kelistrikan

All posts tagged kelistrikan

Urusan urut kabel bisa menjadi hal yang merepotkan dan bikin puyeng. Ada beberapa alat bantu yang mempermudah kerjaan itu…

1. Diagram kelistrikan. Dari diagram tersebut kita jadi mengetahui arus perkabelan… mana yang positif, negatif, mana yang masuk/keluar saklar menuju ke alat kelistrikan (klakson, lampu, dll). ini contohnya

2. Alat tes arus listrik

Beli saja rumah lampu T10 beserta lampunya. Tapi karena nanggung (sudah ote2 alias telanjang dada) dan motor dalam kondisi bongkaran, SF pake lampu T10 yang disambung langsung ke sepasang kabel. Salah satu kabel dibaut saja ke salah satu baut yang terhubung bodi atau disambung ke kabel negatif, nah satunya bebas bisa ditempel ke kabel yang mengandung arus untuk pengecekan… disini kita bisa tau komponen kelistrikan yang bermasalah… misal saja…. kabel masuk ke arah saklar setelah di colok tester ternyata nyala, tapi keluaran dari saklar mati… berarti sklar bermasalah. Dll

SF yang dasarnya ga ngerti elektronik , jadi terbantu dengan 2 hal diatas

Salah satu permasalahan yang pernah menyerang tiger milik SF adalah terbakarnya kabel penghantar arus listrik dari spul. Indikasi korslet terlihat diatas tutup gir depan. Konektor kabel berkerak, serat tembaga jadi rapuh kaku menghitam, kulit pembungkus kabel juga terlihat tak rata/menggelembung sana sini pertanda menahan panas tinggi. Saat motor dinyalakan kabel ini (klo ga salah warna kuning) memang terasa sangat panas.
Kelistrikan jadi tidak normal karena pengisian ke aki tidak sempurna. Karena dipaksa jalan terus konektor pada kiprok sampai hampir leleh…
Karena yakin jalur kelistrikan bermasalah, SF ambil jalan pintas. Putus saja kabel bermasalah pada ujung dan pangkalnya. Ganti dengan kabel baru. Cari yang serat tembaganya banyak (lebih tebal) . Pastikan sambungan kabel dilindungi dengan baik…

image

Continue Reading

Sepulang kerja baru sadar kalau lampu utama mati (jauh-dekat)  tapi anehnya lampu dim nyala…  Disinyalir arus listrik masuk ke- atau keluar dari saklar kanan bermasalah. Kelistrikan adalah masalah yang menghantui motor berumur…  Apalagi tiger SF yang sudah berumur 11 tahun.
Untuk mengurut satu persatu perkabelan tentu butuh waktu…  Puasa-puasa gini males lembur malam bongkar perkabelan, mending ibadah 🙂 Continue Reading

Jumat sepulang kerja dilaporin BundaFaiz kalau spin mogok ga bisa distater sama sekali. SF lanjut pakai engkol juga ga bisa hidup..  Alamat kudu ke bengkel benerin motor ini.
Di bengkel langganan ketahuan jika kiprok lemah dan aki tewas.  Asyem nih motor.. Sebelumnya Kiprok sudah pernah SF ganti 2x ( jarak tempuh 18rb km) , sekarang sudah minta ganti lagi..  Gejala ini sudah SF rasakan dalam 3 bulan terakhir minta ganti lampu utama 2X. Karena arus ga stabil,  Aki ikutan tewas padahal umurnya baru setahun dengan pemakaian rendah. Eh ya selama pemakaian 18rb km(dari 2012) spin sudah ganti aki 3X!

image

Continue Reading

Ini suka duka piara motor tua… sukanya jadi banyak tau problem yang mendera motor serta solusinya. Dukanya ya kudu meluangkan waktu luang dan biaya… hasilnya cukup sepadan kok, puas kalau performa motor prima kembali.
image
Salah satu problem motor tua adalah pada kelistrikan. Jangan selalu menyalahkan aki/accu jika ada penurunan performa perangkat kelistrikan ( klik disini ) . Terutama yang paling terasa adalah redupnya lampu dan sembernya klakson (bunyi pelan/tertahan). Beberapa hal yang jadi pemicunya antara lain : Continue Reading

Aki motor saat ini menjadi hal yang vital bagi motor. Motor SF yang masih karburator saja kebingungan saat aki mati… meskipun motor bisa nyala namun beberapa fungsi dari parts motor terganggu. Misalkan speedo meter ngaco (pada tiger jarum RPM akan ngaco), lampu redup, bel ga berfungsi, nyala sein ga normal dan motor tidak bisa dihidupkan melalui elektrik stater. Pada motor injeksi peranan aki lebih vital lagi… meski pada beberapa motor injeksi dapat hidup dalam kondisi aki drop namun hal tersebut berpengaruh pada komponen elektronik yang mengatur pengkabutan dan pengapian motor (ECU).

