Hang On Vs In Sump Protein Skimmer? Ini pembuktiannya

Kurang fair sebenarnya membandingkan protein skimmer hang on versus internal (in Sump) karena 2 skimmer ini diciptakan untuk 2 kebutuhan yang berbeda. Hang on skimmer ditujukan untuk aquarium yang tidak menggunakan filter bawah (sump) , juga biasa disebut HOB (Hang On Back) skimmer. Sedangkan Protein skimmer internal khusus ditujukan buat yang menggunakan Sump filter. Skimmer ini penempatannya wajib tenggelam dalam air.

Kenapa kok ngeyel di adu di artikel ini? 🤪 lompat saja ke bagian akhir artikel klo ga sabar jawabannya. Jelasnya kedua skimmer yang Saya jajal ini Pake mesin yang Sama dan kondisi Airnya Sama…

Protein Skimmer lama model hangon merk Jebo 180II. Skimmer ini Saya pakai pada akuarium lama yang kapasitasnya cuma 70 liter. Saat upgrade akuarium ke 220 liter, saya pikir Jebo 180II masih ngatasi. Ternyata ora… ! 😁 Padahal Jebo 180 ini sudah dimodif mentok… mesin upgrade dari bawaannya 1100 Liter/Jam, menjadi resun SP2500 1400Liter/Jam, baling-baling sudah pakai Needle Wheel, pipa penghubung mesin dan tabung reaktor sudah dipersingkat, moncong pompa diganti model venturi tapi balik lagi ke bawaan jebo 180 (hasilnya cakepan venturi bawaan jebo).

Skimmer Baru jenis internal /in tank skimmer produk Joko Bolang merknya JB Marine. Bawaannya bermesin amara 1800 Liter/jam. Untuk komparasi agar fair, SF memasang mesin yang sama yang terpasang di Jebo 180.

Bagaimana hasilnya jika mesin yang sama digunakan di dua jenis protein skimmer yang berbeda? Dengan Kondisi/parameter air sama? Monggo simak

Ada pendapat, bagus jeleknya hasil filtrasi protein skimmer ada pada mesin pompanya… ga salah juga sih… tapi juga ga 100% bener. konstruksi skimmer juga jadi penentu.

Terdapat selang konektor yang panjang antara pompa ke tabung reaktor pada Hang on skimmer Jebo 180ii. Hasil kocokan air+udara pada pompa , dipaksa harus menempuh selang konektor sebelum masuk tabung reaktor. Nah disinilah penyebab utama Hang On skimmer mengalami penurunan performa. Yg pertama masalah hambatan. Kekuatan pompa tereduksi signifikan saat melewati pipa panjang ini. Yg kedua micro bubble hasil kocokan pompa dipaksa berdesakan dalam selang konektor. Akibatnya banyak micro bubble saling menyatu. Belum lagi dihadapkan dengan volume tabung reaktor yang terbatas. Skimmer hang on dibuat untuk di cantolkan pada kaca akuarium, bodi dan berat dibikin kompak dan ringan. Hal ini bikin hasil skimmer kurang maksimal.

Beda dengan skimmer in-sump. Pompa  menyatu pada tabung reaktor. Hasil kocokan air dan udara langsung direaksikan pada tabung skimmer yang lebih luas. Terlihat sangat jelas hasil kocokan skimmer ini menghasilkan micro bubble yang lebih banyak, lebih halus dan lebih padat… air terlihat seperti berkabut. Bahkan agak susah membedakan batas air dan buih, karena saking padatnya microbublenya.

Atas Hang on skimner, bawah in sump skimmer

Dah jelas to? Meski pakai mesin yang sama , Hang on skimmer ga bakal dapat menyamai performa in sump skimmer. Dilihat kasat mata dari micro bubble pada tabung reaktor saja sudah jelas. Dimodif bagaimanapun hang on skimmer tetap susah menyaingi performa in sump skimmer. Nih foto busa yang keluar ke penampungan. Coba lihat lebih padat mana?

Atas hasil skimmer Hang On, bawah hasil in sump

Padahal Foto diatas diambil saat in sump skimmer berjalan baru 6 jam sedangkan skimmer hang on sudah jalan 2 mingguan dari terakhir dibersihkan.

