kmi

All posts tagged kmi

white PCX

Yang namanya kepengen apalagi hobi motor, disuruh inden panjang bagi beberapa orang bukan suatu masalah. Apalagi jika motor yang diinden itu cuma satu-satunya pilihan. Seperti misalnya PCX 150… berhubung pabrikan lain ga keluarkan motor sepadan ya gimana lagi …banyak yang rela ngantri…  sampai-sampai importer umumpun memanfaatkan peluang ini dengan menyediakan unit ready stock meski dihargai hampir mahal 10jt!

Tapi jangan samakan dengan kasus CBR 250. Kalau disuruh inden lama sangat..sangat… riskan! biker bakal beralih kelain hati. Apalagi pesaingnya menawarkan sesuatu yang bernilai lain : taste! Belum lagi banyak yang jual Ninja bekas kondisi mint harga dibawah CBR baru. Jika bukan bener bener pecinta Honda, calon konsumen sangat mungkin selingkuh . Kecuali CBR 250 memang sangat amat layak ditunggu misalnya nih : mesin 4 silinder, dan harganya sama kaya N250… ya jelas SF sendiri saja rela inden setahun 😛

wpid-Ninja_300_40095_A_OLRGB-1024x682.jpeg

Yang ga enak didenger kalau konsumen sudah teriak :  AHM niat jualan ga sihhhh !!!?? pakai alasan distribusi tersendat, kendala administrasi dll, KMI saja sanggup distribusi ribuan Ninja sebulan kok AHM kesulitan datangkan ratusan unit CBR, sampai ada konsumen CBR disuruh inden 6 bulan!!!! Opo ga edan kie???

bukannya sama-sama barang import dari Thailand?

 

artikel terkait :

– http://smartf41z.wordpress.com/2013/09/18/penjualan-cbr250-mengenaskan-hampir-kesalip-klx250/


Pure sport ada, begitupula dengan sport turing,trail, supermoto,minimoto,naked sampai fairing ada… SOHC-DOHC ada, 2 tak 4 tak ada juga, dari 1 silinder ke 4 silinder juga kumplit. yang terbaru kabar menyebutkan KMI bakal memasukkan motor retro 250cc! hmmm …opo maneh selanjutnya ?
Continue Reading

Alasan SF mengandalkan Tiger lawas untuk tunggangan sehari-hari tentu bukan alasan emosional semata… benar memang nilai historis tiger Silver keluaran 2004 milik SF tak ternilai harganya, namun bukan berarti haram untuk ditukar 🙂 sempat ngobrol dengan pengguna pulsar 180 saat beberapa tahun lalu saat komunitas tiger tempat SF bernaung kopdar bareng pengguna pulsar Surabaya dengan bangganya user pulsar 180 mengelu-elukan kehebatan motor mereka. Tetap SF ga kepikir sama sekali melego tiger kesayangan. Saat baca di blog-blog bagaimana pengguna pulsar membanggakan betapa valuablenya kendaraan mereka tetap SF tak berniat mencobanya… mengapa?
Pertimbangan membeli motor bagi SF cukup komplek dan sebagian besar kekomplekan itu dijamin pabrikan besar/ Jepun… Sebut saja jaminan aftersales, tersebarnya jaringan servis resmi, going concern perusahaan lebih terjamin, serta ga kalah pentingnya harga jual motor juga relatif lebih stabil. Masa beli motor kok mikir dijual lagi….? eh bukan gitu bro… pada suatu titik katakanlah usia semakin tua, prioritas pilihan roda dua akan berbeda. bukan lagi gaya-gayaan, kebut-kebutan namun lebih ke kenyamanan dan fungsional (ngomongin kendaraan operasional loh ya, bukan kendaraan hobi), usia pekerja “senior” tentunya ga ingin kendaraan tua yang banyak masalah. makanya perlu refreshment kendaraan… saat itulah kendaraan lama dijual ganti baru (ada juga yang nyimpen motor lama untuk koleksi) . Pulsar pada awal kemunculannya SF anggap belum cukup kuat menggoyahkan iman SF karena alasan emosional (SF kerja 3 tahun di perusahaan India terbesar didunia), serta alasan going concern motor, mulai terbukti sekarang cek saja artikelnya mas bons http://2brk.wordpress.com/2013/03/19/adu-cepat-p-220-vs-sorpio-3-ternyata-di-lapangan-p-220-jauh-lebih-cepat/

statement yang menarik dari profesor motuba ini :

Ya, banyak faktor disinyalir yang menjadi sebab keterpurukan harga Rondo P 220 ini. Motornya sih memang jozz gan, manteb, irit enak dikendarai dan cepat larinya serta awet, namun banyak sisi yang membuat konsumen tidak puas seperti layanan bengkel yang susah diakses, inden part yang panjang, kelangkaan part, dan harga naik part, serta kebijakan internal Bajaj yang kadang membuat ketar-ketir para empunya P 220.