Kali ini SF ingin membahas mengenai motor yang tidak dapat dihidupkan melalui elektrik stater. beberapa hal bikin kita tertipu akan hal tersebut, karena sebagian besar mengira akinya bermasalah. berikut tips dari SF saat menghadapi kegagalan tersebut. Continue Reading

Beberapa meter meninggalkan rumah, tiba-tiba terdengar ledakan yang lumayan bikin kaget hingga bikin SF menghentikan laju kendaraan dan melihat ke arah ban, ban terlihat masih utuh ga meledak.
Begitu keluar dari pos satpam SF menghidupkan sein untuk belok kejalan raya… loh sein kok mati, baru sadar juga penunjuk rpm ikut mati, lampu utama juga… waduh jadi menebak-nebak apaan yang meledak tadi ya… di Pom bensin daerah marunda SF memutuskan untuk menepi, mengecek apa penyebab ledakan sehingga bikin kelistrikan mati total. Continue Reading

image

Bongkar-bongkar file lawas nemu foto utuh modif tiger milik SF saat lagi doyan-diloyannya turing. Ga pake bertele-tele SF jabarkan modif motor turing menurut SF.

Continue Reading

Sebelumnya mohon maaf karena beberapa hari ga bisa balesin Komentar pengunjung… mengingat kondisi fisik yang drop… Artikel yang terbit beberapa hari terakhir juga hasil penjadwalan…
Nah hari ini kondisi SF agak mending jadi bisa bikin artikel lagi… 🙂 pasca beli Tarubi SF segera kebengkel untuk pengecekan… maklum mobil bekas belum tahu riwayatnya. Setelah ganti timing belt mekanik menyatakan mobil dalam prima bahkan siap turing seluruh Indonesia. Tapi menjelang mudik ada saja kendala yang didera Tarubi….
Continue Reading

image

Berawal dari tewasnya bohlam tiger yang harganya bikin kantong bolong (saat itu kalo ga salah 150 rb) serta racun dari rekan komunitas akhirnya SF memutuskan memakai lampu mobil (H4) 50 Watt. Segera berangkat ke kawasan kertajaya Surabaya dan hunting parts yang dibutuhkan berbekal duit yang semula guna nebus bohlam std tiger.  Barang-barang yang dibutuhkan:
1. batok lampu bisa pake hella ukuran 7″ sudah tersedia dudukan lampu senja, atau bisa pakai merk autopal. Enaknya reflektor berbahan plat/ besi sedang penampang luarnya terbuat dari kaca
2. relay x 2 (untuk lampu jauh /dekat)
3. bohlam lampu 55/60watt (harga 20 rban)
4. 3 soket pipih.
5. Kabel secukupnya (nah kalo ini tinggal bongkar-bongkar di gudang banyak 🙂 )
Nah untuk total parts ini SF menghabiskan dana kurang dari 100rb (awal th 2008 silam). Step by step pemasangan bisa intip disini karena SF awalnya juga bikin berdasarkan panduan dari Saft7 tersebut, kecuali SF hanya memakai 2 relay dan tanpa capasitor bank.
Hasilnya cukup bikin puas, nyalanya terang benderang dan fokusnya lebih luas. Saat turing malam, SF yang memakai kacamata merasa sangat terbantu dengan fokus lampunya tersebar hingga 2 ruas jalan. Namun problem timbul saat tiger terjebak kemacetan. Daya lampu yang lebih tinggi 25 watt dari standarnya bikin aki tekor karena pengisian kurang kuat. Nah berbekal informasi dari internet SF berusaha mengefisienkan pemakaian listrik dengan memakai lampu led untuk lampu rem dan lampu senja, jika dikira-kira penghematan yang didapat : dari lampu rem lampu original 18×2 watt dikurangi daya lampu led (kira2) 3 watt x 2 = 30 watt penghematan, sedangkan penghematan dari lampu senja sekitar 4 watt. Nah lebih dari cukup untuk mensiasati naiknya daya dari lampu utama. Cuma dari segi dana ga hemat lagi lah wong cukup mahal harga lampu rem model jagung ini :mrgreen: image
Setelah 2 tahun pemakaian SF ngiler dengan review bohlam h4 bermerk osram nighbreaker yang konon saat itu cahayanya lebih terang dibanding lampu sejenis. akhirnya beli juga lampu ini, hasilnya maknyusss…. makin terang.
image

Gambar diatas dari pancaran lampu suzuki spin dengan bohlam stdnya berdaya 25 watt (CMIIW), kondisi motor digantung gasnya agar nyala lampu maksimal.

image
Gambar diatas memakai lampu autopal bohlam osram tipe nighbreaker H4 55/60watt. Lebih terang dan terfokus (area disekitar titik fokus ga terang, artinya ga bikin pengendara lawan arah silau) .
Mohon maaf, saat bikin artikel ga nemu pembanding tiger berlampu std. Paling tidak foto diatas bisa berguna sebagai perkiraan seberapa terang dan fokusnya lampu h4. Selama 4 tahun menggunakan lampu ini, SF ga menemui permasalahan berarti, kecuali tekor sebelum ganti lampu rem dan lampu senja jenis led, permasalahan yang lain mungkin soket kendor dan relay jebol karena terpapar hujan. Lampu standar tiger sudah mantab dengan 30/35 watt diupgrade jadi H4 55/60 watt makin maknyus 🙂 bohlam pun awet karena belum pernah ganti karena filamen putus (philip usia 2 tahun belum putus, upgrade ganti ke osram nighbreaker hingga sekarang belum putus)