Bahayanya mobil mungil untuk jalur lintas kota

Just sharing secuil pengalaman saat balik dari Surabaya menuju Bekasi seminggu lalu. Karena SF mengantisipasi jika arus balik kali ini akan lebih melelahkan dibanding berangkat kmaren, sejak keberangkatan SF sedikit melaju agak nyantai. Di kawasan Tuban yang jalurnya terdiri dari 1 jalur utama dan 1 jalur motor, SF terhalang oleh 2 buah truk yang beriringan terlalu pelan… Sabar sih sabar tapi ya gregeten kalau gini. Karena itu SF putuskan untuk menyalip truk tersebut satu persatu…. Lalu lintas dari arah berlawanan cukup padat, karena itu SF agak lama di belakang truk tersebut… Begitu ada moment SF segera menyalip truk, meski di arah berlawanan nampak innova agak kencang tapi masih lumayan jaraknya… (Pas lah batin SF) … Pas sejajar dengan truk… Baru ketahuan ternyata didepan truk (diantara 2 truk )tersebut ada mobil mungil ga jelas apa merknya(lebih kecil dari agya/ayla, mungkin ceria/visto). SF sambil mengurangi kecepatan , mencoba masuk disamping mobil mungil tersebut. Untung innovanya agak ngalah dan ambil jalur motor…. Dan mobil mungil tersebut agak minggir. 

Hanya Ilustrasi

Slamet…slamettt……. 

Mobil mungil sebenarnya kurang afdol untuk perjalanan jalur propinsi. Bodi ringan mudah terhempas jalanan bergelombang/rusak serta hempasan angin dari kendaraan besar. Karena itu ngeri untuk melaju kencang… Masalah yang lain, mobil demikian ini lebih tidak terpantau pengendara lain… Apalagi pada jalur kendaraan besar…. 

Miris juga ternyata banyak orang ga paham pajak…

Kalau SF dari kuliah (jurusan akuntansi) sebenarnya masalah pajak dah pernah diajari… minimal pernah dengar lah (maklum SF tukang tidur dikampus dulu)  🙂 apalagi sekarang ….SF banyak berkutik dibidang finansial dan termasuk juga pajak.
SF merasa bersalah jika membiarkan kesalahpahaman ini berlarut larut… 🙂 …. apalagi banyak rekan penulis yang juga tidak tau…
Pajak secara garis besar di administrasikan oleh 2 lembaga…
1. Pajak Pusat. Pajak ini dikelola Kementerian keuangan. Contohnya : pajak penghasilan (pph21/karyawan, PPh 25/29 (masa/tahunan), PPh 23 (jasa), PPh 4(2) 1%, PPN, PPnBM. Kantor administrasinya bernama KPP Pratama (Kantor Pelayanan Pajak)
2. Pajak daerah. Ini dikelola dan diperuntukkan masing-masing Pemda. Contohnya : PBB, Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Restoran, Pajak Hiburan,dll. Kantor administrasinya bernama Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda)

Ada beberapa kesalahpahaman akut yang terjadi dimasyarakat.
1. Semua pajak di anggap diadministrasikan oleh Kementerian Keuangan. Buanyak loh yang berpikiran seperti ini… sampai penetapan target rasio pajak saja konon juga ga melihat fakta diatas…. diantem semua seolah jadi tanggung jawab kementerian keuangan.
2. Bayar pajak di kantor pajak…? di Kantor pelayanan pajak (KPP) pembayaran pajak harus lewat bank/kantor pos dengan SSP (Surat Setoran Pajak). Di KPP cuma laporan saja. Kalau ada petugas nakal minta duit sikat langsung laporkan ke 1500200, kata kenalan SF seorang pegawai pajak , hal ini pasti ditindak tegas, kalau ga dipecat ya di lempar kepelosok.
Sedikit beda kalau di Pemda yang bisa terima cash untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Jadi jangan sampai salah komen kalau ada artikel soal pajak…
Pas ngomongin gayus ada yang komen ngeluh soal PBB yang makin naik…
Pas ngomongin pegawai pajak pemda (anak buah Ahok) yang lagi rame ketangkep komen masalah susahnya isi SPT tahunan….

