih amazfit Pace. Dengan layar always on yang layarnya tetap cerah meski dibawah sinar matahari, baterai Pace sanggup bertahan 3-4 hari.

Kali ini SF memutuskan meminang Samsung Gear S3 frontier benar-benar tanpa pertimbangan matang. Ada jam pintar bekas mulus seperti baru yang * Tampilan Fisik\nJamnya terlihat Oke… Macho sekaligus eksklusif . Buat resmi maupun outdoor masih cocok. Yang paling tidak SF sukai adalah tali/ strap terlihat seperti karet murahan. Jauh lebih apik bawaan amazfit Pace yang warnanya lebih bagus dan bahannya lebih lembut. S3 ini punya behel yang dapat diputar. Bukan cuma hiasan, behel ini berfungsi sebagai tombol geser. Layarnya tenggelam terlindungi oleh bodi jam. Ga seperti amazfit pace yang rentan sekali kena gesekan. Tombol di samping kanan ada 2 , home dan back. Ketebalannya mirip seperti Gshock. Strapnya terkunci dengan sistem quick release, tinggal geser tuas kecil pengunci strap untuk gonta ganti tali. Ukurannya persis punya Xiaomi Amazfit Pace 22mm. S3 SF sendiri langsung pakai strap logam agar cepat pasang-lepas saat wudhu. harganya sepertiga jam baru. Sikatttt!!!

Mari direview

* Tampilan Fisik

Langsung ganti pakai strap logam

Continue reading “Review Samsung Gear S3 penuh Suka dan Duka”

Tips upgrade drum elektrik entry level yamaha

Terkait artikel lalu DTX400 milik SF kurang mumpungi untuk menunjang sekolah musiknya si kecil. Opsi paling gampang tentu tinggal jual dan ganti baru… Itu kalau duit ada…. ! Klo dananya terbatas ya bisa upgrade satu -persatu partsnya.

Konsekwensinya ada 2. Kerugian, biaya bisa lebih mahal dibanding beli baru, bahkan fitur masih saja kalah. Keuntungannya, parts yang diupgrade masih bisa dipakai lagi. Jadi jumlah pad malah lebih banyak dibanding seri atasnya.

Continue reading “Tips upgrade drum elektrik entry level yamaha”

Panduan memilih drum elektrik. Harus mendekati drum akustik agar bisa buat jangka panjang

Panduan memilih drum elektrik yang harus mendekati fitur drum akustik. “Kenapa ribet amat, ga beli sekalian saja drum akustik…!?” Mungkin begitu pertanyaan beberapa pembaca. Drum akustik suara alat musiknya paten ga bisa diubah jenisnya, suaranya kuenceng nembus kemana-mana dan dimensi besar, susah dibawa kemana2. Paham kan… Baca lagi ya asyiknya drum elektrik di artikel kemaren

Nah kali ini SF akan bahas panduan memilih drum elektrik paling tidak fiturnya menyamai drum akustik. Ini untuk keperluan lebih dari sekedar cari keringat. Tapi dah menuju ke next level . Si Faiz kan dah SF sekolahkan di Yamaha Music School (Max & Jeanny) harapan indah-Bekasi . Sayang kalau terlambat perkembangannya gara-gara alat drumnya.

Eh ya bagi yang masih bingung drum elektrik sama akustik. Ini singkatnya : Drum akustik dipukul langsung bunyi, sedangkan drum elektrik kudu pake speaker. :Lol:

DTX400, drum elektrik entry level dari yamaha

Karena kesalahan SF membeli drum elektrik entry level, kini SF kudu merogoh kocek lebih dalam dibanding beli baru dengan spec yang mumpungi. Karena itu SF share tips memilih drum elektrik.

Continue reading “Panduan memilih drum elektrik. Harus mendekati drum akustik agar bisa buat jangka panjang”

Alasan memilih drum elektrik. Memang banyak kelemahan, namun tetap mengasyikkan.

Ada beberapa bahasan drum yang akan SF jadikan bahan artikel. Kali ini pembukanya dulu ya…

Jaman SMA SF biasa bermain musik bersama teman-teman. Bukan level profesional sih, cuma senang-senang saja. Kebetulan SF kebagian main drum.

Baru sekitar setahun ini SF memutuskan meminangnya. Alasan utamanya Faiz ikut les drum…. agak Gimana gitu klo anak les drum tapi ga punya drum. Meski kenyataannya 75% bapake yang pake dirumah :mrgreen:

Continue reading “Alasan memilih drum elektrik. Memang banyak kelemahan, namun tetap mengasyikkan.”

Reel Overhead Leverwinder Penn Fathom 20LWLH vs Kenzi Marine KZ300, Bisakah Reel Pahe mengalahkan Reel Tenar?

left :kenzi marine, right :Penn Fathom

Penn punya reputasi bagus dikalangan angler, produk ini terkenal daya tahannya. di kelas overhead Peen Fathom masuk jajaran medium. kebetulan kali ini SF berkesempatan menikmati reel ini. Sebagai pembanding ada Kenzi Marine seri KZ300. Reel ini menggebrak pasar Indonesia dengan harga super miringnya. Oke mari bikin perbandingan serta review kedua reel ini.

Continue reading “Reel Overhead Leverwinder Penn Fathom 20LWLH vs Kenzi Marine KZ300, Bisakah Reel Pahe mengalahkan Reel Tenar?”

Reel OH Leverdrag VS Stardrag, mana yang lebih baik?

Overhead reel keunggulannya jauh melebihi spinning reel. yang bikin OH kalah dari spinning reel adalah  OH reel susah untuk dibuat melempar umpan dengan jarak jauh.

secara umum Reel OH dilihat dari jenis pengatur drag/ remnya ada 2 jenis. stardrag dan leverdrag. mari bahas satu satu, kebetulan nih SF pernah punya kedua jenis ini. meski ga semerk dan beda rasio, tapi sedikit banyak bisa jadi gambaran.

 

Stardrag reel

 

Penn fathom, Kenzi marine

Continue reading “Reel OH Leverdrag VS Stardrag, mana yang lebih baik?”

Mensiasati rute mancing melewati medan offroad, Ertiga sedikit disesuaikan

suzuki ertiga ban 195/65-15

sekitar 2 minggu lalu SF mancing ke Pakis Karawang menggunakan ertiga. beberapa KM sebelum pantai jalannya rusak parahhhh…heran juga SF kok bisa ya tempat wisata rutenya kaya gini. padahal sekitarnya perkampungan nelayan yang tergolong padat. sekitar 2-3 kali, bagian bawah ertiga yang ditumpangi 5 dewasa dan peralatan mancing gasruk kontur tanah yang rusak.

Continue reading “Mensiasati rute mancing melewati medan offroad, Ertiga sedikit disesuaikan”

Mengupas Teknik Mancing Slow Jigging

Beberapa dekade terakhir teknik slow jigging mulai merambah angler Indonesia. khususnya yang suka mancing di laut dalam. teknik ini berbeda dengan Jigging biasa.

Jigging adalah teknik memainkan umpan buatan berupa Metal Jig (timah berbentuk ikan) sedemikian rupa sehingga mirip ikan mangsa yang berusaha melarikan diri dari predator.

Berbeda dengan Slow Jigging. Teknik ini berusaha menirukan ikan sekarat atau mangsa yang sedang cedera…. target mudah bagi predator tentunya. Kelebihannya teknik slow jigging adalah umpan berada lebih lama di area ikan target, Angler tidak cepat lelah, dan target ikan lebih luas.

Continue reading “Mengupas Teknik Mancing Slow Jigging”