komparasi

All posts tagged komparasi

Maxtron wireless bluetooth

Awalnya SF punya sebiji headset murmer keluaran maxtron entah apa tipenya… dah lama banget belinya… Β Headset ini punya suara yang lumayan enak , tapi jelas ga bisa dibandingkan dengan headset ternama.

Bagi telinga SF yang ga seberapa bawel cukup bisa diandalkan untuk memutar segala jenis lagu. Yang SF suka adalah baterainya yang cukup awet. Sekali isi full bisa dipakai seharian di kantor. Sayang colokan USBnya masih model lama dengan lubang yang agak besar dibanding model sekarang. Jadi kudu nyiapkan kabel charger khusus. Kelebihan lainnya yakni tombol kontrol yang komplit :volume up/down, play/pause yang sekaligus tombol power dan pairing(jika ditahan),ff,rwd,back,next.

Continue Reading


SF pengguna tiger lama dari 2005 hingga sekarang… namun untuk keseharian 2tahun belakangan tugas tiger digantikan Nmax. Keduanya pernah SF gunakan untuk turing. Bagaimana komparasinya… monggo simak saja…

-Performa : jelas tiger lebih dapat diandalkan… asalkan mesin sehat terawat akselerasi dan speed cukup mumpungi kok… bahkan untuk bawa beban berat (boncengan+barang full loaded) tiger masih mampu dipacu 120kpj. Nmax dengan kondisi yang sama di kondisi yang sama 100 kpj lambat naiknya

-Konsumsi bahan bakar : Nmax bisa 10km/liter lebih irit. Tapi tiger minum premium saja cukup, Nmax setidaknya butuh pertalite/pertamax

-Kenyamanan : sebagai pengendara, jika jalanan mulus Nmax posisi duduknya lebih nyaman dan ga cepat pegal, sedangkan tiger posisinya lebih sporty. Untuk jalanan ga rata shock tiger yang lebih empuk, GC lebih tinggi dan ban yang diameternya lebih lebar dibanding Nmax jelas lebih nyaman. Sebagai boncenger : jelas dibonceng tiger jauh lebih nyaman kemana mana…. BundaSF pernah SF bonceng turing Surabaya Jogja, sampai ketiduran segala… kalau dibonceng Nmax? Sejam aja dah pegel…  :mrgreen: 

Handling : tiger lebih stabil dikecepatan tinggi, Nmax handlingnya lebih ringan jadi lebih mudah terpengaruhi kontur jalan. Kalau dibawa nyantai Nmax lebih nyaman handlingnya… 

Safety : Nmax grip bannya mantab, remnya juga sangat pakem… tiger kudu ngaku kalah masalah ini. Untung rem tiger yang ngeblong bagian belakangnya bisa disiasati dengan engine brake. GC Nmax lebih rendah, diameter ban juga lebih kecil.  ini masalah utama Nmax jadinya kurang PD kalau ketemu jalanan ancur….Tiger lebih PD melibas segala kondisi

Akomodasi : tiger ga punya tempat penyimpanan barang, sedangkan Nmax punya bagasi jumbo dibawah jok! Dek depan Nmax juga masih bisa buat naruh barang.

Lain-lain : turing pakai tiger rasanya lebih PD… anteng dikecepatan tinggi, ketemu jalan rusak seringkali tidak masalah diterobos. Kalau nyetir Nmax , pengemudi kudu lebih extra waspada… ga bisa dibuat grusa grusu… kalau ngerti selahnya dan ga kesusu apalagi jalan mulus kaya diluaran…. sepertinya Nmax lebih nyaman. Tapi tau sendiri lah kondisi jalan di indonesia…. 

Jadi untuk turing SF lebih prefer mana?

1. Turing santai SF lebih milih Nmax… lebih bisa menikmati riding

2. Turing jarak jauh, tiger terbukti lebih bisa diandalkan di segala situasi… baik bagi pengendara maupun boncenger.

Kedua motor tersebut kemampuan turingnya bisa ditingkatkan.

