kepuasan

All posts tagged kepuasan

Survey dilakukan terhadap 3000an responden yang tersebar diberbagai propinsi di Indonesia dengan jumlah pertanyaan 109 item. Survey ini digagas oleh otomotifnet (Otomotif Group, Kompas Gramedia). Survey dilakukan atas indeks kepuasan berkendara dan indeks tingkat emosi berkendara
Berikut ini daftar pemuncak di setiap kategori seperti yang dilansir metrotvnews
City hatchback: Honda Brio (53,26%)
Double cabin: Nissan Navara (49,93%)
Full cedan: Toyota Camry (54,97%)
High SUV bensin: Nissan X-Trail (56,86%)
LCGC: Toyota Agya (59,81%)
Low MPV: Suzuki Ertiga (70,89%)
Mid sedan: Honda Civic (50,15%)
Mid SUV bensin: Hyundai Tucson (55,14%)
Mid SUV diesel: Mitsubishi Pajero Sport (67,54%)
Mid hatchback 1500cc: Honda Jazz (62,82%)
Mid MPV: Toyota Kijang Innova (67,05%)
Small hatchback: Kia Rio (54,85%)
Small sedan: Toyota Vios (53.55%)
Small SUV: Daihatsu Terios (53,61%)
Small van: Daihatsu Luxio (57,21%)
Sport: Honda CR-Z (69,16%)
Untuk kategori merk, Nissan jadi jawara diikuti tipis oleh Suzuki yang mengejutkan lebih membahagiakan dibanding merk lain

image

Continue Reading

image

Maksudnya gini… modif mempercantik motor siapa sih yang menikmati? Saat dikendarai, rider bakal ga menyaksikan keindahan decal motornya, kegarangan modif bodypart motornya, ataupun berkilaunya assesori yang dipasang dimotornya. Tapi kenapa pernak-pernik assesori laku dijual, padahal banyak diantaranya yang ga ada fungsinya? Lah SF saja pake kok :mrgreen: . Contohnya : windshield cembung, split eye cover, striping… SF rasa itu semua ga guna tapi tetep saja dipasang 🙂 . Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah pengakuan dan kebanggaan. Bukannya nyombong tapi sebagai rider pasti ada kebanggaan jika motornya dikagumi pengendara lain atau diakui eksistensinya oleh rekan sekomunitas  🙂 . Apa itu yang mendasari SF seneng modifikasi ? Ndak sepenuhnya meski ada benernya 🙂 
image

Tentu kepuasan pribadi lebih diprioritaskan. SF menempatkan ketiga motor di ruang tamu dengan urutan sama tiap harinya. Ninja ada dibagian paling pinggir. Alasannya paling terekspose. Saat pulang kerja tatapan mata motor ini seakan menyambut, tiap keluar dari kamar pandangan mata juga langsung tertuju pada motor ini. Nah kalau tiap hari melihat penampakan motor yang sama tentunya bosen juga. Makanya SF pasang assesori yang ga guna biar lebih enak dipandang. Kalau bosen ya dicopot lagi nantinya 🙂 . Toh dengan memperindah motor juga beramal buat pengendara motor lain 😆 .

Masalah motor jarang dicuci jangan bahas disini… maklum sok sibuk :mrgreen:

image

Ga bisa dipungkiri beberapa orang beli motor karena gengsi. Sayang banget duit jutaan rupiah dibuang-buang buat gengsi doank. Tapi itulah Indonesia gengsi dan kebanggaan mahal harganya!.
Balik ke fakta… tahun 2005 saat SF kerja di swasta dengan gaji cuma 1250.000  maksa nyicil Rp 900rb buat honda tiger (bekas)  yang saat itu merupakan motor sport kelas premium, sampai dibelain bawa sarapan dan sering ga makan siang. Eh saat kondisi ekonomi membaik malah beli Ninja 250 yang juga kelas premium. Apa karena gengsi??!? Modyarr…. malu ane sama pengendara mobil yang paling murah minimal seharga 2 X lipat Ninja ane! Motor yang kepanasan dan kehujanan  kok disombongin. 🙂  yang lebih malu-maluin lagi, ada yang merasa gengsinya naik pake motor hasil merengek dibelikan ortunya. Lebih membanggakan orang yang bisa beli motor dari keringat sendiri apapun motornya. SF beli tiger dan N250 intinya karena kepuasan dan obsesi sedari kecil! Terlebih bagi pemilik tubuh tambun seperti SF ini, kenyamanan susah didapat pada motor kecil (tapi kepengen juga sih sama supra helm in atau spacy yang katanya nyaman karena joknya lebar). Tapi itu pas buat kerja.
Pengen tau motor yang SF pake kelayapan sehari-hari bareng anak istri??? Sebuah suzuki spin bekas tahun 2007, harganya cuma 5jtan Sekarang kalo dijual dibawah 4 jt kali. Ndak ngurus atau minder sama pengendara motor lain… malah banyak untungnya, beli jajanan, sayuran, duren atau mainan buat si Faiz jadi ga seberapa mahal. Beda saat pake Ninja 250, beli apa-apa jadi dimahalin sama penjualnya. :mrgreen:
Beli motor karena gengsi???? Pikir ulang bro, dilangit masih ada langit. ga ada puasnya kalau diturutin terus 😆 
Selain gengsi memilih tunggangan terjadi juga di dunia modifikasi, misal pasang box jutaan rupiah dengan kapasitas terbesar, tapi jarang banget  dipakai, pasang pernak-pernik impor untuk dongkrak tampilan dll.

Tapi ada satu lagi yang lebih bahaya dibanding gengsi, yakni Obsesi!!!! Dari kecil pengennya punya moge, SMA kumat lagi obsesinya gara-gara nyobain Honda shadow 750 milik temen, saat mulai kerja diracuni lagi sama mantan bos sama koleksi Mogenya (yang sempet SF jajal CBR fireblade dan, suzuki intruder) pokoknya doktrin tiada tara dahhh.., 🙂  . Obsesi itu salah satu yang bikin SF meminang si bolot. Ehh… sekarang ER-6 masuk dengan harga menggiurkan bikin ngiler juga….apalagi kalau cicilan sibolot lunas, kenapa ER 6 ga muncul dari dulu yah :mrgreen: .Tapi untung diingetkan dengan keberadaan adiknya si faiz yang sudah menginjak 6 bulan dalam kandungan. 🙂  Kebutuhan dan keluarga jadi yang utama! Suami dengan 2 istri 1 anak,….. eh kebalik 1 istri 2 anak 🙂  mending beli boil dulu ketimbang nambah motor lagi, masalah obsesi belakangan!
image