Old vespa memang OK, sayang kebanyakan minim kelengkapan berkendara

image

Bahas motor jadul ah… vespa… siapa yang ga kenal. Motor jenis scooter yang terkenal gambot dan nyaman dikendarai ini seolah menjadi legenda di Indonesia… yaaahhh kalo di mobil ada VW di motor ya vespa ini legendanya. Sayang beribu sayang keindahan motor ini tercederai ketika ownernya kurang memperhatikan kelengkapan motor yang berhubungan dengan safety.

image

Jarang SF lihat vespa memiliki kelengkapan berkendara di jalan raya Banyak diantaranya yang ga disertai lampu belakang,sein dan plat nomor. SF yakin klakson pun tidak ada.(apalagi milik komunitas vespa gembel… :mrgreen: )Menurut seorang kenalan dikantor yang hobi vespa, biasanya polisi memaklumi dan ga tega nilang vespa….
SF juga pernah menyaksikan Vespa modifan rapih… cat mengkilap, chrome beberapa bagian,lampu rem mungil…eh sein ga ada.
Yang SF tau beberapa vespa keluaran dibawah 60an CMIIW memang standarnya ga dilengkapi sein. Tapi kalau dihubungkan dengan aturan yang berlaku sekarang bagaimana?apa diampuni karena dari sononya kaya gitu? Harusnya tidak karena membahayakan pemakai jalan lain… apalagi yang sengaja ga pakai

Modifikasi nyeleneh lambat laun ditinggakan kok

image

SF memiliki keyakinan sendiri, modifikasi nyeleneh yang biasa menjadi tren dikalangan ABG misalnya pasang ban cacing, lampu HID menyilaukan, dll ga akan bertahan lama. Banyak faktor yang bikin modif seperti ini ditinggalkan, dari faktor internal jelas kedewasaan pemicunya, semakin dewasa semakin punya malu, lebih menghargai orang lain, apalagi jika sudah punya keluarga pasti lebih memperhatikan keselamatan berkendara. Faktor eksternal juga menjadi penyebab ga bertahannya tren modifikasi nyeleneh, yakni kondisi lingkungan dan regulasi. Sang ABG lama-lama jenuh juga kena omelan ortunya, dijalanan juga makin banyak punya musuhnya, regulasi pun mulai ditegakkan untuk membatasi pergerakan modifikasi ngawur ini, kewajiban lolos screening SNI untuk produk tertentu misalnya, juga soal keberisikan knalpot, pengaturan warna stoplamp/sein, dll. Beberapa modifikasi nyeleneh  yang jadi tren saat SF masih SMA dulu sudah jarang, bahkan beberapa sudah ga pernah saya temui semisal klakson trompet bernada, modif ceper papas jok, pasang pernik boneka:-) (pasang digantungan kunci, behel, palt nomor sampai ujung knalpot), mika rem bening, dll.
Tapi namanya labil bin galau , modif nyeleneh bosen / dilarang, ganti deh modif lain yang ga kalah nyelenehnya…. repott!
grow up Men…. !

image

spyshot motor berbagasi terluas ekstreemmmm….

Pengunjung kecele. he3….. bukan motor baru tapi Supra 125 modif dadakan :mrgreen:

demi sesuap nasi keselamatan dipertaruhkan
demi sesuap nasi keselamatan dipertaruhkan

Kira-kira seminggu lalu saat pulang kerja di lampu merah PGC, SF menyaksikan pemandangan yang tak biasa beberapa meter didepan. Sebuah Honda Supra 125 mengangkut timbunan barang dagangan (makanan ringan) sampai menggunung. Sering sih ane liat barang dagangan diikat ke motor tapi ga seekstreem ini.
Sungguh beresiko tindakan pengendara ini, apalagi diJakarta yang macet dan dipenuhi pengendara “kesusu”. Akibatnya ga hanya membahayakan pengendara sendiri namun juga pengendara lain. Coba perhatikan timbunan bawaannya, pastinya Rider ga bisa memantau kondisi belakangnya lewat spion bahkan kalau menoleh, ngeri saat akan pindah jalur atau berbelok. Yang kedua, tingginya tumpukan bikin rider susah menyeimbangkan motor belum lagi jika anginnya agak kenceng. Satu lagi, disisi kiri motor, ada tali plastik menggelantung, bisa- bisa masuk rantai atau bahkan menjerat motor lain. Sungguh sebuah dilema, kalo nyewa pickup untuk angkut dagangannya bisa-bisa harga eceran dagangannya bakal naik dan ujung2nya ga laku. Diangkut sendiri pake motor seperti ini juga sangat beresiko. Mbok yo jangan ambil resiko berlebih. Kan bisa 2 atau 3 kali bolak-balik. Saat lampu hijau SF terpisah dari akrobatik itu, doi terlihat geal-geol dengan kedua kaki yang menjulur untuk membantu keseimbangan menuju kearah kramat jati.

Ninja 250 Crash, Saat Keselamatan dan Materi Dipertaruhkan

Hari Minggu saat cari sarapan sama bini di bilangan condet, kebiasaan pandangan mata selalu melirik di bengkel Daytona (Old’s Rudy Motorcycle) sebuah bengkel khusus moge dan ninja 250, karena kalo beruntung disana bisa liat moge supersport yang dipajang untuk dijual. Namun kali ini bukan pemandangan eksotis moge yang saya temui namun Ninja 250 yang sudah protol Fairingnya dan beberapa bagian buritan sedang diturunkan dari pick up. Sepertinya habis kecelakaan parah.  Sayang Smartf41z (lagi-lagi) ga sempet memotret atau tanya2 informasi apa yang terjadi sama ninja tersebut.

ilustrasi diambil dari google

Saya sendiri miris membayangkan bagaimana nasib ridernya. Jikapun beruntung pastinya ridernya dibikin pusing dengan reparasi ninjanya. Apalagi kalo Ninjanya hasil kreditan kaya Smarf41z. kqkqkk… denger2 fairingnya seharga bebek bekas loh! Karakter mesin Ninja emang beda sama motor pada umumnya. Kalo ingin sensasi “dijambak” dari belakang RPM harus digantung diatas 10rb, bayangin saja kecepatan dan akselerasi pada saat itu. Kalo ada kejadian mendadak dari arah depan misal ada kopaja/ metromini behenti mendadak ato penyebrang jalan tiba2 melintas dan ga sadar dengan kehadiran Ninja yang suaranya cukup sunyi bisa Gubrak! tuh.  Apalagi kalo ridernya masih belum menguasai seluk beluk Ninja, terutama bagi rider pemula yang baru naik motor atau sebelumnya penyemplak bebek/ matic pasti bakal kesusahan menjinakkan Ninja ini. Bagi yang senior namun speed freek pasti ingin merasakan gimana sih power motor yang dibelinya dengan penuh perjuangan, pastinya ada sedikit ego untuk memecahkan rekor yang dipegang dengan motor sebelumnya, sayang area yang dijadiin uji kecepatan sangat tidak mendukung, akibatnya bisa fatal. Ngeri juga saat liat di youtube ada ninja di Jakarta yang nyoba Top speed s/d 180kpj di bilangan Sudirman saat tengah malam, kalo ada apa2 bisa melayang tuh nyawa. Smartf41z pun sebenarnya penasaran dengan topspeed si Bolot, namun karena sudah ada anak istri ga brani deh nyoba2, lagian di Jakarta juga ga ada lokasi yang safety kecuali di sirkuit. Alasan Smartf41z agak maksa beli ninja bukan karena speednya tapi karena obsesi dari kecil pengen punya moge multi cylinder. Begitu udah keturutan otomatis harus di eman toh.