Nmax misalnya : tebelin busa jok agar lebih nyaman terutama buat boncenger, shock belakang yang super super atosss juga WAJIBBBB diganti πŸ˜†

Untuk tiger lama : Upgrade rem cakram belakang, ban lebar , dan pasang box belakang agar barang bawaan ga bikin lelah pengendara. 

Gimana kalau keduanya dibandingkan dengan Ninja ? 

πŸ˜† kira2 sendiri aja dah…. 


Selama perjalanan berangkat kerja tadi pagi , SF kebetulan dibelakang vixion yang sepertinya baru pasang box givi dibelakangnya masih kinyis boxnya bro :). Selepas flyover  walikota Jakarta Timur jalanan lumayan macet. Pengemudi vixion awalnya disisi kanan truk, tapi karena tidak ada ruang menyalip dia berusaha menyempil dibelakang truk untuk menyalip dari arah kiri. Lolos dari belakang truk pengemudi vixion langsung merebahkan motor kekanan… akibatnya…. box givi yang masih kinyis nyenggol bagian belakang truk.

Di duren sawit selepas flyover pondok kelapa , jalanan juga macet. SF berada dijalur paling kiri yang khusus dihuni pemotor. Vixion yang sama  menyalip Sf dan motor didepan SF dengan memanfaatkan celah diantara mobil. Saat balik ke jalur motor , Boxnya menyenggol spion motor didepan SF. 

Dari situ SF menafsirkan… pengemudi vixion ini belum terbiasa memakai top box di belakang motornya….

Kali ini SF akan share beberapa hal terkait penggunaan top box pada motor

1. Kalau anda tipikal rider kesusu suka selap selip… pakai box bukan pilihan yang baik. Karena akan mengganggu manuver. Mending tank bag. Top box juga menghambat performa motor. SF pernah coba ngebut memakai tiger lawas tanpa box sentuh 135 kpj, dengan memakai box K42 yang hanya diisi helm. Speed di trek yang sama susah melewati 120kpj.

2. Dalam kondisi macet parah jika ingin selap selip dengan space terbatas , jangan terlalu memiringkan motor saat belok patah. Box riskan menyenggol kendaraan tinggi. 

3. Pemilihan braket box sangat penting… pastikan bahan dan las lasan kuat. Bundafaiz dah ngalami patah braketnya. 

4. Sesuaikan top box dengan beban yang dianjurkan. Disarankan tidak membawa beban terlalu berat dalam box karena mengganggu keseimbangan motor.

5. Solusi memakai box tapi tidak terlalu mengganggu keseimbangan dan tidak bikin dimensi motor tambah molor adalah dengan memakai braket geser. Saat berkendara sendiri braket dapat digeser kedepan sehingga box nempel punggung pengemudi… enak bisa sandar :). Ga enaknya kalau ada yang nebeng bonceng, jadi kudu repot dikit geser braket ke belakang. 

6. Tentukan kapasitas box sesuai kebutuhan. misalnya tiger SF memakai box Kappa K42 (42liter), muat untuk 1 helm fullface dan 1 helm halfface. Dibawah itu mungkin hanya cukup buat 1 helm, dan diatas itu tentunya lebih leluasa untuk 2 helm

Kiri K42 (42lt), Kanan K46(46lt)

Pagi ini Jakarta macet parah… penyebabnya genangan yang dalem dimana2 πŸ˜† disini baru terasa kelemahan Nmax. Dibanding beat dan matic lainnya pun Nmax dibikin ga berdaya. 


SF putuskan pakai Nmax untuk ngantor. dalam perumahan sudah agak sangsi melanjutkan perjalanan, hujan deres dan banyak genangan. Tanya satpam, katanya jalan besar didepan masih bisa dilewati motor. Nmax menguntit beat  melewati genangan air…. beat dan beberapa motor didepannya masih lancar melaju, eh cvt Nmax dah selip…. ga mau ambil resiko, SF putar balik untuk tuker tiger. 

Nah.. baru dah PD melibas Genangan Dalam. Blok bawah terendam air pun masih lancar melaju. Di bulevar hijau Motor yang didominasi matic terpaksa naik ke parkiran ruko-ruko yang lebih tinggi, dan ga berani melanjutan perjalanan…. 

