kesan

All posts tagged kesan

Bang Broer , disebelah kiri Admin
Seorang kenalan mancing SF yang dalam kesehariannya pengguna scoopy mengungkapkan kesannya setelah menempuh perjalanan 139,4km baik sebagai boncenger maupun sebagai rider. Sebut saja sobat SF ini Broer, pemilik sebuah warung nasi bebek yang rasanya top markotob (cieee nunut promo nih :p ) dilingkungan kerja SF di kalibata.

Bang Broer : dibonceng malah lebih pegel

Sebagai boncenger kesan bang broer cukup jelas….kurang nyaman! jok terasa tipis dan keras, posisi boncenger juga kurang rilex. 

Sebagai rider , pengguna scoopy ini cukup kaget dan sangat terkesan dengan Nmax. Awalnya doi sempat berfikir motor bakal terasa gambot/berat. Saat mencobanya sendiri, kesan gambot dan berat langsung sirna… setang lebar bikin handling motor terasa enteng meski membonceng SF yang bobotnya selisih puluhan kilo lebih berat :mrgreen: biasanya motor akan njomplang dan gedhek jika boncenger jauh lebih berat… ini tidak terjadi pada Nmax. 

Performa Nmax tak kalah bikin Bang Broer terkagum… akselerasi seakan tanpa jeda mengail tenaga… meski bawa beban berat motor masih responsif  untuk menyalip kendaraan lain. Pengereman jauh lebih pakem dibanding beberapa motor skutik yang pernah dicobanya. Di suatu tikungan Bang Broer mencoba untuk manuver mereng mereng…. jiahhh kalau pas pake scoopy jelas saya ga brani gini katanya. 

SF yang diboncengnya , beberapa kali dibuat ketar ketir karena Bang Broer nekat manuver nyalip paksa dan beberapa kali ngerem mendadak. Disini Bang Broer sempat menyatakan ketertarikannya menukar scoopy dengan Nmax…. 

Beberapa KM sebelum sampai kediaman SF, kami melewati jalanan macet… nah disini SF merasa Bang Broer yang tinggi badannya sekitar 160cman agak kewalahan menjaga keseimbangan Nmax. Kedua kakinya nampak diturunkan saat merambat pelan. Posisi duduknya terasa agak maju. Baru dia nyeletuk… ternyata kalau buat macet repot ya ….” kalau macet gini enakan scoopy saya” katanya 😆  ” buat harian repot sepertinya ya?” Tanya bang broer ke SF…. 

“Kalau sudah biasa ya enak enak saja… cuma memang ga lincah dikemacetan ” jawab SF

Sesampai kediaman SF, Bang Broer kembali bertanya “berapa harga Nmax sekarang? ” karena SF dah ga mengikuti perkembangan harga motor, SF jawab sekenanya kalau harganya hampir sama dengan vixion atau CB150. “Mending Nmax kemana mana donk”

Yang namanya naik sepeda kayuh, dari SD hingga SMA kelas 1 sudah dilakoni ribuan KM :), nyetir motor dari SMA hingga sekarang, dan mobil dari kuliah.
Pengalaman naik ketiga moda transportasi tersebut ternyata bikin SF memahami karakter masing masing. Sehingga lebih toleran terhadap masing-masing.
Saat naik motor kemudian ketemu orang naik sepeda mau motong jalan otomatis SF langsung ngalah , bahkan membantu ngasih isyarat agar motor dibelakang SF agar ga nyalip. Karena dulu SF tiap hari naik sepeda lewat jalan-jalan padat diperkotaan. Sangat paham jika kesulitan dan saat yang berbahaya bersepeda adalah ketika harus motong jalan besar. Sepeda ga ada spionnya, sein dan ga bisa akselerasi kencang.

image

Continue Reading

Nmax standar ting ting pernah dijajal oleh famili SF di sekitaran harapan indah (baca disini ) kesan awal yang langsung tertangkap yakni Ringan,  powerfull dan keras suspensinya…!
Nah kemaren seorang rekan SF pengguna Tiger lawas, terpesona dengan Nmax setelah SF bonceng cari makan siang, akhirnya menjajal riding Nmax yang telah berganti per empuk milik shogun 125….. rutenya cukup diarea kantor dengan kontur jalan berpaving.

image

Continue Reading

image

Sewaktu Per shogun dan Nmax SF bandingkan dengan cara menekan per dengan telapak tangan, terasa sekali per shogun lebih empuk. Namun bagaimana kesannya saat terpasang pada Nmax? Continue Reading

