Bagaimana jika Ninja 150RR masuk India

image

Sebuah artikel motobeam sempet bikin SF mengernyitkan dahi… bagaimana sih chance motor ini masuk India?
Seperti yang kita tahu kelas sport disana mendominasi roda dua… sehingga Bajajpun enggan bermain dikelas selain sport.
Continue reading “Bagaimana jika Ninja 150RR masuk India”

Kemungkinan Inazuma 250 diproduksi di Indonesia

Motor ini bikin biker penggila turing nelen ludah… riding position nyaman berkat joknya yang lebar dan empuk serta setang tinggi, mesin dua silinder, torsi raksasa,twin exhaust, kaki kekar, digital speedo, merupakan perpaduan manis bagi sebuah motor turing. Bagi sebagian orang beda lagi… model terkesan jadul, power atas lemot, harga muahal, apalagi jika dibandingkan dengan Ninja 250 dan ER250c (nantinya)… inilah yang bikin gamang pihak Suzuki untuk merakit sendiri inazuma di Indonesia. Tren yang lagi santer sekarang kan motor sporty….  :).
Syarat agar Suzuki Inazuma dirakit di Indonesia cukup susah dipenuhi… penjualan harus minimal 2000 unit sebulan alias sama dengan N250Fi !!! (Silahken cek disini) Lah gimana critanya… wong Indonesia saja cuma dijatah 300 unit sebulan alias 1100 unit untuk tahun ini! Alasannya permintaan di Eropa sedang booming. Sekali lagi Indonesia dianggep ecek-ecek !  Ataukah memang SIS sendiri yang ga PD jual motor ini di Indonesia, merasa produk kompetitor terlalu kuat?
Desain segmented, harga mahal (46 jt otr-Jakarta), motor benar-benar baru dan dibuat di China sehingga perlu waktu pembuktian, serta sejarah suzuki yang ga konsisten menjual motor built up (ex:fxr,thunder250) nampaknya jadi sandungan bagi suzuki untuk jadi kompetitor kuat di segmen premium 250cc. Jadi sudah tau kan kemungkinan Suzuki inazuma dirakit atau bahkan di diproduksi di Indonesia?

Mungkin kalau bundafaiz ngicipin dibonceng motor ini, bisa-bisa sibolot suruh nuker inazuma :mrgreen:

Yamaha Mempertimbangkan produksi 250 cc di India, jangan sampai kejadian seperti CBR 250

image

begitu membaca dapurpacu mengenai niatan Yamaha memproduksi motor 250cc jadi terpikir untuk buat artikel. Ada satu paragraf yang bikin SF tergelitik :

“Yamaha mengusulkan untuk meracik sepeda motor baru di India atau di Asia Tenggara dalam rangka menjaga biaya rendah dan kompetitif,” jelas sumber tersebut. Belum ada tanggal peluncuran atau nama model yang akan dihadirkan.

Kenapa berita ini cukup menarik. Pertama soal niatan Yamaha ikut terjun di kancah persaingan 250cc, kedua ada kemungkinan motor tersebut diproduksi di India . nah ini yang perlu dikuatirkan. SF ambil contoh dari kasus CBR saja deh. Motor yang blueprintnya jelas dari Thailand, tinggal contek ternyata apa yang terjadi !? buanyak masalahnya . cek disini :
http://otomercon.wordpress.com/2012/04/02/honda-cbr250r-di-india-memang-banyak-problema/
mulai pernak pernik berkarat (baut,spion, engine cover), motor berisik/kasar, fairing bergetar, shock depan bermasalah, dll nah bagaimana jika Yamaha 250 cc ini mulai dari nol dikembangkan di India. Ingat brand Yamaha ga sekuat Bajaj dan Honda disono. Apalagi alasannya untuk menjaga biaya rendah.  jangan sampai melakukan kesalahan yang dilakukan Honda deh. jika niatan begitu kudu dipastikan kualitas partsnya terjamin. Ga gampang loh… screening third party (vendor parts) kudu diperketat begitupula QC (Quality Control) nya. Memang sih Potential buyernya lebih banyak India dibanding negara lain, tapi apa berani ambil resiko seperti CBR 250.

image

Lebih aman sih pilih opsi kedua yakni diproduksi di Asia Tenggara (Thailand) atau bahkan produksi di Indonesia sekalian biar ga perlu CKD 🙂 (karepku !! :mrgreen: ). Thailand merupakan barometer motor di Asia Tenggara. Banyak motor kelas dunia yang diproduksi disini, mulai CBR150/250, Ninja 250 hingga Moge ER6, tentu sarana serta ketersediaan verdor berkualitas lebih banyak dibanding di India. hayo milih mana diproduksi di India atau Thailand? Harapan masuk di Indonesia bakal makin lama nih. Secara ATPM sudah ga bisa import. Otomatis kudu persiapkan sarana dan prasarana perakitan.

Era Injeksi? Pesimis bakal diterima Pasar

image

Bagi SF, kelemahan motor injeksi adalah butuh perawatan ekstra dan mahal. Untuk motor harian rasanya sangat merepotkan. Belum lagi orang seperti saya paling mualesss kalo harus antri servis dibengkel resmi. Seumur hidup cuma 2 kali tiger 2004 ane servis dibengkel resmi itupun mampir saat melihat BeRes itu sepi. Untuk kondisi normalnya SF servis di bengkel umum yang ada dekat rumah, kalo sudah kenal baik biasanya dapat prioritas lebih atau bisa janjian lebih dulu. Nah kalo pake motor injeksi mau ga mau harus servis di bengkel resmi atau di bengkel ternama. Motor injeksi bakal manja kalo kena bensin premium. Bagi ABG yang suka ngebut dan biasanya kantong cekak ( biasanya pelajar yang uang sakunya mepet 🙂 ) motor injeksi bakal mahal untuk dioprek. Pada motor karbu cukup ganti knalpot dan setting spuyer sudah mantab. Klo injeksi bakal puyeng beli perangkat elektronik penipu ICUnya seperti Piggiback, power commander dll yang tidak bisa dibilang murah. Sebab lain, pengemudi motor di Indonesia masih banyak yang tinggal didaerah yang jauh dari bengkel resmi. Mereka jelas bakal direpotkan saat akan servis motor injeksinya, ga sembarang bengkel bisa menangani motor injeksi. Beda cerita jika untuk motor premium yang wilayah beredarnya sebagian dikota besar, tentu tidak menjadi masalah.
image
Win-win solution-nya pabrikan harus memberi pilihan pada konsumen dengan menjual motor injeksi dan karburator. SF tetap yakin motor karbu bakal lebih laku dari injeksi, lah wong ada contohnya, supra 125 injeksi ga laku di Indonesia. Trus kenapa Vixion kok laris manis ya? Nah itu the power deltabox and superb desain jawabannya :)…