kelemahan

All posts tagged kelemahan

Pagi ini Jakarta macet parah… penyebabnya genangan yang dalem dimana2 😆 disini baru terasa kelemahan Nmax. Dibanding beat dan matic lainnya pun Nmax dibikin ga berdaya. 


SF putuskan pakai Nmax untuk ngantor. dalam perumahan sudah agak sangsi melanjutkan perjalanan, hujan deres dan banyak genangan. Tanya satpam, katanya jalan besar didepan masih bisa dilewati motor. Nmax menguntit beat  melewati genangan air…. beat dan beberapa motor didepannya masih lancar melaju, eh cvt Nmax dah selip…. ga mau ambil resiko, SF putar balik untuk tuker tiger. 

Nah.. baru dah PD melibas Genangan Dalam. Blok bawah terendam air pun masih lancar melaju. Di bulevar hijau Motor yang didominasi matic terpaksa naik ke parkiran ruko-ruko yang lebih tinggi, dan ga berani melanjutan perjalanan…. 

Ini keunggulan sport… dalam segala kondisi bisa diandalkan, banjirpun lebih tenang (eh ga boleh bilang banjir, Genangan Dalam ding), buat ngebut okeh, buat macet palingan cuma pegel. Lah kalau matic… klo banjir ya nyerah… cuma kecewanya kok Nmax gampang selip yakkk, kalah sama matic lainnya… disinyalir gara2 GC rendah karena ban diameter kecil. 

Pagi pagi di tilpun bundafaiz yang menceritakan kisah sedihnya. Bundafaiz dimarahin sopir taksi online gara-gara cancel order.

Menurut nyonyah masalah itu disebabkan aplikasi bermasalah… sudah order 2 kali ga keluar historynya/reportnya. Saat nyonya mau berangkat nyari taksi, tiba2 driver taksi online yang diorder kedua nyampai… baru kemudian driver yang diorder pertama telpon nyonya… terpaksa dicancel nyonya dah…. ga salah sih sang driver marah… lah dah muter2 nyari alamat ngabisin bensin. Tapi mbokyo nanya dulu kenapa cancel, jangan keburu marah dulu…. aplikasi bermasalah marahnya ke customer.

Nyonya coba klarifikasi ke driver kedua, katanya aplikasinya sedang lambat… makanya ada delay direportnya

Ya sudah SF sarankan SMS saja ke driver yang merasa dirugikan minta nomer rekening, mau diganti ongkos bensinnya… 2 jam berlalu drivernya belum respon…

Awalnya beli spion ini, SF dah merasa cocok. Panjang spion yang ga melampaui ujung stang motor namun juga tak terlalu pendek, serta kaca cembungnya sangat dapat diandalkan di kemacetan.

Namun setelah beberapa kali pakai ternyata ada hal yang cukup mengecewakan… spionnya letoyyy…. beberapa ratus meter sebelum kantor, SF sengaja geber si tiger sampai RPM mentok digigi 1 dan 2 … kangen sama tarikannya… pas masuk gerbang kantor ngintip spion lah kok dah tertunduk lesu… 

Sepertinya ga cocok nih spion buat biker yang suka kesusu… nunduk sendiri pas kena getaran tinggi….

Menjadi blogger bikin anda jadi rujukan rekan yang ingin membeli suatu produk. Jawaban blogger tentu tak lepas dari subjektivitas , obyektivitas, pengalaman dan minat blogger itu sendiri… 

Seorang rekan dimintai tolong pamannya di Solo untuk mencarikan Vespa baru di Jakarta, karena itu doi meminta pendapat SF. Langsung saja SF jawab: “not recommended … anda bertanya pada orang yang salah… ” . Sebelum protes SF langsung jelaskan … kalau niatnya buat harian batalkan saja (apalagi rumah omnya di Solo jauh dari Beres piaggio), kalau omnya bukan maniak vespa dan ga pernah punya kenangan vespa, mending jangan. Kalau omnya bukan orang yang stylist dan ga care sama penampilan, lupakan saja. Karena motor ini untuk orang yang stylist ,eksekutif dan ingin tampil beda. 

Memang SF ga pernah punya pengalaman dan ga tertarik sama motor ini, lah SF bukan orang yg mentingin penampilan , naik ninja sajah helm half face dan sandalan. :mrgreen: . Namun rekan kantor lama SF pernah nyesel beli Vespa baru untuk motor harian. Ga sampai 20rb KM mesinnya bunyi kasar seperti mesin jahit(pernah SF rekam dan bahas di artikel lama ) kasus ini dah pernah SF temui dijalan beberapa kali,  mogok sehingga kudu dibawa kebengkel (saluran pengkabutan bermasalah) , boros BBM, handling berat, akselerasi kurang, dan repot kalau mau servis. Akhirnya kapok dan malah ganti vario. 