Kesimpulannya : silahkan menggunakan skimmer hang on jika memang ukuran akuarium kecilserta tidak memakai filter bawah (sump). Klo dana terbatas gimana? Kedua Skimmer diatas selisihnya cuma 200 rban loh… saran saya mending nabung dulu daripada nyesel!

Ini video hang on protein skimmer jebo 180II yang sudah dimodif : https://youtu.be/2exCMLK_RG4

Ini video in sump skimmer produk lokal https://youtu.be/ZSR5TvVEVF4

Komparasi Protein Skimmer Aquarium Laut Jebo 180-II Standar VS Upgraded

Anda punya budget lebih dan space sump lega, skip saja artikel ini… saya sarankan pakai saja skimmer celup yang lebih mahal namun hasilnya lebih OK… 😁

Nah kalau aquarium panjang 80-100cman, budget terbatas, space sump terbatas, namun pengen hasil lumayan, artikel ini bisa jadi rujukan.

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang upgrade protein skimmer 180-II agar hasilnya lebih optimal. Baca di link ini .

2 item fisik yang SF ganti dan secara kasat mata langsung terlihat peningkatannya. 2 item tersebut yakni : mesi??

Pompa Bawaan Jebo 180-II: tipe AP1500, kapasitas 1100l/h, 23 watt. Upgrade menjadi resun Sp2500, 1400l/h, 18 watt.

Dan baling-baling standar diganti needle wheel (dari bioball yg dibelah)

Ga pake lama, lihat saja penampakan komparasi jebo 180-II standar dengan yang sudah diupgrade dibawah ini

Penampakan bubble di tabung reaktor

Terlihat sangat jelas hasil kocokan jebo standar (gambar kiri) yang “kaki tornadonya” cukup kurus, dengan yang sudah upgrade (gambar kanan) dimana area “kaki tornado”nya lebih luas. Micro bubble jebo yang sudah diupgrade juga terlihat lebih padat.

Penampakan selanjutnya bubble yang keluar ke collection cup

Penampakan bubble yang keluar ke penampungan

Terlihat jelaskan kalau jebo 180 yang telah diupgrade menghasilkan bubble yang lebih halus dan rapat. Semakin rapat bubble semakin luas penampang bubble yang mengikat kotoran di air.

Sekarang tinggal settingan wet atau dry, kalau mau dry turunin permukaan air didalam tabung reaktor, mau lebih wet kebalikannya.

Simak saja videonya

Speaker Soundbar Vs 2.1, pilih mana ya?komparasi LG SJ2 VS Thonet&Vander Grub

Baik speaker 2.1 maupun Keduanya punya keunggulan masing-masing. Kali ini SF akan membahas komparasi speaker untuk menonton film atau mendengarkan musik dirumah.

SF memakai speaker aktif 2.1 merk Thonet &Vander Grub untuk menemani TV di kamar depan, dikamar belakang SF memakai LG SJ2 Soundbar. Keduanya bertipe speaker aktif (tanpa perlu amplifier). Harga T&V grub separuhnya SJ2. Ga berimbang memang. Tapi punyanya cuma itu. 😁

Continue reading “Speaker Soundbar Vs 2.1, pilih mana ya?komparasi LG SJ2 VS Thonet&Vander Grub”

Spareparts racing aftermarket malah bikin motor injeksi irit? Ternyata ini rahasianya

Dari punya GL max, tiger, ninja 250 hingga Nmax, ga ada yang luput dari penggunaan parts racing. Awalnya emang buat kebut-kebutan, lambat laun bergeser. Sekarang buat alternatif penggantian part original dengan berbagai pertimbangan (mis fungsionalitas, model, ketahanan). Jaman motor masih karbu, penggantian parts racing kerasa banget bikin motor boros. Padahal simple saja perubahannya knalpot, filter dan spuyer.

Semenjak pegang Nmax penggantian parts original menggunakan parts racing malah bikin motor irit dan ngibrit…. kok bisa?

Setengah ga percaya….dengan gaya riding yang sama , Nmax yang sudah berumur 4 tahun kondisinya sekarang lebih irit dari standar.

Coba intip dulu artikel 4 tahun lalu saat motor masih standar.

http://smartf41z.com/2015/10/05/perbandingan-konsumsi-bensin-nmax-saat-ngebut-dan-santai/

1 liter bensin dengan gaya ecodrive cuma dapet 42,9 km

Intip artikel selanjutnya …

http://smartf41z.com/2019/02/19/nmax-terbukti-tetap-prima-usia-hampir-3-tahun-makin-irit-inilah-rahasianya/

kali ini motor sudah dioprek dengan penggunaan roller CLD yang 11 gram (turun 2 gram dibanding ori), dan per ganda TDR 1000 rpm. Konsumsi bensin 1 liter dapat meraih 46,2km. Nah meningkat dibanding standar kan?