Awal memakai Nmax untuk motor harian menggantikan peran Tiger yang sudah uzur, ternyata perlu juga penyesuaian. bobotnya yang melebihi tiger serta posisi kaki yang ngangkang bikin agak merepotkan untuk merambat diperkotaan. padahal SF sendiri tingginya 173CM. Menurunkan satu kaki untuk menahan motor sambil merayap ternyata agak susah karena motor limbung kanan kiri. hal itu karena terlalu lebarnya bodi Nmax… jangkauan kaki SF dalam merambat sangat terbatas karena terhalang bodi dan dek. Solusinya seih gambang… SF memposisikan diri sedikit maju menuju area jok yang ga seberapa lebar… posisi ini jelas kurang nyaman untuk pantat…. namun lebih enak melibas rute macet karena kedua kaki dapat menapak sempurna. Continue Reading

image

Kesan pertama pemasangan knalpot R6 original ke Ninja 250 cukup mengecewakan karena ga sesuai dengan selera SF .. suaranya cukup keras. Memang berkarakter ga seperti knalpot aftermarket pada umumnya… knalpot R6 lebih serak dan rapet…. tapi volumenya itu loh bukan selera SF.
Continue Reading

Awalnya SF cuek saja dengan respon pengendara lain di kemacetan atau di lampu merah. Saat jalan merambat SF sendiri lebih konsen dijalanan.

image

Tadi siang kebetulan riding agak jauh sekeluarga pake Nmax ke daerah tambun utara.  Posisi boncengan favorit yakni nafis di atas tangki bensin Nmax,  Faiz di jok depan,  SF sebagai pengemudi dan bundafaiz tentunya dibelakang. 
Kali ini bundafaiz yang laporan jika banyak mata yang melirik sambil tersenyum kearah nafis yang kedua tangannya berpegang erat pada bagasi depan… 
Akhirnya seorang pengendara mengacungkan jempol ke SF sambil ngajak ngobrol di pertigaan yang macet…  “Asyik mas cara boncengnya,  nyaman sepertinya”.  SF jelaskan memang si kecil berdua selalu berebut didepan.  Ga ada yang mau bonceng dibelakang sama bundanya.
Bapak tersebut juga komen “powernya juga kuat mas,  keliatan ga ngeden buat boncengan”.” Iya pak CCnya 150″ jawab SF.
Ternyata posisi bonceng kami menarik perhatian banyak orang…  Kerabat SF mengira si kecil kesakitan duduk diatas tangki bensin Nmax…  SF nanya sendiri ke sikecil,  adek gpp tuh..  Padahal barusan riding agak jauh (45menit/90menit Pp).  Dan tiap naik Nmax maunya selalu didepan…  Apa karena Nafis pake popok bayi sehingga empuk ya?

Beberapahari lalu SF mampir ke rumah seorang family yang juga pengasuh www.seputarharapanindah.com.  Saat itu rupanya Mas Herybertus tertarik jajal Nmax yang SF bawa…
Berikut kesan pertamanya…
Ringan,  powerfull dan keras suspensinya…!

Tak jauh dari kesan SF jajal Nmax untuk pertamakalinya

image

Kesan awal begitu menggoda namun kerasnya shock cukup mengurangi kenyamanan Nmax…  Boleh lah yamaha ngeles shock keras sesuai dengan positioning Nmax sebagai sport matic… Tapi SF yakin lebih banyak konsumen Nmax yang memprioritaskan kenyamanan daripada kencang.
Kalau ingin kencang mah jangan skutik gambot…  Mending motor batangan atau bebek super sekalian. Jadi kenapa Yamaha ga menggunakan shock lembut untuk Nmax,  alih-alih malah nyuruh konsumen beli shock lembut secara terpisah.
Shock keras  sih nyamannya cuma saat motor mengangkut beban penuh, tapi saat dipakai sendirian menempuh rute variatif,  shock keras lumayan  mengurangi kenyamanan.

Kali ini BundaFaiz sendiri yang SF wawancarai. FYI untuk keseharian Bundafaiz pakai motor Suzuki spin untuk ke pasar atau nganter sekolah Faiz.
Kesan visual pertama melihat Nmax sempat bikin Bundafaiz ga PD mengendarainya..  Maklum motor ini terlihat sangat gambot dibanding spin.  Bundafaiz takut kakinya tidak sampai dan tidak kuat menyangga bobot motor saat berhenti.  Ternyata saat mencoba mengendarainya kesan berat motor langsung sirna…  Motor terasa lebih stabil dan ringan.  Seakan ga percaya Saat SF beritahu jika beratnya sama dengan tiger lawas SF. Kalau kelincahan ya jelas ga bisa dibandingkan dengan spin. 

image

Continue Reading