keong

All posts tagged keong

Pada artikel sebelumnya telah SF bahas crabitat (ekosistem buatan untuk kelomang/ keong) yang dilengkapi dengan alat pembuat kabut  (baca disini ) . Alat tersebut memerlukan genangan air agar dapat berfungsi… karena itu SF sengaja sekat dasar aquarium, untuk tujuan membuat kabut sekalian tempat minum kelomang….
Kebetulan di aquascape SF, ada lobster (hasil keisengan karena bosen dengan aquascape) yang tumbuh cukup besar yang akhirnya malah makan daun tanaman air. Lobster ini akhirnya SF cemplungin di kolam crabitat… bukan tanpa alasan… SF pernah melihat penjual lobster menjual lobster dalam genangan air sedalam tubuh lobster… dan mereka survive!

image

Continue Reading

Niatnya di pantai anyer memang mengisi liburan sebelum puasa…  Tapi tak ada salahnya melengkapi koleksi kelomang darat/umang-umang alias keong… 
Nemunya bukan kelomang darat malah kelomang laut…  Yang jelas modiar kalau dipaksa dipiara.  Menurut penjaga hotel yang SF inapi kelomang darat sudah susah ditemui karena habis diburu penjual kelomang.

image

Continue Reading

image

Artikel ini kelanjutan artikel sebelumnya (klik disini)  Namanya saja newbie jadi masih ada kesalahan saat pelihara kelomang. SF sendiri membuat crabitat dari sisa aquascape yang telah bubrah…
Berikut persiapan membuat crabitat (habitat buatan untuk hermit crab)  :
1.Pasir yang berfungsi bagi kelomang untuk menguburkan diri (karena stress, ingin ketenangan,  berlindung dari kelomang lain,  atau saat molting).  Fungsi lain adalah untuk mempertahankan kelembaban.  Berdasarkan literatur kelomang tidak boleh dehidrasi,  tempat hidup wajib lembab… Sesuai dengan habitatnya di pantai.  SF sendiri pakai pasir silica.
2.Tempat minum air tawar (hindari yang mengandung kaporit)  SF sendiri pakai air isi ulang. Sediakan juga wadah air laut (klo ga ada air campur garam ikan/garam non yodium) ini konon untuk membersihkan bakteri yang menempel.  Kelomang strawberry suka banget berendam air asin ini.
3.Ornamen untuk tempat sembunyi dan bermain.
4. Wadah makan.  Agar makanan ga mengotori crabitat.  Untuk makanan sendiri cukup gampang…  Apapun dimakan oleh kelomang.  Kelomang SF kebetulan suka banget roti tawar.  Pelet udang dan potongan pepaya baru disentuh saat roti abis.  Hasil baca 2 mereka menyukai kelapa, semangka,  wortel,  dll.

image

Continue Reading

Pas jalan ke sentra ikan hias sumenep liat hewan yang satu ini… Mainan jaman SD dulu… biasa diadu buat balapan di lantai atau tanah yang sengaja digali. image Nyampai rumah langsung googling keong (sebutan saat di Surabaya)  yang ternyata nama Indonesianya kelomang dan bahasa Inggrisnya Hermit crab…. Makin keracunan deh pengen miara ini lagi… Gimana tidak banyak penampakan crabitat (rumah tinggal keong)  yang aneh2 bikin SF tertantang.

image Continue Reading

image

Aquascape bukan saja menawarkan keindahan tapi banyak juga kendala yang muncul, misalnya : flora/fauna mati, alga menggila, keong hama dll. Sekalian jadi catatan harian, akan saya jabarkan beberapa hal yang kadang bikin aquascaper pemula jengah.
1. Ikan/udang mati. penyebabnya ada berbagai hal : parameter air ga cocok, dimakan predator, jamur dll. Parameter air ga cocok biasanya karena ga pernah diganti air. solusinya di WC (water change) sebanyak 1/3 bagian seminggu sekali, hal ini sedikit menetralkan kadar nitrat dan memperbaiki PH, Solusi lainnya dengan memperbaiki/membersihkan filtrasi. Kapas atau karbon aktif perlu diganti berkala. Kalau perlu diberi biobal sebagai tempat bakteri baik berkembang. Pernah kejadian  udang tiba-tiba banyak yang mati gara2 keburu dimasukkan saat aquascape baru disusun :mrgreen: ternyata  harusnya nunggu 2-3 hari  sampai parameter air stabil. Masalah predator juga pernah sF alami… udang hias amblas gara-gara aquascape diisi discus 🙂  ha3… nah kalau mau mencampur fauna satu dengan lainnya ini harus sering2 googling.  Klo udang sih mending jangan dicampur sama ikan apapun. Ikan jinak pun pasti bakal tergiur dengan anakan udang yang berukuran beberapa mili. Selain itu keberadan ikan bikin udang sembunyi terus.  Eh ya hewan air juga bisa terkena penyakit/ jamur, solusinya ikan yang sakit kudu di isolasi dan diberi perawatan / pengobatan.
2. Tumbuhan mati . Penyebabnya juga macem2 antara lain : kekurangan/ kelebihan cahaya, kurang asupan co2 atau nutrisi, digerogoti fauna pemakan tumbuhan, dll. Pemilihan tumbuhan juga berperan penting dalam pembuatan aquascape terutama yang main di low light (0.5 watt/ liter air) tanaman berwarna merah dan ungu dijamin bakal susah hidup (melting), jadi pilihannya terbatas pada tanaman tententu saja.  Co2,cahaya serta nutrisi yang cukup sangat diperlukan dalam mempercepat pertumbungan tanaman. Saat membeli tanaman pastikan juga sudah berakar dan sudah daun air penuh (ada beberapa tanaman yang asalnya dari darat dan diadaptasikan agar dapat hidup dalam air) . Kemaren sempet beli taneman lupa ga dicek, setelah nyampe rumah baru ketahuan taneman hanya berupa pucuk tanaman tanpa akar :mrgreen: untung karena CO2 dan cahaya yang cukup akarnya sekarang sudah keluar 🙂 .
image

