kenapa

All posts tagged kenapa

Kelanjutan artikel kemaren perihal Tips memilih smartwatch ,

Kali ini SF bahas kenapa SF menjatuhkan pilihan ke Xiaomi Huami Amazfit Pace… monggo disimak kali saja kepincut 🙂

amazfit pace upgrade strap stainless

 

Seharusnya dengan budget yang sama , SF akan mendapatkan smartwatch yang jauh lebih canggih dengan sistem operasi Android. tapi sayang merknya ga jelas. 🙂

Untuk memilih smartwatch yang cocok  SF bikin daftar kebutuhan dan prioritas SF akan sebuah smartwatch. Smart watch yang SF butuh kudu memenuhi unsur berikut :

1. Awet baterainya .

ini jam bukan HP… masak jam di cass tiap hari. maunya sih yang awet bisa dipakai semingguan tanpa ngecass, biar ga repot klo mancing lama dilaut . kalau pake OS android apalagi yang stand alone sepertinya bakal boros.

2. Layar always on.

cukup aneh saat melirik jam tapi layarnya mati. meski smartwatch umumnya auto on saat layar jam digerakkan menghadap wajah, tapi tetap saja SF kurang suka punya jam berlayar blank. SF perlu yang setiap saat bisa dilihat, cukup dilirik ga perlu menggerakkan tangan/pencet tiap saat ingin lihat jam. lagi – lagi smartwatch bersistem operasi kudu SF coret dari pilihan. agak lucu juga di lihat orang awam, jam mati kok dipakai 🙂 (padahal mahal loh :mrgreen: )

3. Push message.

SF ga butuh smartwatch stand alone yang pake sim card sendiri agar fiturnya dapat terpakai semua. ribet piara simcard tambahan untuk berinternetan atau berbalas WA di jam. Terbayang begitu imutnya huruf di keyboard touchscreennya. SF lebih butuh push message dengan koneksi bluetooth. fungsi ini penting sekali. SF bisa monitor pesan di HP dengan sekelebat melihat layar jam saat berkendara. ga perlu berhenti merogoh HP untuk melihat pesan WA dari Bunda yang kepengen dibelikan martabak telor pas pulang kerja. push message juga sangat dibutuhkan saat trip mancing. ga lucu pas ribet mancing kudu buka2 HP untuk membaca pesan penting. resiko nyemplung tuh HPnya. lebih aman HP tetap di tas.

4. Tahan air

maklum sering buat mancing, naik motor hujan-hujan dll. minimal bersertifikasi IP67

5. bahan tali everlasting dan ga bikin alergi

jam SF semuanya ber strap/tali jam bahan stainless. SF coba bahan karet atau kulit sering bikin pergelangan tangan gatal. juga meninggalkan bekas dipergelangan tangan. paling ga jam nantinya akan mudah diganti-ganti talinya.

beberapa merk ternama terpaksa SF hapus karena borosnya dan layar mati (juga harganya yang jauh melebihi HP SF :mrgreen: ) . sempat terpikir model monochrome tapi sayang notifikasinya cuma ada pesan / telpon masuk tapi tidak bisa melihat isi pesan

awalnya pilihan jatuh ke amazfit BIP … baterai gokil, klaimnya sampai 45 hari sekali charge . jam ini dipakai juga oleh Bunda Faiz dan emang gokil… 2 minggu pake baterai masih 70% dengan kondisi siang konek HP malam ga dikoneksi namun posisi jam selalu nyala.

cukup disayangkan. bentuk amazfit BIP kotak dan terlalu imut untuk pergelangan “babon” SF. cancel dah… Bunda juga ga mau dikembarin.

akhirnya SF pilih saudaranya yakni Xiaomi Amazfit Pace. why???? these are the reasons : Continue Reading