Kondisi terkini Nmax hampir sama dengan kondisi diatas, hanya knalpot standar sudah ganti knalpot racing RCB1 silent series. Bagaimana hasilnya?

Bikin terkejut sodara… ini posisi Senin pagi saat berangkat kerja

1 liter bisa mendapatkan 49,7 km!!! Aseli SF saja bingung. Penggunaan parts racing yang tepat pada Nmax ga bikin motor tambah boros… !!! Ini pengalaman pribadi loh ya … rute sama harapan indah – kalibata, bensin sama-sama shell super, malah kondisi sekarang pakai ban lebih gambot ukuran 140, gaya riding ecoride yang sekarang jadi kebiasaan . Kira-kira penjelasannya bagaimana ya?

1. Nmax motor injeksi tipe close loop. Artinya semprotan bensin tergantung sensor O2 (di blok mensin dekat pangkal knalpot. ). Sensor ini memberikan informasi kondisi hasil pembakaran, selanjutnya informasi akan diolah ECU yang akan memerintahkan penambahan/pengurangan debit BBM

2. Pemilihan parts racing yang tepat disesuaikan dengan kondisi (rute, bobot pengendara, dll) .

Bobot roller lebih ringan bikin beban mesin lebih ringan di putaran bawah cocok buat perkotaan yang jarang melaju di kecepatan tinggi. Roller 11 gram mampu bikin motor melaju efisien di kecepatan sampai dengan 50-60 km (indikator exo bisa di 4-5 bar) . Per ganda 1000 rpm mengurangi delay antara putaran mesin dengan perputaran mekanisme cvt. Yang terakhir adalah penggantian knalpot racing dan filter replacement bikin torsi dan power naik. Torsi ini yang memegang peranan penting mesin saat menggendong bobot motor dan pengendara saat melaju. Torsi naik artinya ga perlu putar gas dalam untuk bikin melaju motor sesuai kecepatan yang diinginkan. Power naik sih cuma bonus saja bagi SF karena ngefeknya di putaran atas.

3. Gaya riding.

Percuma saja kalau hal 1 dan 2 diatas terpenuhi tapi gaya riding jadi secara psikologi berubah . Gara- gara motor performanya lebih responsif jadinya sering maksa nyalip, gampang panas disalip rider lain. Coba belajar sabar. Efeknya motor bisa jadi lebih irit kok… 😊

Monggo dijajal saja dan buktikan racikan SF diatas tapi khusus rute perkotaan yaaa…

Pengalaman Mancing di Probolinggo, tersadar Hobi Mancing Laut di Ibukota itu Kelewat Mahal!!!

Tak disangka beberapa hari sebelum mudik ke Surabaya ada ajakan mancing di laut probolinggo (Jawa Timur) oleh adik ipar dan Mertua. Terang saja pas packing mau mudik SF malah sibuk sendiri siapin alat pancing untuk dibawa mudik 😇

Setelah silahturahmi di hari pertama lebaran, malam harinya dari Surabaya langsung menuju pelabuhan Probolinggo. Begitu kapal datang , agak takjub juga SF. Lah kapalnya guedhe. Cuma beda banget dengan kapal di pelabuhan karangantu atau tanjung pasir, dimana area memancing dibelakang dan didepan kapal.

Kapal mancing dari pelabuhan karangantu tujuan p.tunda dan p.mundu

Continue reading “Pengalaman Mancing di Probolinggo, tersadar Hobi Mancing Laut di Ibukota itu Kelewat Mahal!!!”