NB: SF sering berhubungan dengan pegawai pajak di KPP terkait kerjaan, kebetulan ybs pernah kuliah di Jepang… satu ceritanya yang menyentuh patriotisme SF : Orang Jepang sangat bangga bayar pajak besar buat negara, beda dengan negara kita….
dalam benak SF jelas disini banyak yang ga rela yang bayar pajak, jika pos pengeluarannya banyak kebocoran dan pemborosannya…  contoh uang makan sehari yang besarnya ga karuan….
Beruntung SF cuma pegawai, sudah dipotong pajak oleh pemberi kerja… jadi cuma tinggal lapor saja

Semoga dapat pencerahan…

Loh kok Pajak Kendaraan Bermotor Nol?!

Seorang rekan kerja kebingungan saat akan membayar Pajak Tahunan motor mionya, lantas bertanya pada SF… Tanpa melihat STNKnya SF langsung menyahut “lihat saja kolom PKB”…
Ga ada tuh… Kata rekan SF ini… Sambil menyodorkan STNK mionya…
image

Eh..nya Nollll….
Saat mengedit STNK untuk keperluan artikel,tak sengaja SF melihat tulisan di kanan atas yang tidak biasa…  “STNK RUSAK/HILANG”
sepertinya yang dibawa teman SF adalah  STNK dan struk Pajak Pengganti…
Saat SF konfirm ulang ke rekan SF ternyata bener… STNK asli dulu pernah hilang.

Mayoritas rekan sekantor ga masuk karena banjir, rekan satu ini masuk kerja tanpa halangan

Udah 3 hari ini absen ngeblog nih… ada nikahan adik di Surabaya sehingga sibuk bingit.
Begitu mau masuk kerja hari ini eh kantor didaerah plumpang dikepung banjir parah sehingga diliburkan. Ada kejadian yang menarik hari ini…

image

Continue reading “Mayoritas rekan sekantor ga masuk karena banjir, rekan satu ini masuk kerja tanpa halangan”

Plat Nomot Tempel, motor Polisi saja Pake….

Menarik sekali artikel vansmotoblog yang membahas motor polisi yang memakai plat nomor kendaraan dengan model stiker (bukan plat nomor lagi donk namanya 🙂 )
Bisakah biker umum ikut memakainya… polisi saja mencontohkannya kenapa kita tidak?
Bisakah gambar berikut buat ngeles jika kita ditangkap polisi karena memakai tanda nomor kendaraan berupa stiker…. kalau kita tetap ditilang karena dianggap menyalahi aturan, berarti moge pak Polisi itu juga juga menyalahi aturan apapun pembelaannya…

image

Continue reading “Plat Nomot Tempel, motor Polisi saja Pake….”

Takut jadi korban kerusuhan BMW ini pasang stiker

image

Ada saja kreatifitas pemilik mobil ini untuk menghindari amukan suporter bola di bandung saat para suporter Persib euforia merayakan keberhasilan timnya menjadi juara liga 2014 Continue reading “Takut jadi korban kerusuhan BMW ini pasang stiker”

Kendaraan Plat B dilarang ke Bandung dan Bogor pas weekend, yang rugi situ sendiri!

image

Memang aturan masih belum ada… tapi wacana telah dikemukakan petinggi Bandung dan Bogor (tapi belakangan ini malah dibantah) wacana itulah yang bikin banyak warga terhenyak …
Kebetulan dalam seminggu kemaren SF mengunjungi daerah lembang, ciater dan kota bandung… di tempat wisata tersebut mayoritas mobil berplat B… begitu juga di hotel tempat SF menginap di Lembang-Bandung… mayoritas mobil tamu yang bermalam ber plat B… jelas lah ngapain orang bandung nginep di hotel Bandung kalau ga kepepet he3…. saya yakin sama juga di daerah Puncak 🙂

Continue reading “Kendaraan Plat B dilarang ke Bandung dan Bogor pas weekend, yang rugi situ sendiri!”

Meski biaya naik motor lebih mahal dibanding mobil, tetep milih motor!


iseng-iseng ngitung biaya harian jika PP ke tempat kerja riding si Bolot : PP Plumpang, Semper- Harapan Indah = 44 KM

kosumsi BB Ninja 250+ knalpot racing+ jetting = 1:22 km

2liter pertamax x 9900= Rp. 19.800 / hari
Continue reading “Meski biaya naik motor lebih mahal dibanding mobil, tetep milih motor!”