Kebetulan saat itu SF jadi tandem seorang rekan kerja mengunjungi kliennya.
Awalnya SF sih cuma duduk manis karena merasa bukan domain SF… saat klien menjelaskan core businessnya baru deh SF ikutan nimbrung.
Informasi yang SF dapat yakni perusahaan ini mendapat order dari industri motor berupa pipa knalpot. Disini SF mulai usil ikutan nanya (padahal bukan klien SF) “pipa knalpot bagian mana ya? Header hingga sambungan menuju muffler?”
Ternyata tidak…  cuma pipa lurus saja, yang menghubungkan leher/header ke muffler…. untuk header ada suplier yang lain , begitu pula untuk muffler… parts-parts tersebut  dikirim ke perusahaan lain di las lantas difinishing….
Tiap perusahaan pasti ambil margin, belum lagi ongkos transport…. bayangkan ini cuma bikin knalpot saja butuh beberapa perusahaan….

image

Continue Reading

Survey yang dilakukan IWB (klik disini ) cukup mengejutkan… SF mengira R15 bakal digdaya dengan alasan yamaha baru pertama kali ini mengeluarkan sport fairing.. tentu antusiasme biker lebih besar dibanding produk fairing honda yang sudah lama mengaspal di Indonesia melalui CBR series…

image

Continue Reading

image

Kalau di Indonesia Duke 200 menjadi $duka$  bagi penggemar motor dual purpose pasalnya harganya nggilani mendekati motor 2 silinder! Otomaris penjualannya ga seberapa gemilang 🙂
Sang kakak… Duke 690 mengalami problem hampir sama… kalah pamor dengan pesaingnya yang  dengan CC setara rata-rata menggunakan mesin multi silinder…
Karena itu pabrikan asal Austria ini akan mengakhiri karir Duke 690 dan berencana menggantikan dengan Duke 790 yang berbasis mesin 2 silinder..

Continue Reading

Pada mulanya SF mengira motor janis naked pada platform yang sama akan bernasib tak kalah bagusnya dengan versi fairingnya. Maklum bagi SF sendiri keunggulan motor naked lebih banyak dibanding motor berfairing.
Perawatan mudah, ga dan ga takut baret sana-sini karena kebrutalan lalu lintas dan tempat parkir, serta riding position lebih nyaman. Namun kenyataannya motor fairing penjualannya jauh mengungguli nakednya…

image

Continue Reading

image

Source : http://1.bp.blogspot.com

Setelah membahas soal alasan rekan SF memilih mobilio, pada diskusi yang terjadi beberapa hari lalu ikut nimbrung juga rekan SF … sebut saja Budi yang ternyata pemilik chevrolet Spin LTZ 1500cc. Ada kesamaan juga dengan bro Joni… sebelumnya Budi adalah pengguna Avanza (sering pinjem punya kakaknya).

image

Setelah browsing di internet serta bergabung pada forum chevrolet. Budi memutuskan untuk meminang Chevi Spin. Berikut alasannya…

Continue Reading

image

Setelah mencoba mobilio milik kakaknya, rekan kerja SF sebut saja Joni mengaku berniat meminang mobilio menggantikan xenia miliknya. Karena ingin tahu, dalam diskusi yang cukup panjang  SF berhasil mengorek  alasan bung Joni memilih mobilio. Monggo disimak : Continue Reading

image

Langsung pake simulasi saja ya… ninja SF keluaran 2009 KM masih 5000an kondisi velg dan ban sudah lebar, knalpot sudah aftermarket, jika dijual dihargai 38jt . Kalau mau cepet laku karena saking kesemsemnya sama R25 bisa dijual 35jt. Jadi perlu nambah 18jt untuk meminang R25. Coba bayang kan apa yang bisa dapat dengan perbedaan tersebut… Continue Reading

Kelas 50 juta keatas merupakan kelas premium sport di Indonesia. Buyernya ga harus loyalis setia… mereka melihat produk secara objektif. Barang bagus bakal laku… itu kuncinya. So bagaimana dengan R25 yang dibanderol 53jt?