Ini keunggulan sport… dalam segala kondisi bisa diandalkan, banjirpun lebih tenang (eh ga boleh bilang banjir, Genangan Dalam ding), buat ngebut okeh, buat macet palingan cuma pegel. Lah kalau matic… klo banjir ya nyerah… cuma kecewanya kok Nmax gampang selip yakkk, kalah sama matic lainnya… disinyalir gara2 GC rendah karena ban diameter kecil. 

Mengejutkan hasil yang dishare otomotifnet. Ertiga matic ternyata lebih irit dibanding manual. Baik untuk dalam maupun luar kota. Dalkot manual 1:12 kmpl dan matic 1:12.3 kmpl, Lukot manual 1:16.5 kmpl dan matic 1:19.3 kmpl. 


Meski secara performa ertiga manual unggul,untuk mobil keluarga rasanya matic cukup menggiurkan dengn kepraktisannya dalam kota.


SF sendiri saat itu milih manual karena prioritas luar kota yang rutenya banyak dilalui truk jadi perlu tenaga instan saat menyalipnya. Tapi seringkali galau pengen yang matic saat diperkotaan… πŸ˜†

Kalau untuk motor , saat ini bisa dikatakan manual/semi manual masih lebih irit dibanding matic. Kedepannya ? Who khows…. πŸ™‚

Sumber pengetesan : http://otomotifnet.com/Mobil/Test/Mana-Lebih-Kencang-Dan-Hemat-Suzuki-Ertiga-Bensin-Vs-Diesel-Hybrid

Sebenernya bukan hanya masalah velg saja yang bikin Nmax kalah spek dibanding Aerox yang disinyalir berbagi mesin yang sama. Aerox menang di keyless ignition, SSS, colokan catu daya seperti dimobil. Namun ada sayangnya… rem belakang tromolll…. 

Sumber gambar : tmcblog.com

Trus kenapa yang di highlight cuma ukuran velg…..  ya suka2 yang punya blog :p

Velg 13″ bawa masalah tersendiri… ring lebih kecil mudah terperosok lubang. Nmax SF saja dah peyang velg belakangnya… selain itu , susah cari alternatif bannya. 

Jadi milih mana antara Nmax atau aerox… ?

Nmax karena sensasi selonjornya tak tergantikan …. kwkqkwq…. Nmax juga punya windshield yang bisa di upgrade untuk melindungi dada…. cocok buat keluarga SF , dimana krucil selalu minta dibonceng didepan.

Feeling SF , fitur pada aerox juga bakal dibenamkan di Nmax. πŸ™‚

SF ulas kelebihan dan kekurangan masing masing dari sudut SF yang bukan ahli di dunia per HP an . Ulasan ini berdasarkan pemakaian harian… kedua HP tersebut saat ini masih dipakai sehari-hari. Saya bahas xiaomi redmi note3 dulu ya….

Xiaomi redmi note 3

Kelebihan :

1. Baterai awet 4000 mah

2. Layar resolusi besar, lega untuk browsing

3. Performa lumayan

4. Sensor sidik jari sangat bisa diandalkan… responnya sangat amat cepat layaknya menekan tombol power. Jadi ga kuatir data HP diakses orang lain

5. Fitur infrared , ponsel bisa berfungsi sebagai remote TV, AC, dll

Kelemahan

1. Slot SIM hybrid. Berisi 2 slot. Slot 1 untuk micro SIM, slot 2 untuk nano SIM atau micro SD (pilih salah satu) fitur yang konyol menurut SF

2. Rotasi layar bermasalah. Sering kali SF kudu on offkan pengaturan screen rotation

3. Settingan jaringan aneh… kudu melalui dial up *#*#3646#*#*# . Waktu menangkap sinyal juga lamban. Bahkan SF pernah lost signal beberapa menit padahal teman sebelah yang pakai operator sama ada signal meski ga full

Yang bikin berat menggantikan minote 3 adalah fitur keamanannya yang menggunakan sensor sidik jari.  Dan yang paling bikin SF membencinya adalah fitur slot sim card hybrid.