Portable Music Player, Perlu Buat Mancing Biar Ga Sepi dan Makin Semangat Narik

Mancing itu bisa jadi hobi dan bisa juga rekreasi. Bisa lihat sunset dengan background pulau dengan semilir angin itu sesuatu banget. Apalagi kalau ditemenin musik pilihan. Makin manteb. Sudah ada 3 speaker portable yang pernah SF bawa dalam kegiatan mancing. Boros amatt… !? Tenang bro. 1 speaker gratisan hadiah lomba mancing, dan 1 speaker dari flash sale 50rban. Sayang keduanya KO . Yang pertama error card readernya, sering skip atau restart sendiri . Yang kedua patah bagian konektor chargernya gara2 ketiduran teman. Karena itu SF putuskan beli 1 lagi speaker yang speknya agak mendingan. Budgetnya juga ga tinggi2 amat kok. Cuma 200rb plus dapat cash back 5% di toko online :mrgreen:

Sebelum review speaker yang baru ini, SF bagi tips untuk hunting speaker portabel untuk kegiatan outdoor.

Continue reading “Portable Music Player, Perlu Buat Mancing Biar Ga Sepi dan Makin Semangat Narik”

Parkir jejer Aerox, tetep saja Nmax pilihan utama

Mumpung malam minggu, SF riding sore bareng Bunda sekalian cari tempat servis HP. Lah kok ketemu resto steak yang baru buka. Ya wis urusan perut diutamakan. 🙂

Kebetulan SF parkir deket Aerox. Bunda yang biasa cuek , agak lama mengamati Aerox dari dekat. “Kok gedhe ya, kok dulu ga milih ini sih . Keren loh motornya” katanya. Sembari nunggu makanan, SF nanya ke bunda, apanya yang bagus soal Aerox. Sporty jawabnya. Dari belakang malah ga ngira kalau ini motor matic. Gedhe banget.

Continue reading “Parkir jejer Aerox, tetep saja Nmax pilihan utama”

Kabel charger Micro USB type B VS Type C mana yang lebih baik performa chargingnya?

Bikin jengkel saat pabrikan HP mengganti standar colokan pengisian daya pada HP menjadi model lain . Seperti sekarang misalnya. Micro USB type B perlahan diubah menjadi type C. Hal ini bikin OTG, card reader, maupun kabel charger cadangan lama yang SF taruh di kantor dan di mobil jadi ga berguna saat SF upgrade HP yang menggunakan USB type C untuk pengisian daya maupun transfer datanya. Ada sih toko yang jual adaptor type B ke type C tapi percayalah sudah SF jajal dan tidak berfungsi semestinya di Xiaomi Max 3. Cek aja artikel kemarin ( baca disini )

Kabel Micro USB type B menggunakan adaptor digunakan untuk charging HP berkonektor Type C hasilnya ga maksimal

Continue reading “Kabel charger Micro USB type B VS Type C mana yang lebih baik performa chargingnya?”

Reel Overhead Leverwinder Penn Fathom 20LWLH vs Kenzi Marine KZ300, Bisakah Reel Pahe mengalahkan Reel Tenar?

left :kenzi marine, right :Penn Fathom

Penn punya reputasi bagus dikalangan angler, produk ini terkenal daya tahannya. di kelas overhead Peen Fathom masuk jajaran medium. kebetulan kali ini SF berkesempatan menikmati reel ini. Sebagai pembanding ada Kenzi Marine seri KZ300. Reel ini menggebrak pasar Indonesia dengan harga super miringnya. Oke mari bikin perbandingan serta review kedua reel ini.

Continue reading “Reel Overhead Leverwinder Penn Fathom 20LWLH vs Kenzi Marine KZ300, Bisakah Reel Pahe mengalahkan Reel Tenar?”

Pengalaman Ganti Provider dari First Media ke My Republik, Waspada Periode Berlangganannya

SF berlangganan first media sudah 2 tahun ini. dari paket internet+tv kabel yang 199rb (1mbps), hingga jadi Rp. 321.500(7mbps). karena kebutuhan yang bergeser tak lagi butuh TV kabel, tapi lebih butuh internet, SF memutuskan untuk ganti provider My Republik paket Fast (50MBPS!!!) seharga rp 359.400 dengan harga promo rp. 279.426. Karena salesnya gigih ngrayu SF sampai ngasih cash back 100rb, SF langsung samber tuh promo. Sehari langsung konek My Republik.

Selanjutnya adalah proses penutupan First Media (FM). kesalehan terbesar SF adalah berasumsi jika First Media adalah berlangganan prabayar. Bayar dulu baru bisa menikmati layanan. kalau ga bayar akan dimatikan/ditutup otomatis. Ternyata ga sesimpel itu… Continue reading “Pengalaman Ganti Provider dari First Media ke My Republik, Waspada Periode Berlangganannya”