image

Ada 2 hal yang saling mengkompensasi…
Pertama, R25 diproduksi di Indonesia. Secara cost seharusnya bisa ditekan. Apalagi jika R25 ini ditujukan untuk pasar global. Cost untuk mass product harusnya bisa ditekan lagi.
Kedua, melihat spesifikasi tehnisnya R25 mempunyai daya maksimum : 26,5 KW(36 PS) @ 12.000 rpm dan
Torsi maksimum : 22,6N.m @ 10.000 rpm. Secara teori power segini untuk motor 250cc membutuhkan material yang bagus.
Sekedar contoh misalnya Ninja 250 mempunyai red line 13rb. Saat limiter dibobol (melalui penggantian ECU  atau TCI racing) sehingga rpm bisa nembus 15rb klep jadi cepat tipis. Ini jadi kendala juga di kejurnas yang melarang penggantian klep ninja 250. Mestinya R25 yang redlinenya serta tenaganya dipatok lebih tinggi materialnya wajib lebih super.

Mungkin 2 hal diatas menjelaskan kenapa harga R25 lokal setara dengan ninja 250 impor. Sekarang tinggal nunggu pembuktian seiring waktu. benarkah material R25 memang berkualitas tinggi…?, kalau terbukti beberapa waktu setelah distribusi R25 bebas masalah maka SF yakin R25 bakal menyingkirkan Ninja 250 dari tahta sport premium 250cc.

Satu hal lagi yang kudu diantisipasi yamaha… bakal banyak BC yang menyerang R25. Kalau bisa segera bikin ajang pembuktian…. misal race 24 jam nonstop R25 :mrgreen: , turing Sumatra – bali , menggandeng media untuk komparasi produk dengan kompetitor lain, dsb.

Berikut spesifikasi R25 :
Tipe mesin : 4 Langkah, 8 valve DOHC Berpendingin Cairan
Jumlah Silinder/posisi : Dua/Tegak
Diameter X langkah : 60,0 X 44,1 mm
Perbandingan Kompresi : 11,6 : 1
Sistem bahan bakar : Fuel Injection
Sistem pengapian : TCI (Transistorized Control Ignition)
Tipe Busi : CR9E
Tipe Battery : GTZ8V (MF Battery 7.4 Ah)
Sistem Starter : Electric Starter
Sistem Pelumasan : Basah
Kapasitas Oli mesin : Total = 2,40 L ; Berkala = 1,80 L ; Ganti filter oli = 2,10 L
Panjang x Lebar x Tinggi : 2.090 mm X 720 mm X 1.135 mm
Tinggi tempat duduk : 780 mm
Ground clearance : 160 mm
Wheel base : 1380 mm
Caster angle : 25 derajat
Trail : 95 mm
Daya maksimum : 26,5 KW(36 PS) @ 12.000 rpm
Torsi maksimum : 22,6N.m @ 10.000 rpm
Berat Isi : 166 kg
Kapasitas Tangki : 14,3 L (Res : 3 L)
Tipe Rangka : Diamond
Tipe Transmisi : Manual, 6-percepatan
Tipe Kopling : Basah, Kopling manual , Multiplat
Ban Depan & Belakang : Tubeless 110/70-17M/C(54S) & 140/70 – 17M/C(66S)
Rem Depan & Belakang : Cakram Floating Ø 298mm, Piston Ganda & Cakram Ø 220mm Piston Tunggal
Suspensi Depan : Telescopic Fork (diameter 41 mm)
Suspensi Belakang : Monocross Suspension
Lampu depan : DC Halogen 12V,55W (H7)
Lampu belakang : LED

Kisah nyata tapi terpaksa saya samarkan karena bisa jadi perang dunia kedua he3…
Alkisah orang tua si suami adalah pengguna setia toyota… untuk mpv jelasnya si ortu ini merekomendasikan avanza untuk mobil anaknya… alasan si ortu ini bukannya tanpa alasan. Aftersales paling baik adalah brand toyota, harga jual paling bagus juga brand toyota ..,, jadinya saat ingin ganti mobil nambahnya ga banyak. Untuk tanjakan kekuatan avanza ga perlu diragukan. Mobil toyota terkenal bandel dan minim perawatan. Continue Reading