SF akhirnya menyarankan rekan ini untuk googling lebih lanjut di forum-forum, tentang bagaimana melemahan dan kelebihan, tips N trik perawatan dan modifikasi… karena percuma tanya sayahhh …. 😆

Nmax mempunyai handling yang sangat bagus… dalam kondisi standar dulu pernah manasin R15 ditikungan flyover pulo gebang. Pernah juga SF gasrukkan dek bawah keaspal saking terlalu asiknya rebahan. Ini ridernya PSK loh (Pria diatas Seratus Kilo ) :mrgreen:


Semenjak ganti shock empuk SF mikir-mikir lagi berbuat khilaf seperti itu.. terakhir SF jajal di tikungan panjang  flyover ngurah rai (kearah walikota jaktim) SF paksa Nmax nikung kecepatan 90kpj . Ternyata manuver Nmax menjadi liar… bodi belakang goyang inul mengayun mentul mentul karena jalan yang sedikit bumpy pas sambungan jembatan. Sempat SF rasakan juga ban belakang sedikit bergeser… segera SF counter dan mengurangi kecepatan sambil dag dig dug… dulu pake orinya ga kaya gini padahal…. kapok dahhh… he3…. jalan nyantai saja menikmati nyamannya shok belakang modifan per shogun yang empuk mentul-mentul. 

Sebenarnya dah sering SF lihat innova lepas spakbor depannya, rata-rata saat perjalanan diluar kota… sebagian besar yang SF sering liat sih kiri depan. 

Nah Senin kmaren baru deh bunda berhasil shoot penampakannya saat menuju tangerang.

Bahan kepet yang lentur mungkin kurang kuat menahan cipratan kotoran dan angin, akibatnya pengaitnya gampang lepas.

Mungkin jadi pelajaran bagi pemilik innova untuk ngecek spakbor depannya saat akan bepergian jauh. 

Tiger 2004 yang sekarang jadi kendaraan simpanan, dipakai seminggu sekali

Pada jaman kejayaannya (akhir 90an awal 2000an) tiger memang diidamkan banyak orang. Bodinya moge look, cocok dimodif aliran apapun, nyaman untuk turing dan tenaganya mumpungi. Banyak remaja yang saat itu belum kesampaian meminangnya… alasannya karena faktor ekonomi. Apalagi tiger terkenal dengan sparepart mahal. 

Entah memang kebetulan atau memang sedang naik daun lagi, beberapa pembaca blog ini menanyakan soal tiger. Beberapa menanyakan perawatan tiger, beberapa lagi berkeinginan hunting tiger untuk memuaskan rasa penasaran yang sedari remaja… 

Oke deh langsung saja SF bagi sedikit tips dan pengalaman… 

Silahkan hunting tiger lawas tapi dengan catatan…. anda adalah orang yang telaten merawat motor…

Tiger terbandel adalah tiger tahun2 awal yang lampu belakangnya masih single (tahun 94-2000an awal) … saat ini susah nemu yang prima. Partsnya jauh berkualitas dibanding tiger yang lahir belakangan… tapi harga partsnya saat itu nggilani memang. Karena jam kerja tinggi otomatis mengalami peremajaan…. kemungkinan terbesarnya ya pake parts tiger baru yang kualitasnya … ya gitu dahh…. :mrgreen: kecuali nemu harta karun tiger tahun awal yang full ori dab sehat…. sikat saja dahhh…. tapi kalau nemu tiger mata rem double atau tiger revo prima ya monggo saja… perawatan dan karakternya hampir sama…

Tiger sekarang memang dah di suntik mati, tapi jangan kuatir partsnya masih sangat mudah didapat… 

Pahami dulu penyakit tiger yang paling sering terjadi. Sebagai pegangan saat hunting dan perawatan kedepannya. 

1. Rantai keteng/kamrat gampang kendor. Tandanya dari bunyi berisik seperti busi beradu dibagian blok sebelah kiri. Tenaga juga ngedrop. Awalnya muncul di rpm tertentu, kalau dah parah saat stasioner saja berisik parah…. penyakitnya karena kualitas keteng bawaan kurang bagus . Kalau ganti mending cari yang merk DID . Sekarang bahkan ada juga yang jual kamrat alternatif tiger 4 lapis yang dijual bareng gigi sentriknya… konon jauh lebih awet meskipun lebih mahal. LAT alias stasioner kamrat tiger juga terkenal kurang OKE. Nah sekarang ada yang jual stasioner dengan per spiral (bukan per plat seperti bawaan tiger).