Sesuatu yang kebeli kenapa harus disesali, dijalani sajah… selama motor masih enak dikendarai dan ga bermasalah ya pake saja terus. jika didera rasa kuatir berlebihan misalkan ragu aftersalesnya bakal dianaktirikan bila bergabung dengan KMI, kuatir harga parts melambung jika dipegang KMI,kuatir motor dijual lagi ga laku atau makin ngedrop harganya, kuatir belasan tahun lagi ga ada partsnya… ya monggo dilego sekarang daripada berkendara ga tenang.
wpid-1360896714-picsay.jpg

SF pemakai tiger ga nyesel miara motor ini. Meski dikata SOHC boros, lemot, bermasalah, rantai kemrosak,mesin jadul,tangki bocor,bodi miring,selip kopling,kamrat kendor tetep saja dipiara lah wong tenang/ ga kuatir karena masih gampang cari partsnya di toko sebelah juga ada 🙂 klo sudah mulai langka partsnya ya disimpen buat kenang-kenangan, atau kalau terpaksa banget ya dijual nantinya.
mungkin sama dengan perasaan pengguna pulsar, bedanya tiger dengan pulsar ya beda kelemahannya …. 🙂 selama masih bisa ditangani ya ditangani… toh Bajaj roda tiga puluhan tahun usianya juga masih beredar. masalah parts ga tersedia? apa sih yang ga bisa diakali orang Indonesia ? 🙂
menurut SF ya daripada dijual sayang dan ga cukup beli motor baru ya dipakai dulu… kecuali ya yang SF sebut diatas… perasaan ga tenang 🙂 toh kekuatiran belum terbukti

Mak jedhueeerr… ga ada spyshot tiba-tiba saja nongol produk baru, pelit bocoran!. Itu kebiasaan kawasaki…. untung ada Bang Haji Taufik yang selalu mengintai TPT sehingga tercium gerak gerik kawasaki saat akan launch produk baru. Seperti ER250c ini misalnya.. jangankan di Indonesia di negara asalnya saja susah dapat informasi, cuma dapet info dari secarik kertas saja kata TMCblog. Berdasarkan yang lalu-lalu varian ninja 250 ga pernah mengecewakan pengemarnya… kemunculan awal 2008 seakan menyihir penghobi roda dua di Indonesia… disaat pabrikan raksasa lain memandang remeh pasar motor sport premium KMI memasukkan N250… betul2 menjebol pakem motor di Indonesia. Mesin 4 tak 2 silinder!!!! SF saja sampai ga bisa tidur awal kemunculannya, tiap hari googling berita dan video N250 🙂 . Selanjutnya CBR 250 masuk untuk mengganggu singgasana N250, tapi apa daya mesin 1 silindernya cuma bisa lawan beberapa bulan kemunculannya, selanjutnya ga sampai seperempat penjualan N250. Saat Honda masih optimis penjualan CBR bakal membaik tiba-tiba kawasaki mengeluarkan N250fi untuk menghantam telak CBR… baru deh ada isu seputar CBR bakal upgrade 2 silinder.

image

Sekali lagi saat pabrikan raksasa lain masih kebanyakan mikir bikin motor seperempat liter multi silinder, tiba-tiba KMI berencana menghadirkan ER250C alias Ninja 250 versi naked yang SF yakin kemunculannya ga kalah fenomenal dibanding pendahulunya. Geng ijo emang josss untuk urusan ini!

SF baru ngeh soal ini saat baca otomotifnet secara total penjualan motorsport kawasaki joss. Padahal sport kawasaki sangat segmented ga mengincar segmen gemuk. Ninja 2 tak mengincar speedfreak, N250 mengincar pasar rider menengah atas, jajaran mogenya kumplit untuk yang berduit, klx dan dtrackernya buar yang suka adventure. Kalau berniat masuk ke segmen gemuk makin sukses lagi nih kawasaki. Makin terasa urgent bagi KMI untuk mengeluarkan sport 4 tak dibawah 200 cc.

Tambahan info untuk segmen sport premium seperti yang diperkirakan penjualan sport premium honda (CBR 250) makin merana yakni sejumlah 3.871 unit bandingkan dengan kawasaki ninja 250 yang melengang dengan penjualan 14.581 unit.

image

Data diatas yg SF peroleh dari otomotifnet khususnya untuk kawasaki tampaknya salah penjumlahan (atau ada baris yang ke hide ya ? -rasanya dah kumplit cmiiw) jumlah total harusnya 103.247. Namun cukup untuk menggambarkan kedigdayaan kawasaki bermain di kelas sport segmented

Sumber :
motorplus.otomotifnet.com

Check this out…

image

peningkatan tenaga ninja dari 250 cc ke 300 cc terlihat sangat mencolok.. bukan main-main tenaga meningkat dari 25.48 ke 34,95 hampir 9.5 hp (on wheel loh…setara tenaga bebek tuh) untuk ukuran motor standar pencapaian yang cukup lumayan. Oh ya ninja 250 yang dipakai perbandingan diatas versi karbu, untuk versi injeksi (N250Fi) intip tmcblog yang menyebutkan angka 26.2 hp. Jadi ada perbedaan kurang lebih 8.7 hp (asumsi alat dyno sama) dibanding N300Fi.
Coba bandingkan peningkatan tenaga megapro primus dengan tiger dengan basis mesin yang sama.Megapro yang ccnya 160 bertenaga 13.3ps, sedangkan tiger yang ccnya 200 tenaganya cuma 16.7 ps nambah cuma seuprit, alias 3.4ps untuk peningkatan 40 cc.
Kembali ke ninja… apakah karena ninja 250 dikekang regulasi khusus untuk motor pemula dengan maksimal power 33 ps (on kruk), sedangkan Ninja 300 lebih dioptimalkan karena menyasar kelas atasnya…? ataukah memang wajar peningkatan tenaga 8.7 hp tersebut ? (Ahli mesin monggo masukannya 🙂 )

image

Alangkah bagusnya jika KMI menyediakan paket upgrade kapasitas dengan kualitas pabrikan.. tentu banyak yang tertarik (terutama kalangan speedfreak) , kapasitas di stnk tetap 250 cc (ga kena ppnbm sehingga pajak juga murah) , performa naik drastis, serta keawetan terjamin dibanding kudu korek mesin… Monggo komentar dan pendapatnya

Sumber data dyno: cycleworld.com