3. Serangan hama bikin tanaman mati dan merusak pemandangan. Terutama keong/siput air!  Ada 2 jenis yang hinggap di aquascape SF horn snail dan Malaysian Snail. Kedua siput ini ini bersifat hermaprodit alias berkelamin ganda. Jika ada satu saja di aquascape (ga sengaja terbawa saat beli tanaman) bisa beranak pinak ratusan ekor. Nah di aquascape discuss milik SF populasi keong ini menggila. Beberapa tanaman jadi korban pembusukan akar. Kadang juga keong ini nempel dikaca hingga merusak pemandangan. Setelah ubek-ubek di forum aquascape akhirnya nemu solusinya yakni : Keong pembunuh 🙂  alias assasin snail !( pesennya di 087886608599 atau intip disini ) keong ini memangsa keong lain yang berukuran sama atau lebih kecil (semoga saja ga menjahili keong turbo dan tandukku)
image

4. Satu lagi yang paling menjengkelkan…. populasi alga yang booming.! penyebannya adalah parameter air ga pas (kebanyakan nitrat kliatannya dari kotoran discuss gedhe2 dan jarang di WC), dan suhu aquascape terlalu panas. Di aquascape discuss milik SF banyak ditemui alga pengganggu berupa lumut ijo nempel dikaca dan ujung daun ,serta alga berambut  yang nempel erat di moss. Teorinya mengatasinya sih dengan keong turbo/tanduk, udang amano, CaE/SAE(alga eater) hingga otocinclus. Sementara ini baru SF kasih 5 keong turbo dan 20 tanduk tapi alga tetap menyerang, udang amano jelas ga berani ane masukkan aquascape (bisa jadi camilan discuss entar), CAE/SAE sering ngusilin Discuss jadi ane hibahkan tetangga, ottocincluss sang pembersih alga paling wahid stoknya kosong berbulan-bulan 🙁  . Jadi kepikiran melenyapkan discuss yapi kok sayang yahh …

image

Itulah beberapa kendala dalam aquascape yang SF alami, tapi karena itupula ane tertantang bikin aquascape lagi. So far sih kendala diatas dapat diatasi dengan baik  pada aquarium baru 🙂 .  Bagi aquascaper kelas wahid biasanya punya alat pengukur untuk mengetahui parameter air yang pas buat flora dan faunanya biasanya termometer, Pengukur kadar CO2, Nitrat dan PH… klo SF sih cukup maen feeling aja. Asal tanaman tumbuh dan hewan sehat berarti dianggap pas saja lah 🙂 . Segala sesuatu kalau diniati dan diseriusi bisa berhasil kok 🙂

Waktu berangkat turing honeymon bareng nyonya beberapa tahun lalu, ada beberapa kejadian yang bikin was-was karena bel tiger standar ane yang kurang kenceng bunyinya. Pertama, saat tiba- tiba ada motor yang keluar dari arah persawahan, saat ane bunyikan klakson kirain dia denger dan beri kami jalan eh nyatanya malah slonong boiii…. Sedangkan yang kedua kami dipepet bus yang ga mengetahui keberadaan kami.  Sebenernya dari jauh sudah terlihat ada bus berhenti dibahu jalan, ane pun segera kasih sein mendahului dan bunyikan klakson. Eh lah kok saat udah masuk di samping belakang bus itu tiba bus itu berjalan dan masuk ke jalan raya. Langsung deh ane ngalah daripada kena sikat kendaraan dari depan. Geram juga nih… akhirnya saat udah nyampe Jogja ane segera pasang bel angin stebel (abal-abal) yang harganya 75rban.

Ternyata gara-gara klakson ini perjalanan balik lebih nyaman, kendaraan sekitar pun jadi lebih aware keberadaan kami. Klakson kenceng emang sangat berguna untuk turing maupun sehari-hari namun pemakaian hendaknya seperlunya.