2. Cek kancingan gir belakang…. GL max dan tiger SF penyakitnya sama… jalur kancingan gir tergerus… lama2 bisa bikin gir lepas dari bossnya. Pastikan saat akan meminang tiger, daging rumah kancingan gir masih tebal

Tiger SF sendiri sekarang dah pakai velg NMP yang dah ga pake sistem cacat seperti ini. (Baca selengkapnya disini )

3. Tangki keropos…. bukan hal yang baru kan? Cek dengan teliti bagian bawah tangki, terutama bagian pangkal kran bensin. Keroposnya tangki tiger karena ada air yang ngendon didasar tangki… SF sekarang selalu posisikan kran bensin dalam posisi res, karena akan menyedot bbm dari dasar tangki. Jadi tidak memberikan kesempatan air untuk ngendon. Untuk pengaman tambahan SF tambahkan sendiri filter bensin diantara kran bensin dan karbu. Sekali waktu SF bersihkan filter tersebut, dan tak lupa SF buka tutup baut pembuangan di karburator untuk membersihkan kotoran yang ngendon didasar karbu.

SF sendiri kurang ngeh asal airnya. kalau dibilang dari embun/pemuaian kok banyak banget. SF pernah kuras tangki airnya ada setengah liter loh… mungkin dari tutup tangki atau saat isi BBM.

4. Perkabelan… tiger SF beberapa kali bermasalah di bagian penghantar arus positif. (Lupa warnanya klo ga salah kuning) . Cek soket soket kabel dibagian kiri diatas tutup gir depan… pastikan tidak ada tanda gosong di soket maupun kabelnya. SF pernah kesulitan cek sumber korslet kabel ini… akhirnya SF putuskan bypass arus dari spull ke kiprok dengan kabel yang lebih tebal, sedangkan jalur aslinya (yang nampak gosong dan kaku) SF potong sajah.

5. Info dari tukang pressbody… Tiger maupun GL series sangat mudah mleyot bodi belakangnya… apalagi kalau pernah jatuh. Cek kelurusan ban belakang dengan spakbor belakang. 

6. Kopling gampang selip…. kalau SF sih tukar sepasang judger spring dengan plat kopling, dan tukar kampas kecil bawaan tiger dengan kampas besar. Tapi jadi sensitif sih… motor nyundul-nyundul galak. kwkkw…. ntar SF research lagi komposisi yang enak untuk harian.

SF dah bilang kan… kalau memang berniat meminang motor lawas seperti tiger ini ya kudu telaten. Kalau terawat, tiger cukup nyaman kok…. mesin terasa rileks saat melaju karena karakternya yang bertorsi, riding position ga bikin pegal untuk jarak jauh, dan stabil. 

Semiga infonya bermanfaat… silahkan bagi pecinta tiger untuk nambahi

SF ulas kelebihan dan kekurangan masing masing dari sudut SF yang bukan ahli di dunia per HP an . Ulasan ini berdasarkan pemakaian harian… kedua HP tersebut saat ini masih dipakai sehari-hari. Saya bahas xiaomi redmi note3 dulu ya….

Xiaomi redmi note 3

Kelebihan :

1. Baterai awet 4000 mah

2. Layar resolusi besar, lega untuk browsing

3. Performa lumayan

4. Sensor sidik jari sangat bisa diandalkan… responnya sangat amat cepat layaknya menekan tombol power. Jadi ga kuatir data HP diakses orang lain

5. Fitur infrared , ponsel bisa berfungsi sebagai remote TV, AC, dll

Kelemahan

1. Slot SIM hybrid. Berisi 2 slot. Slot 1 untuk micro SIM, slot 2 untuk nano SIM atau micro SD (pilih salah satu) fitur yang konyol menurut SF

2. Rotasi layar bermasalah. Sering kali SF kudu on offkan pengaturan screen rotation

3. Settingan jaringan aneh… kudu melalui dial up *#*#3646#*#*# . Waktu menangkap sinyal juga lamban. Bahkan SF pernah lost signal beberapa menit padahal teman sebelah yang pakai operator sama ada signal meski ga full

Yang bikin berat menggantikan minote 3 adalah fitur keamanannya yang menggunakan sensor sidik jari.  Dan yang paling bikin SF membencinya adalah fitur slot sim card hybrid.