 Sekarang giliran Asus max

Kelebihan :

1. Batere  (5000mAH) lebih awet dibanding minote3 yang cuma 4000an. HP ini juga berfungsi sebagai powerbank.

2. Fitur smartlock. Fitur cerdas bawaan asus. Jadi HP akan tetap unlock ditempat tempat yang kita tentukan (syarat GPS always on), hp juga akan tetap unlock jika dalam genggaman pengguna, dan atau sedang terkoneksi dengan device tertentu

3. 3 slot terpisah untuk sim1, sim 2 dan micro SD

4. Fitur kameranya cukup lengkap… SF suka mode deep of field …. hasilnya bokeh banget seperti dslr


5. Fitur laser untuk mempercepat fokus kamera … ada fungsi lain loh…. yakni mengukur jarak ponsel dengan benda tertentu. 

Kelemahan

1. Ga ada sensor sidik jari

2. Resolusi layar agak rendah, tumbnail , grid ,dll saat browsing jadi kelihatan besar, akibatnya area coverage layar berkurang

3. Ga ada infra red jadi ga bisa buat remote

Berbeda saat memilih Ponsel jaman dulu dimana SF lebih mengutamakan fitur dibandingkan keawetan baterai. Saat ini SF lebih memprioritaskan ketahanan baterai dibanding fitur. Maklum untuk masalah aplikasi cukup mudah  bagi ponsel jaman sekarang untuk download sendiri. 

Xiaomi redmi note 3 (minote3) yang jadi gadget SF sebelumnya memang cukup lumayan, namun ada beberapa kelemahan fatal minote3 yang bagi SF tak termaafkan…

1. Slot simcard hybrid yang sangat memuakkan!!! Slot 1 bisa menampung sim card micro. sedangkan slot 2  diperuntukkan untuk  nano sim card saja atau memory card saja…  sudah SF coba beberapa tutorial modif slot 2 agar bisa menampung simcard plus microSD bebarengan, namun gagal (sampai korban 2 simcard berisi paket internet)

2. Respon screen rotation sangat lambat bahkan beberapa kali ga merespon. 

3. SF beli versi 16 GB Internal memory . Awalnya SF pikir memory segini cukup karena SF tambah sendiri dengan micro SD 32GB. Namun ternyata internal memory 16GB ga cukup bagi SF… karena semua aplikasi terdownload pada internal memory dan ga ada opsi dipindah ke micro SD. Akhirnya sering dapat warning internal memory full. (gadget mania yang ngincer ponsel ini mending milih yang 32 GB)

Berhubung bundaFaiz juga kepengen HP baru, jadi SF berikan HP xiomi tersebut. Bunda jelasnya seneng dengan xiaomi… gaperlu pakai 2 simcard karena di rumah full wifi, ga suka tampilan landscape, dan ga pernah download aplikasi yang menguras memory… klop dah… bahagia dah Bunda dapet HP yang awet baterenya

Untuk penggantinya SF jelas pilih HP yang lebih Gokil ketahanan baterenya…. yup Asus Max….!!! Batere 5000 mAH (1000 mAH lebih dibanding minote3)


Tiga masalah utama minote3 diatas langsung terselesaikan…  

1. Ada 2 slot simcard dan 1 slot micro SD yang terpisah!

2. Rotasi layar ga pernah masalah

3. Memori internal 32 GB

Memang beberapa fitur berkurang , namun kebutuhan SF sudah terpenuhi lewat asus max…. ketambahan lagi bonus ketahanan batere lebih edan dibanding minote3.

Komparasi pemakaian harian xiaomi redmi note 3 vs asus max ntar nyusul ya…
Nb: semoga bulan depan lebih aktif ngeblog karena kesibukan mulai berkurang

Taruna SF tercatat 3 kali turing Jakarta Surabaya sebelum dikandangkan di kediaman SF di Surabaya untuk kereta kencana orang tua. Ertiga SF juga 3 kali turing Jakarta-Surabaya

image

Bagaimana kesan menggunakan kedua mobil tersebut untuk perjalanan jauh? Baca selengkapnya ulasan dibawah ini…. Continue Reading