 Sekarang giliran Asus max

Kelebihan :

1. Batere  (5000mAH) lebih awet dibanding minote3 yang cuma 4000an. HP ini juga berfungsi sebagai powerbank.

2. Fitur smartlock. Fitur cerdas bawaan asus. Jadi HP akan tetap unlock ditempat tempat yang kita tentukan (syarat GPS always on), hp juga akan tetap unlock jika dalam genggaman pengguna, dan atau sedang terkoneksi dengan device tertentu

3. 3 slot terpisah untuk sim1, sim 2 dan micro SD

4. Fitur kameranya cukup lengkap… SF suka mode deep of field …. hasilnya bokeh banget seperti dslr


5. Fitur laser untuk mempercepat fokus kamera … ada fungsi lain loh…. yakni mengukur jarak ponsel dengan benda tertentu. 

Kelemahan

1. Ga ada sensor sidik jari

2. Resolusi layar agak rendah, tumbnail , grid ,dll saat browsing jadi kelihatan besar, akibatnya area coverage layar berkurang

3. Ga ada infra red jadi ga bisa buat remote

Berbeda saat memilih Ponsel jaman dulu dimana SF lebih mengutamakan fitur dibandingkan keawetan baterai. Saat ini SF lebih memprioritaskan ketahanan baterai dibanding fitur. Maklum untuk masalah aplikasi cukup mudah  bagi ponsel jaman sekarang untuk download sendiri. 

Xiaomi redmi note 3 (minote3) yang jadi gadget SF sebelumnya memang cukup lumayan, namun ada beberapa kelemahan fatal minote3 yang bagi SF tak termaafkan…

1. Slot simcard hybrid yang sangat memuakkan!!! Slot 1 bisa menampung sim card micro. sedangkan slot 2  diperuntukkan untuk  nano sim card saja atau memory card saja…  sudah SF coba beberapa tutorial modif slot 2 agar bisa menampung simcard plus microSD bebarengan, namun gagal (sampai korban 2 simcard berisi paket internet)

2. Respon screen rotation sangat lambat bahkan beberapa kali ga merespon. 

3. SF beli versi 16 GB Internal memory . Awalnya SF pikir memory segini cukup karena SF tambah sendiri dengan micro SD 32GB. Namun ternyata internal memory 16GB ga cukup bagi SF… karena semua aplikasi terdownload pada internal memory dan ga ada opsi dipindah ke micro SD. Akhirnya sering dapat warning internal memory full. (gadget mania yang ngincer ponsel ini mending milih yang 32 GB)

Berhubung bundaFaiz juga kepengen HP baru, jadi SF berikan HP xiomi tersebut. Bunda jelasnya seneng dengan xiaomi… gaperlu pakai 2 simcard karena di rumah full wifi, ga suka tampilan landscape, dan ga pernah download aplikasi yang menguras memory… klop dah… bahagia dah Bunda dapet HP yang awet baterenya

Untuk penggantinya SF jelas pilih HP yang lebih Gokil ketahanan baterenya…. yup Asus Max….!!! Batere 5000 mAH (1000 mAH lebih dibanding minote3)


Tiga masalah utama minote3 diatas langsung terselesaikan…  

1. Ada 2 slot simcard dan 1 slot micro SD yang terpisah!

2. Rotasi layar ga pernah masalah

3. Memori internal 32 GB

Memang beberapa fitur berkurang , namun kebutuhan SF sudah terpenuhi lewat asus max…. ketambahan lagi bonus ketahanan batere lebih edan dibanding minote3.

Komparasi pemakaian harian xiaomi redmi note 3 vs asus max ntar nyusul ya…
Nb: semoga bulan depan lebih aktif ngeblog karena kesibukan mulai berkurang

Kelemahan tiger salah satunya pada mekanisme kamrat yang gampang lemah… Bukan hanya rantai kamratnya namun juga LATnya alias tensioner penonjokknya yang gampang lemah. 

Kali ini SF ingin bahas LATnya. Seringkali LAT yang menggunakan pegas model gulungan lempengan baja ini ga kuat mendorong batang penonjoknya keluar, akibatnya kamrat kendor dan muncul bunyi berisik. Penonjok ya ga memanjang maksimal ini sebagai akibat pernya telah lemah.

Untuk membantu kerja LAT agar bisa lebih memanjang sehingga lebih menekan kamrat cukup mudah kok… Kendorin saja baut pemegang LAT diblok mesin pake kunci L (ada 2 biji atas bawah) sehingga LAT terdorong keluar sekitar 2 mili. Saat dikendorin itu, penonjok tensioner pada LAT yang ga tertahan lidah tensioner akan ikutan memanjang 2mm. 

Nah bagaimana jika saat baut pemegang  LAT tersebut sudah di kendorin namun LATnya ga terdorong keluar meski dah digetok getok…. Berarti masalahnya bukan pada LATnya… Tapi kamrat (rantai keteng) anda sudah molor dan harus diganti atau bisa juga lidah tensioner dah tergerus parah. 

:Mrgreen: